Sekilas Info
Tim DVI Polda Kalsel Kembali Identifikasi 3 Jenazah Korban Kecelakaan KM Virgo Transport 8
Tim Gabungan Polda Kalsel Atasi Karhutla di Ring 1 Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru
Tim DVI Polda Kalsel Identifikasi Enam Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Pencarian Masih Terus Dilakukan
Dampingi Wapres Gibran, Kapolda Kalsel Tunjukkan Inovasi Cairan Surfaktan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api Lahan Gambut
Kapolda Kalsel Pimpin Sertijab Dir Binmas, Ka SPN, dan Kapolres Banjar
Polda Kalsel Dampingi Badan Pangan Nasional Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam ke Polda Kalteng dan Gandeng Mahasiswa Tangani Karhutla
Tekan Karhutla, Kapolda Kalsel Pimpin Monitoring dan Terjunkan Inovasi Surfaktan di Banjarbaru
Gelar Rakor Penanganan Karhutla Bersama Wamenko Pangan RI, Polda Kalsel Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku Kebakaran Lahan
Polda Kalsel Gunakan Cairan Khusus Untuk Pemadaman Karhutla
TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip
Kategori:

Polisi Kita

Tim DVI Polda Kalsel Kembali Identifikasi 3 Jenazah Korban Kecelakaan KM Virgo Transport 8

oleh Humas Polda Kalsel 21/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bersama Tim DVI Pusdokkes Polri dan Inafis kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 Surabaya–Banjarmasin. Ketiga jenazah yang dievakuasi pada Jumat (18/9/2026) tersebut teridentifikasi sebagai warga asal Kalimantan Selatan.

Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers yang di pimpin Kabid Humas Polda Kalsel, Kabid Dokter Polda Kalsel, Karumkit Bhayangkara Banjarmasin, Wakapolresta Banjarmasin, Direktur KPLP, PT. Jasa Raharja Cabang Kalsel, dan PT. Jasa Raharja Putera di Aula Rumkit Bhayangkara Banjarmasin, Sabtu (19/9/2026) pukul 13.00 WITA.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah tersebut. Pihaknya bersama Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

“Kami dari Polda Kalsel mengucapkan belasungkawa atas terjadinya kecelakaan laut ini. Tim gabungan masih terus bekerja di lapangan untuk melakukan pencarian,” ujarnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol. dr. Muchammad Sofwan, Sp.OT (K) Spine., MARS. selaku Ketua DVI mengungkapkan bahwa proses pencocokan data antemortem dan postmortem berhasil mengidentifikasi identitas seluruh jenazah:

– Muhammad Abdiannoor (30), warga Banjarmasin, teridentifikasi melalui ciri medis gigi dan properti.
– Yuli (29), warga Banjarmasin Selatan, teridentifikasi melalui pemeriksaan gigi dan properti.
– Surya (59), warga Margasari Hulu, teridentifikasi melalui sidik jari dan ciri medis.

Ketiga korban diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan, di mana dua di antaranya merupakan pasangan suami istri dan satu lainnya adalah paman korban. Penyerahan jenazah kepada pihak keluarga berlangsung hari ini setelah proses pemandian dan pengafanan selesai dilakukan di Rumkit Bhayangkara Banjarmasin.

Hingga hari ketujuh operasi pencarian dan evakuasi, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 117 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9 orang dinyatakan meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap 126 korban lain yang dilaporkan masih hilang.

Sementara itu, pihak Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera memastikan pemenuhan hak santunan bagi para korban, termasuk menanggung biaya pengobatan bagi 21 korban luka yang saat ini telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Prosedur penanganan jenazah dan fasilitas pendukung, seperti penyediaan ambulans serta kontainer pendingin, juga telah disiagakan guna mengantisipasi proses evakuasi lanjutan.

21/09/2026 0 komentar-komentar

Tim Gabungan Polda Kalsel Atasi Karhutla di Ring 1 Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru

oleh Humas Polda Kalsel 18/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ring 1 Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru, terus diintensifkan oleh tim gabungan yang terdiri dari Pemprov, Korem, Lanud, Lanal, hingga jajaran Kepolisian. Langkah sinergis ini memfokuskan pemadaman pada titik-titik krusial seperti area Guntung Damar dan kawasan hutan lindung.

Dalam pemadaman yang berlangsung pada pagi hari ini, Jumat (18/9/2026) di Jalan Bandara Baru, Kota Banjarbaru, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., mengerahkan sebanyak 98 personel gabungan dari Polres Banjarbaru, Direktorat Samapta, dan Satuan Brimob Polda Kalsel. Upaya pemadaman dilakukan dengan menyemprotkan cairan surfaktan yang dicampur air dengan rasio perbandingan 1:100. Setelah sekitar 1,5 jam penanganan intensif sejak pukul 09.00, sebanyak 90 persen titik api di area target seluas lebih dari 2 hektar berhasil dipadamkan.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa hingga saat ini, sebanyak 10.200 liter cairan surfaktan telah diproduksi untuk menunjang operasional di lapangan. Meski bahan baku pembuatan surfaktan masih harus didatangkan dari Pulau Jawa, pasokan terus ditambah untuk didistribusikan ke seluruh posko dan armada pemadam kebakaran.

Untuk mengantisipasi munculnya titik api baru serta mencegah aksi pembakaran lahan secara ilegal, tim gabungan meningkatkan intensitas pemantauan melalui patroli bersama yang digelar mulai malam hingga pagi hari. Selain patroli darat, penyediaan sumber air juga diperkuat dengan menempatkan 34 unit penampung air (bioflok) di beberapa titik strategis, termasuk Guntung Damar, hutan lindung, dan Pengayuan, serta memanfaatkan pasokan air dari embung dan area bandara.

Di samping upaya pemadaman dan pencegahan, penegakan hukum terhadap pelaku karhutla terus berjalan tegas. Hingga kini, tim Penegakan Hukum (Gakkum) Karhutla Ditreskrimsus Polda Kalsel bersama jajaran Polres terus bergerak melakukan penanganan hukum secara masif.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kalsel Kombes Pol. Sigit Haryono, S.I.K., S.H., M.H. menyatakan bahwa langkah awal penanganan dimulai dari penyidikan atas setiap laporan titik api yang ditemukan. Sejauh ini, pihak kepolisian telah menerbitkan sedikitnya 73 Laporan Informasi (LI), baik yang bersumber dari aduan masyarakat maupun temuan langsung petugas di lapangan.

“Dari hasil pendalaman tersebut, kami telah menerbitkan laporan polisi. Untuk kategori perorangan, saat ini sudah ada 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Dirkrimsus Polda Kalsel saat memberikan keterangan di lokasi penanganan Karhutla.

Dari lima tersangka perorangan tersebut, berkas perkara dua di antaranya telah memasuki Tahap I dan dilimpahkan ke Kejaksaan Penuntut Umum untuk diteliti. Sementara tiga tersangka lainnya masih dalam proses pemberkasan.

Tidak hanya menyasar pelaku perorangan, ketegasan hukum juga diarahkan kepada pihak korporasi. Polda Kalsel saat ini tengah melakukan penyidikan terhadap 10 korporasi yang diduga terlibat atau bertanggung jawab atas kebakaran lahan di lokasi operasional mereka.

Adapun sebaran korporasi yang tengah disidik tersebut tersebar di beberapa Kabupaten, di antaranya Kabupaten Banjar (Martapura), Tabalong, Tapin, Tanah Laut, hingga Barito Kuala (Batola). Khusus untuk Polda Kalsel, dua korporasi di antaranya telah resmi dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

Dalam pengusutannya, kepolisian mendalami dua asumsi penyebab terbakarnya lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik kkorporas yakni Rambatan api kebakaran HGU terjadi akibat perambatan api yang berasal dari lahan di luar kawasan HGU, kemudian titik api yang memang muncul dan membakar lahan dari dalam kawasan HGU itu sendiri.

Pihak Polda Kalsel menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh proses penyidikan 10 korporasi tersebut dalam waktu singkat demi memberikan efek jera dan menuntaskan permasalahan Karhutla di Kalimantan Selatan.

18/09/2026 0 komentar-komentar

Tim DVI Polda Kalsel Identifikasi Enam Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Pencarian Masih Terus Dilakukan

oleh Humas Polda Kalsel 16/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama Pusdokkes Polri kembali mengumumkan perkembangan terbaru penanganan korban kecelakaan laut kapal Virgo Transport 8. Hingga Selasa (15/9/2026), sebanyak enam jenazah korban meninggal dunia telah berhasil teridentifikasi.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah tersebut. Pihaknya bersama Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, BPBD, Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

“Kami dari Polda Kalsel mengucapkan belasungkawa atas terjadinya kecelakaan laut ini. Tim gabungan masih terus bekerja di lapangan untuk melakukan pencarian,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel saat konferensi pers di Aula Rumkit Bhayangkara Banjarmasin, Selasa (15/9/2026) malam.

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol. dr. Muchammad Sofwan, Sp.OT (K) Spine., MARS., menerangkan, dari total enam korban yang teridentifikasi, satu jenazah atas nama Reynar Fausta Yosilianto (22) asal Malang, Jawa Timur, telah dipulangkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga pada Senin (14/9/2026). Sementara itu, lima jenazah lainnya yang teridentifikasi pada Selasa (15/9/2026) meliputi:

1. Nurul Rizal Hidayat (33) – Laki-laki, asal Pamekasan, Jawa Timur (Identik melalui sidik jari dan ciri medis).
2. Deni Rizal Saputra (29) – Laki-laki, asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Identik melalui sidik jari, ciri medis, dan properti).
3. Imam Suparno (66) – Laki-laki, asal Surabaya, Jawa Timur (Identik melalui sidik jari, ciri medis, dan properti).
4. Erik Maosul Latif (37) – Laki-laki, asal Garut, Jawa Barat (Identik melalui sidik jari dan ciri medis).
5. Risan Kurnia Putra (28) – Laki-laki, asal Garut, Jawa Barat (Identik melalui sidik jari dan ciri medis).

Sementara itu, Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol. dr. Wahyu Hidajati Dwi Palupi, M.A.R.S., Sp.F. menjelaskan bahwa proses identifikasi sejauh ini berjalan cepat karena kondisi jenazah yang relatif baik, sehingga pencocokan data sidik jari dengan sistem kependudukan dapat dilakukan dengan optimal. Namun, Tim DVI mengimbau keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke posko *Antemortem* (AM) terdekat, baik di Polda Kalsel, Polda Jatim, Polda Jabar, maupun rumah sakit Bhayangkara setempat guna pengumpulan data dan sampel DNA pembanding.

Di tempat yang sama, pihak Jasa Raharja menegaskan jaminan santunan bagi para korban. Korban meninggal dunia mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta ditambah extra cover sebesar Rp20 juta (total Rp70 juta). Sedangkan untuk korban luka-luka, Jasa Raharja menanggung biaya perawatan medis maksimal Rp30 juta. Saat ini, sebanyak 21 korban luka telah ditangani di beberapa rumah sakit, seperti RSUD Ulin, RS TPT, dan RS AU, di mana sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang.

Pada kesempatan yang sama, pihak Kapal Virgo Transport 8 menegaskan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya akomodasi serta pemulangan jenazah hingga ke kampung halaman masing-masing.

Proses pencarian dan evakuasi oleh tim gabungan masih terus berlanjut di perairan terdampak. Masyarakat dan keluarga korban diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang.

16/09/2026 0 komentar-komentar

Dampingi Wapres Gibran, Kapolda Kalsel Tunjukkan Inovasi Cairan Surfaktan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api Lahan Gambut

oleh Humas Polda Kalsel 11/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Polda Kalimantan Selatan terus mematangkan langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di hadapan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menunjukkan terobosan penggunaan formulasi cairan surfaktan ramah lingkungan yang dipadukan dengan pemantauan suhu berbasis drone thermal, Kamis (10/9/2026).

Selain Kapolda Kalsel, peninjauan langsung oleh Wapres Gibran di Provinsi Kalimantan Selatan ini juga turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel, Wakapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanud Syamsuddin Noor, Danlanal Banjarmasin, Kepala BPBD Kalsel, dan Pejabat Utama Polda Kalsel,

Peninjauan oleh Wapres ini dilakukan untuk memastikan perkembangan penanganan di lapangan berjalan optimal, dengan prioritas utama pada keselamatan petugas, kesehatan masyarakat, serta kelestarian satwa dan habitatnya.

Kapolda Kalsel melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. menjelaskan bahwa inovasi cairan surfaktan ini dirancang khusus untuk memadamkan kebakaran pada lahan gambut. Formulasi tersebut bekerja membasahi lapisan gambut lebih cepat, meresap ke dalam tanah, dan membentuk lapisan busa di permukaan. Hasilnya, pemadaman bara api di bawah permukaan tanah menjadi jauh lebih cepat dan efisien dalam penggunaan air.

Keunggulan metode ini terbukti lewat pemantauan drone thermal. Suhu area gambut yang semula berada di kisaran 130°C melonjak turun hingga sekitar 30°C hanya dalam waktu kurang lebih satu menit setelah diaplikasikan.

Wapres Gibran mengapresiasi terobosan ini dan mendorong keberlanjutan inovasi yang memberikan dampak nyata di lapangan. Namun, ia memberi catatan agar setiap metode tetap dibekali indikator keberhasilan yang terukur, digunakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta selalu mengedepankan aspek keselamatan personel pemadam.

Selain penanganan teknis titik api, Wapres menegaskan pentingnya perlindungan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Seluruh kebutuhan dasar warga terdampak mulai dari layanan kesehatan, keberlangsungan pendidikan, pengadaan masker, vitamin, air bersih, hingga logistik harian harus dipastikan terpenuhi selama periode karhutla.

Memasuki fase kewaspadaan yang diproyeksikan berlangsung hingga awal 2027, Wapres menginstruksikan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Peningkatan patroli pencegahan, pemetaan wilayah rawan, serta edukasi publik secara masif diharapkan dapat meminimalkan risiko karhutla demi keselamatan masyarakat luas.

11/09/2026 0 komentar-komentar

Kapolda Kalsel Pimpin Sertijab Dir Binmas, Ka SPN, dan Kapolres Banjar

oleh Humas Polda Kalsel 11/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut pejabat utama serta Kapolres jajaran Polda Kalsel. Agenda tersebut berlangsung di Auditorium Polda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (10/9/2026) pagi.


Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Wakapolda Kalsel, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Pengurus Bhayangkari Daerah Kalsel, serta jajaran Kapolres/ta se-Kalimantan Selatan bersama Ketua Bhayangkari Cabang.

Sertijab ini mencakup pergantian tiga posisi krusial di lingkungan Polda Kalsel:

– Direktur Binmas Polda Kalsel: AKBP Dr. I Wayan Arta Ariawan, S.H., S.I.K., M.H. resmi mengemban amanah baru menggantikan Kombes Pol Sri Damar Alam, S.I.K., S.H. yang berpindah tugas sebagai Kabidkum Polda Jabar.
– Kepala SPN Polda Kalsel: AKBP Arief Hidayat, S.H., S.I.K. mengisi posisi Ka SPN Polda Kalsel menggantikan Kombes Pol Muhammad Rifai, S.H., S.I.K., M.H. yang dipercaya menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Jianbang Lemdiklat Polri dalam rangka pendidikan pengembangan tinggi (Dikbangti) T.A. 2026.
– Kapolres Banjar: AKBP Boni Ariefianto, S.I.K., M.Si. resmi dilantik sebagai Kapolres Banjar menggantikan AKBP Dr. Fadli, S.H., S.I.K., M.Si. yang kini menjabat sebagai Wadir Reskrimsus Polda Sultra.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dengan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara sertijab, serta dilanjutkan dengan sesi pisah sambut sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi pejabat lama dan penyambutan bagi pejabat baru.

11/09/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Dampingi Badan Pangan Nasional Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan

oleh Humas Polda Kalsel 09/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Guna memastikan ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan (SPHP) tetap terjaga, Personel Unit III Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan pengawalan dan pendampingan lapangan bersama Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.

Kegiatan pengecekan langsung ini bertempat di Pasar Beras Muara Kelayan, Kota Banjarmasin, pada Senin (7/9/2026) sore.

Langkah preventif ini dilakukan untuk memantau secara langsung pergerakan harga serta ketersediaan stok beras, baik komoditas beras lokal maupun beras medium dan premium di pasaran, guna mengantisipasi potensi gejolak harga maupun praktik spekulasi pasar.

Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol. Sigit Haryono, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kasubdit I Indagsi AKBP Yeremias Tony Putrawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat demi menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

“Dari hasil pemantauan bersama Tim Bapanas RI di lokasi, ketersediaan stok beras di tingkat distributor maupun pedagang eceran Pasar Muara Kelayan terpantau relatif aman dan mencukupi. Fluktuasi harga masih berada dalam batas wajar dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Kasubdit I Indagsi.

Selain melakukan inventarisasi stok dan pemantauan harga, jajaran Ditreskrimsus Polda Kalsel turut memberikan imbauan secara tegas kepada para pedagang dan distributor agar tidak melakukan tindakan penimbunan beras maupun menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Ditreskrimsus Polda Kalsel menegaskan akan terus berkoordinasi erat dengan instansi terkait dan melakukan pengawasan rutin secara berkelanjutan guna memastikan rantai distribusi bahan pokok di wilayah Kalsel tetap berjalan lancar dan kondusif.

09/09/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam ke Polda Kalteng dan Gandeng Mahasiswa Tangani Karhutla

oleh Humas Polda Kalsel 09/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengirim 1.000 liter (1 ton) cairan surfaktan hasil pengembangan Bidlabfor Polda Kalsel ke Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (7/9/2026). Cairan tersebut dikirim untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polda Kalteng, dengan penggunaannya disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan pemadaman di lapangan.

Pengiriman cairan tersebut menjadi bagian dari langkah Polda Kalsel dalam memperbanyak penggunaan cairan surfaktan untuk penanganan karhutla. Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan, produksi cairan tersebut terus ditingkatkan agar dapat digunakan untuk mendukung penanganan karhutla.

“Cairan surfaktan ini sudah mulai kita perbanyak. Hari ini juga kita mengirim cairan 1.000 liter atau 1 ton ke Kalimantan Tengah,” kata Kapolda Kalsel saat penanganan karhutla di Posko Pantau A. Yani, Banjarbaru, Senin (7/9/2026) sore.

Kapolda mengatakan, cairan surfaktan dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel untuk membantu penanganan karhutla, terutama pada lahan gambut. Penggunaannya dapat dipadukan dengan metode pipa undercooling untuk menjangkau bagian tanah yang masih menyimpan panas dan bara.

Dalam kegiatan penanganan karhutla, Polda Kalsel juga menggandeng Pusat Studi Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan 76 mahasiswa dan mahasiswi ULM yang juga ikut turun langsung ke lapangan untuk melihat sekaligus membantu proses pemadaman.

Beliau menuturkan, keterlibatan mahasiswa menjadi kesempatan bagi mereka untuk melihat langsung kondisi karhutla dan proses pemadaman di lapangan, khususnya pada lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus.

“Kita berterima kasih kepada Prof. Rahmida yang membawa mahasiswa. Ini bagus untuk pendidikan, supaya mereka bisa melihat langsung bagaimana sulitnya melakukan pemadaman, khususnya di lahan gambut,” ujar Kapolda Kalsel.

Selain mahasiswa, kegiatan tersebut juga diikuti para Kapolres/Ta dan Kabag Ops jajaran Polda Kalsel. Mereka mendapat pengarahan teknis dari Kapolda dan Wakapolda Kalsel sekaligus melihat langsung penggunaan cairan surfaktan serta metode pemadaman di lapangan.

Kehadiran para Kapolres/Ta dan Kabag Ops tersebut menjadi bagian dari penyamaan pemahaman mengenai penggunaan cairan pemadam, sehingga penerapannya dapat disesuaikan dengan kondisi karhutla di wilayah masing-masing.

Kapolda menyampaikan bahwa penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pengerahan personel, tetapi juga dengan mengembangkan metode dan bahan pemadam yang sesuai dengan karakter lahan gambut.

Sementara itu, Prof. Rahmida selaku Kepala Pusat Studi Kepolisian ULM mengatakan, keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman langsung mengenai penanganan karhutla. Mahasiswa dapat melihat bagaimana proses pemadaman dilakukan sekaligus memahami tantangan yang dihadapi petugas di lapangan.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa untuk dibawa kembali ke lingkungan akademik, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan karhutla dan menjaga lingkungan.

09/09/2026 0 komentar-komentar

Tekan Karhutla, Kapolda Kalsel Pimpin Monitoring dan Terjunkan Inovasi Surfaktan di Banjarbaru

oleh Humas Polda Kalsel 08/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. memimpin langsung kegiatan Monitoring Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Posko Pantau A. Yani, Banjarbaru, Senin (7/9/2026) sore. Langkah ini diambil guna memperkuat efektivitas pemadaman, khususnya pada lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus dan ekstra ketat.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Kalsel didampingi oleh Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, para Kapolres/Ta Jajaran, Kadisbunnak Kalsel, Kasi Ops Korem 101/Antasari, serta Kepala Pusat Studi Kepolisian ULM. Kegiatan ini juga diperkuat dengan keterlibatan aktif 76 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. menjelaskan pemantauan dimulai dari Mako Satbrimob Polda Kalsel untuk meninjau proses pembuatan cairan surfaktan. Setelahnya, Kapolda Kalsel memberikan arahan teknis kepada para Kapolres dan Kabag Ops jajaran di Posko Pantau Pengayuan/A. Yani.

 

Tidak berhenti pada pengarahan, Kapolda beserta rombongan langsung turun ke lokasi titik api di Jalan Tambak Buluh untuk memimpin pengaplikasian pemadaman secara serentak. Di lokasi kebakaran, Wakapolda Kalsel turut memberikan instruksi teknis tata cara penggunaan sarana dan bahan pemadam. Puluhan mahasiswa ULM juga bahu-membahu bersama petugas gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan di lapangan. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan suasana keakraban melalui makan bersama mahasiswa di Randulap Posko Pantau Pengayuan.

Penanganan karhutla di wilayah Kalsel selama ini menghadapi kendala berat. Api di lahan gambut sering kali menjalar di bawah permukaan tanah dan terus menyisakan asap, ditambah minimnya ketersediaan air akibat musim kemarau. Hambatan operasional lain meliputi sulitnya jangkauan armada pemadam besar ke titik api, keterbatasan bahan baku surfaktan yang masih harus didatangkan dari luar daerah (Jawa/Surabaya), serta proses produksi surfaktan yang masih manual.

Menjawab tantangan tersebut, Polda Kalsel meluncurkan sejumlah inovasi teknis strategis:

Cairan Surfaktan (MES) adalah Formulasi khusus berbasis minyak nabati yang berfungsi mengikat oksigen melalui lapisan busa (foam) dan meresap ke dalam tanah gambut. Metode ini efektif mendinginkan lahan secara permanen serta mencegah munculnya titik api kembali. Penggunaannya tergolong ekonomis (rasio 1 liter surfaktan banding 100 liter air) dan tidak korosif.

Kolam Bioflok Portable merupakan tempat penampungan air rakitan berbahan rangka besi dan terpal seharga Rp.3,5–Rp3,7 juta per unit. Bersifat bongkar-pasang (removable), kolam ini mudah dipindahkan mendekati titik api untuk menyiasati keterbatasan panjang selang pemadam.

Metode Sumbu Bawah Tanah (“Sumbut”) merupakan Modifikasi pipa PVC/besi berlubang yang ditancapkan langsung ke dalam lapisan gambut. Pipa ini dihubungkan ke nozzle selang untuk menyalurkan air dan surfaktan tepat ke titik api di bawah tanah secara cepat dan hemat tenaga.

Guna mengoptimalkan penanganan di tingkat daerah, Polda Kalsel menghadirkan seluruh Kapolres khususnya dari wilayah rawan seperti Tanah Laut, Barito Kuala, Banjar, dan Banjarbaru—untuk mempelajari teknik pencampuran concentrate surfaktan sekaligus mendistribusikan pasokan cairan tersebut ke wilayah hukum masing-masing.

Dukungan juga diperluas hingga ke tingkat regional melalui pengiriman bantuan 1 ton cairan surfaktan ke Polda Kalimantan Tengah. Ke depan, Polda Kalsel mempersiapkan gudang Biro Logistik sebagai sarana pabrikasi surfaktan skala industri saat pasokan bahan baku telah terpenuhi secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi bersama Pusat Studi Kepolisian ULM dan para mahasiswa, Polda Kalsel tidak hanya memfokuskan aksi pada pemadaman darat, tetapi juga membangun sinergi edukasi masyarakat dan riset bersama untuk pengembangan inovasi pencegahan karhutla di masa mendatang.

08/09/2026 0 komentar-komentar

Gelar Rakor Penanganan Karhutla Bersama Wamenko Pangan RI, Polda Kalsel Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku Kebakaran Lahan

oleh Humas Polda Kalsel 05/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lanjutan dalam rangka Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Auditorium Polda Kalsel, Sabtu (5/9/2026) siang.

Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Wamenko Pangan RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Sekda Provinsi Kalsel, Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kasrem 101/Antasari, Kapolres Banjarbaru, Kepala BPBD Kalsel, Kadisbunnak Kalsel, Kadishut Kalsel, serta Kadinsos Kalsel. Hadir pula secara virtual para Kapolres/Ta jajaran melalui zoom meeting, serta jajaran Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Penyuluh Pertanian se-Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Dalam rakor ini diungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan BMKG, fenomena El Nino diproyeksikan berlangsung hingga akhir tahun. Kondisi suhu Samudera Hindia bagian timur yang dingin mengakibatkan minimnya pembentukan uap air, sehingga Operasi Modifikasi Cuaca (teknologi hujan buatan) hampir tidak memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu dekat.

Ancaman semakin nyata lantaran kebakaran telah melanda Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) seluas kurang lebih 160.000 hektare dengan kedalaman 0,5 hingga 3 meter yang mengalami degradasi serius. Kondisi ini memicu kebakaran subsurface (bawah tanah) yang amat sulit dipadamkan dan menyerap biaya operasional tinggi, mencapai Rp.600 juta per hari untuk helikopter water bombing. Kebakaran yang 99 persen dipicu oleh faktor manusia ini berdampak pada krisis air bersih di Banjarbaru, Banjarmasin, dan Tanah Laut, serta mengancam ketahanan pangan daerah.

Menjawab tantangan tersebut, Polda Kalsel berhasil mengembangkan inovasi cairan pemadam berbasis Methyl Ester Sulfonate (MES) hasil modifikasi Bidlabfor Polda Kalsel. Dikombinasikan dengan pemantauan drone thermal, cairan ini terbukti efektif memutus rantai oksigen, menurunkan suhu tanah gambut secara drastis (undercooling), serta menghemat penggunaan air secara signifikan.

Wamenko Pangan RI bersama Sekda Provinsi Kalsel memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas temuan ini dan mendorong agar inovasi Polda Kalsel tersebut segera didaftarkan Hak Patennya sebagai karya monumental dalam penanganan lahan gambut. Pemprov Kalsel juga menyiapkan langkah pendamping berupa teknik irigasi rewetting dan perendaman lahan secara selektif.

Wamenko Pangan RI turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras TNI, Polri, BPBD, Pemda, dan relawan di garis depan. Sementara itu, Sekda Prov Kalsel menegaskan komitmen penganggaran daerah melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penuh operasional serta sarana relawan di lapangan.

Mengingat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk hujan buatan, Wamenko dan Kapolda Kalsel menginstruksikan penguatan langkah persuasif serta sosialisasi masif hingga ke tingkat tapak (RT/RW, Lurah, Kepala Desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas) guna mengedukasi masyarakat agar tidak ada lagi pembersihan lahan dengan cara dibakar.

Terkait penegakan hukum, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengungkapkan penindakan tegas terus berjalan. Hingga saat ini Polri telah menangani 7 Laporan Polisi (LP) dengan tersangka perorangan yang telah naik ke tahap penyidikan, serta tengah merampungkan berkas untuk menaikkan status 1 kasus korporasi ke tahap penyidikan.

Melalui konsolidasi rakor ini, seluruh unsur Forkopimda Kalsel berkomitmen memperkuat langkah pencegahan dari tingkat desa hingga penindakan hukum tegas demi menghentikan bencana karhutla dan memulihkan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.

05/09/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Gunakan Cairan Khusus Untuk Pemadaman Karhutla

oleh Humas Polda Kalsel 05/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung peninjauan dan monitoring penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pos Pantau Desa Pengayuan, Kota Banjarbaru, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Kapolda Kalsel didampingi oleh Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kasi Ops Korem 101/Antasari, serta jajaran Kepala Dinas dari Pemprov Kalsel, mulai dari Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian, BPBD, Diskominfo, hingga Dinas Sosial.

Langkah responsif Polda Kalsel dalam menciptakan cairan khusus pemadaman karhutla ini turut menyita perhatian nasional hingga diliput langsung oleh media nasional. Inovasi ini digadang-gadang menjadi jawaban atas sulitnya memadamkan bara api di lapisan dalam tanah gambut yang kerap memicu asap pekat selama musim kemarau.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa di lokasi Pos Pantau Pengayuan, petugas melakukan pengisian kolam bioflok berkapasitas 12.000 liter yang dicampur dengan 120 liter biang larutan karhutla. Cairan tersebut kemudian disalurkan menggunakan sistem pipa undercooling yang dirancang khusus untuk menembus, mendinginkan, dan memadamkan bara api (subsurface fire) di kedalaman lahan gambut.

Cairan surfaktan ini diracik dan dimodifikasi langsung oleh Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel agar presisi dengan karakter tipologi tanah gambut di wilayah Kalimantan Selatan. Sebelum diterapkan di lapangan, uji coba eksperimental telah berjalan selama 3 minggu dengan hasil yang dinilai sangat efektif menghentikan penyebaran api bawah tanah.

Selain efektif memadamkan bara tersembunyi, lanjut Kapolda Kalsel, penggunaan larutan surfaktan ini terbukti mampu menghemat konsumsi air secara signifikan. Efisiensi ini menjadi solusi krusial bagi para petugas di lapangan yang kerap menghadapi krisis pasokan air saat puncak kemarau.

Strategi penempatan kolam-kolam bioflok di area dekat titik api juga memangkas jarak dan mempermudah akses pasokan air bagi tim pemadam. Polda Kalsel memastikan cairan surfaktan yang kini diproduksi secara massal tersebut akan segera didistribusikan ke seluruh jajaran tim pemadam kebakaran di wilayah Kalimantan Selatan.

Melalui penerapan teknologi cairan inovatif ini, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan tuntas. Langkah nyata ini ditargetkan mampu memulihkan kualitas udara serta memastikan masyarakat Kalsel kembali beraktivitas dengan aman dan sehat.

05/09/2026 0 komentar-komentar
  • 1
  • 2
  • 3
  • …
  • 1,135

Cari

Berita Terkini

  • Tim DVI Polda Kalsel Kembali Identifikasi 3 Jenazah Korban Kecelakaan KM Virgo Transport 8
  • Tim Gabungan Polda Kalsel Atasi Karhutla di Ring 1 Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru
  • Tim DVI Polda Kalsel Identifikasi Enam Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Pencarian Masih Terus Dilakukan
  • Dampingi Wapres Gibran, Kapolda Kalsel Tunjukkan Inovasi Cairan Surfaktan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api Lahan Gambut
  • Kapolda Kalsel Pimpin Sertijab Dir Binmas, Ka SPN, dan Kapolres Banjar

Kategori

Arsip

BID HUMAS POLDA KALSEL © 2017 - 2024

TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip