
Dalam rangka giat Promoter Program VIII Bangun Kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Kamtibmas, Polres Tanah Laut dan Polsek jajaran melaksanakan Giat sosialisasi dan penyuluhan larangan penambangan emas tanpa izin (Peti), Kamis (9/3/2017) pukul 09.30 – 13.30 Wita bertempat di Kantor Desa Tanjung Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut.
Dengan narasumber Kapolsek Pelaihari IPTU Matnur, SH, Camat Bajuin Dwi Anggraini, S.STP, serta Danramil Pelaihari KAPTEN Zaid, menyampaikan materi tentang Larangan Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti), dengan dampak yang ditimbulkan serta alternatif/solusi bagi para pelaku peti khususnya yang berada di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut.
Giat yang juga dihadiri Kepala Desa beserta Perangkat Desa se Kecamatan Bajuin dan para Tokoh Masyarakat dan Perwakilan Masyarakat Kecamatan Bajuin terdapat sesi tanya jawab dengan beberapa Kepala Desa yang intinya adalah warga berharap adanya sosialisasi lanjutan ke desa-desa terkait larangan penambangan tanpa izin khususnya emas khusus kepada masyarakat langsung.
Selain itu warga berharap ada solusi pekerjaan apabila penambangan emas tanpa izin (Peti) dilarang, serta meningkatnya kasus kriminal di desa seiring pelarangan penambangan emas-emas.
Terkait pertanyaan oleh warga, Kapolsek menjelaskan akan menindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat, dan yang terpenting para Kades agar benar-benar dengan penuh kesadarannya untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakatnya agar bisa meninggalkan aktivitas peti emas tersebut.
Kapolsek menambahkan, tiap desa terdapat Bhabinkamtibmas sehingga kejadian yang terjadi hendaknya dilaporkan untuk dapat ditindaklanjuti secara cepat, aktifkan dan tingkatkan PAM Swakarsa/Poskamling.
Dilain hal Danramil menjelaskan Pemerintah saat ini menggalakkan program swasembada pangan dibidang pertanian, TNI dalam hal ini Koramil berperan langsung bersama Dinas Pertanian akan membantu warga yang berprofesi sebagai penambang dapat mengalihkan profesinya ke bidang pertanian akan dibantu peralatan untuk menggarap, bantuan pelatihan, bibit, pupuk dan lain-lain.
Camat Bajuin selaku pimpinan wilayah menawarkan program-program pelatihan keterampilan bagi masyarakat khusus para penambang yang benar-benar mau beralih pekerjaan, untuk syarat dan ketentuannya sangat mudah bahkan akan didukung uang sakunya.
Kapolsek Pelaihari beserta 3 orang personel Polsek Pelaihari mencapai hasil adanya sinergitas 3 pilar Muspika dalam mencari solusi permasalahan sosial yang ada dimasyarakat dan diikuti pula oleh para Kades Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Selain itu para Kades dan Tomas (tokoh masyarakat) antusias mengikuti kegiatan, indikatornya banyak peserta yang mengajukan pertanyaan serta konsultasi khususnya solusi untuk tidak melakukan penambangan emas tanpa izin (Peti).
Seerta mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilkum Polres Tanah Laut khususnya Polsek Pelaihari dan terbangunnya kepercayaan Masyarakat terhadap polisi.(dana)






Kehadiran Bribda Ghandi dan Bribda Hermawan di depan murid-murid






Meskipun cuaca tidak menentu kadang panas, cerah gerimis bahkan hujan yang membuat sebagian ruas jalan di wilkum Polres HSU tergenang air namun tidak m,enajdi halangan bagi 102 personel kepolisian terdiri dari personel Satlantas, Sat Sabhara serta Staff dan Operasinal Polres HSU melakukan Apel pagi di Bundaran Pemda HSU sebelum melakukan Gatur Lalu Lintas pagi hari yang dilaksanakan seluruh fungsi (1/3 kuat personel) pada jalur simpangan, bundaran, titik-titik rawan laka, rawan macet dan rawan kejahatan jalanan di wilkum Polres HSU.



Aparat Sat Polair Polresta Banjarmasin kejar-kejaran dengan sebuah kelotok yang mencurigakan di perairan Sungai Barito Kuala atau tepatnya di kawasan Pulau Berangas, Senin (6/3) sekitar pukul 12.00 Wita. Pengemudi beserta penumpang kelotok tersebut akhirnya bisa diamankan. Mereka adalah AD (38), AN (30) dan HN (32), semuanya warga Alalak Selatan.



