Polres Balangan – Korban dugaan akibat menenggak cairan Polylab Etanol oleh remaja yang kebanyakan masih pelajar, di Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan, mendapatkan penanggana serius dari Rumah sakit dan Kepolisian.
Diberitakan sebelumnya, Senin (22/01) sekitar jam 10.00 Wita WHY (21) meninggal dunia diduga akibat dari mengkonsumsi cairan Polylab Etanol dicampur minuman energy sebagai penambah rasa, tidak lama bertambah satu korban lainnya yakni MN (17) meninggal yang diketahui juga ikut menenggak cairan tersebut juga meninggal sekitar jam 16.30 Wita.
Berita Terkait : Dua Pelajar Meninggal di Balangan dalam Pemeriksaan Polisi
Dari data yang diperoleh, ada 16 orang remaja yang ikut menenggak cairan etanol tersebut temasuk dua orang yang meninggal.
Dari keterangan Kapolres Balangan AKBP Moh. Zamroni, S.iK, Selasa ( 23/01) Dua orang dinyatakan meninggal dan 10 orang masih dirawat di RSUD Balangan dan empat orang minta pulang setelah dirawat.
“Tetap kami upayakan kepada korban yang sudah pulang dengan menjemput ke rumah masing – masing korban untuk tetap berobat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan sampai ada keputusan boleh pulang dari dokter, ” pungkasnya.
Dari ketarangan korban yang selamat FS (16) dan WH (19) mengaku minum pada hari Sabtu (20/1), kemudian KH (19) mengaku minum pada hari Jumat (19/1), mengeluhkan sakit dibagian perut bagian bawah dan perut bagian sebelah kanan.
“Awalnya tidak terasa efeknya lamun kelamaaan terasa mual , pusing, dan sakit dibagian perut bahkan sampai muntah,” terang korban.
Sebelumnya, ada yang minum sejak hari Kamis (18/1) namun dampaknya belum membahayakan. Kemungkinan karena sudah kebanyakan cairan etanol sehingga pengaruhnya makin fatal yang mengancam nyawa.
Untuk diketahui, cairan Polylab Etanol memang tidak mudah dijumpai di toko-toko obat di pasaran, bahkan di pusat kesehatan ataupun di Rumah Sakit. Cairan tersebut biasanya dibutuhkan untuk kegiatan praktek di Laboratorium.
Direktur RSUD Balangan, dr Ferri membenarkan bahwa ada 10 rang yang masih dirawat dan dua orang dinyatakan meninggal dan empat orang yang pulang setelah dirawat diusahakan untuk dirawat kembali.
“Korban yang dirawat kebanyakan mengalami gagal ginjal akibat efek caiaran etanol yang diminum, ini harus dilakukan penanganan serius karna efeknya bisa lebih parah,”Terangnya.
Terkait penanganan kasus , Kapolres Balangan AKBP Moh. Zamroni, S.iK menyatakan belum masuk ke proses sidik kasus , Sementara fokus pada penyembuhan fisik korban dan kondisi psikis .
“Kita tunggu hasil laboratorium untuk memastikan cairan apa yang diminum, sementara kita sudah amankan dua botol cairan polylab etanol untuk barang bukti,” Imbuhnya.
Dari hasil pemeriksaan dan pengakuan korban yang selamat, ada tiga lokasi yang digunakan para korban minum cairan etanol yakni di lokasi sekolah menengah kejuruan di Paringin tempat korban pertama sekolah, Sekolah menengah di kecamatan Batumandi dan di Poskambling di desa munjung Kecamatan Batumandi.
Dari Kasus ini Kapolres berharap menjadi pelajaran untuk semua pihak agar melakukan pengawasan kepada para remaja terutama terkait penyalahgunaan narkoba dan zat berbahaya. (*)
Penulis : Achmad Wardan
Editor : Drs. Hamsan
Publish : Yudha