
Tewasnya Apriyadi (22), warga Desa Panggung Kecamatan Haruyan, Hulu Sungai Tengah (HST) berawal dari cekcok mulut dengan tersangka, Mawardi.
Mawardi sendiri dekat menghabisi nyawa korban karena membela sepupunya Agus setelah terjadi cekcok mulut sebelum kejadian pembunuhan terjadi.
Cerita bermula saat pelaku bersama dengan rekan-rekannya yakni Saiful dan Agus datang ke rumah Norjanah yang diketahui sebagai tante dari Agus, Minggu (12/3/2017) pukul 19.00 Wita.
Selanjutnya, datanglah korban yang langsung masuk ke rumah Norjanah menanyakan asal usul ketiganya.
Tidak senang dengan sikap Apriyadi, hingga terjadi cekcok mulut dan kontak fisik.
Saat kejadian itu, Norjanah melerai keributan yang terjadi. Korban akhirnya keluar rumah bersama dengan rekannya Irpansyah.
Tidak berselang lama, pelaku bersama rekannya akhirnya pulang, namun berhenti di Warung simpang tiga Desa Longawang untuk membeli rokok.
Saat itulah, korban bersama rekannya kembali terlihat dan mendatangi pelaku. Saat itu, Mawardi dari seberang jalan melihat korban seperti memegang perut akan mengambil sesuatu.
Mawardi sendiri langsung mengambil sajam dari sarung yang diselipkannya di pinggang dan langsung menyerang korban dengan menusuk pinggang korban sebanyak tiga kali.
Korban yang tertusuk kemudian berlari dan pelaku pun kembali menuju ke rekannya. Korban yang terluka akhirnya ditemukan warga dalam kondisi pingsan.
Kapolres HSS AKBP Sukendar Eka Ristyan Putra Sik melalui Kasubbaghumas Akp Agus Winartono membenarkan dengan peristiwa itu.
“Korban ditemukan di samping rumah warga. Namun saat perjalanan ke rumah sakit korban meninggal dalam perjalanan,” katanya, Selasa (28/3/2017).(bp/dana)
