Sekilas Info
Polda Kalsel Kurban 37 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing di Idul Adha 1447 H
Modernisasi Pendidikan Polri, SPN Polda Kalsel Resmi Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018
Polda Kalsel dan Pemkab Tanah Laut Resmikan Pembangunan Jembatan Merah Putih Desa Tabanio
Polres HST Serahkan Hewan Kurban Kapolda Kalsel ke Ponpes Nurul Muhibbin
Tutup Latihan Kemampuan Pelopor, Kapolda Kalsel: Brimob Harus Siap Berdiri di Garda Terdepan
PRESTASI GEMILANG: Personel Karate Polda Kalsel Sabet Juara di Ajang Nasional Piala Rektor Udinus II 2026
Catatan Kritis Para Akademisi dalam Rakernis Densus 88: Terorisme Kini Tak Lagi Bergerak dengan Cara Lama
Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, Tawarkan Cara Pandang Baru Membaca Ancaman di Era Digital
Polri dan TNI Bantu Warga Terdampak Banjir di HST
Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Kapolda Kalsel Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Tunas Bangsa
TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip
Kategori:

Uncategorized

Jelang “POLICE EXPO” Biddokkes Polda Kalsel Gelar Peragaan Fungsi DVI Bersama Sat Brimob Polda Kalsel

oleh Humas Polda Kalsel 23/10/2017
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Dalam rangka menghadapi kegiatan “POLICE EXPO” yang akan berlangsung pada tanggal 27-29 Oktober 2017, Tim Biddokkes Polda Kalimantan Selatan dipimpin Ipda Imam H Amd. Ak. S.sos, Briptu Halimatus SH, Bripda Diretno LK, Bripda Musthafa dan Bripda Ervita melakukan Peragaan FUNGSI DVI bersama Satuan Brimob Polda Kalimantan Selatan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Duta Mall Banjarmasin, Kalsel ini berjalan dengan aman dan lancer, meski menarik perhatian para pengunjung Duta Mall Banjarmasin, Senin (23/10/2017) pukul 07.00 wita.

DVI (Disaster Victim Identification) Polri adalah suatu prosedur yang telah ditentukan untuk mengidentifikasi korban (mati ) secara ilmiah dalam sebuah insiden atau bencana masal berbasarkan Protokol INTERPOL. merupakan suatu prosedur yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya kepada masyarakat dan hukum.

Hal ini sebagai tingginya tuntutan masyarakat terhadap kepastian hukum dan hak asasi manusia serta makin meningkatnya ancaman teror bom dan bencana yang pada saat ini dapat terjadi setiap saat dan merupakan tantangan yang akan dihadapi Polri di masa mendatang, sehingga di dalam mengantisipasi hal tersebut di atas Polri dituntut mempunyai kemampuan yang memerlukan dukungan ilmu pengetahuan dan tehnologi dari berbagai disiplin ilmu Kedokteran Kepolisian seperti tercantum di dalam Undang-Undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002 adalah merupakan upaya penerapan ilmu pengetahuan dan tehnologi kedokteran untuk kepentingan pelaksanaan tugas operasional kepolisian yang perlu dikembangkan secara optimal dalam mengantisipasi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.

Salah satu bentuk  kemampuan dari Kedokteran Kepolisian dalam kepentingan pelaksanaan terhadap tugas-tugas operasional kepolisian adalah Disaster Victim Identification (DVI).

 

Penulis : Achmad Wardana

Editor   : Drs. Hamsan

Publish : Brigadir Yudha Krisyanto

23/10/2017 0 komentar-komentar

Biddokkes Polda Kalsel “Food Safety” Cegah Zat Berbahaya Pada Makanan dan Minuman

oleh Humas Polda Kalsel 23/10/2017
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Food Safety adalah sistem manejemen keamanan makanan yang dapat membantu mengurangi resiko bahaya yang berkaitan dengan makanan dan minuman.

Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.

Keamanan pangan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya perhatian terhadap hal ini, telah sering mengakibatkan terjadinya dampak berupa penurunan kesehatan konsumennya, mulai dari keracunan makanan akibat tidak higienisnya proses penyimpanan dan penyajian sampai risiko munculnya penyakit kanker akibat penggunaan bahan tambahan (food additive) yang berbahaya.

Untuk mencegah hal itu Tim Biddokkes Polda Kalimantan Selatan dipimpin Kabiddokkes AKBP dr Erwinn Zainul Hakim, MARS., MH.Kes., Senin (23/10/2017) sejak pukul 08.00 wita bertempat di Hotel Golden Tulip Banjarmasin melaksanakan “FOOD SAFETY” dalam rangka “HARI KESATUAN GERAK BHAYANGKARI KE-65”. Kegiatan Food Safety Tim Biddokkes Polda Kalimantan Selatan yang berjalan dengan lancar dan aman ini tidak di temukan makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya (Nitrit, Sianida, Formalin, dll).

 

Penulis : Achmad Wardana

Editor   : Drs. Hamsan

Publish : Brigadir Yudha Krisyanto

23/10/2017 0 komentar-komentar

Bhayangkari Kalsel Peringati Puncak HUT HKGB Ke-65

oleh Humas Polda Kalsel 23/10/2017
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Menyemarakan Peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB ) ke 65 tahun 2017,  Pengurus Daerah Bhayangkari Kalimantan Selatan menggelar acara puncak di Hall Romm Hotel Golden Tulip Banjarmasin dengan menyusung tema “Bhayangkari yang Mandiri dan Kreatif Siap Mendukung Polri untuk Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Senin (23/10/2017) pukul 09.00 wita.

Turut hadir Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana, Waka Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Nasri, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Kalimantan Selatan, para Pejabat Utama Polda Kalimantan Selatan, Kapolres Sejajaran Polda Kalimantan Selatan, Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan dan Warakawuri.

Pada peringatan HKGB  ke 65 Tahun 2017 ini, tingkat kepengurusan Bhayangkari di seluruh Indonesia telah melaksanakan rangkaian kegiatan positif sebagai wujud kepedulian sosial sebagai perempuan Indonesia.

Hal tersebut dijelaskan Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Kalimantan Selatan Ny. Hj. Ati Rachmat Mulyana dalam kata sambutan Ketua Umum Bhayangkari Ny. Tri Tito Karnavian.

“Sebagai istri anggota Polri dan sebagai pribadi perempuan Indonesia, anggota Bhayangkari merupakan salah satu komponen Bangsa Indonesia yang menyadari perannya untuk ikut serta mendukung program Polri dan pemerintah. Sejalan dengan program Polri saat ini yang mengedepankan sikap Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter) untuk meningkatkan Kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan juga untuk mencapai tujuan Bhayangkari Sendiri,” jelas Ny. Hj. Ati Rachmat Mulyana.

Lanjut Ny. Hj. Ati Rachmat Mulyana, sebagai salah satu organisasi perempuan Indonesia dengan jumlah anggota yang tersebar di Seluruh Indonesia, Bhayangkari telah terdaftar sebagai organisasi massa di Departemen dalam negeri. Bhayangkari yang memiliki anggota di seluruh Indonesia dengan potensi dan talenta kreatifitasnya menjalankan semua program kerjanya sesuai dengan azas Pancasila dan tentunya sesuai dengan visi dan misi yang tertuang dalam anggaran dasar dan rumah tangganya.

Pada kesempatan tersebut pula Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana membacakan kata sambutan Kapolri Jendral Polisi Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A.,Ph,D.

Dalam konteks organisasi Polri, keberadaan Bhayangkari harus memberi kontribusi positif guna mendukung keberhasilan tugas Polri, khususnya dalam upaya meningkatkan Public Trust kepada Polri untuk mewujudkan Polri yang Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter).

“Dirgahayu Bhayangkari, semoga Bhayangkari jadi wadah aktifitas yang positif untuk istri anggota Polri sebagai wujud kepedulian sosial sebagai perempuan Indonesia,” tutup Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana.

 

Memasuki acara tambahan, mewakili seluruh Pengurus Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan Ny. Hj. Ati Rachmat Mulyana selaku Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Kalimantan Selatan memberikan tali asih kepada warakawuri kemudian dilanjutkan dengan Perlombaan Nasi Tumpeng, Pemberian hadiah untuk pemenang lomba MC dan Fashion Show, Penyerahan beasiswa serta penghargaan kepada yang Berdedikasi tinggi terhadap Bhayangkari Kalsel, dan Pemberian Tumpeng Kepada Bhayangkari yang berprofesi sebagai nahkoda dan dokter.

Mereka yang menerima beasiswa diantaranya yakni Pengurus Pusat Tingkat SD atas nama Gusti Salwa (Cabang Brimob), Tingkat SMA atas nama Revilda Shalsabila (Cabang Kota Banjarmasin), Perguruan Tinggi atas nama Dita Salsavira (Cabang Batola), Pengurus Daerah Tingkat SD atas nama Aurelia Yumma (Cabang Banjar), Tingkat SMP atas nama Adinda Ayu (Cabang Brimob), Tingkat SMA tas nama M. Agus Rifanto (Cabang Tala), Tingkat Perguruan Tinggi atas nama Vika Astuti (Cabang Brimob).

Pada puncak acara hari ini, seluruh Pejabat Utama Polda Kalimantan Selatan dan Pengurus Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan dihibur dengan penampilan Artis Ibukota bernama Judika ‘IDOL’ dan penampilan Pentas Seni Tari Daerah Kalimantan Selatan.

 

Penulis : Achmad Wardana

Editor   : Drs. Hamsan

Publish : Brigadir Yudha Krisyanto

23/10/2017 0 komentar-komentar

Tingkatkan Kemampuan, 39 Assesor Polda Kalsel Ikuti Pelatihan

oleh Humas Polda Kalsel 23/10/2017
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Dalam rangka meningkatkan kemampuan, 39 Assesor dan Administrator Polda Kalimantan Selatan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Senin (23/10/2017) pukul 09.00 wita.

 

Selain 39 Assesor Polda Kalimantan Selatan, turut hadir tiga Assesor dari Mabes Polri dengan Ketua Tim yaitu AS SDM Polri diwakili Kabag Penkompeten Robinkar SSDM Polri Kombes Pol Drs. Bambang Hastobroto S., M.Si, Assessor Utama Bag Penkompeten Robinkar SSDM Polri Kombes Pol Novian Pranata, M.Si., Psi, Assessor Muda Bag Penkopeten Robinkar SSDM Polri AKP Erma Rahayu Kusuma Ningrum, S.H., S.I.K.

Kegiatan yang langsung dibuka oleh Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana diwakili Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol Nanang Chadarusman, S.I.K., M.H., dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Tim Assessor Mabes Polri.

Dalam kegiatan ini para tamu undangan baik dari Mabes Polri, Assesor Polda Kalimantan Selatan maupun undangan lainnya menyaksikan tayangan Film Dokumenter Assessment Polda Kalsel.

 

Penulis : Achmad Wardana

Editor   : Drs. Hamsan

Publish : Brigadir Yudha Krisyanto

23/10/2017 0 komentar-komentar

Dit Lantas Polda Kalsel Menghimbau Pengguna Jalan Agar Mentaati Peraturan Lalu Lintas

oleh Humas Polda Kalsel 23/10/2017
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Kalimantan Selatan AKBP Dra. Nina Rahmi M.M turun ke jalan menghimbau serta mengajak kepada pengguna sepeda motor berdisiplin pada saat melintasi di depan SD Pasar Lama 1 untuk berhati-hati pada saat mengendarai sepeda motor, jaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain, taati peraturan rambu-rambu lalu lintas, kurangi angka kecepatan sepeda motor di karena kan banyaknya masyarakat maupun anak-anak yang mau menyeberang jalan zebra cross, jangan lupa nyalakan lampu utama sepeda motor, serta klik helm dan sabuk keselamatan (19/10/17). Karna bisa membahayakan pengguna jalan kaki lainya dan menyebabkan kecelakaan yang fatal tujuan hasil kegiatan ini agar selalu peduli keselamatan berlalu lintas, baik dari diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya

 

Selain itu, pengguna jalan kaki harus budayakan tertib pada saat menyeberang jalan, jangan asal-asalan karna juga dapat membahayakan pengguna jalan kaki itu sendiri, harus kosentrasi jangan menggunakan handpone saat nyeberang jalan apalagi pada saat bercanda dengan teman atau orang lain.

 

 

Direktur Lalu lintas Polda Kalsel KOMBES POL. E. Zulpan S.IK.,M.SI, mentaati prosedur Lalu Lintas, membawa SIM serta STNK adalah salah satu cermin budaya bangsa tertib berlalu lintas sekali lagi patuhi rambu-rambu lalu lintas, karna keluarga menanti di rumah.

“STOP PELANGGARAN, STOP KECELAKAAN, KESELAMATAN UNTUK KEMANUSIAAN, SAFETY FOR HUMANITY”

Penulis: Bripda Sanjoyo
Editor: Drs.Hamsan
Publish: Bripda Sanjoyo

23/10/2017 0 komentar-komentar

HUT HKGB Ke-65, Bhayangkari Kalsel Kenang Pahlawan Bhayangkari Asal Kalimantan Selatan

oleh Humas Polda Kalsel 21/10/2017
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-65,  Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan mengadakan ziarah di Monumen Pahlawan Bhayangkari Mathilda Batlayeri di Desa Kurau, Pelaihari, Kalimantan Selatan, Sabtu (21/10/2017).

Kegiatan tersebut diawali dengan Pembacaan Sejarah Singkat Perjuangan Pahlawan Bhayangkari Mathilda Batlayeri, dilanjutkan ramah tamah serta pemberian tali asih oleh Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan Ny. Hj. Ati Rachmat Mulyana kepada Nenek Keluarga Besar Pahlawan Bhayangkari Mathilda Batlayeri.

Selain diikuti oleh Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan Ny. Lina Nasri, Wakil Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan Ny. Evy Poerbo Hadijojo, para Pengurus Daerah Kalimantan Selatan, Ketua Bhayangkari Pengurus Cabang Tanah Laut Ny. Nensy Sentot Adi Dharmawan beserta Pengurus Cabang Tanah Laut, kegiatan ini juga diikuti oleh semua Pengurus Ranting Bhayangkari di Polsek Jajaran Polres Tanah Laut.

Seperti diketahui Sejarah Bhayangkari Polda Kalimantan Selatan tidak dapat lepas dari kisah heroik Mathilda Batlayeri. Seorang istri Polisi yang gugur bersama ketiga anaknya dalam mempertahankan pos/asrama Polisi Kurau, Kabupaten Tanah Laut (dahulu Kewedanaan Tanah Laut).

Pada tahun 1950-an di Kalimantan Selatan terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Ibnu Hajar dengan nama Kesatuan Rakyat yang Tertindas (KRyT). Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) KRyT senantiasa melakukan teror dan penyerangan kepada kampung-kampung yang dilaluinya. Tak jarang terjadi penghadangan dan penyerangan terhadap patroli-patroli tentara dan Polisi dengan tujuan merebut senjata sebanyak-banyaknya. Bahkan GPK KRyT tak segan untuk menyerang pos dan asrama militer/polisi.

Pada Rabu, 28 September 1953, dini hari, gerombolan KRyT menyerangan pos/asrama Polisi Kurau yang termasuk wilayah terdepan, mengingat wilayah Kurau merupakan Basis pertahanan GPK KRyT. Dalam penyerangan tersebut, kekuatan GPK KRyT mencapai 50 orang yang dipimpin Suwardi. Mereka bersenjata api yang terbilang modern pada saat itu dan beberapa memakai senjata tajam.

Serangan mendadak di ambang fajar tersebut hanya dihadapi oleh lima orang anggota Polisi bersenjata dan seorang Bhayangkari menggunakan senjata jenis moser milik suaminya. Bhayangkari tersebut adalah Mathilda Batlayeri, yang melibatkan diri dalam pertempuran dikarenakan melihat kekuatan anggota Polisi yang tidak berimbang dalam pertempuran tersebut.

Suami Mathilda Batlayeri, AP II (Agen Polisi II) Adrianus Batlayeri, saat pertempuran terjadi sedang mengambil air di sumur, namun karena posisinya yang tidak memungkinkan untuk kembali ke Pos/Asrama, maka Adrianus tidak dapat terlibat dalam pertempuran.

Dalam pertempuran tersebut, GPK KRyT mengalami kesulitan untuk melumpuhkan kekuatan Pos/Asrama Polisi Kurau. Bahkan Suwardi, pemimpin penyerangan, yang konon memiliki ilmu kebal, tertembak oleh Mathilda Batlayeri. Namun, tetap saja pertempuran tidak seimbang. Satu persatu kusuma bangsa berguguran, termasuk ketiga anak dari Mathilda Batlayeri.

Anak Mathilda yang tewas yaitu Alex (9 thn) dan lodewijk (6 thn) yang tewas di kamar asrama Polisi, yang mereka tempati dan Max (2,5 thn) tewas di pelukan ibunya. Melihat ketiga anaknya telah tewas, membuat semangat tempur Mathilda Batlayeri, seorang Bhayangkari semakin berkobar, akan tetapi setelah bertempur kurang lebih satu setengah jam, akhirnya Mathilda Batlayeri gugur sebagai kusuma bangsa bersama janin yang sedang dikandungnya. Setelah tidak ada perlawanan lagi dari pihak Polisi, maka GPK KRyT membumihanguskan Pos/Asrama Polisi Kurau. Jenazah Mathilda dan ketiga anaknya turut terbakar dalam kobaran api tersebut.

Semangat juang dan pengabdian yang tiada terkira Mathilda Batlayeri menjadi hal yang patut dihormati dan dikenang. Untuk jasa-jasanya tersebut, atas perintah Kadapol XIII Kaltengsel brigjend Pol. Drs. Moch. Sanusi (Mantan Kapolri periode 1987-1991), pada 13 Agustus 1983 dibangun “Monumen Bhayangkari Teladan Mathilda Batlayeri” di Kurau dan selesai di kerjakan pada 15 Oktober 1983. Kemudian bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 1983, monument tersebut diresmikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Bhayangkari Ny. Anton Soedjarwo (isteri Kapolri Jenderal Polisi Anton Soedjarwo, periode 1982-1987).

Pada bagian depan Monumen Bhayangkari Teladan Mathilda Batlayeri terukir tulisan yang berbunyi, “KEPADA PENERUSKU, AKU BHAYANGKARI DAN ANAK-ANAKKU TERKAPAR DI SINI, DI BUMI KURAU YANG SUNYI, SEMOGA PAHATAN PENGABDIANKU MEMBERI ARTI PADA IBU PERTIWI”.

 

Penulis : Achmad Wardana

Editor   : Drs. Hamsan

Publish : Brigadir Yudha Krisyanto

21/10/2017 0 komentar-komentar

Peringati HUT HKGB Ke-65, Bhayangkari Kalsel Ziarah ke TMP Tuntung Pandang Pelaihari

oleh Humas Polda Kalsel 21/10/2017
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Puluhan anggota Kesatuan Gerak Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan ziarah ke taman makam pahlawan (TMP) Tuntung Pandang Pelaihari, Kalimantan Selatan, Sabtu (21/10/2017).

Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan Ny. Hj. Ati Rachmat Mulyana mengatakan kegiatan berziarah ke taman makam pahlawan dalam rangka memperingari Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-65.

“Ini dalam rangka HUT Kesatuan Gerak Bhayangkari dengan berziarah ke makam para pahlawan,” ujar Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan.

Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan Ny. Hj. Ati Rachmat Mulyana mengatakan berziarah ke makam pahlawan merupakan wujud mengenang jasa para pahlawan yang telah berjasa dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kami melaksanakan upacara kemudian dilanjutkan peletakan karangan bunga di tugu taman makam pahlawan, dan menaburkan bunga di makam pahlawan,” kata Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan Ny. Hj. Ati Rachmat Mulyana yang sekaligus juga isteri Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana.

Sejumlah Pengurus Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan turut hadir di antaranya Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan Ny. Lina Nasri, Wakil Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan Ny. Evy Poerbo Hadijojo, para Pengurus Daerah Kalimantan Selatan, Ketua Bhayangkari Pengurus Cabang Tanah Laut Ny. Nensy Sentot Adi Dharmawan beserta Pengurus Cabang Tanah Laut lainnya.

Kegiatan ziarah ini ditutup dengan penghormatan terakhir kepada arwah pahlawan dan aksi tabur bunga di atas pusara makam para pahlawan.

Seperti diketahui Bhayangkari merupakan organisasi istri Polri yang lahir atas gagasan Ny. HL. Soekanto pada tanggal 17 Agustus 1949 di Yogyakarta, dan sebagai Ketua Pengurus Besar dijabat oleh Ny. T. Memet Tanumidjaya.

Pada tanggal 19 Oktober 1952, dilaksanakan konferensi istri polisi yang dihadiri oleh 27 perwakilan daerah, dimana telah diputuskan untuk bersatu dalam gerak perjuangan melalui wadah tunggal organisasi persatuan istri Polri Bhayangkari dan tanggal tersebut ditetapkan pula sebagai Hari Anak-Anak Kepolisian.

Berselang empat tahun diadakan kongres kedua pada tanggal 25 Desember 1956, telah disahkan Cupu Manik Astagina sebagai lambang Bhayangkari.

Kongres ketiga dilaksanakan tahun 1959, pada kesempatan tersebut disahkan Himne Bhayangkari gubahan RAJ. Sudjasmin dengan syair oleh Ny. SA. Legowo.

Kongres kelima tahun 1963 menetapkan bahwa tanggal 19 Oktober 1952 merupakan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari.

Pada tanggal 15 April 1964 istri ketiga angkatan dan Polri bergabung dalam satu wadah organisasi yang di sebut Dharma Pertiwi, dimana pada waktu itu terpilih sebagai ketua adalah Ny. B. Soewito dari Bhayangkari, sedangkan Mars Bhayangkari disahkan pada rapat kerja dewan pimpinan Bhayangkari pada tahun 1970 di Jakarta.

Sesuai kebijaksanaan pimpinan Hankam tentang organisasi ABRI tahun 1971 terjadi perubahaan corak kepemimpinan dari tidak fungsional menjadi fungsional, Ketua Umum Bhayangkari pertama yang secara fungsional dijabat oleh Ny. Muhammad Hasan.

Tahun 1974 pada Musyawarah Pusat Bhayangkari IX, sebutan persatuan potensi wanita polri Bhayangkari berubah menjadi Persatuan Istri Anggota Polri Bhayangkari dan merupakan organisasi ekstra struktural yang berada dibawah pembinaan Polri.

Bhayangkari dari tahun ke tahun terus berkembang dalam menjalankan roda organisasinya yang selalu bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga serta membantu tugas-tugas Polri.

Dan dengan adanya reformasi pergantian kepemimpinan nasional tahun 1998, Polri pun ikut mereformasi diri, serta adanya tuntutan dari rakyat agar Polri pisah dari ABRI berdasarkan instruksi dari Presiden No. 2 tahun 1999 dan sementara dibawah Menhankam.

Pada tanggal 22 Juni 1999 diadakan Musyawarah Nasional Dharma Pertiwi IX, pada Munas itu secara resmi Bhayangkari pisah dari Organisasi Induk Dharma Pertiwi.

Setelah melalui proses kemandirian Polri, maka pada tanggal 1 juli 2000, sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 89 tahun 2000 tentang kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia berada langsung dibawah Presiden Republik Indonesia, dan Bhayangkari pun lansung dibawah pembinaan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dengan adanya tuntutan reformasi,guna ditegakkannya supremasi hukum dan Polri Mandiri, maka pada tanggal 25 April 2001 dengan keluarnya Kepres No. 54 tahun 2001 dimana jabatan Waka Polri ditiadakan.

Atas keputusan tersebut  berubah menjadi Sekjen Polri kemudian pada tanggal 21 Juni 2001 keluar kembali Kepres No. 77 tahun 2001 tentang diadakan kembali jabatan Waka Polri.

Namun tidak berjalan lama dan mengalami perubahan lagi,sehingga keluar pula Kepres No. 97 tahun 2001 tentang pencabutan kembali stuktur jabatan Waka Polri.

Karena adanya tuntutan kepentingan tugas, dengan Kepres No. 70/2002 tanggal 10 Oktober 2002 tentang organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia, maka diadakan validasi Polri.

 

Penulis : Achmad Wardana

Editor   : Drs. Hamsan

Publish : Brigadir Yudha Krisyanto

21/10/2017 0 komentar-komentar

Kegembiraan Anak Panti Asuhan Al Hidayah di “Bhayangkara Peduli Sesama” Biddokkes Polda Kalsel

oleh Humas Polda Kalsel 20/10/2017
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Penyuluhan kesehatan merupakan kegiatan penambahan pengetahuan yang diperutukkan bagi masyarakat melalui penyebaran pesan.

Penyuluhan kesehatan merupakan gabungan dari berbagai kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar sehingga harapannya dengan adanya penyuluhan kesehatan dapat membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya pola kehidupan yang sehat.

Sasaran penyuluhan kesehatan yaitu mencakup individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

Seperti yang kali ini dilaksanakan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalimantan Selatan yang menyambangi anak-anak di Panti Asuhan Al Hidayah, Jumat (20/10/2017) pukul 14.00 wita.

Kedatangan Biddokkes Polda Kalsel kali ini dipimpin Dr. Bambang P. N. Sp.S., Drg Rizal beserta anggota Biddokkes Polda Kalsel lainnya dalam rangka “Bhayangkara Peduli Sesama” dan sebanyak 20 orang peserta ikut ambil bagian dengan berobat bersama Tim Biddokkes Polda Kalsel.

Dalam kesempatan ini Tim Biddokkes Polda Kalsel menyampaikan Penyuluhan Kesehatan tentang Bahaya Obat Keras, Penyuluhan Kesehatan Gigi, Pemeriksaan Kesehatan, Pemberian Resep beserta Obat dan ditutup dengan foto bersama.

Tujuan kegiatan penyuluhan kesehatan yaitu untuk mencapai tujuan hidup sehat dengan cara mempengaruhi prilaku masyarakat baik itu secara individu atau pun kelompok dengan menyampaian pesan.

 

Penulis: Achmad Wardana

Editor : Drs.Hamsan

Publish : Brigadir Yudha Krisyanto

20/10/2017 0 komentar-komentar

Biddokkes Polda Kalsel Kontrol Kesehatan dan Sel Tahanan Dit Tahti

oleh Humas Polda Kalsel 20/10/2017
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Sebagai langkah antisipasi dan guna mengetahui kondisi kesahatan para tahanan, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para tahanan yang ada di ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Mapolda Kalsel, Jumat (20/10/2017).

Satu per satu tahanan maupun ruangan diperiksa secara teliti (kontroling ke sel-sel, red). Masing-masing tahanan dilihat kondisi kesehatannya. Hasilnya, dari cek kesehatan terhadap 110 tahanan, Dokkes Klinik tidak menemukan adanya tahanan yang sakit alias tahanan dalam kondisi sehat.

Tak hanya memeriksa kesehatan tahanan, sejumlah sudut ruangan juga di periksa guna mengantisipasi hal yang tidak di inginkan.

Kabid Dokkes Polda Kalsel AKBP dr Erwinn Z Hakim, MARS, MH.Kes, mengatakan, tak hanya pengecekan kesehatan para tahanan, namun pembinaan rohani dan mental (Binrothal) juga tak luput diberikan oleh personel Biddokkes Polda Kalsel kepada para tahanan baik di Dit Tahti Mapolda Kalsel, maupun Polres/ta dan Polsek Jajaran.

“Pemeriksaan kesehatan tahanan sudah rutin dilakukan karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas dilapangan,” kata Kabid Dokkes Polda Kalsel.

Menurutnya, selama berada di ruang tahanan, para petugas melakukan pemeriksaan secara penuh. Tak hanya itu para petugas juga memberikan hak-hak hidup para tersangka dalam tindak pidana secara layak dipenuhi, seperti beribadah, makan dan minum, serta pelayanan kesehatan dan perawatan fisik lainya seperti berolahraga.

Kabid Dokkes Polda Kalsel berharap, agenda ini berdampak positif dan merupakan suatu bentuk usaha antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

 

Penulis: Achmad Wardana

Editor : Drs.Hamsan

Publish : Brigadir Yudha Krisyanto

20/10/2017 0 komentar-komentar

Sat Lantas Polres HST Melaksanakan Razia Untuk Menekan Jumlah Angka Rawan Kecelakaan

oleh Humas Polda Kalsel 20/10/2017
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Sejumlah personil Sat Lantas Polres Hulu Sungai Tengah tepatnya Kota Barabai melaksanakan kegiatan rutin razia sepeda motor R2 maupun R4 yang di laksanakan pada sore hari yang di pimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres HST AKP Chaidir Erinda (19/10/17).

Kegiatan ini bertujuan untuk menekan tingginya angka rawan kecelakaan di Jln. Simpang Sungai Tabuk Kab. HST, banyak di temukan masyarakat yang tidak membawa surat ijin mengemudi (SIM) maupun melanggar rambu-rambu lalu lintas serta melawan arus jalan yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Petugas kepolisian lalu lintas yang berada di tempat menghimbau dan teguran simpatik kepada masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas, patuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas, tidak menggunakan handpone dan obat-obat an saat bekendaraan, mengingatkan masyarakat jangan lupa selalu klik helm. serta gunakan sabuk pengaman untuk pengendara roda 4.

Terkait kegiatan razia yang berlangsung kali ini di harapkan dapat menekan tingkat pelanggar lalu lintas agar angka rawan kecelakaan di Kab. HST menurun. Adapun kegiatan ini berjalan lancar Ungkap Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan KOMBES POL. E Zulpan.,S.IK.,M.SI.

 

Penulis : Bripda Sanjoyo

Editor : Drs. Hamsan

Publish : Bripda Sanjoyo

20/10/2017 0 komentar-komentar
  • 1
  • …
  • 75
  • 76
  • 77
  • 78
  • 79
  • …
  • 383

Cari

Berita Terkini

  • Polda Kalsel Kurban 37 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing di Idul Adha 1447 H
  • Modernisasi Pendidikan Polri, SPN Polda Kalsel Resmi Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018
  • Polda Kalsel dan Pemkab Tanah Laut Resmikan Pembangunan Jembatan Merah Putih Desa Tabanio
  • Polres HST Serahkan Hewan Kurban Kapolda Kalsel ke Ponpes Nurul Muhibbin
  • Tutup Latihan Kemampuan Pelopor, Kapolda Kalsel: Brimob Harus Siap Berdiri di Garda Terdepan

Kategori

Arsip

BID HUMAS POLDA KALSEL © 2017 - 2024

TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip