MENJELANG pemilu kada di lima kabupaten, dua kota, dan satu provinsi, jajaran Kepolisian Daerah di Kalimantan Selatan mulai merapatkan barisan.
Meski begitu, Kapolda Kalsel Brigjend Pol Agung Budi Maryoto tidak menjadikan tanggung jawab pengamanan pemilu kada sebagai beban.Ia justru menilai hal itu sebagai tantangan bagi Polda selaku institusi yang memiliki tugas utama memelihara dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Meski begitu, tugas pengamanan tidak bisa dilakukan sendiri oleh Polda. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh lapisan masyarakat, termasuk para ulama, bahu-membahu mewududkan Kalsel yang aman.
“Saat ini dikondisi pertumbuhan ekonomi Kalsel sedang mengalami perlambatan, hal seperti ini biasanya memiliki korelasi dengan masalah kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Dalam kesulitan ekonomi kecenderungan tindak pidana, tindak narkoba, dan obat terlarang potensial meningkat. Oleh karena itu, peran para ulama sangat penting dalam upaya memberi penyadaran kepada masyarakat,” kata Kapolda, Selasa (25/8/2015).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk siap menerima apapun hasil dari pelaksanaan pemilu kada. Sebab semua calon yang maju dalam pemilu kali ini merupakan putra terbaik Kalsel.
“Kami mengharapkan dengan sinergisitas antara Polda Kalsel dan semua elemen menghadapi pemilu kada yang berlangsung 9 Desember 2015. Supaya berlangsung aman, tertib, bersih, dan sukses. Dan selanjutnya diharapkan mendapatkan pimpinan daerah yang bisa membawa masyarakat ke arah kemakmuran,” katanya.
Money politic
Di tempat terpisah, Kordinator Lapangan LSM Forum Banjar Bersatu (Forbabs) Kalsel Sulaiman, meminta para calon kepala daerah tidak melakukan money politic. Mengingat jabatan kepala daerah merupakan sebuah kehormatan.
“Jabatan kepala daerah itu adalah jabatan yang terhormat. Kita harus meraihnya dengan cara terhormat. Calon kepala daerah tentu jangan tergoda untuk gunakan cara curang termasuk lakukan praktik politik uang,” kata dia, Senin (24/8/2015).
Menurutnya, seluruh pihak tentu berharap pemilu kada menghasilkan pemimpin daerah yang amanah bagi rakyat. “Hindari sogok menyogok, berdusta, dan mendustai rakyat. Kita semua tentu ingin pemilu kada Desember nanti benar-benar berkualitas,” ucapnya.
Ia menuturkan, politik uang serta kecurangan dalam pemilu kada dapat dicegah bila semua pihak turut mengawasi, “Tidak akan ada politik uang jika semuanya mengawasi.
rel/tribratanewskalsel