Sekilas Info
Polda Kalsel Tegaskan Rekrutmen Akpol T.A. 2026 Hanya Lewat Jalur Reguler Nasional, Tanpa Kuota Khusus
Dukung Program ASRI, Polda Kalsel Kerahkan 350 Personel Bersihkan Lingkungan Siring 0 Km Banjarmasin
Gulung Jaringan Narkoba Internasional, Polda Kalsel Sita 12,5 Kilogram Sabu
Dilantik Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar Resmi Jabat Wakapolda Kalsel
Sambut HUT Bhayangkara Ke-80, Polda Kalsel Apel Bakti Sosial dan Kurve Tempat Ibadah
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kapolda Kalsel Serahkan 5 unit Ranmor untuk Brimob
Polda Kalsel Kurban 37 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing di Idul Adha 1447 H
Modernisasi Pendidikan Polri, SPN Polda Kalsel Resmi Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018
Polda Kalsel dan Pemkab Tanah Laut Resmikan Pembangunan Jembatan Merah Putih Desa Tabanio
Polres HST Serahkan Hewan Kurban Kapolda Kalsel ke Ponpes Nurul Muhibbin
TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip
Tag:

Uncategorized

Sejarah Berdirinya Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan

oleh Humas Polda Kalsel 20/05/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Dalam situasi politik yang tidak stabil pada tahun 1950-an, berpengaruh besar terhadap organisasi militer yang kemudian melahirkan kekacauan-kekacauan nasional. Beberapa kelompok separates bersenjata muncul di mana-mana. Saat itulah satuan-satuan Mobrig yang setia kepada republik ini secara aktif turut melakukan penumpasan dan pengamanan di berbagai daerah di tanah air. Dari rangkaian sejarali ini, terbentuk Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan.

Pengabdian Mobrig dalam melaksanakan tugas negara tidak pernah surut. Sekitar tahun 1953, di Kalimantan Selatan, satuan Mobrig yang berasal dari kesatuan di Surabaya dikerahkan untuk memadamkan pemberontakan rakyat pimpinan Letnan Dua Ibnu Hajar, Komandan Pasukan Penggempur Divisi IV ALRI di Kalimantan Selatan. Satuan Mobrig yang berasal dari kesatuan di Surabaya itulah yang menjadi cikal bakal berdirinya Polda Kalsel.

Kekecewaan yang berulang-ulang telah membuat Ibnu Hajar pada bulan Oktober 1950 di Kalimantan Selatan membentuk Kesatuan Rakyat yang Tertindas (KRyT) dan menyatakan gerakannya sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia (Nil) dengan wilayah pergerakannya di daerah Hulu Sungai sepanjang kawasan pegunungan Meratus pada wilayah Kalimantan Selatan. Selain kelompok Ibnu Hajar, ada juga kelompok yang dikenal dengan nama Gerakan Mandau Talawang Panca Sila (GMTPS), pimpinan Christian Simbar di sepanjang sungai Barito di wilayah Kalimantan Tengah. Gerakan ibnu Hajar dengan KryTnya dalam aksinya menggunakan takti perang grilya. Aktivitas aksinya semakin meluas ke wilayah – wilayah Barabai, Birayang, Batumandi, Paringin, Kelua dan Kandangan.

Selain melalui kekuatan bersenjata, dalam menghadapi pemberontakan Ibnu Hajar, pemerintah pusat juga menggunakan pendekatan melalui tokoh – tokoh kharismatik lokal seperti Hasan Basery ( mantan komandan Ibnu Hajar ) dan Idham Khalid seorang politikus dari Nahdiatul Ulama (NU) untuk membujuk Ibnu Hajar dan KryTnya agar meletakan senjata dan kembali kepangkuan ibu pertiwi. Awalnya Ibnu Hajar bersedia untuk menyerahkan diri namun setelah menyerahkan diri Ibnu Hajar akhirnya melarikan diri dan melakukan pemberontakan kembali. Selanjutnya pemerintah melakukan tindakan yang tegas sehingga pada akhir tahun 1959 Ibnu Hajar beserta seluruh pengikutnya tertangkap. Ibnu Hajar sendiri akhirnya di hukum mati pada tahun 1963.

Selama mengatasi pemberontakan Ibnu Hajar dan Simbar, berbagai peristiwa heroik terjadi. Salah satunya peristiwa tragis dang mengharukan bagi Bhayangkari Polda Kalsel. Pada 28 September 1953, Mathilda Batlayeri, seorang Bhayangkari gugur bersama ketiga anak dan janin dalam kandungannya pada saat membantu mempertahankan Pos / Asrama Polisi yang diserang oleh gerombolan KryT.

Secara formal, bersamaan datangnya pasukan ‘ Mobrig, Kepolisian Kalimantan pada 1953 terbentuk dan berkedudukan pertama di Banjarmasin. Pada awalnya Polda Kalsel dikenal dengan sebutan Kepolisian Keresidenan Kalimantan, di mana pada saat itu Keresidenan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjadi satu dant>£rkedudukan di Banjarmasin. Baru pada 23 Mei 1957, Keresidenan Kalimantan Tengah resmi berdiri sendiri menjadi provinsi dengan ibukota Palangkaraya. Namun Kepolisian Kalimantan masih mencakup Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah

Berdasar SK Perdana Menteri Rl, tanggal 12 Januari 1959, sebutan untuk Kepolisian di Kalimantan yang semula Kepolisian Provinsi (KPPROP) Kalimantan, berubah menjadi Kepolisian Komisariat, (KPKOM). Sementara itu sebutan untuk Kepolisian Resort disingkat KPPRES, dimana pada waktu itu KPKOM Kalsel membawahi 7 KPPRES. Dan berdasar Keputusan Presiden Rl tertanggal 12 April 1962, nama Kepolisian Negara kembali berubah menjadi Angkatan Kepolisian Republik Indonesia. Menyusul perubahan tersebut, maka sebutan Kepala Kepolisian Negara (yang sekarang disebut Kapolri) berubah menjadi Menteri Panglima Angkatan Kepolisian Republik Indonesia di singkat Menpangak.

Maka sejak itu juga sebutan Markas Besar AKRI di singkat MARAK. Sebutan untuk Kepolisian di tingkat Provinsi menjadi Komando Daerah Angkatan Kepolisian disingkat KOMDAK. Ditingkat Kabupaten di sebut Komando Resort Kepolisian (KOMRES), di tingkat Kecamatan di sebut Komando Sektor (KOMSEK) serta Komando Distrik atau KOMDIS. Sedangkan untuk Pimpinan Kepolisian di tingkat KOMDAK adalah Panglima Komando Daerah Angkatan Kepolisian disingkat Pangdak. KOMRES adalah Komandan Resort (Danres) dan di tingkat KOMSEK yaitu Dansek dan Dandis.

Sejak itulah Komdak XIII/Kalsel terbentuk. Pada 1962 terjadi musibah kebakaran yang menimpa Markas Komdak XIII/Kalsel dan menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya. Pada Juli 1963, Ibnu Khajar dan pengikutnya menyerahkan diri di Desa Ambulun Hulu Sungai Selatan. Pada tahun yang sama juga, berdirilah Lembaga Pendidikan di Banjarbaru yang waktu itu bernama Sekolah Angkatan Kepolisian di singkat SAK (sekarang SPN).
Berdasarkan Surat Keputusan Menhankam/Pangab, maka pada 1974dilakukan likuidasiantara KomdakXIII/Kalsel dengan Komdak XII/Kalteng menjadi satu komando dengan sebutan KOMDAK Xlli/KALRA (Kalimantan Tenggara) dengan Brigjen Pol. Drs. R. Hardono sebagai Kadapol Xlll/Kaira yang pertama. Komdak Xlll/Kaira yang berstatus tipe “B” itu membawahi 16 Komres dan 129 Komsek.

Sebutan Polda Kalselteng dimulai sejak reorganisasi Polri di tahun 1984. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Pangab nomor: Kep/11/X/1992 tanggal 5 Oktober 1992, terjadi likuidasi Polda Kalselteng menjadi Polda Kalsel dan Polda Kalteng yang realisasinya dilaksanakan pada penghujung tahun anggaran 19947 1995. Pemisahan ini ditandai dengan penyerahan Pataka Tunggal Dharma Visudha” untuk Polda Kalsel dan Pataka “Manunggal Dharma Carya Jaya” untuk Polda Kalteng. Maka resmi Polda Kalselteng di likuidasi. Namun akibatnya status Polda Kalsel yang sebelumnya type “B” dipimpin oleh seorang Brigjen, sejak likuidasi tersebut turun menjadi Type “C” dan di pimpin oleh seorang Kolonel.

Pada perkembangan berikutnya, berdasarkan keputusan Menhankam pada bulan Oktober 1999 –dikukuhkan pada 19 Oktober 1999 – status Polda Kalsel ditingkatkan kembaii menjadi type “B” bersama-sama dengan Polda Kalbar, Polda Yogyakarta, Polda Sulut Polda Bali, Polda Aceh, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Polda Maluku. Seiring naiknya status maka dengan sendirinya Polda Kalsel kembaii di Pimpin oleh seorang berpangkat Brigjen hingga sekarang.

Perubahan status Polda Kalsel dan lainnya itu sangat berkaitan dengan tuntiaj di dalam tubuh Polri berkenaan dengan dan Polri pada tanggal 1 April 1999 yang kinerja Polri khususnya Polda Kalsel untul dan proaktif.

(rel/ang/tribratanewskalsel)

20/05/2016 0 komentar-komentar

Wakapolda Kalsel Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional

oleh Humas Polda Kalsel 20/05/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

apel1 apel2 apel3 apel4

Wakapolda Kalsel Kombes Pol. Iriyanto menjadi pemimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Mapolda Kalsel, Jumat (20/5).

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei memiliki makna, arti, dan sejarah yang menggambarkan perjuangan bangsa dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional sendiri, dilakukan untuk mengenang Boedi Oetomo, salah satu organisasi pertama yang bercorak nasionalis di Indonesia. Boedi Oetomo atau dibaca Budi Utomo (BU) dalam ejaan baru, didirikan pada 20 Mei 1908.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional tidak bisa dilepaskandari pagi hari tanggal 20 Mei 1908. Ketika itu di sebuah ruang belajar STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen, Sekolah Pendidikan Dokter Hindia),  Soetomo di depan rekan-rekannya mengagas pendirian sebuah organisasi sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Ide Soetomo ini terinspirasi oleh dokter Wahidin Sudirohusodo, yang ingin meningkatkan martabat rakyat dan bangsa.

Jika memaknai dari makna harafiahnya, kata budi dalam frasa Budi Utomo bermakna perangai atau tabiat. Sedangkan utomo berarti baik atau luhur. Jadi Budi Utomo dimaknai sebagai wadah untuk anggotanya mencapai sesuatu berdasar keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat. Pergerakan organisasi ini tentu lebih kompleks. Tujuan awal pendirian BU adalah, memperoleh kemajuan yang harmonis bagi nusa dan bangsa Jawa dan Madura. Ketika pertama kali berdiri, Budi Utomo belum menyasar ide nasionalisme untuk seluruh bangsa Indonesia.

Memang akan ada perdebatan tentang organisasi pertama yang benar-benar mengusung ‘nasionalisme’. Namun, kelahiran Budi Utomo ini dijadikan patokan umum tentang kebangkitan nasional. Untuk pertama kalinya, ada gagasan untuk memisahkan kepentingan golongan, agama, atau suku, untuk merangkul masyarakat yang lebih kompleks. Sejak awal abad XX kemudian lahirlah berbagai organsisasi dan pergerakan, yang berkelanjutan dengan Sumpah Pemuda pada 1928, lantas proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 1945.

Tahun ini, dalam Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-107 Tahun 2015disampaikan tentang arti dan makna Kebangkitan Nasional. Harkitnas dimaknai sebagai masa bangkitnya semangat, nasionalisme, persatuan, kesatuan, dan kesadaran sebagai sebuah bangsa. Kebangkitan ini memicu upaya memajukan diri melalui gerakan organisasi modern yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan.

Kini 107 tahun mengenang Kebangkitan Nasional, sudahkah kita bangkit?

 

yudha

20/05/2016 0 komentar-komentar

Ditlantas Polda Kalsel Rutin Gelar Apel Operasi Patuh 2016

oleh Humas Polda Kalsel 20/05/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Ditlantas Polda Kalsel secara aktif melakukan apel dan kesiapan bagi anggota pada pelaksanaan operasi Patuh 2016.

apel1 apel2

20/05/2016 0 komentar-komentar

Kegiatan ‘Jumat Beramal’ Polda Kalsel Direspon Anggota

oleh Humas Polda Kalsel 20/05/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

amal 1 amal2 amal3

Pelaksanaan’ Jumat Beramal’ yang rutin digelar usai apel pagi setipa hari Jumat, direspon positif oleh anggota Polda Kalsel, seperti halnya yang dilakukan Jumat (20/5), di pengumpulan uang secara sukarela yang dikoordinir Biro SDM Polda Kalsel berhasil mengumpulkan uang yang akan disalurkan untuk kegiatan sosial bagi masyarakat kurang mampu di lingkungan Polda Kalsel.

budi

 

20/05/2016 0 komentar-komentar

Kapolda Kalsel Lantik Kapolres Banjarbaru AKBP Eko Wahyuniawan

oleh Humas Polda Kalsel 19/05/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

laNTIK 1

LANTIK 2

LANTIK 3
Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eko Wahyuniawan kini menjabat sebagai Kapolresta Banjarbaru menggantikan pejabat sebelumnya AKBP Harun Yuni Aprin yang kini menjadi Kapolres Ponorogo Jawa Timur.

Pengambilan sumpah dilakukan oleh Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Erwin Triwanto di Ruang Kapolda Kalsel, Kamis malam (19/5).

budi

19/05/2016 0 komentar-komentar

Kapolda Kalsel Saksikan Penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Anggota Polri 2016

oleh Humas Polda Kalsel 18/05/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

pakta 1

Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Drs Erwin Triwanto SH menyaksikan oenandatanganan Pakta Integritas penerimaan anggota Polri terpadu tahun 2016 untuk Akademi Kepolisian (Akpol), bintara dan tamtama tahun 2016, di Ruang Rupatama Polda Kalsel, Rabu (18/5).

 

Penandatanganan pakta integritas penerimaan anggota Polri terpadu tahun 2016 yang disaksikan ratusan calon baik dari jalur Akpol, Bintara khusus penyidik, Bintara Umum dan Tamtama ini, untuk memberi pemahaman, bahwa masuk polisi tidak dipungut biaya alias gratis.

 

Penandatanganan integritas ini sebagai sarana kontrol baik aspek intelektual jasmani dan kepribadian. Diharapkan kepada calon anggota Polri, agar kelak lulus, harus menjadi anggota Polri yang modern dan humanis senantiasa merubah mainset dan kulturset sehinggta sesuai harapan masyarakat. Dan utama, penerimaan anggota Polri yang menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Trasparan, dan Humanis) ini tidak ada pungutan biaya alias gratis. Kegiatan ini disaksikan juga unsur pengawas, orang tua siswa,LSM/tokoh masyarakat.

arif

18/05/2016 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Gelar Operasi Patuh 2016

oleh Humas Polda Kalsel 17/05/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

ops intan 2 ops intan 3 ops intan 4 ops intan1

Ditlantas Polda Kalsel mulai menggelar Operasi Patuh 2016.‎ Operasi ini bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Kegiatan operasi yang dibuka Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Erwin Triwanto dan dihadiri Wagub Kalsel Rusdy Resnawan, Senin (16/5) di Mapolresta Banjarmasin tersebut berlaku selama dua pekan mulai hari ini Senin (16-05-2016) hingga 29 Mei 2016.

Operasi ini lebih menekankan upaya penindakan alias penilangan. Sebab, sebelumnya, Korlantas pada Operasi Simpatik l‎alu, hanya menerapkan upaya peringatan.

Pada Operasi Patuh 2016 kali ini ada enam tujuan yang diharapkan bisa tercapai. Antara lain:

1. Meningkatkan disiplin masyakat dalam berlalu lintas.

2. Terciptanya lalu lintas yang optimal dan tertib berlalu lintas.

3. Terciptanya kepercayaan masyarakat terhadap polri dengan terbentuknya opini positif dalam berlalu lintas.

4. Menurunnya tingkat korban dalam berlalu lintas.

5. Menurutnya pelanggaran dan julamlah kemacetan.

6. Terwujudnya situasi dan kondisi lalu lintas yang mantap.

Untuk pengendara sepeda motor, kesalahan-kesalahan yang akan dikenai tilang di antaranya kelengkapan surat-surat kendaraan, pengendara melawan arus, pelat nomor tidak sesuai aslinya, pengendara atau peenumpang tidak mengenakan helm, motor harus lajur kiri (apabila ada lajur kanalisasi), harus nyala lampu besar di siang hari, melanggar lampu merah, melanggar marka jalan, dan naik motor lebih dari dua orang.
Sementara, untuk pengendara mobil ada enam sasaran, yakni pelat nomor tidak sesuai aslinya, simbul pada pelat nomor, pakai rotator atau sirene pada mobil pribadi, tidak pakai sabuk pengaman, melanggar lampu merah, serta melanggar marka jalan.
Budi/wendy/yuda/ginting

17/05/2016 0 komentar-komentar

Humas Mabes Polri Sosialisasi Uji Konsekuensi

oleh Humas Polda Kalsel 17/05/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Jpeg

Div Humas Mabes Polri  mengadakan Sosialisasi Uji Konsekuensi Informasi yang dikecualikan di Polda Kalsel, Selasa (17/5). kegiatan yang diikuti oleh seluruh Pengemban Fungsi PID Satker di Polda Kalsel,Para Kapolres/ta Jajaran Polda Kalsel, serta Para Kassubag humas Polres/ta jajaran Polda Kalsel dibuka oleh Karo Ops. Polda Kalsel Kombes Pol Drs. Guruh Ahmad F. MH yang didampingi Karo Pid Div Humas Mabes Polri Brigjen Pol Drs.Daniel Pasaribu.

Sehubungan dengan kegiatan Sosialisasi ini Kadiv Humas Mabes Polri memberikan sambutan yang dibawakan oleh Brigjen Pol Drs.Daniel Pasaribu selaku Karo Pid Div Humas Mabes Polri serta paparan untuk para Peserta Sosialisasi Uji Konsekuensi Informasi yang Dikecualikan.

Kegiatan sosialisasi ini disambut dengan baik oleh Para Pengemban Fungsi PID satker di Polda Kalsel, para Kapolres/ta jajaran Polda Kalsel, serta para Kassubag humas Polres/ta jajaran Polda Kalsel. Karena materi sosialisasi bisa memberikan manfaat bagi para peserta dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Budi/wendy/ginting

 

 

17/05/2016 0 komentar-komentar

Tempat Usaha Diharapkan Aktifkan CCTV

oleh Humas Polda Kalsel 17/05/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

CCTV
Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, mengimbau kepada seluruh masyarakat pemilik tempat usaha agar mengaktifkan dan mencek kembali CCTV untuk antisipasi tindak kriminalitas menjelang Ramadhan.

“Jelang bulan Ramadhan apalagi menuju hari raya Idul Fitri, aksi kriminalitas diperkirakan akan mengalami peningkatan di wilayah kota ini,” kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Arief Prasetya di Banjarmasin, Senin.

Ia mengatakan, dengan aktifnya CCTV di tempat usaha sehingga nantinya bisa membantu pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan bila terjadi aksi kriminalitas.

Kamera CCTV itu salah satu alat yang membantu pihak kepolisian untuk mengungkap kasus kriminalitas yang terjadi di tempat usaha milik masyarakat, contoh di toko emas harus terpasang kamera tersembunyi itu.

“Yang jelas polisi akan terus melakukan peningkatan keamanan dengan seringnya berpatroli di kawasan rawan aksi kriminalitas,” ucap macan satu Polresta Banjarmasin.

Pria lulusan Akpol angkatan 2005 itu juga mengatakan, masyarakat diminta bisa lebih menjaga diri di antaranya dengan tidak berpenampilan yang mencolok menggunakan perhiasan yang berlebihan.

“Jangan pernah menggunakan perhiasan saat keluar rumah dan hindari jalan-jalan gelap serta usahakan selalu berteman bila berpergian,” tutur pria yang akrab dengan awak media itu.

Mantan Kanit Resmob Polda Kalsel itu terus mengatakan, untuk pelaku kejahatan di Banjarmasin sebaiknya agar mengurungkan niatnya melakukan aksi kriminalitas.

Pihak polisi tidak akan segan-segan melumpuhkan pelaku dengan timah panas sesuai perintah apabila pelaku yang membahayakan korban dan petugas silahkan tembak di tempat.

“Tembak di tempat saja para pelaku kejahatan jalanan yang membahayakan masyarakat dan jiwa petugas saat di lapangan,” tegas pria yang memiliki hobby sepak bola itu.

17/05/2016 0 komentar-komentar

Wakapolda Kalsel Menerima Kunjungan ‘Perwira’ Angkatan Laut Seskoal Angkatan 54

oleh Humas Polda Kalsel 12/05/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

 

Wakapolda Kalsel Kombes Pol, Iriyanto, Rabu (11/5) menerima kunjungan dari Pasis Dikreg Seskoal angkatan ke-54 tahun pelajaran 2016, rombongan sebanyak 28 perwira menengah ini melakukan silahturahmi sekaligus melihat kondisi keamanan di Kalsel.

amidisesko 1 sesko 2 sesko 4

12/05/2016 0 komentar-komentar
  • 1
  • …
  • 304
  • 305
  • 306
  • 307
  • 308
  • …
  • 377

Cari

Berita Terkini

  • Polda Kalsel Tegaskan Rekrutmen Akpol T.A. 2026 Hanya Lewat Jalur Reguler Nasional, Tanpa Kuota Khusus
  • Dukung Program ASRI, Polda Kalsel Kerahkan 350 Personel Bersihkan Lingkungan Siring 0 Km Banjarmasin
  • Gulung Jaringan Narkoba Internasional, Polda Kalsel Sita 12,5 Kilogram Sabu
  • Dilantik Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar Resmi Jabat Wakapolda Kalsel
  • Sambut HUT Bhayangkara Ke-80, Polda Kalsel Apel Bakti Sosial dan Kurve Tempat Ibadah

Kategori

Arsip

BID HUMAS POLDA KALSEL © 2017 - 2024

TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip