Aparat Sat Polair Polresta Banjarmasin kejar-kejaran dengan sebuah kelotok yang mencurigakan di perairan Sungai Barito Kuala atau tepatnya di kawasan Pulau Berangas, Senin (6/3) sekitar pukul 12.00 Wita. Pengemudi beserta penumpang kelotok tersebut akhirnya bisa diamankan. Mereka adalah AD (38), AN (30) dan HN (32), semuanya warga Alalak Selatan.
Pengejaran itu bermula ketika aparat mendapat laporan dari pos penjagaan bahwa ada orang yang mengancam hendak mengeluarkan senjata tajam dari badan.
Kemudian dia melaporkan ke Markas Polair Polresta Banjarmasin. Mendapat laporan, Unit Patroli Multifungsi dan Unit Opsnal Sat Polair yang dipimpin Kanit Gakkum Ipda Selamet Riyadi langsung meluncur.
Melihat aparat kepolisian yang datang mereka langsung menghidupkan mesin perahu, dan langsung melarikan diri. “Setelah aksi kejar-kejaran sampai ke perairan sungai Barito, akhirnya ketiga pria bisa diamankan dan dibawa ke markas Polair Polresta Banjarmasin,” ungkap Kasat Polair Untung Widodo melalui Kanit Gakkum Ipda Selamet Riyadi, Selasa (7/3).
Dia juga mengatakan bahwa ketiga pelaku terpaksa diamankan karena bertingkah yang mencurigakan. Sedangkan salah satu pelaku membawa senjata tajam jenis belati.
“Karena TKP berada di wilayah hukum Polres Barito Kuala saat kami mengejar, kami pun sudah berkoordinasi dengan pihak Polair Polres Batola untuk mengamankan ketiga pelaku,” jelasnya.
Setelah berkoordinasi, aparat Polair Polresta Banjarmasin langsung melakukan pemeriksaan, ternyata ditemukan beberapa alat yang dicurigai untuk melakukan tindak pencurian.
Seperti linggis dan gergaji besi serta ada satu buah senjata tajam jenis belati di badan salah satu pelaku. “Selain senjata tajam kami juga menemukan beberapa butir pil Carnophen atau biasa yang disebut Zenith,” ucapnya.




















Ajarkan kepada anak bagaimana berkendaraan yang baik di jalan raya sejak dini. Penggunaan helm adalah hal paling sederhana yang diajarkan kepada mereka, dengan kebiasaan itu putra putri kita pasti akan mengikuti.