Sekilas Info
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kapolda Kalsel Serahkan 5 unit Ranmor untuk Brimob
Polda Kalsel Kurban 37 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing di Idul Adha 1447 H
Modernisasi Pendidikan Polri, SPN Polda Kalsel Resmi Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018
Polda Kalsel dan Pemkab Tanah Laut Resmikan Pembangunan Jembatan Merah Putih Desa Tabanio
Polres HST Serahkan Hewan Kurban Kapolda Kalsel ke Ponpes Nurul Muhibbin
Tutup Latihan Kemampuan Pelopor, Kapolda Kalsel: Brimob Harus Siap Berdiri di Garda Terdepan
PRESTASI GEMILANG: Personel Karate Polda Kalsel Sabet Juara di Ajang Nasional Piala Rektor Udinus II 2026
Catatan Kritis Para Akademisi dalam Rakernis Densus 88: Terorisme Kini Tak Lagi Bergerak dengan Cara Lama
Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, Tawarkan Cara Pandang Baru Membaca Ancaman di Era Digital
Polri dan TNI Bantu Warga Terdampak Banjir di HST
TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip
Tag:

#polripresisi

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kapolda Kalsel Serahkan 5 unit Ranmor untuk Brimob

oleh Humas Polda Kalsel 01/06/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung khidmat di lapangan Apel Mapolda Kalsel, Banjarbaru, pada Senin (1/6/2026).

Upacara yang diikuti oleh Wakapolda, Irwasda dan seluruh Pejabat Utama (PJU) serta personel Polda Kalsel ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan situasi kamtibmas di wilayah Kalimantan Selatan.

Ada yang berbeda pada momentum peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini. Usai memimpin jalannya upacara, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyerahkan secara simbolis bantuan kendaraan operasional kepada Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Kalsel.

Bantuan yang diserahkan berupa 5 unit sepeda motor trail Yamaha WR155. Penyerahan ranmor dinas ini bertujuan untuk mendukung kelancaran tugas-tugas lapangan Satbrimob yang menuntut mobilitas tinggi dan respons cepat.

“Penyerahan kendaraan operasional ini diharapkan dapat memperkuat performa personel Satbrimob Polda Kalsel di lapangan, terutama dalam menjangkau medan-medan sulit demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kapolda Kalsel melalui Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.

Dengan adanya penambahan armada baru ini, diharapkan Satbrimob Polda Kalsel semakin siap siaga dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kedepan, selaras dengan semangat Pancasila dalam memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

01/06/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Kurban 37 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing di Idul Adha 1447 H

oleh Humas Polda Kalsel 29/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar salat Id bersama yang dilanjutkan dengan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Rabu (27/5/2026).

Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Mako Satbrimob Polda Kalsel diikuti Kapolda Kalsel, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel dan Pengurus Bhayangkari Daerah Kalsel dengan melibatkan seluruh anggota Polri, perwakilan Polres Banjarbaru, Polres Banjar, serta masyarakat sekitar.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam keterangannya, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa total hewan kurban yang berhasil dihimpun sebanyak 159 ekor hewan kurban (Sapi 135 ekor dan Kambing 24 ekor). Khusus lingkungan Mapolda Kalsel sebanyak 37 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing yang akan disembelih secara bertahap di lingkungan Polda.

Selain disembelih untuk internal dan warga sekitar, Polda Kalsel juga mendistribusikan sebanyak 28 ekor sapi secara langsung kepada berbagai elemen masyarakat. Bantuan hewan kurban tersebut disalurkan kepada para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pondok pesantren, hingga yayasan yatim piatu yang ada di Banua.

“Hari ini juga langsung diambil oleh mereka (para penerima),” ujar Kapolda Kalsel usai penyerahan hewan kurban.

Melalui momentum Idul Adha ini, Kapolda Kalsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara nilai-nilai keimanan, ketulusan, dan keikhlasan. Di tengah dinamika dan tantangan situasi saat ini, Polri juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif di wilayah Kalimantan Selatan.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

29/05/2026 0 komentar-komentar

Modernisasi Pendidikan Polri, SPN Polda Kalsel Resmi Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018

oleh Humas Polda Kalsel 29/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Sekolah Polisi Negara (SPN) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengambil langkah cepat dan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan kepolisian. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepemimpinan, Kepala SPN Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifai, S.H., S.I.K., M.H. berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan Standar Internasional Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP) berbasis ISO 21001:2018. Langkah ini diambil guna menyelaraskan sistem pendidikan internal dengan standar global yang telah diadopsi oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) serta berbagai lembaga pendidikan terkemuka di Indonesia.

Kepala SPN Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifai menerangkan, implementasi dan sertifikasi ISO 21001:2018 ini bertujuan untuk mendongkrak pengetahuan, kepedulian, serta kompetensi seluruh personel SPN Polda Kalsel. Dengan pemahaman yang matang terhadap standar ini, seluruh elemen di SPN Polda Kalsel diharapkan mampu meningkatkan mutu SMOP sesuai dengan persyaratan ketat yang termaktub dalam standar internasional tersebut.

Sementara itu, lanjutnya, proses sertifikasi ditempuh demi mendapatkan pengakuan resmi dari lembaga sertifikasi independen yang telah terakreditasi internasional. Sertifikasi ini menjadi bukti autentik bahwa SMOP yang dijalankan oleh SPN Polda Kalsel benar-benar telah memenuhi dan mengaplikasikan standar baku kelas dunia.

Melalui adopsi standar internasional ini, SPN Polda Kalsel membidik sejumlah manfaat (benefit) strategis, di antaranya:

– Peningkatan Moral & Motivasi: Manajemen dan staf akan memiliki kebanggaan serta motivasi kerja yang lebih tinggi karena mengadopsi tata kelola dan cara kerja yang benar, baik, dan terstandarisasi layaknya organisasi pendidikan global.
– Klaim Kesetaraan Mutu: SPN Polda Kalsel kini dapat mengklaim kesetaraan dalam hal standar sistem manajemen organisasi dengan lembaga pendidikan internasional lainnya.
– Melejitnya Kepercayaan Publik & Institusi: Pengakuan formal ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan dari Lemdiklat Polri, Polda Kalsel, Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia (khususnya Kalsel), sesama SPN, para siswa, calon siswa, hingga masyarakat luas.

“Dengan meningkatnya kepercayaan (trust) dari berbagai pihak tersebut, SPN Polda Kalsel optimis hal ini akan berdampak pada peningkatan penugasan strategis serta dukungan sumber daya yang dibutuhkan,” pungkas Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. dalam kesempatannya.

Beliau menambahkan, langkah besar ini menjadi fondasi krusial dalam misi besar memodernisasi SPN Polda Kalsel menuju lembaga pendidikan polri yang unggul dan berdaya saing global.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

29/05/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel dan Pemkab Tanah Laut Resmikan Pembangunan Jembatan Merah Putih Desa Tabanio

oleh Humas Polda Kalsel 29/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala) melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) tanda dimulainya pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang dirangkai juga dengan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kalimantan Selatan, Bupati Tanah Laut, Ketua DPRD, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kapolres Tanah Laut, serta jajaran unsur Forkopimda Kabupaten Tanah Laut. Pembangunan infrastruktur ini merupakan wujud implementasi langsung dari instruksi Presiden RI agar sinergi TNI-Polri dapat hadir membangun infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara jajaran kepolisian dan pemerintah daerah.

“Ini adalah bentuk sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Polda, serta Polres Tanah Laut. Kami mengerahkan sekitar 300 personel gabungan dari Polda, Polres, hingga Polsek untuk menyukseskan pembangunan ini,” ujar Kapolda.

Proyek pembangunan jembatan ini ditargetkan rampung dalam waktu 180 hari ke depan. Pihak kepolisian dan pemkab mengimbau seluruh masyarakat Desa Tabanio untuk bersama-sama mendukung kelancaran proses pembangunan agar selesai tepat waktu.

Jembatan ini diproyeksikan akan membawa dampak besar bagi mobilitas dan kesejahteraan warga sekitar. Berdasarkan data, jembatan ini akan diakses oleh lebih dari 5.000 masyarakat Desa Tabanio, khususnya warga di wilayah RT 13 dan RT 14.

Sementara itu Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Kapolda beserta jajaran atas inisiasi pembangunan ini. Ia menekankan bahwa jembatan ini merupakan tulang punggung perekonomian desa yang selama ini menghadapi kendala keterbatasan akses prasarana, terutama untuk distribusi transportasi dengan kapasitas muatan (tonase) yang besar.

“Dengan adanya jembatan ini, akses roda perekonomian, pendidikan, dan kesehatan akan jauh lebih mudah. Selain sebagai penghubung, Jembatan Merah Putih ini nantinya juga didesain untuk menjadi ikon pariwisata baru di Desa Tabanio,” pungkas Bupati.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

29/05/2026 0 komentar-komentar

Polres HST Serahkan Hewan Kurban Kapolda Kalsel ke Ponpes Nurul Muhibbin

oleh Humas Polda Kalsel 27/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Polres Hulu Sungai Tengah, Polda Kalimantan Selatan – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M, Polres Hulu Sungai Tengah (HST) melaksanakan kegiatan penyerahan hewan kurban dari Kapolda Kalimantan Selatan kepada Pondok Pesantren Nurul Muhibbin di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 Wita hingga 12.25 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres HST, Kabagops Polres HST, Kabag SDM, Kasat Narkoba Polres HST Kasat Intelkam Polres HST dan Kasi Humas Polres HST.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres HST menyerahkan 1 ekor sapi kurban yang merupakan bantuan dari Kapolda Kalimantan Selatan kepada Pondok Pesantren Nurul Muhibbin. Hewan kurban diterima oleh Pimpinan Ponpes Nurul Muhibbin Barabai KH. Muhammad Bakhiet , A.M yang diwakili ustadz pondok pesantren, Ustadz Antung Syarifuddin.

Penyerahan hewan kurban ini merupakan bentuk bakti sosial dan kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya dalam momentum Hari Raya Idul Adha. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergitas dan kedekatan Polri dengan tokoh agama serta lingkungan pondok pesantren di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si. mengatakan bahwa penyerahan hewan kurban ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan Polri dengan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.

“Melalui momentum Idul Adha ini, kami ingin mempererat silaturahmi serta menjalin kedekatan dengan para tokoh agama dan masyarakat. Semoga bantuan hewan kurban dari Bapak Kapolda Kalsel ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Muhibbin serta masyarakat sekitar,” ujar Kapolres HST.

Beliau juga menambahkan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

27/05/2026 0 komentar-komentar

Tutup Latihan Kemampuan Pelopor, Kapolda Kalsel: Brimob Harus Siap Berdiri di Garda Terdepan

oleh Humas Polda Kalsel 26/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Upacara Penutupan Latihan Kemampuan Pelopor Personel Satbrimob Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026 resmi digelar di Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Senin (25/5/2026). Upacara sakral ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Komandan Pasukan (Danpas) Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol Gatot Mangkurat Putra P. J.

Acara penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian latihan berat yang telah berlangsung selama 8 hari. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel serta para Kapolres/ta jajaran sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas personel.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas semangat, kekompakan, disiplin, dan daya juang tinggi yang ditunjukkan oleh seluruh peserta selama digembleng di medan latihan.

“Menjadi anggota Brimob adalah sebuah kehormatan besar. Tidak semua orang mampu bertahan menghadapi kerasnya latihan dan tingginya tuntutan pengabdian yang dibebankan di pundak kalian. Jaga kehormatan baret tersebut,” tegas Kapolda Kalsel.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran PJU dan Kapolres yang berhadir, menyebut kehadiran mereka sebagai wujud soliditas dan tanggung jawab bersama keluarga besar Polda Kalsel. Ucapan terima kasih dan penghargaan tinggi juga dialamatkan kepada tim instruktur dari Korbrimob Kelapa Dua atas dedikasi luar biasa dalam membina dan mentransfer ilmu kepada para peserta.

Lebih lanjut, Jenderal Bintang Dua tersebut mengingatkan bahwa tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks seiring dengan cepatnya dinamika kamtibmas, perkembangan teknologi, dan tingginya ekspektasi masyarakat.

Brimob sebagai satuan pamungkas Polri dituntut untuk selalu siap menjadi garda terdepan dalam kondisi genting.

Brimob harus hadir tanpa ragu saat masyarakat membutuhkan rasa aman, mulai dari penanganan konflik sosial, mitigasi bencana alam, hingga tugas-tugas kemanusiaan.

Kekuatan terbesar Brimob tidak hanya terletak pada ketahanan fisik dan keberanian semata, melainkan pada disiplin, loyalitas, soliditas, dan semangat pengabdian kepada negara.

Menutup arahannya, Kapolda Kalsel memberikan beberapa penekanan krusial yang wajib dipedomani oleh seluruh personel Satbrimob Polda Kalsel:

1. Personel diminta untuk tidak pernah merasa cukup dengan kemampuan saat ini. Latihan harus dijadikan sebagai kebutuhan hidup yang berkelanjutan, bukan sekadar kewajiban formalitas.
2. Setiap anggota wajib menjaga mental, fisik, kekompakan, dan yang paling utama adalah menjaga kehormatan institusi.
3. Seragam dan baret yang dikenakan adalah simbol kepercayaan masyarakat. Kapolda menegaskan agar jangan pernah menodai kehormatan tersebut dengan pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, atau tindakan yang menyakiti hati rakyat.
4. Brimob Polda Kalsel harus mampu menampilkan citra pasukan yang profesional dan disiplin, namun tetap humanis serta selalu hadir memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat.

Di akhir amanatnya, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan membakar semangat para personel dengan menggemakan kembali core values dan motto pengabdian Korps Baret Biru Tua tersebut.

“Sekali Melangkah Pantang Menyerah, Sekali Tampil Harus Berhasil, Jiwaraga Kami Demi Kemanusiaan!”

Dengan pekikan motto yang menggelegar di bumi Karang Intan, Latihan Kemampuan Pelopor Personel Satbrimob Polda Kalsel Tahun 2026 secara resmi dinyatakan ditutup. Seluruh personel kini siap diterjunkan kembali ke kesatuan dengan kapasitas dan kesiapan mental yang baru demi menjaga kondusivitas di wilayah hukum Kalimantan Selatan.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

26/05/2026 0 komentar-komentar

PRESTASI GEMILANG: Personel Karate Polda Kalsel Sabet Juara di Ajang Nasional Piala Rektor Udinus II 2026

oleh Humas Polda Kalsel 25/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Torehan prestasi membanggakan kembali diukir oleh personel Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) di kancah nasional. Perwakilan karateka putri Polda Kalsel sukses memborong dua gelar juara sekaligus dalam ajang bergengsi National Karate Championship Piala Rektor Udinus II 2026 yang digelar di GOR Satria Sport Center, Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kompetisi ketat yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (21–23 Mei 2026), atlet berbakat Polda Kalsel berhasil mengamankan podium tertinggi sebagai Juara 1 Kelas Senior Kumite -68 Kg Putri. Tidak berhenti di situ, dominasi dan ketangguhan personel Polda Kalsel kembali teruji setelah sukses merebut Juara 3 Kelas Bebas Senior Putri.

Turnamen berskala nasional ini bukan momentum yang mudah. Diikuti oleh 31 kontingen terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, tensi pertandingan sejak hari pertama pembukaan terpantau sangat tinggi.

Namun, berbekal disiplin latihan yang militan, mental petarung yang kuat, serta dedikasi tinggi sebagai abdi negara sekaligus atlet, personel Polwan Polda Kalsel ini mampu menumbangkan lawan-lawan tangguh di atas matras GOR Satria Sport Center.

Perolehan medali yang berhasil dibawa pulang ke Bumi Lambung Mangkurat yakni Juara 1 (Medali Emas) Kelas Senior Kumite -68 Kg Putri, dan Juara 3 (Medali Perunggu) Kelas Bebas Senior Putri.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. dalam kesempatannya mengatakan, keberhasilan ini mendapat apresiasi luar biasa, baik dari official team maupun keluarga besar Polda Kalsel. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa personel Polri tidak hanya prima dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga mampu berprestasi dan mengharumkan nama institusi di bidang olahraga tingkat nasional.

“Ini adalah buah dari kerja keras, konsistensi, dan doa. Kemenangan ini kami persembahkan untuk institusi Polri, khususnya Polda Kalsel, serta seluruh masyarakat Kalimantan Selatan yang terus memberikan dukungan,” ujar Dir Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol M. Gafur Aditya H. Siregar, S.I.K. selaku Pembina Tim Karate Polda Kalsel, Sabtu (23/5/2026).

Dengan berakhirnya event Piala Rektor Udinus II 2026 ini, raihan medali emas dan perunggu tersebut diharapkan dapat menjadi suntikan motivasi bagi personel Polda Kalsel lainnya untuk terus menggali potensi diri dan mengukir prestasi, baik dalam kedinasan maupun di luar kedinasan. Polda Kalsel, Presisi dan Berprestasi!

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

25/05/2026 0 komentar-komentar

Catatan Kritis Para Akademisi dalam Rakernis Densus 88: Terorisme Kini Tak Lagi Bergerak dengan Cara Lama

oleh Humas Polda Kalsel 22/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Jakarta, 20 Mei 2026 — Ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan terus mengalami perubahan. Jika dahulu ancaman identik dengan organisasi tertutup, doktrin ideologi yang kaku, dan pola rekrutmen konvensional, kini ancaman berkembang lebih cair melalui ruang digital, algoritma, komunitas virtual, hingga kerentanan psikologis generasi muda.

Perubahan wajah ancaman tersebut menjadi perhatian utama dalam Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H.; serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.

Forum tersebut menjadi ruang bertemunya perspektif keamanan, psikologi, hukum, teknologi, dan perlindungan anak untuk membaca ancaman terorisme modern yang dinilai bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan konvensional.

Dalam pemaparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perubahan ancaman harus direspons dengan perubahan cara berpikir dan strategi pencegahan.

“Kita sedang menghadapi ancaman yang tidak lagi selalu tumbuh melalui organisasi besar dengan struktur formal, tetapi bergerak melalui ruang digital, algoritma, dan fragmen ideologi yang sulit dipetakan. Negara tidak boleh hanya hadir saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Menurut Wakapolri, mitigasi embrio terorisme tidak dapat hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus memperkuat literasi digital, perlindungan anak, dan kemampuan masyarakat membaca risiko sejak dini.

Sementara itu, Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa perubahan ancaman ekstremisme menuntut sinergi nasional yang lebih kuat.

“Terorisme dan ekstremisme tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi. Ancaman ini lintas sektor, lintas ruang, dan lintas generasi. Karena itu, pencegahan harus dibangun melalui kolaborasi antara aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, komunitas, hingga platform digital,” ujar Kepala BNPT.

Ia menilai pendekatan preventif menjadi penting agar negara mampu membangun ketahanan masyarakat sebelum ancaman berkembang menjadi tindakan nyata.

Di sisi lain, Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, menekankan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif seiring perubahan pola ancaman.

“Kami melihat langsung bagaimana pola ekstremisme berubah. Ancaman kini lebih cair, lebih personal, dan sering kali berawal dari paparan digital yang tidak terdeteksi. Karena itu, pendekatan penanggulangan harus semakin berbasis pencegahan, asesmen risiko, dan perlindungan kelompok rentan,” kata Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya penguatan deteksi dini terhadap kerentanan anak dan remaja yang menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan ekstremisme digital.

Dalam forum tersebut, para akademisi memberikan apresiasi terhadap substansi buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, sekaligus menyampaikan sejumlah catatan kritis agar strategi pencegahan ekstremisme lebih adaptif, berbasis bukti ilmiah, dan tetap menjunjung prinsip perlindungan masyarakat.

Radikalisasi di Era Digital Tidak Lagi Selalu Bertahap
Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai buku tersebut memperkaya teori counter-terrorism yang selama ini digunakan. Menurutnya, proses radikalisasi di era digital tidak selalu berlangsung bertahap sebagaimana teori klasik, tetapi dapat mengalami lompatan cepat akibat intensitas paparan digital.

Ia menyoroti kerentanan generasi muda yang mengalami alienasi sosial, perasaan tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, yang dapat menjadi pintu masuk narasi ekstrem.

Ekstremisme Modern Kini Dibentuk oleh Algoritma dan Identitas Digital
Guru Besar hukum pidana Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D. menilai kelompok ekstrem modern tidak lagi sekadar membangun propaganda, tetapi juga pengalaman emosional, identitas kelompok, dan keterikatan psikologis yang menarik bagi generasi digital.

Ia mengingatkan agar strategi penanggulangan tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Luka Psikologis Bisa Menjadi Pintu Masuk Radikalisasi
Psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto menyoroti bahwa akar kerentanan terhadap radikalisasi sering kali bukan hanya konten ekstrem, tetapi riwayat perundungan, krisis identitas, hingga keterasingan sosial yang tidak tertangani.

Menurutnya, intervensi perlu mencakup pendekatan klinis dan penguatan kesehatan mental, bukan hanya kontra-radikalisasi.

AI dan Analisis Data Didorong Jadi Instrumen Deteksi Dini
Pakar analisis data Dr. Ismail Fahmi menekankan perlunya kolaborasi antara aparat dan komunitas riset untuk membangun sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan, guna mengenali anomali perilaku digital sebelum berkembang menjadi ancaman.

Meski berasal dari disiplin berbeda, para akademisi menyampaikan satu benang merah yang sama: terorisme modern tidak lagi dapat dipahami dengan pola lama.

Ancaman kini bergerak melalui ruang digital, dipengaruhi algoritma, kondisi psikologis, budaya visual, hingga dinamika sosial yang semakin kompleks. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi psikologi, pendidikan, hukum, teknologi, perlindungan anak, dan masyarakat.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum memperkuat strategi penanggulangan terorisme yang lebih prediktif, preventif, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan arah Transformasi Polri dalam menjaga keamanan nasional menghadapi perubahan ancaman global.

Karena ancaman yang berubah menuntut cara memahami dan mencegahnya ikut berubah.

22/05/2026 0 komentar-komentar

Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, Tawarkan Cara Pandang Baru Membaca Ancaman di Era Digital

oleh Humas Polda Kalsel 22/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Jakarta, 20 Mei 2026 — Ancaman keamanan saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. Ia bisa tumbuh perlahan melalui ruang digital, interaksi sosial, budaya visual, hingga paparan informasi yang terus berulang dan memengaruhi cara berpikir seseorang.

Perubahan pola ancaman tersebut menjadi benang merah dalam buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, karya Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H., dan Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., yang dibedah dalam rangkaian Rakernis Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Buku ini hadir dengan perspektif yang berbeda. Jika pembahasan terorisme selama ini identik dengan jaringan, organisasi, atau aksi yang terlihat, “Gamifikasi Kekerasan” justru mengajak pembaca memahami fase yang sering luput diperhatikan: bagaimana ancaman terbentuk, berkembang, lalu bertransformasi di tengah ekosistem digital yang bergerak cepat.

Melalui pendekatan yang memadukan keamanan, psikologi, hukum, teknologi digital, pendidikan, hingga perlindungan anak, buku ini mencoba menjawab satu pertanyaan penting: bagaimana negara dan masyarakat membaca ancaman sebelum ancaman itu nyata terjadi?

Dalam pemaparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perubahan pola ancaman harus diikuti dengan perubahan cara berpikir dan strategi penanganan.

“Ancaman saat ini bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan lama. Karena itu, kita perlu membangun kemampuan membaca gejala lebih awal, memperkuat pencegahan, dan meningkatkan ketahanan masyarakat,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, ancaman ekstremisme modern semakin bersifat cair, tidak selalu terikat struktur formal, dan sering kali berkembang melalui jejaring digital yang sulit dipetakan dengan pendekatan konvensional.

Karena itu, buku ini menekankan pentingnya deteksi dini, literasi digital, perlindungan anak, penguatan sekolah, keluarga, serta kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari strategi pencegahan jangka panjang.

Yang menarik, buku ini tidak hanya berbicara tentang ancaman, tetapi juga menawarkan cara melihat keamanan sebagai tanggung jawab bersama. Bahwa keamanan masa depan tidak cukup dijaga oleh aparat semata, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, dunia pendidikan, komunitas, platform digital, hingga masyarakat luas.

Lebih dari Kajian Keamanan, Ini Tentang Membaca Perubahan

Membaca Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital seperti diajak memahami wajah baru ancaman yang berkembang diam-diam di tengah perubahan zaman. Buku ini tidak dibangun dengan pendekatan yang kaku, tetapi mencoba menjelaskan keterhubungan antara teknologi, perilaku manusia, ruang sosial, dan keamanan.

Kekuatan buku terletak pada keberaniannya mengangkat isu yang relatif baru dan masih jarang dibahas secara utuh di Indonesia: bagaimana ruang digital dapat membentuk pola pikir, memengaruhi perilaku, dan menciptakan risiko yang membutuhkan pendekatan pencegahan lebih adaptif.

Pembahasan buku turut diperkaya melalui tanggapan para penanggap lintas disiplin, yakni Dr. Zora Arfina Sukabdi, Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D., Dra. Adityana Kasandra Putranto, dan Dr. Ismail Fahmi, yang memperkuat perspektif psikologi, hukum, perlindungan sosial, serta dinamika informasi digital.

Dalam kesempatan tersebut, para penulis juga menerima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi pemikiran dan pengembangan literatur terkait keamanan serta pencegahan ekstremisme di era digital.

Pengakuan HKI ini menandai bahwa buku tersebut bukan hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga bagian dari penguatan pengetahuan dan inovasi pemikiran dalam membaca tantangan keamanan masa depan.

Menutup pemaparannya, Wakapolri menegaskan prinsip yang menjadi benang merah buku tersebut:

“Negara tidak boleh hanya hadir saat ancaman sudah membesar. Pencegahan harus datang lebih awal, sementara penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang dilakukan secara terukur.”

Melalui buku ini, Polri menegaskan bahwa Indonesia yang aman dibangun melalui kemampuan memahami perubahan, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menghadirkan pencegahan sebelum ancaman berkembang.

Sebab di era digital, yang paling berbahaya bukan hanya ancaman yang terlihat, tetapi ancaman yang tumbuh tanpa disadari.

22/05/2026 0 komentar-komentar

Polri dan TNI Bantu Warga Terdampak Banjir di HST

oleh Humas Polda Kalsel 21/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Polres Hulu Sungai Tengah, Polda Kalsel – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir, Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si. bersama Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres HST meninjau langsung kondisi banjir di Desa Muntiraya dan Kelurahan Barabai Darat, Kabupaten HST, Senin (18/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres HST dan Dandim 1002/HST menyambangi warga terdampak banjir untuk memastikan kondisi keamanan, keselamatan, serta kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah musibah yang melanda.

Sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada warga, TNI-Polri juga menyalurkan bantuan sosial berupa 1 ton beras yang diserahkan secara simbolis kepada masyarakat terdampak banjir guna membantu meringankan beban warga.

Kapolres HST AKBP Jupri mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, menjaga keselamatan diri dan keluarga serta tidak panik. Ikuti arahan petugas di lapangan dan segera melapor apabila memerlukan bantuan,” tegas Kapolres.

Kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat mendapat apresiasi dari warga yang merasa terbantu atas perhatian dan bantuan yang diberikan di tengah situasi banjir.

Sementara itu, Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar menyampaikan bahwa sinergitas TNI dan Polri akan terus dilakukan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana alam.

“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga tetap aman serta memberikan bantuan guna meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan banjir ini,” ujarnya.

21/05/2026 0 komentar-komentar
  • 1
  • 2
  • 3
  • …
  • 441

Cari

Berita Terkini

  • Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kapolda Kalsel Serahkan 5 unit Ranmor untuk Brimob
  • Polda Kalsel Kurban 37 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing di Idul Adha 1447 H
  • Modernisasi Pendidikan Polri, SPN Polda Kalsel Resmi Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018
  • Polda Kalsel dan Pemkab Tanah Laut Resmikan Pembangunan Jembatan Merah Putih Desa Tabanio
  • Polres HST Serahkan Hewan Kurban Kapolda Kalsel ke Ponpes Nurul Muhibbin

Kategori

Arsip

BID HUMAS POLDA KALSEL © 2017 - 2024

TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip