Sekilas Info
Sambut HUT Bhayangkara Ke-80, Polda Kalsel Apel Bakti Sosial dan Kurve Tempat Ibadah
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kapolda Kalsel Serahkan 5 unit Ranmor untuk Brimob
Polda Kalsel Kurban 37 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing di Idul Adha 1447 H
Modernisasi Pendidikan Polri, SPN Polda Kalsel Resmi Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018
Polda Kalsel dan Pemkab Tanah Laut Resmikan Pembangunan Jembatan Merah Putih Desa Tabanio
Polres HST Serahkan Hewan Kurban Kapolda Kalsel ke Ponpes Nurul Muhibbin
Tutup Latihan Kemampuan Pelopor, Kapolda Kalsel: Brimob Harus Siap Berdiri di Garda Terdepan
PRESTASI GEMILANG: Personel Karate Polda Kalsel Sabet Juara di Ajang Nasional Piala Rektor Udinus II 2026
Catatan Kritis Para Akademisi dalam Rakernis Densus 88: Terorisme Kini Tak Lagi Bergerak dengan Cara Lama
Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, Tawarkan Cara Pandang Baru Membaca Ancaman di Era Digital
TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip
Tag:

#mabespolri

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kapolda Kalsel Serahkan 5 unit Ranmor untuk Brimob

oleh Humas Polda Kalsel 01/06/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung khidmat di lapangan Apel Mapolda Kalsel, Banjarbaru, pada Senin (1/6/2026).

Upacara yang diikuti oleh Wakapolda, Irwasda dan seluruh Pejabat Utama (PJU) serta personel Polda Kalsel ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan situasi kamtibmas di wilayah Kalimantan Selatan.

Ada yang berbeda pada momentum peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini. Usai memimpin jalannya upacara, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyerahkan secara simbolis bantuan kendaraan operasional kepada Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Kalsel.

Bantuan yang diserahkan berupa 5 unit sepeda motor trail Yamaha WR155. Penyerahan ranmor dinas ini bertujuan untuk mendukung kelancaran tugas-tugas lapangan Satbrimob yang menuntut mobilitas tinggi dan respons cepat.

“Penyerahan kendaraan operasional ini diharapkan dapat memperkuat performa personel Satbrimob Polda Kalsel di lapangan, terutama dalam menjangkau medan-medan sulit demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kapolda Kalsel melalui Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.

Dengan adanya penambahan armada baru ini, diharapkan Satbrimob Polda Kalsel semakin siap siaga dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kedepan, selaras dengan semangat Pancasila dalam memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

01/06/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Kurban 37 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing di Idul Adha 1447 H

oleh Humas Polda Kalsel 29/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar salat Id bersama yang dilanjutkan dengan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Rabu (27/5/2026).

Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Mako Satbrimob Polda Kalsel diikuti Kapolda Kalsel, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel dan Pengurus Bhayangkari Daerah Kalsel dengan melibatkan seluruh anggota Polri, perwakilan Polres Banjarbaru, Polres Banjar, serta masyarakat sekitar.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam keterangannya, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa total hewan kurban yang berhasil dihimpun sebanyak 159 ekor hewan kurban (Sapi 135 ekor dan Kambing 24 ekor). Khusus lingkungan Mapolda Kalsel sebanyak 37 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing yang akan disembelih secara bertahap di lingkungan Polda.

Selain disembelih untuk internal dan warga sekitar, Polda Kalsel juga mendistribusikan sebanyak 28 ekor sapi secara langsung kepada berbagai elemen masyarakat. Bantuan hewan kurban tersebut disalurkan kepada para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pondok pesantren, hingga yayasan yatim piatu yang ada di Banua.

“Hari ini juga langsung diambil oleh mereka (para penerima),” ujar Kapolda Kalsel usai penyerahan hewan kurban.

Melalui momentum Idul Adha ini, Kapolda Kalsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara nilai-nilai keimanan, ketulusan, dan keikhlasan. Di tengah dinamika dan tantangan situasi saat ini, Polri juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif di wilayah Kalimantan Selatan.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

29/05/2026 0 komentar-komentar

Tutup Latihan Kemampuan Pelopor, Kapolda Kalsel: Brimob Harus Siap Berdiri di Garda Terdepan

oleh Humas Polda Kalsel 26/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Upacara Penutupan Latihan Kemampuan Pelopor Personel Satbrimob Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026 resmi digelar di Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Senin (25/5/2026). Upacara sakral ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Komandan Pasukan (Danpas) Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol Gatot Mangkurat Putra P. J.

Acara penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian latihan berat yang telah berlangsung selama 8 hari. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel serta para Kapolres/ta jajaran sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas personel.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas semangat, kekompakan, disiplin, dan daya juang tinggi yang ditunjukkan oleh seluruh peserta selama digembleng di medan latihan.

“Menjadi anggota Brimob adalah sebuah kehormatan besar. Tidak semua orang mampu bertahan menghadapi kerasnya latihan dan tingginya tuntutan pengabdian yang dibebankan di pundak kalian. Jaga kehormatan baret tersebut,” tegas Kapolda Kalsel.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran PJU dan Kapolres yang berhadir, menyebut kehadiran mereka sebagai wujud soliditas dan tanggung jawab bersama keluarga besar Polda Kalsel. Ucapan terima kasih dan penghargaan tinggi juga dialamatkan kepada tim instruktur dari Korbrimob Kelapa Dua atas dedikasi luar biasa dalam membina dan mentransfer ilmu kepada para peserta.

Lebih lanjut, Jenderal Bintang Dua tersebut mengingatkan bahwa tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks seiring dengan cepatnya dinamika kamtibmas, perkembangan teknologi, dan tingginya ekspektasi masyarakat.

Brimob sebagai satuan pamungkas Polri dituntut untuk selalu siap menjadi garda terdepan dalam kondisi genting.

Brimob harus hadir tanpa ragu saat masyarakat membutuhkan rasa aman, mulai dari penanganan konflik sosial, mitigasi bencana alam, hingga tugas-tugas kemanusiaan.

Kekuatan terbesar Brimob tidak hanya terletak pada ketahanan fisik dan keberanian semata, melainkan pada disiplin, loyalitas, soliditas, dan semangat pengabdian kepada negara.

Menutup arahannya, Kapolda Kalsel memberikan beberapa penekanan krusial yang wajib dipedomani oleh seluruh personel Satbrimob Polda Kalsel:

1. Personel diminta untuk tidak pernah merasa cukup dengan kemampuan saat ini. Latihan harus dijadikan sebagai kebutuhan hidup yang berkelanjutan, bukan sekadar kewajiban formalitas.
2. Setiap anggota wajib menjaga mental, fisik, kekompakan, dan yang paling utama adalah menjaga kehormatan institusi.
3. Seragam dan baret yang dikenakan adalah simbol kepercayaan masyarakat. Kapolda menegaskan agar jangan pernah menodai kehormatan tersebut dengan pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, atau tindakan yang menyakiti hati rakyat.
4. Brimob Polda Kalsel harus mampu menampilkan citra pasukan yang profesional dan disiplin, namun tetap humanis serta selalu hadir memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat.

Di akhir amanatnya, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan membakar semangat para personel dengan menggemakan kembali core values dan motto pengabdian Korps Baret Biru Tua tersebut.

“Sekali Melangkah Pantang Menyerah, Sekali Tampil Harus Berhasil, Jiwaraga Kami Demi Kemanusiaan!”

Dengan pekikan motto yang menggelegar di bumi Karang Intan, Latihan Kemampuan Pelopor Personel Satbrimob Polda Kalsel Tahun 2026 secara resmi dinyatakan ditutup. Seluruh personel kini siap diterjunkan kembali ke kesatuan dengan kapasitas dan kesiapan mental yang baru demi menjaga kondusivitas di wilayah hukum Kalimantan Selatan.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

26/05/2026 0 komentar-komentar

PRESTASI GEMILANG: Personel Karate Polda Kalsel Sabet Juara di Ajang Nasional Piala Rektor Udinus II 2026

oleh Humas Polda Kalsel 25/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Torehan prestasi membanggakan kembali diukir oleh personel Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) di kancah nasional. Perwakilan karateka putri Polda Kalsel sukses memborong dua gelar juara sekaligus dalam ajang bergengsi National Karate Championship Piala Rektor Udinus II 2026 yang digelar di GOR Satria Sport Center, Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kompetisi ketat yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (21–23 Mei 2026), atlet berbakat Polda Kalsel berhasil mengamankan podium tertinggi sebagai Juara 1 Kelas Senior Kumite -68 Kg Putri. Tidak berhenti di situ, dominasi dan ketangguhan personel Polda Kalsel kembali teruji setelah sukses merebut Juara 3 Kelas Bebas Senior Putri.

Turnamen berskala nasional ini bukan momentum yang mudah. Diikuti oleh 31 kontingen terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, tensi pertandingan sejak hari pertama pembukaan terpantau sangat tinggi.

Namun, berbekal disiplin latihan yang militan, mental petarung yang kuat, serta dedikasi tinggi sebagai abdi negara sekaligus atlet, personel Polwan Polda Kalsel ini mampu menumbangkan lawan-lawan tangguh di atas matras GOR Satria Sport Center.

Perolehan medali yang berhasil dibawa pulang ke Bumi Lambung Mangkurat yakni Juara 1 (Medali Emas) Kelas Senior Kumite -68 Kg Putri, dan Juara 3 (Medali Perunggu) Kelas Bebas Senior Putri.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. dalam kesempatannya mengatakan, keberhasilan ini mendapat apresiasi luar biasa, baik dari official team maupun keluarga besar Polda Kalsel. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa personel Polri tidak hanya prima dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga mampu berprestasi dan mengharumkan nama institusi di bidang olahraga tingkat nasional.

“Ini adalah buah dari kerja keras, konsistensi, dan doa. Kemenangan ini kami persembahkan untuk institusi Polri, khususnya Polda Kalsel, serta seluruh masyarakat Kalimantan Selatan yang terus memberikan dukungan,” ujar Dir Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol M. Gafur Aditya H. Siregar, S.I.K. selaku Pembina Tim Karate Polda Kalsel, Sabtu (23/5/2026).

Dengan berakhirnya event Piala Rektor Udinus II 2026 ini, raihan medali emas dan perunggu tersebut diharapkan dapat menjadi suntikan motivasi bagi personel Polda Kalsel lainnya untuk terus menggali potensi diri dan mengukir prestasi, baik dalam kedinasan maupun di luar kedinasan. Polda Kalsel, Presisi dan Berprestasi!

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

25/05/2026 0 komentar-komentar

Catatan Kritis Para Akademisi dalam Rakernis Densus 88: Terorisme Kini Tak Lagi Bergerak dengan Cara Lama

oleh Humas Polda Kalsel 22/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Jakarta, 20 Mei 2026 — Ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan terus mengalami perubahan. Jika dahulu ancaman identik dengan organisasi tertutup, doktrin ideologi yang kaku, dan pola rekrutmen konvensional, kini ancaman berkembang lebih cair melalui ruang digital, algoritma, komunitas virtual, hingga kerentanan psikologis generasi muda.

Perubahan wajah ancaman tersebut menjadi perhatian utama dalam Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H.; serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.

Forum tersebut menjadi ruang bertemunya perspektif keamanan, psikologi, hukum, teknologi, dan perlindungan anak untuk membaca ancaman terorisme modern yang dinilai bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan konvensional.

Dalam pemaparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perubahan ancaman harus direspons dengan perubahan cara berpikir dan strategi pencegahan.

“Kita sedang menghadapi ancaman yang tidak lagi selalu tumbuh melalui organisasi besar dengan struktur formal, tetapi bergerak melalui ruang digital, algoritma, dan fragmen ideologi yang sulit dipetakan. Negara tidak boleh hanya hadir saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Menurut Wakapolri, mitigasi embrio terorisme tidak dapat hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus memperkuat literasi digital, perlindungan anak, dan kemampuan masyarakat membaca risiko sejak dini.

Sementara itu, Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa perubahan ancaman ekstremisme menuntut sinergi nasional yang lebih kuat.

“Terorisme dan ekstremisme tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi. Ancaman ini lintas sektor, lintas ruang, dan lintas generasi. Karena itu, pencegahan harus dibangun melalui kolaborasi antara aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, komunitas, hingga platform digital,” ujar Kepala BNPT.

Ia menilai pendekatan preventif menjadi penting agar negara mampu membangun ketahanan masyarakat sebelum ancaman berkembang menjadi tindakan nyata.

Di sisi lain, Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, menekankan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif seiring perubahan pola ancaman.

“Kami melihat langsung bagaimana pola ekstremisme berubah. Ancaman kini lebih cair, lebih personal, dan sering kali berawal dari paparan digital yang tidak terdeteksi. Karena itu, pendekatan penanggulangan harus semakin berbasis pencegahan, asesmen risiko, dan perlindungan kelompok rentan,” kata Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya penguatan deteksi dini terhadap kerentanan anak dan remaja yang menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan ekstremisme digital.

Dalam forum tersebut, para akademisi memberikan apresiasi terhadap substansi buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, sekaligus menyampaikan sejumlah catatan kritis agar strategi pencegahan ekstremisme lebih adaptif, berbasis bukti ilmiah, dan tetap menjunjung prinsip perlindungan masyarakat.

Radikalisasi di Era Digital Tidak Lagi Selalu Bertahap
Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai buku tersebut memperkaya teori counter-terrorism yang selama ini digunakan. Menurutnya, proses radikalisasi di era digital tidak selalu berlangsung bertahap sebagaimana teori klasik, tetapi dapat mengalami lompatan cepat akibat intensitas paparan digital.

Ia menyoroti kerentanan generasi muda yang mengalami alienasi sosial, perasaan tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, yang dapat menjadi pintu masuk narasi ekstrem.

Ekstremisme Modern Kini Dibentuk oleh Algoritma dan Identitas Digital
Guru Besar hukum pidana Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D. menilai kelompok ekstrem modern tidak lagi sekadar membangun propaganda, tetapi juga pengalaman emosional, identitas kelompok, dan keterikatan psikologis yang menarik bagi generasi digital.

Ia mengingatkan agar strategi penanggulangan tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Luka Psikologis Bisa Menjadi Pintu Masuk Radikalisasi
Psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto menyoroti bahwa akar kerentanan terhadap radikalisasi sering kali bukan hanya konten ekstrem, tetapi riwayat perundungan, krisis identitas, hingga keterasingan sosial yang tidak tertangani.

Menurutnya, intervensi perlu mencakup pendekatan klinis dan penguatan kesehatan mental, bukan hanya kontra-radikalisasi.

AI dan Analisis Data Didorong Jadi Instrumen Deteksi Dini
Pakar analisis data Dr. Ismail Fahmi menekankan perlunya kolaborasi antara aparat dan komunitas riset untuk membangun sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan, guna mengenali anomali perilaku digital sebelum berkembang menjadi ancaman.

Meski berasal dari disiplin berbeda, para akademisi menyampaikan satu benang merah yang sama: terorisme modern tidak lagi dapat dipahami dengan pola lama.

Ancaman kini bergerak melalui ruang digital, dipengaruhi algoritma, kondisi psikologis, budaya visual, hingga dinamika sosial yang semakin kompleks. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi psikologi, pendidikan, hukum, teknologi, perlindungan anak, dan masyarakat.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum memperkuat strategi penanggulangan terorisme yang lebih prediktif, preventif, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan arah Transformasi Polri dalam menjaga keamanan nasional menghadapi perubahan ancaman global.

Karena ancaman yang berubah menuntut cara memahami dan mencegahnya ikut berubah.

22/05/2026 0 komentar-komentar

Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, Tawarkan Cara Pandang Baru Membaca Ancaman di Era Digital

oleh Humas Polda Kalsel 22/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Jakarta, 20 Mei 2026 — Ancaman keamanan saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. Ia bisa tumbuh perlahan melalui ruang digital, interaksi sosial, budaya visual, hingga paparan informasi yang terus berulang dan memengaruhi cara berpikir seseorang.

Perubahan pola ancaman tersebut menjadi benang merah dalam buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, karya Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H., dan Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., yang dibedah dalam rangkaian Rakernis Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Buku ini hadir dengan perspektif yang berbeda. Jika pembahasan terorisme selama ini identik dengan jaringan, organisasi, atau aksi yang terlihat, “Gamifikasi Kekerasan” justru mengajak pembaca memahami fase yang sering luput diperhatikan: bagaimana ancaman terbentuk, berkembang, lalu bertransformasi di tengah ekosistem digital yang bergerak cepat.

Melalui pendekatan yang memadukan keamanan, psikologi, hukum, teknologi digital, pendidikan, hingga perlindungan anak, buku ini mencoba menjawab satu pertanyaan penting: bagaimana negara dan masyarakat membaca ancaman sebelum ancaman itu nyata terjadi?

Dalam pemaparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perubahan pola ancaman harus diikuti dengan perubahan cara berpikir dan strategi penanganan.

“Ancaman saat ini bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan lama. Karena itu, kita perlu membangun kemampuan membaca gejala lebih awal, memperkuat pencegahan, dan meningkatkan ketahanan masyarakat,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, ancaman ekstremisme modern semakin bersifat cair, tidak selalu terikat struktur formal, dan sering kali berkembang melalui jejaring digital yang sulit dipetakan dengan pendekatan konvensional.

Karena itu, buku ini menekankan pentingnya deteksi dini, literasi digital, perlindungan anak, penguatan sekolah, keluarga, serta kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari strategi pencegahan jangka panjang.

Yang menarik, buku ini tidak hanya berbicara tentang ancaman, tetapi juga menawarkan cara melihat keamanan sebagai tanggung jawab bersama. Bahwa keamanan masa depan tidak cukup dijaga oleh aparat semata, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, dunia pendidikan, komunitas, platform digital, hingga masyarakat luas.

Lebih dari Kajian Keamanan, Ini Tentang Membaca Perubahan

Membaca Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital seperti diajak memahami wajah baru ancaman yang berkembang diam-diam di tengah perubahan zaman. Buku ini tidak dibangun dengan pendekatan yang kaku, tetapi mencoba menjelaskan keterhubungan antara teknologi, perilaku manusia, ruang sosial, dan keamanan.

Kekuatan buku terletak pada keberaniannya mengangkat isu yang relatif baru dan masih jarang dibahas secara utuh di Indonesia: bagaimana ruang digital dapat membentuk pola pikir, memengaruhi perilaku, dan menciptakan risiko yang membutuhkan pendekatan pencegahan lebih adaptif.

Pembahasan buku turut diperkaya melalui tanggapan para penanggap lintas disiplin, yakni Dr. Zora Arfina Sukabdi, Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D., Dra. Adityana Kasandra Putranto, dan Dr. Ismail Fahmi, yang memperkuat perspektif psikologi, hukum, perlindungan sosial, serta dinamika informasi digital.

Dalam kesempatan tersebut, para penulis juga menerima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi pemikiran dan pengembangan literatur terkait keamanan serta pencegahan ekstremisme di era digital.

Pengakuan HKI ini menandai bahwa buku tersebut bukan hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga bagian dari penguatan pengetahuan dan inovasi pemikiran dalam membaca tantangan keamanan masa depan.

Menutup pemaparannya, Wakapolri menegaskan prinsip yang menjadi benang merah buku tersebut:

“Negara tidak boleh hanya hadir saat ancaman sudah membesar. Pencegahan harus datang lebih awal, sementara penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang dilakukan secara terukur.”

Melalui buku ini, Polri menegaskan bahwa Indonesia yang aman dibangun melalui kemampuan memahami perubahan, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menghadirkan pencegahan sebelum ancaman berkembang.

Sebab di era digital, yang paling berbahaya bukan hanya ancaman yang terlihat, tetapi ancaman yang tumbuh tanpa disadari.

22/05/2026 0 komentar-komentar

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalsel Bantu Bedah Rumah Masyarakat

oleh Humas Polda Kalsel 19/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat sekitar dengan melaksanakan peletakan batu pertama program bedah rumah di wilayah Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Selasa (19/5/2026).

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam keterangannya, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan bahwa terdapat dua unit rumah warga kurang mampu yang akan direnovasi total dalam program kali ini. Kegiatan sosial ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli mendatang.

“Hari ini kita meletakkan batu pertama pembangunan bedah rumah untuk dua unit rumah di daerah Kecamatan Cempaka. Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang ada di sekitar Mapolda, sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli nanti,” ujarnya kepada awak media.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penentuan rumah yang mendapat bantuan tidak dilakukan secara sembarangan. Terdapat sejumlah kriteria kelayakan dan penilaian yang telah ditetapkan. Rumah-rumah yang dipilih utamanya adalah hunian yang sudah tidak layak huni, tidak memenuhi syarat kesehatan, serta tidak memiliki sistem sanitasi yang memadai.

Dalam menyukseskan program ini, Polda Kalsel juga bersinergi erat dengan jajaran pemerintah daerah. “Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Program bedah rumah ini tidak hanya berpusat di kawasan Banjarbaru saja, melainkan juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Kepolisian Resor (Polres) di bawah jajaran Polda Kalsel. Sebelum wilayah Cempaka, kegiatan serupa juga baru saja dirampungkan oleh Polres Banjar.

Polda Kalsel menargetkan seluruh proses renovasi rumah yang dikerjakan sepanjang bulan Mei ini dapat rampung sepenuhnya sebelum memasuki awal bulan Juli.

“Kita usahakan di bulan Juni atau sebelum tanggal 1 Juli nanti kita sudah bisa menyelesaikan seluruh program bedah rumah yang menjadi target pengerjaan di bulan Mei ini,” pungkas Kapolda Kalsel.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

19/05/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Gelar Latihan Kemampuan Pelopor Sat Brimob 2026, Diikuti PJU dan Kapolres Jajaran

oleh Humas Polda Kalsel 18/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., secara resmi memimpin Upacara Pembukaan Latihan Kemampuan Pelopor Personel Sat Brimob Polda Kalsel Tahun 2026. Upacara khidmat ini berlangsung di Lapangan Makosat Brimob Polda Kalsel, Senin (18/5/2026) pukul 08.00 WITA.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel, serta sejumlah pimpinan kewilayahan di antaranya Plh Kapolresta Banjarmasin, Kapolres Banjarbaru, Kapolres Banjar, Kapolres Tala, dan Kapolres Batola.

Latihan yang dijadwalkan berlangsung selama delapan hari ke depan ini diikuti oleh 216 personel pilihan Sat Brimob Polda Kalsel. Selama masa pelatihan, para peserta akan digembleng dengan berbagai materi krusial, antara lain:

– Sejarah Korps Brimob, tugas pokok, serta fungsi pelopor.
– Tuntunan sikap dan perilaku pelopor.
– Kemampuan teknis seperti Grand Attrack Ground (GAG), sandi, dan Combat Medic.
– Simulasi Penanganan Huru-Hara (PHH) dan Navigasi Darat.
– Drill pertempuran hingga latihan Basis Operasi Depan (BOD).

Menariknya, sinergitas antarlini juga ditonjolkan dalam latihan ini. Para Kapolres/ta jajaran Polda Kalsel dijadwalkan bergabung pada hari ke-7, sementara para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel akan turut serta pada hari ke-8 sebagai bentuk dukungan dan penguatan soliditas internal.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam amanatnya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan proses besar untuk membentuk mental, karakter, disiplin, loyalitas, serta jiwa juang seorang pelopor sejati.

“Brimob adalah pasukan elite yang dibentuk untuk menghadapi tantangan dan situasi berbahaya demi memberikan perlindungan kepada masyarakat. Brimob bukan tempat untuk mencari kenyamanan,” tegas Kapolda Kalsel.

Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan tugas Korps Korps Baret Biru ini tidak ditentukan oleh kemampuan individu semata, melainkan lahir dari soliditas tim, rasa saling percaya, kekompakan, dan jiwa korsa yang kuat.

Menutup arahannya, Kapolda menginstruksikan kepada seluruh peserta dan instruktur agar tetap mengutamakan faktor keamanan (safety), keselamatan, dan kepatuhan terhadap prosedur operasi standar (SOP) selama latihan berlangsung.

Semangat para peserta pun dibakar dengan penanaman semboyan legendaris Korps Brimob Polri “Sekali melangkah pantang menyerah, Sekali tampil harus berhasil, Jiwaraga kami demi kemanusiaan.”

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

18/05/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Gelar Panen Raya Serentak, 4 Ton Jagung Dihasilkan

oleh Humas Polda Kalsel 17/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melaksanakan kegiatan panen raya serentak yang terhubung di seluruh wilayah Indonesia. Selain panen raya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan groundbreaking (peletakan batu pertama) gudang pangan Polri serta peresmian operasional satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dalam rangka mendukung program Presiden RI.

Panen raya serentak yang berpusat di Tuban, Provinsi Jawa Timur ini dipimpin langsung oleh Presiden RI dan Kapolri. Untuk wilayah Kalimantan Selatan, kepolisian setempat memusatkan kegiatan tersebut di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Di lokasi ini, lahan jagung yang dipanen pada Sabtu (16/5/2026) mencapai luas sekitar 5 hektar.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, terkait hasil produktivitas, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa rata-rata hasil panen jagung di wilayah Tanah Laut saat ini minimal mencapai 4 ton per hektar. Kendati demikian, pihaknya optimis hasil tersebut dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. Terlebih lagi, wilayah Tanah Laut ke depannya akan ditetapkan sebagai sentra jagung daerah.

“Kita masih terus melakukan perluasan lahan untuk meningkatkan produksi. Langkah yang diambil bukan hanya sekadar memperluas area, tetapi juga melakukan riset terkait bibit dan pupuk terbaik agar bisa menghasilkan produksi yang lebih maksimal,” ujar Wakapolda Kalsel saat memberikan keterangan kepada media.

Menanggapi kekhawatiran petani mengenai potensi penurunan harga saat panen melimpah, pihak kepolisian menegaskan bahwa Pemerintah Daerah telah mengambil langkah strategis. Melalui Keputusan Gubernur, telah ditetapkan tabel rafraksi yang berfungsi sebagai acuan stabilisasi harga jagung di tingkat petinggi maupun pembeli (offtaker).

Berdasarkan tabel rafraksi tersebut, harga jagung pipil basah dengan kadar air berkisar antara 28% hingga 35% ditetapkan dan dihargai sekitar Rp4.000 per kilogram. Sementara itu, untuk jagung dengan kadar air yang lebih kering (sekitar 18% hingga 20%), harganya ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram. Penetapan ini diharapkan dapat memberikan kepastian harga dan melindungi kesejahteraan para petani jagung di wilayah Kalimantan Selatan.

Pada kegiatan tersebut, turut hadir Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kasiren Korem 101/Antasari, Subkoordukmin Ops Binda Kalsel, Kadislog Lanud Syamsudin Noor, Kaur Litkrim Lanal Banjarmasin, Wakil Bupati Tanah Laut, Ketua DPRD Kabupaten Tanah Laut, Kapolres Tanah Laut, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hijrah Jorong, dan Rektor ULM Banjarmasin.

Selain itu turut hadir juga Perwakilan SKPD Provinsi Kalsel, Kepala BPTPH Provinsi Kalsel, Perwakilan Divisi Regional Bulog Provinsi Kalsel, Kepala BPS Provinsi Kalsel, Kepala Bulog Kabupaten Banjar, Forkopimda Kabupaten Tanah Laut, Direktur Politeknik Tanah Laut, Forkopimcam Bati-Bati, Pimpinan PT Inhutani, Ketua PP Polri, Pimpinan PT Japfa, Pimpinan PT Charoen Pokphand, Pimpinan SKPD Kabupaten Tanah Laut, Wakil Ketua FKUB Kabupaten Tanah Laut, Senkom Mitra Polri Kabupaten Tanah Laut, HKTI Cabang Tanah Laut, dan Kelompok Tani.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

17/05/2026 0 komentar-komentar

Kapolda Kalsel Torehkan Prestasi Gemilang, Terima Penghargaan Kapolda Terbaik dari Kapolri

oleh Humas Polda Kalsel 12/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Beliau resmi menerima penghargaan bergengsi dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. sebagai Kapolda Terbaik dalam kategori “Menambah Aset Polri Dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat.”

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Logistik Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (12/5/2026).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dalam mengelola dan mengembangkan aset kepolisian di wilayah hukum Kalimantan Selatan. Di bawah kepemimpinannya, Polda Kalsel dinilai progresif dalam melakukan pengadaan serta optimalisasi aset yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.

“Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja keras seluruh jajaran Polda Kalsel. Fokus kami adalah bagaimana aset yang ada dapat mendukung tugas kepolisian agar masyarakat merasa lebih aman dan terlayani dengan fasilitas yang memadai,” ujar Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.

Beberapa kriteria yang membuat Polda Kalsel unggul dalam Rakernis Logistik tahun ini antara lain:

– Inovasi Pengelolaan Aset: Transparansi dan akuntabilitas dalam inventarisasi barang milik negara.

– Hibah dan Kerja Sama: Keberhasilan dalam menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder untuk penambahan fasilitas operasional.

– Dampak Pelayanan: Pembangunan dan renovasi pos pelayanan serta kantor polisi yang lebih humanis dan modern di berbagai titik strategis di Kalimantan Selatan.

Langkah yang diambil Kapolda Kalsel dapat menjadi role model bagi pimpinan satuan wilayah lainnya. Penambahan aset yang tepat sasaran dianggap sebagai fondasi utama dalam mendukung transformasi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

Dengan diraihnya penghargaan ini, diharapkan motivasi personel Polda Kalsel semakin meningkat dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Banua.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

12/05/2026 0 komentar-komentar
  • 1
  • 2
  • 3
  • …
  • 137

Cari

Berita Terkini

  • Sambut HUT Bhayangkara Ke-80, Polda Kalsel Apel Bakti Sosial dan Kurve Tempat Ibadah
  • Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kapolda Kalsel Serahkan 5 unit Ranmor untuk Brimob
  • Polda Kalsel Kurban 37 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing di Idul Adha 1447 H
  • Modernisasi Pendidikan Polri, SPN Polda Kalsel Resmi Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018
  • Polda Kalsel dan Pemkab Tanah Laut Resmikan Pembangunan Jembatan Merah Putih Desa Tabanio

Kategori

Arsip

BID HUMAS POLDA KALSEL © 2017 - 2024

TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip