Sumber daya yang paling penting dalam sebuah organisasi bukanlah sumber daya yang bersifat materiil, namun manusianya sendiri yang mengawaki organisasi tersebut. Sehingga tidak mengherankan jika negara-negara maju dan perusahaan sukses, banyak yang menitikberatkan investasinya pada sumber daya manusia, dalam hal ini bagi Polri adalah rekrutmen anggota Polri.
Demikian hal itu dikatakan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Inspektur Jenderal Polisi Drs. Yazid Fanani, M.Si yang diwakili oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalimantan Selatan Brigadir Jenderal Polisi Drs. Aneka Pristafuddin dalam amanatnya pada Penandatangan Pakta Integritas serta Pembacaan Sumpah Seleksi Penerimaan SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana) TA.2019 Panda Polda Kalsel, Sabtu (2/2/2019).
Acara tersebut dihadiri oleh Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Drs. Djoko Poerbo Hadijojo, M.Si, Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol Defrian Donimando, S.I.K., MH., para Pejabat Utama Polda Kalsel, Pengawas Internal, Pengawas Eksternal, 36 orang peserta meliputi 27 laki-laki dan 9 wanita, serta Orang Tua Wali Casis SIPSS.
“Penandatanganan pakta integritas yang kita lakukan hari ini, hendaknya tidak dipandang sebagai peristiwa seremonial semata, namun harus disadari bersama, bahwa proses seleksi yang jujur, objektif, bersih, transparan dan akuntabel akan menghasilkan calon anggota Polri yang kompeten, baik dari segi intelektual, jasmani dan rohani,” tutur Wakapolda.
Wakapolda berujar, sumpah yang sudah diucapkan tadi, bukan sekadar ucapkan di hadapan manusia, namun di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Sebagai jaminan bahwa saudara akan menyelenggarakan dan mengikuti proses seleksi ini sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada,” tutur Wakapolda.
Wakapolda berkata, sebagai institusi yang sedang bertransformasi dengan program reformasi birokrasi Polri, maka Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan pakta integritas ini berupaya untuk mencegah terjadinya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme dalam tiap tahapan seleksi.
“Perbuatan tersebut atau KKN, tidak hanya terjadi atas inisiatif dari 1 pihak saja, setidaknya ada upaya-upaya transaksional sebelum KKN itu terjadi. Oleh karenanya saya minta agar panitia dapat menjaga integritas dan kredibilitasnya dalam seleksi penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun anggaran 2019,” ucap Wakapolda mengingatkan.
Wakapolda berharap, kepada para peserta seleksi beserta orangtua ataupun wali, yakinlah dengan kemampuan yang dimiliki.
“Jangan percaya rayuan dan janji sanggup membantu meluluskan peserta seleksi dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Saya jamin, setelah penandatanganan pakta integritas ini, maka setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh panitia, peserta dan orangtua atau wali akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Wakapolda menjelaskan.
Selain itu, kehadiran pengawas internal dan eksternal dengan fungsi kontrolnya terhadap proses penerimaan. Sehingga diharapkan melahirkan proses seleksi yang bersih dan bermartabat. Oleh sebab itu, kepada panitia seleksi agar pedomani prinsip BETAH yang merupakan singkatan dari bersih, transparan, akuntabel dan humanis agar penerimaan SIPSS tahun anggaran 2019 Polda Kalsel ini bisa menjadi momen pembuktian kepada khalayak ramai bahwa di Kalimantan Selatan Polri benar-benar berbenah.
“Ada beberapa penekanan yang harus saya sampaikan dan laksanakan bersama, yakni pakta integritas ini pada hakikatnya merupakan pernyataan kesanggupan untuk menjunjung tinggi sumpah jabatan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga diharapkan tidak hanya sebagai formalitas semata, namun dapat diimplementasikan dalam proses penerimaan calon SIPSS sesuai aturan yang berlaku (on the track),” tutur Wakapolda.
Wakapolda berharap, kepada panitia seleksi serta pengawas internal maupun pengawas eksternal, agar menyelenggarakan seleksi ini dengan sungguh – sungguh dan bertanggung jawab. Sehingga tidak ada lagi penyalahgunaan wewenang, guna menghasilkan calon anggota Polri yang kompeten, jujur dan berakhlak mulia.
“Kepada peserta seleksi beserta keluarganya, ikuti proses seleksi SIPSS T.A. 2019 ini dengan sungguh-sungguh dan jujur. Jangan pernah terpikir untuk melakukan kecurangan dengan maksud ‘agar lulus seleksi’, yakinlah bahwa kerja keras dan kesungguhan yang anda curahkan tidak akan membohongi hasil. Ingat, setiap dugaan pelanggaran yang terjadi pasti akan diproses dan diusut hingga tuntas menurut ketentuan yang ada,” ucap Wakapolda yang kembali mengingatkan.
Penulis : Achmad Wardana
Editor : Drs. Hamsan
Publish : Brigadir Yudha Krisyanto