Mengantisipasi bencana alam yang diakibatkan kondisi cuaca yang sulit diprediksi hingga dengan mudah berubah secara ekstrim, Polda Kalimantan Selatan siap siaga melakukan berbagai langkah antisipasi guna meminimalisir kerugian baik personel maupun materil.
Hal tersebut dapat dilihat saat personel Polda Kalimantan Selatan Apel Gelar Pasukan Aman Intan II 2017 dalam rangka Menghadapi Kontijensi Bencana di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan, Rabu (25/10/2017).
Dalam Apel Gelar Pasukan ini bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Kasat Brimob Polda Kalimantan Selatan selaku Kasatgas Opsda Kombes Pol Rachmat Hendrawan S.I.K., M.M. yang juga dihadiri Karo Ops, Dir Sabhara, Dir Reskrimum, para Kasatgas Aman Intan II 2017 Polda Kalsel, besrta para peserta Apel Gelar Pasukan Aman Intan II tahun 2017.
Terselenggaranya Apel Gelar Pasukan ini menindaklanjuti Surat Telegram Dankorbrimob Polri sebagai Kaorspus Aman Nusa II 2017, sedangkan ditingkat daerah Kasat Brimob Polda sebagai Kasatgas Opsda dan dir Sabhara selaku Wakasatgas Opsda.
Dalam menjalankan tugas selaku Kasatgas Opsda, Kasat Brimob Polda dibnatu 5 (Lima) satgas yaitu Satgas SAR (DPP Wakasat Brimob), Satgas Pengusian dan Perlindungan (DPP Wadir Sabhara), Satgas Medis / DVI (DPP Kabiddokkes), Satgas Lidik Sidik (DPP Dir Reskrimum), dan Satgas Ban Ops (DPP Wadir Lantas).
Dalam amanatnya Kasat Brimob Polda Kalimantan Selatan selaku Kasatgas Opsda Kombes Pol Rachmat Hendrawan S.I.K., M.M. mengatakan tujuan dari Gelar Pasukan ini untuk mengantisipasi dan mengevaluasi kesiapan seluruh unsur yang terlibat menghadapi kemungkinan bencana yang akan terjadi, baik dari aspek personel, peralatan maupun perlengkapan serta dukungan lainnya.
Ada 2 (dua) hal penting yang disampaikan Kasat Brimob Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Rachmat Hendrawan S.I.K., M.M. yakni Penanganan penyelenggaran penanggulangan bencana diarahkan dengan menitikberatkan pada pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana melalui program pengurangan resiko bencana.
Selain itu orientasi serta pemahaman siklus bencana merupakan satu kesatuan penanganan penanggulangan bencana, dan tidak ada satu siklus yang terputus akan tetapi merupakan suatu tinjauan yang holistic dalam penanggulangan bencana, sehingga dalam pelaksanaannya di lapangan dapat mengalir sebagai satu kesatuan system yang saling berkesinambungan dan bersinergi.
Penulis : Achmad Wardana
Editor : Drs. Hamsan
Publish : Brigadir Yudha Krisyanto