Kejahatan dunia maya belakangan ini kerap menimpa masyarakat. Mulai dari kejahatan seksual hingga penipuan dan penculikan, maka masyarakat diimbau untuk berani melaporkan jika menjadi korban kejahatan dunia maya.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) Kombes Pol Rizal Irawan, SIK., SH., MH. diwakili AKBP Zaenal Arifien, SH (Kasubdit 2 / PPUKDM) dan IPDA Abdul Shomad, SH. pada hari Jumat (28/6/2019) pukul 10.00 wita, menjadi narasumber dalam Live Dialog Interaktif “HALLO POLISI” bertempat di Studio Pro 1 RRI Banjarmasin.
Live Dialog yang langsung didengar oleh warga masyarakat ini membahas tentang “Memahami dan Mencegah Kejahatan Dunia Maya (Cyber)”.
AKBP Zaenal Arifien, SH. didampingi IPDA Abdul Shomad, SH. mengatakan, kejahatan cyber crime adalah salah satu yang perlu diwaspadai di tengah masyarakat. Kasus pemberitaan hoax dan saling ejek melalui jejaring sosial menjadi perhatian khusus.
“Melalui aplikasi unggulan, halo polisi dan panic button hampir sebagian besar warga sudah mengetahui sistem pengamanan berbasis android dan iOS,” kata AKBP Zaenal Arifien, SH.
Menurutnya, sudah ada beberapa kasus yang bisa ditangani dengan aplikasi ini. Mulai dari kasus pencurian, tawuran, bahkan KDRT yang ditindaklanjuti dengan cepat melalui aplikasi keamanan berbasis android tersebut.
“Masyarakat diharapkan dapat lebih mengetahui seputar berkembangnya menyikapi content-content beredar di media online serta bahayanya dalam kejahatan cyber,” tuturnya.
IPDA Abdul Shomad, SH. menambahkan, masyarakat harus lebih berani dan peka untuk melaporkan kejahatan di dunia maya. Dia menuturkan, setiap hari di sosial media ada kurang lebih 20.000 kata-kata seperti hinaan, cacian dan makian untuk menjelek-jelekkan.
IPDA Abdul Shomad, SH. juga mengungkapkan, penyebaran dari berita hoax berdampak berpengaruh sekali bagi kehidupan manusia jika tidak dibijaki. “Efek negatif yang akan ditimbulkan dari berita hoax itu bisa menimbulkan depresi, sakit hati, gundah, kesal dan perubahan sikap yang dratis,” katanya.
Segala kejahatan cyber dapat berdampak bagi kehidupan sehari-hari. Sehingga diimbau jangan mudah terpancing dan terpengaruh. “Caranya dengan memberikan pendidikan lebih baik, cari rasa ingin tahu positif dan sebelum melakukan tindakan harus pikir-pikir dahulu,” tutur IPDA Abdul Shomad, SH.
Penulis : Achmad Wardana
Editor : Drs. Hamsan
Publish : Brigadir Yudha Krisyanto