Polres HSU Gelar Rapat Koordinasi Antisipasi dan Penanggulangan Karhutla

oleh Humas Polda Kalsel
0 komentar-komentar

Penanganan cegah tangkal saat Pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), terus digalakan mulai dari sosialisasi Maklumat Kapolri sampai penerapan disiplin kesiapan New Normal, kali ini Kapolres HSU AKBP Pipit Subiyanto, S.I.K., M.H. memimpin langsung  Rapat koordinasi (Rakord) Antisipasi dan Penanggulangan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2020, Jumat (22/6/2020).

Rakord yang berlangsung di Ruang Utama Polres HSU tersebut dihadiri Kabag Ops Polres HSU Kompol Joko Sutopo, S.Sos., Dandin 1001/Amuntai diwakili Pasi Ops Kodim 1001/ Amuntai, Kapten Inf Sahlan Nurdibyanto, Kasi PSKS Dinas Sosial Arbani, BPN Kabupaten HSU Angga Islamanda, Kabid Yankes Dinkes Kabupaten HSU Danu F. Fotohena, Co Admin PT. PDL Hairiyadi, Sekertaris PT. PDL Jumaidi, Kepala Fire Protection PT.PDL Atim dan anggota Tim Penanganan Karhutla Polres HSU.

Kapolres HSU AKBP Pipit Subiyanto, S.I.K., M.H. dalam arahannya menyampaikan cara menanggulangi kebarakan hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi yakni dengan memahami letak perbantuan jika terjadi kebakaran serta perlunya kecepatan dan ketepatan merespon mana kala ada kebakaran.

Untuk itu  Rakord ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana evaluasi dan koordinasi, khususnya terkait dengan pencegahan dan penanganan Karhutla serta melakukan tindakan pencegahan sehingga hutan dan lahan terselamatkan serta dapat berguna bagi pembangunan nasional dan perlindungan terhadap hutan dan lahan dimasa yang akan datang sebagai penunjang ketahanan pangan wilayah Kabupaten HSU.

Sementara itu Kabag Ops Polres HSU Kompol Joko Sutopo, S.Sos. dalam paparannya menyampaikan kondisi awal kerawanan Karhutla yang dimulai dari lokasi Desa per Kecamatan, Akses menuju lokasi, sarana prasarana termasuk peralatan yang perlu disiapkan, perlibatan personel sampai ke pelosok Desa.

“Polres HSU dan Polsek jajaran, mengacu penanganan Karhutla tahun tahun sebelumnya sudah disiapkan Tim dari Polres HSU dan Polsek jajaran dengan mengedepankan Bhabinkamtibmas dikendalikan oleh para Kapolsek setempat, tentunya selalu dengan koordinasi dan keterpaduan instansi setempat termasuk Kades, Toga, Tomas dll, ujar Kabag Ops.

Untuk tingkat Kabupaten perlu peningkatkan kekompakan dukungan dari tiap instansi terkait termasuk dari PT.PDL.

Pasi Ops Kodim 1001/Amuntai Kapten Inf Sahlan Nurdibyanto pada kesempatannya menyampaikan bahwa pihaknya dari TNI khususnya Kodim 1001/Amuntai, siap mensukseskan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten HSU.

“Semua instansi lain yang  hadir kali ini ikut perperan penting dalam rapat ini, mari kita saling membantu untuk mengatasi semua ini dan terima kasih banyak kepada Kapolres Hulu Sungai Utara yang telah memfasilitasi rapat koordinasi ini,” tutur Kapten Inf Sahlan Nurdibyanto.

Untuk perwakilan Satpol PP dan Damkar yang dibawah kendali BPBD Kabupaten HSU telah menyiapkan satu regu / 30 personel.

Dinas Kesehatan juga mengutarakan bahwa Pandemi Covid-19 belum berakhir, jadi disaat Karhutla akan muncul penyakit baru seperti ISPA dan ILI, untuk itu dalam penanggulangan Karhutla masing-masing Desa diharapkan bisa gunakan Dana Desa, termasuk pembuatan sarana penanggulangan Karhutla, selanjutnya Diskes akan menyiapkan Stock Obat, Masker dan akan menindak lanjuti ada warga terkena ISPA.

Untuk Badan Pertanahan Nasional (BPN), mengharapkan titik kordinat lokasi bila ada hot spot hal tersebut untuk mengetahui sipemilik tanah dan ada kesulitan menjangkau menuju lokasi lahan kebakaran.

Selanjutnya dari pihak BPN Siap membantu penentuan status kepemilikan lahan tanah bila ada karhutla sesuai dititik hospot.

Dinas Solial menyatakan selama inu belum ada alokasi bantuan dalam bentuk apapun termasuk dana karhutla.

Sementara pihak PT. PDL (PT. Persada Dinamika Lestari) untuk antisifasi shock therapy kepada masyarakat yang sengaja membakar lahan, agar diamankan , untuk penanganana karhutla PT. PDL telah melaksanakan  sesuai SOP, kekhawatiran dengan masyarakat yang membuang puntung rokok sembarangan saat memancing, untuk itu agar Polsek terdekat adakan patroli.

Dari BPBD mengutarakan sesuai data tahun lalu lahan yang sering terbakar diantaranya di Kecamatan Banjang, Amuntai Tengah, Amuntai Selatan dan kecamatan Haur Gading, untuk usulan dari BPBD agar diadakan penyuluhan kepada kelompok tani cara membuka lahan yang benar dan tidak dibakar.

Kasat Reskrim Polres HSU Iptu Kamaruddin, S.H., dalam kesempatannya menegaskan penyuluhan kepada kelompok tani sudah dilaksanakan oleh jajaran Polres sampai Polsek, tentunya kedepan akan terus ditingkatkan, untuk warga yang tertangkap tangan membakar lahan dengan sengaja akan diproses secara hukum selain itu pihak perusahaan atau korporasi dilarang membuka lahan dengan cara membakar. (Polres HSU)

 

Penulis : Achmad Wardana

Editor   : Drs. Hamsan

Publish : Bripka Yudha Krisyanto

Berita Terkait

Tuliskan Komentar