Uncategorized
Wakapolda Kalsel Buka Acara Musda IV Purnawirawan Polri
Wakapolda Kalsel Kombes Pol. Pudiyanto mengatakan, keberadaan Purnawirawan masih sangat diperlukan untuk menjadi bagian dari penguatan organisasi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta penegak hukum.
Hal itu dikatakannya ketika membuka acara Musda IV PP Polri Kalsel di Aula Bhayangkara Polda Kalsel, Rabu (14/4). kegiatan ini dihadiri staff ahli Gubernur Kalsel Aji Siswansyah, Lanal Banjarmasin, Angkatan Udara Banjarmasin.
Sementara itu, Ketua PP Polri Kalsel H Sofwat Hadi mengatakan, kegiatan ini silahturahmi sekaligus ajang mencari sosok ketua baru, karena kedepan tantangan Polri semakin dinamis untuk itu peran serta purnawirawan diminta kontribusinya.
Budi/yudha/ginting
Kapolda Kalsel Minta Penerimaan Anggota Kepolisian Bebas dari KKN
Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Agung Budi M meminta, agar penerimaan anggota Polisi tahun 2016 berjalan dengan prinsip BETAH artinya bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Tak ada unsur KKN. Dengan tujuan dapat memperoleh calon anggota Polri yang sesuai harapan baik secara kualitas dan kuantitas.
“Kami minta panitia agar tak mengambil kesempatan dengan memberikan janji kepada orang/wali peserta dengan meminta imbalan dalam bentuk apapun. Juga kepada pengawas internal dan eksternal bekerja secara profesional Serta melaporkan jika ada penyimpangan,” katanya, dalam arahan kepada peserta Rakor Kesiapan Rekrutmen Terpadu Anggota Polri 2016, di Aula Bhayangkara Selasa (12/4).
Kegiatan rakor diikuti pejabat utama, panitia pengawas internal dan eksternal dari tim independen.
budi
Polresta Banjarmasin Fokus Kasus Kejahatan Jalanan

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin AKP Arief Prasetya Sik mengatakan, lebih fokus memberantas kasus-kasus kejahatan jalanAN di wilayah kota setempat.
“Saya baru saja menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, dan ke depannya akan lebih fokus terhadap tindak pidana kejahatan jalanan,” kata pria lulusan Akpol angkatan 2005, Senin.
Ia mengatakan, alasannya lebih fokus terhadap kasus kejahatan jalanan karena aksi tersebut langsung dirasakan oleh masyarakat yang menjadi korban.
Contoh, aksi jambret di mana masyarakat yang menjadi korban langsung merasakan dampak dari aksi tersebut seperti jatuh ataupun terseret dari sepeda motor.
Untuk itu dalam kepemimpinannya sebagai “macan satu” Polresta Banjarmasin akan menindak tegas langsung di lapangan bagi setiap pelaku aksi jalanan yang tertangkap.
Bukan itu saja, laporan dari masyarakat yang menjadi korban dari kejahatan jalananpun akan lebih dipercepat dalam pengungkapannya.
“Setiap laporan kasus kejahatan jalanan yang masuk ke kami akan lebih dipercepat pengungkapan karena dampak aksi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat yang menjadi korban,” tuturnya Pria yang pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali itu juga mengatakan, selain mempercepat ungkap kasus kejahatan jalanan, pihaknya juga akan menyelesaikan tunggakkan kasus dari pejabat yang lama.
“Sejauh ini tidak ada tunggakkan kasus dari pejabat yang lama dan semua kasus selesai dan ungkap, jadi saya tinggal melanjutkan program yang sudah bagus yang ditinggalkan oleh Kompol Wildan Alberd,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Tanah Laut itu.
rel/ant
Satpolair Polresta Banjarmasin Gencar Sosialisasi Bahaya Narkoba ke Sekolah Dasar

Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polresta Banjarmasin melakukan sosialisasi bahaya Narkoba ke para pelajar Sekolah Dasar yang berada di bantaran sungai di kota setempat.
“Sosialisasi ini kami lakukan untuk pencegahan sejak dini agar generasi muda bangsa tidak menjadi korban atau budak barang haram tersebut,” kata Kasat Polair Polresta Banjarmasin AKP Untung Widodo Sst di Banjarmasin, Senin.
Ia mengatakan, beberapa waktu lalu pihak piket Satpolair menyambangi para pelajar Sekolah Dasar Kuin Kecil Banjarmasin.
Saat bertemu dengan para pelajar itu, polisi perairan menjelaskan apa itu Narkoba dan apa bahaya yang ditimbulkan bila seseorang memakai Narkoba.
“Tujuan kami dalam sosialisasi ini untuk membimbing serta memberikan imbauan akan bahaya Narkoba kepada anak di usia dini,” ucap pria yang hobby olah raga futsal itu.
Untung terus mengatakan, bimbingan sejak dini kepada generasi penerus bangsa bahwa terhadap bahaya narkoba itu harus terus dilakukan agar mereka mengerti dan dapat menghidarinya.
Selain itu juga polisi juga menerangkan kalau Narkoba sangat berbahay daN dapat merusak masa depan dan kesehatan tubuh bagi penggunanya.
“Sosialisasi seperti ini terus kami lakukan secara rutin meluai pelajar SD hingga SMA yang berada di bantaran Sungai Barito dan Sungai Martapura,” tuturnya.
Pria yang akrab dengan awak media itu juga mengatakan, pencegahan bahaya Narkoba terhadap anak usia dini itu juga akan lebih maksimal apabila peran serta orang tua aktif dalam mengawasi pergaulan anaknya saat di luar rumah.
rel/ant
Spirit Paskah Polda Kalsel, Kebangkitan Kristus Wujudkan Profesionalisme dan Revolusi Mental
Kapolda Kalsel Pantau Langsung Pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul
Kapolda Kalsel Brigjen Pol Agung Budi Maryoto yang memantau langsung pelaksanaan haul Abah Guru Sekumpul ikut salat berjemaah di badan Jalan A Yani, bersama ribuan jemaah lainnya.
Membludaknya jemaah yang menghadiri haul Abah Guru Sekumpul, bahkan sampai ke badan Jalan A Yani, tepatnya di depan Masjid Pancasila, Minggu (10/4/2016). Jemaah pun sampai melaksanakan salat magrib berjemaah di badan Jalan A Yani.
Jalan Sekumpul terpantau sudah penuh dengan ribuan jemaah yang menggelar sajadahnya di badan jalan
Arus lalulintas di pertigaan Jalan Sekumpul dan Jalan A Yani pun sempat ditutup sementara saat ribuan jemaah melaksanakan salat magrib berjemaah.
Jemaah sudah membeludak hingga ke Pasar PPS, yang berada di seberang pintu masuk Jalan Sekumpul, atau sekitar satu kilometer dari Musala Ar Raudhah, pusat kegiatan haul.
Baik panitia ataupun warga banyak menyediakan layar lebar, termasuk di Pasar PPS yang menayangkan langsung acara haul yang berlangsung di Musala Ar Raudhah.
Diperkirakan lebih dari setengah juta jemaah menghadiri haul salah satu ulama terbesar Kalsel yang juga dikenal dengan nama Guru Ijai ini.
rel/bp
Haul Guru Sekumpul, Dijaga Personel Gabungan Polda Kalsel dan Polres Banjar
Aparat gabungan dari Polda Kalsel memback up sepenuhnya Polres Banjar guna mengamankan pelaksanaan apel Guru Sekumpul Minggu (10/4), bahkan sebelum dilakukan pelsksanaan pengamanan dilakukan apel yang dhadiri Karo Ops. Polda Kalsel, Dir Shabara Polda Kalsel dan Kapolres Banjar.
Personel yang ikut melaksanakan apel yakni, 2 pleton personel Brimob Polda Kalsel, 1 unit gegana, 1 pleton Dit Shabara, 1 pleton Ditlantas, 2 pleton personel Polres Banjarbaru, 1 unit Polwan Polres Banjarbaru, serta 410 personel Polres Banjar.
rel/triB
Polres Tapin, Jebloskan ke Penjara Oknum Guru SDN Berbuat Cabul

Seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin ditangkap Satreskrim Polres Tapin karena diduga melakukan pelecehan seksual kepada siswanya.
Guru SDN itu berinisial T berusia 55 tahun, sejak Kamis (7/4/2016) tersangka diperiksa dan langsung dimasukan ke dalam tahanan.
Kasatreskrim Polres Tapin AKP Susilo membenarkan pihaknya menahan seorang guru SDN di Kecamatan Tapin Utara karena terkait kasus pelecehan seksual.
“Siswi yang mendapat pelecehan seksual itu murid kelas V (5) berinisial R dan berusia 12 tahun,” jelas AKP Susilo.
“Orangtua korban, meminta kasus ini dilanjutkan ke proses hukum,” ungkap AKP Susilo.
Modusnya, tersangka memegang payu dara murid tersebut dan tersangka mengakui perbuatannya, pungkas AKP Susilo kepada Bpost online, Jumat (8/4).
rel/bp
Polres Tanbu Gerebek Dua Laki-laki dan Satu Perempuan ‘Hisap Sabu’
Unit Reserse Kriminal Polsek Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menggerebek dua orang laki-laki dan perempuan yang diduga usai mengisap sabu-sabu di kawasan Jalan Singosari di kota setempat.
“Dua orang itu kami gerebek berkat informasi warga kalau di rumah salah satu pelaku sering dijadikan tempat untuk berpesta sabu-sabu,” ucap Kapolsek Simpang Empat AKP Victor Berliyanto di Tanah Bumbu, Kamis.
Ia mengatakan, penggerebekan terhadap kedua pelaku itu dilakukan pada Selasa (5/4) malam sekitar pukul 19.30 Wita.
Penangkapan dilakukan di rumah Antung Yunani alias IYUN (47) warga Jalan Singosari Rt 15 kel Tungkaran Pangeran Kec. Simpang Empat, Kab. Tanah Bumbu.
Saat penggerebekan di dalam rumah Iyun terdapat Royani alias Yani (29) warga Jalan Kodeco Km 1 Desa Gunung Antasari Kabupaten Tanah Bumbu, yang diduga ikut melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.
Bukan itu saja, pada saat dilakukan penggerebekan salah satu pelaku kedapatan membuang satu pipet kaca (alat isap) keluar rumah dan setelah dicek terlihat masih ada sisa sabu-sabu di dalam pipet tersebut.
“Dari pipet tersebut kami bisa mengetahui kalau kedua pelaku usai mengisap sabu-sabu,” ujar pria lulusan Akpol angkatan 2010 itu.
Atas temuan barang bukti tersebut pelaku yang diketahui seorang laki-laki dan perempuan itu terpaksa digiring ke Polsek Simpang Empat beserta barang bukti hasil kejahatan mereka.
Untuk sementara kedua pelaku tersebut sudah dilakukan penahanan dan mereka dijerat dengan UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
rel/ant




