Sekilas Info
Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Malam Hari di Banjar, Terjunkan Drone Termal hingga Cairan Surfaktan Bidlabfor
Tim DVI Polda Kalsel Kembali Identifikasi 3 Jenazah Korban Kecelakaan KM Virgo Transport 8
Tim Gabungan Polda Kalsel Atasi Karhutla di Ring 1 Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru
Tim DVI Polda Kalsel Identifikasi Enam Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Pencarian Masih Terus Dilakukan
Dampingi Wapres Gibran, Kapolda Kalsel Tunjukkan Inovasi Cairan Surfaktan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api Lahan Gambut
Kapolda Kalsel Pimpin Sertijab Dir Binmas, Ka SPN, dan Kapolres Banjar
Polda Kalsel Dampingi Badan Pangan Nasional Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam ke Polda Kalteng dan Gandeng Mahasiswa Tangani Karhutla
Tekan Karhutla, Kapolda Kalsel Pimpin Monitoring dan Terjunkan Inovasi Surfaktan di Banjarbaru
Gelar Rakor Penanganan Karhutla Bersama Wamenko Pangan RI, Polda Kalsel Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku Kebakaran Lahan
TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip
Kategori:

Polisi Kita

Polda Kalsel Gunakan Cairan Khusus Untuk Pemadaman Karhutla

oleh Humas Polda Kalsel 05/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung peninjauan dan monitoring penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pos Pantau Desa Pengayuan, Kota Banjarbaru, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Kapolda Kalsel didampingi oleh Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kasi Ops Korem 101/Antasari, serta jajaran Kepala Dinas dari Pemprov Kalsel, mulai dari Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian, BPBD, Diskominfo, hingga Dinas Sosial.

Langkah responsif Polda Kalsel dalam menciptakan cairan khusus pemadaman karhutla ini turut menyita perhatian nasional hingga diliput langsung oleh media nasional. Inovasi ini digadang-gadang menjadi jawaban atas sulitnya memadamkan bara api di lapisan dalam tanah gambut yang kerap memicu asap pekat selama musim kemarau.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa di lokasi Pos Pantau Pengayuan, petugas melakukan pengisian kolam bioflok berkapasitas 12.000 liter yang dicampur dengan 120 liter biang larutan karhutla. Cairan tersebut kemudian disalurkan menggunakan sistem pipa undercooling yang dirancang khusus untuk menembus, mendinginkan, dan memadamkan bara api (subsurface fire) di kedalaman lahan gambut.

Cairan surfaktan ini diracik dan dimodifikasi langsung oleh Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel agar presisi dengan karakter tipologi tanah gambut di wilayah Kalimantan Selatan. Sebelum diterapkan di lapangan, uji coba eksperimental telah berjalan selama 3 minggu dengan hasil yang dinilai sangat efektif menghentikan penyebaran api bawah tanah.

Selain efektif memadamkan bara tersembunyi, lanjut Kapolda Kalsel, penggunaan larutan surfaktan ini terbukti mampu menghemat konsumsi air secara signifikan. Efisiensi ini menjadi solusi krusial bagi para petugas di lapangan yang kerap menghadapi krisis pasokan air saat puncak kemarau.

Strategi penempatan kolam-kolam bioflok di area dekat titik api juga memangkas jarak dan mempermudah akses pasokan air bagi tim pemadam. Polda Kalsel memastikan cairan surfaktan yang kini diproduksi secara massal tersebut akan segera didistribusikan ke seluruh jajaran tim pemadam kebakaran di wilayah Kalimantan Selatan.

Melalui penerapan teknologi cairan inovatif ini, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan tuntas. Langkah nyata ini ditargetkan mampu memulihkan kualitas udara serta memastikan masyarakat Kalsel kembali beraktivitas dengan aman dan sehat.

05/09/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Racik Formula Cairan MES, Solusi Padamkan Karhutla di Lahan Gambut

oleh Humas Polda Kalsel 04/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus memaksimalkan berbagai strategi dan inovasi dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan lahan gambut yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi saat pemadaman.

Langkah konkret tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung proses peracikan formula cairan Methyl Ester Sulfonate (MES) oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bertempat di Lapangan Tembak Satbrimob Polda Kalsel, Banjarbaru, Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar, S.I.K., serta jajaran Pejabat Utama Polda Kalsel.

Kapolda Kalsel melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, Inovasi penanganan karhutla ini memanfaatkan sarana mekanis sederhana namun sangat efektif. Beliau menjelaskan, seluruh bahan racikan cairan MES diaduk secara merata menggunakan kombinasi mesin molen cor dan mixer cat. Proses pengadukan intensif ini memakan waktu selama 40 menit untuk menghasilkan satu siklus produksi sebanyak 100 liter cairan MES.

Berdasarkan hasil pengukuran laboratorium di lokasi peninjauan, formula yang dihasilkan berhasil mencapai tingkat keasaman (pH) optimal sebesar 7,36. Angka tersebut menunjukkan kondisi netral yang dipastikan aman bagi ekosistem lingkungan sekitar.

Usai melewati proses pengadukan, cairan konsentrat MES langsung dikemas ke dalam jeriken berukuran 20 liter guna memudahkan mobilitas personel di lapangan. Konsentrat tersebut nantinya dicampurkan ke dalam kolam bioflok berkapasitas 12.000 liter air dan siap digunakan pemadaman ke titik api di wilayah gambut Kalsel.

Pemanfaatan formula MES ini diharapkan mampu mempercepat proses penetrasi air hingga meresap ke dalam lapisan tanah gambut yang dalam. Dengan demikian, kobaran api tidak hanya padam di permukaan, melainkan benar-benar padam total hingga ke bagian dalam struktur gambut.

04/09/2026 0 komentar-komentar

Rakor Karhutla, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut

oleh Humas Polda Kalsel 03/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar rapat koordinasi (Rakor) penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama unsur Forkopimda, TNI, BPBD, instansi terkait, serta perwakilan relawan di Kalimantan Selatan, Kamis (3/8/9/2026). Pertemuan yang berlangsung di Rupatama Polda Kalsel Banjarbaru ini digelar guna merespons kondisi karhutla di wilayah Kalsel yang belum juga mereda setelah berlangsung lebih dari satu bulan dan telah menghasilkan kabut asap yang mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam sambutannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan pentingnya terobosan baru untuk mengatasi hambatan di lapangan. Selama satu bulan penuh, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan telah bekerja keras, namun kendala teknis terutama pada area lahan gambut membuat progres pemadaman berjalan lambat dan menguras tenaga petugas.

Guna mempercepat penanganan, Polda Kalsel memperkenalkan beberapa inovasi strategi pemadaman yang telah diuji coba di lapangan:

– Kolam Portable dan Sistem Estapet Air: Untuk mengatasi krisis sumber air di lokasi kebakaran yang jauh dari akses utama, petugas membuat kolam-kolam penampungan air bioflok berkapasitas 12.000 liter. Kolam ini dibuat secara berantai setiap 200 hingga 250 meter menuju titik api di tengah lahan.
– Penyuntikan Lahan Gambut: Petugas memperbanyak pipa khusus untuk menyuntikkan air dan cairan pemadam langsung ke dalam lapisan tanah gambut. Metode ini efektif menembus titik api bawah tanah (ground fire) yang suhunya dapat mencapai 150°C hingga 160°C.
– Penggunaan Cairan Surfaktan Khusus: Mengembangkan cairan pemadam berbasis Surfaktan ramah lingkungan hasil formulasi Bidlabfor Polda Kalsel. Cairan ini dicampur dengan air (rasio 1:100) untuk menghasilkan busa yang bertahan lama guna memotong suplai oksigen ke dalam tanah gambut dan menahan penguapan air hingga 50%.
– Pemantauan Drone Thermal: Mengoptimalkan penggunaan teknologi drone thermal untuk memetakan sebaran suhu panas secara akurat serta memverifikasi hasil pemadaman di lapangan.

Uji coba penggunaan cairan pemadam dan teknik penyuntikan tanah telah dilakukan di beberapa titik rawan, seperti kawasan Pengayuan dan Guntung Damar. Hasil pemantauan drone thermal menunjukkan penurunan suhu tanah secara signifikan serta hilangnya titik asap di lokasi tersebut.

Secara ekonomis, cairan pemadam ini memiliki Harga Pokok Production (HPP) berkisar antara Rp.14.800 hingga Rp.18.000 per liter. Penggunaan cairan ini diklaim mampu menghemat penggunaan air hingga 50% dibandingkan metode pemadaman konvensional.

Saat ini, Polda Kalsel tengah mendatangkan bahan baku tambahan sebanyak beberapa ton dari Surabaya dan Jakarta. Setelah seluruh bahan baku tiba dan siap diproses oleh Bidlabfor, Polda Kalsel merencanakan aksi pemadaman berskala lebih luas yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Wilayah prioritas penanganan mencakup Muara Layuh, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Batola.

Kapolda Kalsel juga dijadwalkan menyampaikan laporan terkait hasil uji coba dan formulasi penanganan karhutla ini kepada Kapolri dan Wakapolri, serta menghadiri rapat koordinasi bersama Kemenko Polkam untuk mendukung penanganan karhutla di tingkat nasional.

03/09/2026 0 komentar-komentar

Tangani Karhutla, Polda Kalsel Terapkan Inovasi Pemadaman di Lahan Gambut

oleh Humas Polda Kalsel 02/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area lahan gambut Desa Pengayuan, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Rabu (2/9/2026) sore. Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalsel, peninjauan lapangan ini berfokus pada evaluasi dan kelanjutan pemadaman intensif menggunakan taktik penyuntikan pipa undercooling yang dikombinasikan dengan cairan inovasi berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES).

Penerapan metode baru tersebut menunjukkan performa yang memuaskan. Area terdampak yang semula memicu kepulannya asap tebal berhasil dikendalikan dalam waktu singkat. Api di permukaan padam total, sementara suhu bara di kedalaman tanah gambut turun secara drastis.

Keberhasilan metode ini terbukti secara saintifik melalui pemantauan drone thermal di lokasi. Pada titik awal penancapan pipa, terdeteksi suhu tanah gambut ekstrem mencapai 120°C. Setelah dilakukan penyemprotan pembasahan permukaan dan penginjeksian cairan surfaktan nabati buatan Bidlabfor Polda Kalsel tersebut selama 1 menit, suhu di dalam tanah anjlok ke kisaran 30°C-an. Penurunan suhu yang cepat ini menjadi indikator kuat tingginya efektivitas inovasi tersebut dalam memadamkan bara api bawah tanah.

Di lokasi aksi, Kapolda Kalsel bersama Gubernur Kalsel dan unsur Forkopimda turun langsung mengoperasikan perlengkapan pemadaman melalui dua skema taktis:

– Penyuntikan/Injeksi Gambut (Subsurface Fire): Pemadaman titik api bawah permukaan dilakukan melalui pengeboran tanah dan penancapan pipa undercooling berlubang hingga menembus lapisan dalam tanah gambut, dilanjutkan penginjeksian cairan surfaktan MES secara langsung ke pusat titik bara api tersembunyi.
– Penyemprotan Permukaan (Surface Fire): Penyemprotan cairan pemadam secara merata di permukaan lahan gambut yang terbakar guna memutus suplai oksigen dan meminimalkan kontak bahan vegetasi kering yang mudah terbakar.

Cairan surfaktan MES berbahan dasar minyak nabati ramah lingkungan (eco-friendly) ini terbukti memiliki daya penetrasi yang jauh lebih cepat dan mendalam dibanding air biasa atau detergen. Inovasi ini bekerja mempercepat efek pendinginan (cooling effect), mematikan sisa bara tersembunyi penyebab asap berkelanjutan (smoldering fire), mencegah potensi kebakaran ulang (re-ignition), serta lebih hemat biaya.

Melihat efektivitas signifikan di Desa Pengayuan, Kapolda Kalsel menginstruksikan Bidlabfor Polda Kalsel untuk segera memproduksi massal formula cairan pemadam ini. Selain itu, penyiapan standarisasi sistem pipa undercooling juga diperintahkan agar dapat diimplementasikan secara masif oleh seluruh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Langkah taktis ini menegaskan komitmen penuh Polda Kalsel bersama Pemprov dan Forkopimda Kalsel dalam mempercepat penanggulangan bencana karhutla secara berkelanjutan.

02/09/2026 0 komentar-komentar

Kapolda Kalsel Ajak Mahasiswa Turun Bersama Tangani Karhutla

oleh Humas Polda Kalsel 02/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus menguatkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara terpadu. Pada Selasa (1/9/2026), Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. memimpin aksi patroli dan pemadaman karhutla bersama perwakilan mahasiswa dari Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Kalsel di Pos Pantau Karhutla Desa Pengayuan, Kota Banjarbaru.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, serta Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalsel. Presence para pemangku kepentingan ini mempertegas komitmen kolaborasi antara aparatur negara, dunia usaha, dan elemen masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Kalsel bersama jajaran, instansi terkait, dan para mahasiswa turun langsung memadamkan api yang membakar lahan gambut seluas sekitar 50 hingga 100 hektare.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam pernyataanya Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa Penanganan karhutla dilakukan secara masif oleh personel gabungan Polda Kalsel yang menerjunkan Satuan Sabhara dan Brimob. Keterlibatan mahasiswa dalam aksi ini bertujuan memberikan gambaran riil di lapangan mengenai efektivitas serta inovasi penanggulangan karhutla yang diterapkan.

Untuk mengimbangi tantangan geografis lahan gambut, Polda Kalsel memaksimalkan sumber air dari danau di sekitar lokasi kejadian. Petugas mencampurkan cairan pemadam khusus (wetting agent) langsung ke dalam mobil tangki guna mempercepat pemadaman. Selain itu, kolam bioflok turut ditempatkan pada posisi strategis dekat titik api sebagai penyedia pasokan air siap pakai.

Di hadapan perwakilan Mahasiswa Cipayung Plus, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memaparkan sejumlah terobosan teknologis yang dirancang khusus untuk tanah gambut. Beberapa di antaranya meliputi penyemprotan cairan wetting agent hasil formulasi Bidlabfor, penyiapan kolam bioflok portabel, hingga penerapan sistem pipa undercooling yang berfungsi mendinginkan bagian dalam gambut guna memutus potensi timbulnya api kembali (re-ignition).

“Strategi penanganan ke depan difokuskan pada pemadaman total serta pendinginan dan pembasahan (rewettin) lahan secara menyeluruh. Kita harus memastikan api di bawah permukaan benar-benar padam,” tegas Kapolda Kalsel.

Guna mengoptimalkan penuntasan pemadaman di area yang sulit dijangkau melalui jalur darat, Polda Kalsel mengajukan permohonan dukungan tambahan ke Mabes Polri. Kebutuhan tersebut meliputi armada high pressure pump, selang pemadam jangkauan panjang, pasokan wetting agent skala besar, serta bantuan helikopter water bombing.

Seluruh rangkaian penanganan ini ditujukan untuk mempercepat pemadaman, memperluas cakupan area penanggulangan, dan mengeliminasi risiko timbulnya titik api susulan. Polda Kalsel memastikan koordinasi terpadu bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, sektor perkebunan, relawan, dan elemen mahasiswa akan terus diperkuat dengan mengedepankan pola respons cepat serta pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan karakter lahan gambut Kalimantan Selatan.

02/09/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Terobos Kebakaran Gambut lewat Inovasi Sistem Pipa Undercooling dan Cairan Bidlabfor

oleh Humas Polda Kalsel 01/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) di bawah kepemimpinan Kapolda Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., terus menorehkan terobosan nyata dalam mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kali ini, Polda Kalsel memperkenalkan inovasi Sistem Pipa Undercooling yang dikombinasikan dengan cairan pemadam khusus racikan Bidlabfor Polda Kalsel di Posko Pantau Guntung Damar, Kota Banjarbaru, Senin (31/8/2026).

Uji coba metode baru ini disaksikan langsung oleh Gubernur Kalsel, jajaran Formasi Komando Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalsel, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, serta elemen akademisi dan mahasiswa se-Kalimantan Selatan.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam kesempatannya Kapolda Kalsel menjelaskan, dalam peragaan di lapangan, penanganan api bawah permukaan (subsurface fire) difokuskan pada dua metode utama:

  • Injeksi Gambut (Undercooling System): Petugas melakukan pengeboran dan penancapan pipa khusus berlubang hingga menembus lapisan dalam tanah gambut. Cairan pemadam inovasi Bidlabfor kemudian diinjeksikan secara langsung tepat ke titik bara api yang berada di bawah permukaan.
  • Penyemprotan Permukaan: Penyemprotan cairan pemadam secara merata di area permukaan lahan gambut yang terbakar untuk menghentikan lidah api atas.

Gubernur Kalsel beserta jajaran Forkopimda yang hadir di lokasi turut turun tangan memegang pipa penyuntik dan selang pemadam untuk menjajal langsung keandalan sistem pipa undercooling serta memadamkan titik api di areal gambut Guntung Damar.

Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan bahwa inovasi ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan karakter lahan gambut Kalimantan Selatan yang rentan menyimpan api diam-diam di bawah tanah. Sistem pipa undercooling berfungsi mempercepat pendinginan struktur tanah gambut, mematikan bara api tersembunyi, sekaligus memutus potensi penyalaan kembali (re-ignition). Cairan pemadam racikan Bidlabfor ini juga terbukti lebih efektif meresap ke pori-pori gambut, lebih ekonomis, dan aman bagi lingkungan.

Langkah taktis ini turut melibatkan kolaborasi lintas sektor. Polda Kalsel menggandeng para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalsel untuk terlibat aktif dalam pengoperasian dan penerapan sistem pipa undercooling di lapangan sebagai bentuk pengabdian serta edukasi kebencanaan.

Ke depan, Polda Kalsel menargetkan formulasi cairan pemadam ini dapat diproduksi secara massal oleh Bidlabfor. Selain itu, spesifikasi sistem pipa undercooling diharapkan segera distandarisasi agar dapat diimplementasikan secara masif oleh seluruh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Langkah bertahap dan terukur ini menjadi bukti komitmen kuat kepemimpinan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan dalam menghadirkan solusi konkret dan permanen atas ancaman Karhutla di Banua.

01/09/2026 0 komentar-komentar

Inovasi Kapolda Kalsel Atasi Karhutla, Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik Dan Kolam Bioflok

oleh Humas Polda Kalsel 29/08/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut terus dimaksimalkan oleh tim gabungan. Polda Kalimantan Selatan bersama TNI, BPBD, Pemprov Kalsel, serta GAPKI menerapkan inovasi metode pemadaman bawah permukaan (subsurface) guna memadamkan bara api yang menjalar di dalam tanah gambut.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam pernyataannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., mengungkapkan bahwa kebakaran di kawasan Guntung Damar telah berlangsung selama kurang lebih tiga minggu. Karakteristik lahan gambut yang tebal membuat api kerap kembali muncul ke permukaan meski bagian atasnya telah dipadamkan.

“Lahan di bawahnya ini berupa gambut. Ketika bagian atas dipadamkan, bawah tanahnya masih membara. Karena itu, kita berkolaborasi menggunakan alat pipa khusus yang ditanam hingga kedalaman sekitar dua meter ke dalam gambut,” ujar Kapolda saat memberikan keterangan di lokasi penanganan karhutla, Guntung Damar, Banjarbaru, Jumat (28/8/2026) sore.

Kapolda menjelaskan, melalui alat pipa suntik tersebut, aliran air dapat disalurkan langsung menembus titik api di kedalaman gambut. Berdasarkan laporan hasil uji coba tim di lapangan, metode ini terbukti efektif menekan dan memadamkan bara api bawah tanah secara signifikan.

Sebagai langkah lanjutan, pihak kepolisian dan tim gabungan tengah menyiapkan sebanyak 50 unit pipa penusuk gambut yang akan ditempatkan secara berkelanjutan mendekati titik-titik rawan api.

Selain penggunaan pipa suntik, penanganan juga didukung oleh penempatan kolam-kolam bioflok di sejumlah titik strategis, seperti di kawasan Guntung Damar dan Pengayuan. Kolam penampungan air portabel yang dicampur dengan cairan zat campuran dari Bidlabfor Polda Kalsel formula kimia khusus yang di campurkan ke kolam bioflok, zat ini meredam panas memperkuat daya serap air.

29/08/2026 0 komentar-komentar

Turun Langsung ke Titik Api, Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla di Banjarbaru dan Terapkan Metode Gambut Injection

oleh Humas Polda Kalsel 29/08/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penyerahan bantuan masker di Desa Pengayuan dan Kecamatan Tegal Arum, Kota Banjarbaru, Kamis (27/8/2026) sore.

Dalam kesempatan ini, Kapolda didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Polda Kalsel, Wakapolda Kalsel, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Kadis Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel, Pengurus Bhayangkari, serta Ketua GAPKI Kalsel.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dengan mengendarai ranmor roda 2, Kapolda beserta PJU Polda Kalsel menyisir jalur rawan karhutla dari Posko BPBD Tegal Arum menuju Posko Pantau Desa Pengayuan.

Saat patroli, rombongan menemukan titik api di lahan pinggir jalan dekat kawasan Bandara Syamsuddin Noor. Kapolda Kalsel langsung menginstruksikan satu unit Armored Water Cannon (AWC) dan armada karhutla Satbrimob Polda Kalsel untuk segera memadamkan api.

Pemadaman darat dilakukan secara serentak oleh personel Polri, BPBD, dan relawan, dengan Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan turun langsung memegang selang air di lokasi kebakaran. Aksi pemadaman darat ini juga diperkuat oleh bantuan water bombing dari helikopter BPBD Kalsel hingga api di permukaan berhasil dikuasai.

Mendukung pergerakan di lapangan, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Yennie Rosyanto Yudha beserta jajaran pengurus yang sebelumnya menggelar bakti sosial di Posko BPBD Tegal Arum turut hadir di lokasi untuk menyalurkan masker, makanan siap saji, dan dukungan moril kepada para petugas penanggulangan karhutla.

Menanggapi kendala lahan gambut yang memicu munculnya kembali api (re-ignition) akibat bara bawah permukaan (underground fire), Polda Kalsel bekerja sama dengan GAPKI menerapkan metode Gambut Injection. Teknik ini menyuntikkan air bercampur foam pembasah hingga kedalaman sekitar dua meter. Uji coba menunjukkan metode ini efektif menurunkan suhu tanah secara signifikan dan memadamkan sumber api bawah tanah.

Saat ini, Labfor Polri tengah memproses penggandaan formula cairan pembasah tersebut. Selain itu, pengujian formula bubuk bantuan Mabes Polri di Jalan Haji Sarkawi juga terbukti efektif menekan laju api.

Penguatan armada dan alat suntik tanah disiapkan secara masif untuk menerapkan metode Gambut Injection secara lebih luas pada titik-titik krusial. Sinergi lintas instansi ini difokuskan pada pemutusan sumber api bawah permukaan guna mengamankan objek vital Bandara Syamsuddin Noor serta kawasan gambut di wilayah Kalsel.

29/08/2026 0 komentar-komentar

Tekan Karhutla di Kalsel, Kapolda Uji Coba Metode Pemadaman Pemadam Tepung dan Cairan Khusus

oleh Humas Polda Kalsel 28/08/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus berupaya menanggulangi musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayahnya. Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., mendatangi langsung beberapa titik lokasi kebakaran di Banjarbaru untuk memantau situasi sekaligus melakukan uji coba metode pemadaman baru, Kamis (27/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi oleh Wakapolda beserta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel. Langkah inovatif ini dilakukan guna menekan dan meredakan titik api yang merambah wilayah tersebut, terutama pada area lahan gambut yang dikenal sulit dipadamkan secara konvensional.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel menyampaikan upaya penanganan kali ini melibatkan pengujian tepung pemadam kebakaran yang didistribusikan langsung dari Mabes Polri. Selain itu, Polda Kalsel juga menerima masukan teknik pemadaman lain dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang memanfaatkan cairan khusus menyerupai sabun untuk membantu melokalisasi dan memadamkan api.

Berdasarkan hasil uji coba di lapangan, campuran air dan tepung pemadam yang disemprotkan ke titik api terbukti efektif. Tidak hanya memadamkan kobaran api di permukaan, formula ini juga mampu menjangkau bara api yang membakar lapisan gambut di bawah tanah.

Kapolda Kalsel menyatakan akan terus terbuka terhadap berbagai masukan dan saran teknis demi mengoptimalkan penanganan karhutla. Evaluasi serta laporan efektivitas dari hasil uji coba ini rencananya akan disampaikan secara berkala kepada Mabes Polri.

Selain menguji efektivitas metode pemadaman, Kapolda menegaskan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan terus berjalan. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah menetapkan lima orang tersangka perorangan yang tersebar di wilayah Tabalong, Hulu Sungai Selatan (HSS), Banjarbaru, dan Tanah Bumbu.

Polda Kalsel juga sedang mendalami sekitar 20 kasus Karhutla lainnya, di mana tiga di antaranya melibatkan dugaan keterlibatan korporasi. Pihak kepolisian masih mengumpulkan alat bukti untuk memastikan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian dalam kasus-kasus tersebut.

Sebagai langkah mitigasi dan optimalisasi pemadaman di lapangan, Polda Kalsel penempatan penampungan air berupa kolam bioflok berkapasitas hingga 12.000 liter dekat titik lokasi rawan Karhutla, seperti di kawasan Pengayuan dan Guntung Damar, guna mempermudah akses pasokan air bagi tim pemadam.

Di kawasan Pengayuan, Polda Kalsel telah menyiagakan sebanyak enam unit kolam bioflok guna mendukung upaya pencegahan dan pemadaman Karhutla. Penyiagaan ini menjadi bagian dari komitmen penanganan darurat di lokasi tersebut.

Langkah serupa juga diterapkan di lokasi titik api lain yang telah terbakar selama sepekan. Di titik tersebut, petugas menempatkan kolam bioflok berkapasitas hingga 12.000 liter untuk menjamin ketersediaan pasokan air pemadaman.

Penempatan kolam bioflok ini diprioritaskan di area yang mudah dialiri air, termasuk kawasan Guntung Damar. Keberadaan kolam penampung air portabel yang lebih dekat dengan titik api ini diharapkan memudahkan personel di lapangan dalam melakukan pemadaman secara cepat dan efektif.

Selain itu, Polda Kalsel juga terus menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum setempat. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah menetapkan lima orang tersangka perorangan atas kasus kebakaran lahan.

Para tersangka tersebut berasal dari beberapa wilayah seperti Kota Banjarbaru, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Kabupaten Tanah Bumbu. Seluruh tersangka yang diamankan merupakan perorangan yang terbukti melakukan pembakaran lahan.

Selain menindak tersangka perorangan, Kapolda Kalsel mengonfirmasi bahwa penyidik saat ini tengah mendalami 20 kasus Karhutla lainnya. Dari puluhan kasus tersebut, tiga di antaranya mengarah pada dugaan keterlibatan pihak korporasi.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengumpulkan alat bukti yang cukup guna memastikan adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian dari pihak korporasi maupun masyarakat lainnya sebelum mengumumkan status hukum secara resmi.

28/08/2026 0 komentar-komentar

Atasi Karhutla Pengayuan, Polda Kalsel Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

oleh Humas Polda Kalsel 26/08/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Upaya penanganan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus dimaksimalkan. Sebanyak 350 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta bantuan dari sejumlah perusahaan dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang melanda area seluas kurang lebih 900 hektar.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menjelaskan bahwa penanganan di kawasan Pengayuan yang mencakup area sekitar 900 hektar melibatkan sedikitnya 350 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta pihak swasta dan relawan yang dibagi dalam tiga shift operasional.

“Kendala utama kita di sini memang ketersediaan air. Hari ini alhamdulillah sudah ditemukan satu titik sumber air dengan debit cukup besar,” kata Kapolda Kalsel didampingi Wamenko Pangan RI, Gubernur Kalsel, serta Danrem 101/Antasari, Rabu (26/8/2026).

Selain itu, strategi penanganan dilakukan dengan memanfaatkan kolam bioflok portable yang dapat dipindah-pindahkan mendekati titik api. Saat ini, sebanyak 6 dari target 10 kolam bioflok berkapasitas 12.000 liter per kolam telah siap digunakan. Ke depannya, jumlah kolam penampungan air ini direncanakan akan ditambah hingga 144 unit sesuai arahan koordinasi.

Lebih lanjut disampaikan Kapolda Kalsel bahwa selain penanganan jangka pendek dengan sistem pemadaman estafet, langkah pencegahan jangka panjang juga disiapkan. Pihak kepolisian dan pemerintah daerah melibatkan akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk mengedukasi masyarakat dan pemilik lahan agar membuat biopori. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelembapan tanah bawah permukaan sehingga mencegah kebakaran berulang saat musim kemarau.

Guna mendukung operasional personel dan relawan selama pemadaman, dua dapur lapangan beserta fasilitas pengolahan air minum (water treatment) juga telah didirikan di wilayah Pengayuan dan Guntung Damar.

26/08/2026 0 komentar-komentar
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • …
  • 1,135

Cari

Berita Terkini

  • Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Malam Hari di Banjar, Terjunkan Drone Termal hingga Cairan Surfaktan Bidlabfor
  • Tim DVI Polda Kalsel Kembali Identifikasi 3 Jenazah Korban Kecelakaan KM Virgo Transport 8
  • Tim Gabungan Polda Kalsel Atasi Karhutla di Ring 1 Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru
  • Tim DVI Polda Kalsel Identifikasi Enam Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Pencarian Masih Terus Dilakukan
  • Dampingi Wapres Gibran, Kapolda Kalsel Tunjukkan Inovasi Cairan Surfaktan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api Lahan Gambut

Kategori

Arsip

BID HUMAS POLDA KALSEL © 2017 - 2024

TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip