Sekilas Info
Kapolda Kalsel Torehkan Prestasi Gemilang, Terima Penghargaan Kapolda Terbaik dari Kapolri
Polda Kalsel Gelar Penilaian Satkamling, Perkuat Keamanan Lingkungan di Tingkat RT
Mutasi Polri: Brigjen Pol Noviar Jabat Wakapolda Kalsel Gantikan Brigjen Pol Golkar Pangarso
Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Harga Pokok Di Pasar Ahad Kertak Hanyar, Sejumlah Komoditas Masih Di Atas HET
Biro SDM Polda Kalsel Sosialisasikan KUR Himbara Tanpa Agunan Tambahan untuk Petani Jagung
Bid Propam Polda Kalsel Gelar Razia Gaktibplin Bagi Anggota Polri
Polda Kalsel Ungkap Sindikat Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi, Kerugian Negara Capai Rp.12,4 Miliar
Jelang Peringatan Hari Buruh, Polda Kalsel Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Banjarmasin
Pantau Fluktuasi Harga, Satgas Pangan Polda Kalsel Lakukan Pengecekan di Pasar Kalindo Banjarmasin
Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Stok Bapokting Di Pasar Antasari
TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip
Tag:

Uncategorized

11O Bintara Polda Kalsel Ikuti Sekolah Alih Golongan (SAG) dari Bintara ke Perwira

oleh Humas Polda Kalsel 21/11/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

sag1 sag2

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto membuka secara resmi Pendidikan Sekolah Alih Golongan (SAG) dari bintara menjadi perwira Polri tahun 2016, lapangan SPN Kota Banjarbaru, Senin (21/11). Sebanyak 110 bintara Polda kalsel yang lulus seleksi akan mengikuti pendidikan alih golongan (SAG) dari bintara ke perwira selama 1 bulan di SPN Kota Banjarbaru.

Pada amanat Kepala Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol Drs Moechgiyarto SH MHum, yang dibacakan Kapolda Kalsel pada intinya guna membangun postur Polri yang moderen, unggul, bermoral melalui jalur pendidikan dan pelatihan.

“Proses alih golongan dari brigadir ini tentunya akan diikuti dengan kenaikan pangkat menjadi inspektur Polisi Dua (Ipda),” kata Kepala Kepala Lembaga Pendidikan Polri dalam sambutan tertulis dibacakan Kapolda Kalse, Senin.

Oleh karena itu, mereka dididik di lembaga pendidikan ini untuk bekal memenuhi kompetensi sebagai seorang perwira baik dari sikap mupun perilaku menjadi teladan bawahan di lapangan,” katanya saat pembukaan pendidikan SAG yang mulai serentak dilalukan diikuti 4 ribu bintara termasuk di SPN Banjarbaru Polda Kalsel.

Dia mengatakan, untuk itu mantapkan tekad yang kuat serta motivasi yang tinggi untuk belajar, berlatih, dan menimpa diri dalam mengikuti pendidikan ini.

Ikuti seluruh kegiatan dengan semangat, kesungguhan dan hati yang ikhlas.

Patuhi serta taati segala peraturan yang ditetapkan oleh lembaga agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

“Hal ini penting mengingat waktu pendidikan relatif singkat. Serta jangan lupa bahwa yang dilakukan ini adalah bagian dari pengembangan sudara menjadi seorang perwira Polri yang mahir, terpuji, patuh, penolong, pelayan dan sahabat dalam rangka melaksanakan pengabdian di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Melalui pendidikan siswa sekolah diharapkan meresapi nilai revolusi mental yakni, perubahan mindset dan culture set, pendidikan dan budaya anti korupsi, kode etik profesi Polri, nilai karakter ke Bhayangkaraan (Brata Dedikasi Sejati). Keseimbangan hak dan kewajiban, proefesionalisme, partisipatif, persamaan perlakuan, keterbukaan, akuntabilitas, fasilitas dan perlakuan khusus serta ketepatan waktu.

 

21/11/2016 0 komentar-komentar

Aksi Dua Polwan Balangan Terjun Danau Bahru Jadi Tontonan Warga

oleh Humas Polda Kalsel 21/11/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel
latihantim-sar-gabungan-polres-balangan

Kasat Sabhara Polres Balangan AKP Tukiman memimpin langsung latihan tim SAR gabungan.

Warga Desa Baruh Bahinu Kecamatan Paringin Selatan sempat kaget puluhan polisi dari Polres Balangan datang ke lokasi danau.

Rupanya mereka merupakan Tim Sar Polres Balangan bersama BPBD Balangan melakukan latihan penyelamatan korban tenggelam di danau tersebut.

Melihat pemandangan tersebut warga pun berdatangan untuk menyaksikan aksi dari anggota yang latihan menggunakan speedboat dan sekoci.

Selain laki-laki dalam latihan tersebut juga ada dua polisi wanita (polwan) yang ikut bergabung, aksi kedua polwan tersebut menjadi perhatian warga saat terjun ke air untuk membawa korban tenggelam.

Kasat Sabhara Polres Balangan AKP Tukiman yang memimpin langsung latihan tersebut mengatakan, bahwa saat ini kondisi alam yang tak menentu bisa saja membuat danau atau sungai tiba-tiba meluap.

“Kita berharap jangan ada kejadian orang tenggelam, namun bagaimanapun juga antisipasi persiapan kita lakukan yaitu dengan melakukan pelatihan penyelamatan orang tenggelam,” ujarnya.

Dalam latihan tersebut lanjutnya, anggota ditekankan bisa menguasai prosedur penyelamatan korban dengan benar sehingga upaya pertolongan bisa dilakukan secara maksimal.

Latihan selama kurang lebih dua jam ini menurut Tukiman secara keseluruhan sudah menguasai tinggal terus mengasah skil dan kemampuan agar lebih baik lagi.

“Mereka sudah memahami prosedur dan tahapan penyelamatan korban tenggelam, selanjutnya akan ada lagi latihan bersama untuk memperlancar skil yang didapat hari ini,” pungkasnya.

21/11/2016 0 komentar-komentar

Kapolda Kalsel: Gowes Ikut Berperan Majukan Pariwisata Kalsel

oleh Humas Polda Kalsel 18/11/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

gowes1-jumat-kapolda

Kapolda Kalsel Brigjen Pon Erwin Triwanto mengapresiasi penuh pelaksanaan Granfondo 130 kolometer pulang pergi, Banjarmasin-Riam Kanan dari Patriot Cycling Club, Minggu (20/11) lusa.

“Ini event yang sangat bagus harus menjadi event tahunan,” kata Kapolda.

Kapolda mengaku event gowes selalu menampilkan tempat tempat wisata sehingga bisa diperkenalkan ke wisatawan domestik. “Wisata Kalsel tidakkalah bagus dengan diluar ini perlu dipromokan seperti di Pelaihari juga,” lanjut dia.

Sayang kata Kapolda dalam mempromokan wisata ini hanya terlihat komunitas dandari pihak swasta yang aktif tanpa didukung pemerintah daerah.

“Harapannya pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan KONI berperan aktif mengembangkan olahraga ini (gowes). Harus ada terobosan dari pemerintah sebagai ujung tombak. Saat ini yang saya lihat kurang maksimal justru yang ada hanya dari kesadaran parapegowes saja yang mempromosikan,” katanya.

Mari semua pihak kata Kapolda baik pemerintah, KONI dan lainnya saling mendukung menggalakan pariwisata Kalsel dengancara menggelar event-event bergengsi nasional.

18/11/2016 0 komentar-komentar

Biro SDM Polda Kalsel Gelar Bimbingan Konsultasi Psikoterapi Bagi Konseling Adiksi

oleh Humas Polda Kalsel 17/11/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

biro1 biro12

 

Guna meningkatkan kemampuan dan pemahaman layanan konseling psikoterapi, Biro SDM Polda Kalsel menggelar Bimbingan Konsultasi Psikoterapi Kelompok dengan tema konseling adiksi dan gangguan depresi dalam mendukung konseling “Komunikasi Pelangi” bagi konselor jajaran Polda Kalsel. Kegiatan diikuti oleh konseling seluruh jajaran di Polda kalsel, Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri, Kamis.

Kegiatan yang dibuka oleh Karo SDM Polda kalsel Kombes Pol Anwar, ini juga menghadirkan pakar psikologi Fakultan Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dr Sukma Nur Eksan.

Konseling merupakan proses pemberian informasi obyektif dan lengkap, dilakukan secara sistematik dengan panduan komunikasi interpersonal, teknik bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik yang bertujuan untuk membantu seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi, dan menentukan jalan keluar atau upaya mengatasi masalah tersebut.Konselor adalah seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling.

 

17/11/2016 0 komentar-komentar

Perilaku Korupsi Sudut Pandang Psikologi

oleh Humas Polda Kalsel 17/11/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel
isti-rahayu

oleh : AKBP Isti Rahayu S.Pd., S.PSi, M.PSi *)

 

Ada satu pertanyaan mendalam pada diri saya ketika berhadapan dengan kenyataan ada seorang yang saya kenal sangat taat beribadah sesuai agamanya dan sangat saya kagumi dalam kehidupan sosialnya… ternyata beliau terlibat korupsi. Saya jadi sedih sekali karena benar benar tidak percaya. “ kenapa orang yang rajin ibadah juga korupsi ya ?”. setelah itu saya berusaha mencari tau apa sebenarnya korupsi itu.

Ternyata dari bahasa latin korupsi berasal dari kata corruptio yang berarti busuk,rusak, menggoyahkan, memutar balikkan dan menyodok. Sedangkan menurut Arrigo dan Claussen, korupsi adalah mengambil atau menerima keuntungan buat diri sendiri yang tidak sah secara hukum karena individu tersebut memiliki otoritas dan kekuasaan. Nah… sekarang kita jadi sedikit terang tentang korupsi, jadi ibti perilaku korupsi berarti menyalahgunakan kekuasaan publik. Maksudnya adalah bahwa perilaku pejabat publik yang memperkaya diri atau orang lain yang dekat dengannya dengan cara menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepadanya.

Penyebab prilaku korupsi
Penyebab perilaku korupsi juga ternyata dipelajari oleh para ahli psikologi behaioristik, dimana prilaku manusia kebanyakan dipengaruhi faktor dari luar dirinya. Dalam hal ini terkait dengan perilaku korupsi ya para pembaca yang budiman…. Jadi sistem pengawasan yang sangat lemah, atau sistem hukuman bagi koruptor yang sangata ringan, sistem penegakkan hukum yang rapuh, serta lingkungan yang koruptif akan menyuburkan jamur dan bibit perilaku korupsi. Faktor diluar diri sendiri inindapat saya gambarkan sebagai suatu libgkungan dimana antar individu saling terkait, saling membenarkan, saling melindungi demi keuntungan bersama dan sejenisnya.

Selanjutnya para ahli psikoanalisa menanggapi perilaku korupsi juga…. dimana dikatakan, ada hubunbgan antara tahapan perkembangan kepribadian anak dengan kondisi anak setelah dewasa. Bila terjadi hambatan perkembangannya maka kepribadian itu akan dia bawa sampai dewasa. Trus bagaimana hubunganya dengan prilaku korupsi ?. disebutkan bahwa… sifat serakah adalah sifat orang yang terhambat kepribadiannya pada fase anal ( fase dimasa kecil manusia dimana kepuasan ada disekitar mempermainkan alat pembuangan kita/anus dimana biasanya anak anak akan dilatih kebersihan bagaimana dia melakukan kebiasaan buang kotoran badan dengan baik . tak jarang ada anak yang kurang pendidikanya sehingga terbiasa bermain dengan kotoran dan tidak bisa membedakan mana kotoran mana yang bukan), dimana setelah dewasa ia mempertahankan kepribadian anal bentukan masa kecilnya itu. Karakter orang seperti ini ditandai dengan KERAKUSAN UNTUK MEMILIKI. Ia punya kenikmatan dalam kepemilikan benda.

Fase anal masa kecil ditandai anak senang melihat kotoran yang keluar dari anusnya. Dan setelah dewasa kotoran ini diganti dengan benda seperti uang, mobil , rumah dll. Dengan demikian Koruptor bisa kita asumsikan ibarat anak kecil dalam tubuh dewasa, dimana dia memiliki badan dewasa/besar namun jiwa nya kerdil. Ada lagi satu teori yang disebut dengan teori GONE, yanga berusaha membahas tentang prilaku korupsi ini. Diawali dengan Greed ( adanya nafsu serakah, selalu kurang dan ingin lebih banyak dengan cara apapun), Oportunity ( situasi buruknya manajemen pengawasan yang membuka peluang manipulasi ), Need ( sikap konsumtif, semua hall dianggap sebagai kebutuhan wajib dibeli dan jika belum dibeli merasa tidak tenang ), Ekspose ( adanya paparan situasi dimana hukuman koruptor ringan, remisi bisa dibeli, penegakkan hukum mudah disuap, saksi meringankan adalah saksi palsu yang bisa dibeli dll ).

Sedangkan menurut pendekatan biologis, menanggapi perilaku korupsi dari sudut pandang fisik atau biologis, dimana pada dasarnya manusia tidak ada puasnya menyangkut kebutuhan biologisnya. Orang yang koruptif identik dengan mereka ingin dipenuhi kebutuhannya yang tidak ada batasnya dan kurang bisa mengendalikan diri. Sedangkan berikutnya menurut teori belajar menyebutkan bahwa perilaku korupsi dikarenakan dari adanya proses yang telah dipelajari sebelumnya dimana menimbulkan keinginan meniru atau memang situasi yang menjadi koruptif karena situasi memang dikondisikan. Sedangkan menurut pendekatan kognitif diketahui, perilaku koruptor selalu diorinetasikan pada keadaan saat ini bukan masa lalu, bagaimana persepsinya terhadap situasi bukan kenyataan situasi yang dihadapi. Bagi koruptor waktu baginya tidak akan pernaha dia lewatkan untuk melakukan korupsi.

Dari beberapa kajian penyebab perilaku korupsi kiranya dapat disimpulkan bahwa penyebab korupsi adalah rusaknya lingkungan global ( sistem hukum, politik, pengawasan, kontrol, transparansi, dimana hal ini merangsang perilaku individu untuk korupsi ). Penyebab selanjutnya adalah pengaruh iklim koruptif tingkat kelompok/ departemen, dan faktor kepribadian. Hal yang patut kita perhatikan tentang perilaku korupsi adalah adanya pemahaman bahwa “ bagi ibdividu yang kualitas otaknya baik atau cara berpikir/kognitifnya baik dan fisik biologisnya baik dimana tidak membawa bibit buruk ( mampu mebedakan yang baik dan yang tidak baik ), maka meskipun ada kesempatan melakukan korupsi individu tersebut tidak akan melakukan korupsi”. “Bagi individu yang otaknya baik maka norma salah atau tidak salah yang melekat diotaknya mampu dia bedakan dengan jelas, hatinuraniya akan mampu membaca. “
Bagi koruptor, hatinurani tidak mereka perlukan, agama hanya formalitas, cara berpikirnya pendek. Yang penting bagi mereka tujuan mengeruk uang sebanyak banykanya tercapai.

Solusi untuk mencegah dan menghindari terjadinya perilaku korupsi

Untuk mencegah membiaknya perilaku korupsi akan lebih baik jika dilakukan secara dini. Pendidikan dini pada masyarakat untuk membentuk pribadi yang selalu menjauhi cara cara kotor dalam hidup individu. Kita pun harus mendidik mayarakat untuk cerdas melihat kebijakan yang ada. Setelah pendidikan secara dini, perlu juga dilakukan penmguatan sistem. Penguatan pengawasan internal dilakukan agar pemegang kebijakan terawasi. Juga menciptakan iklim yang sehat, dimana hukuman maksimal bagi koryuptor yang telah terbukti untuk menimbulkan efek jera dan setelah menjalani hukuman tidak diberi kesempatan memegang kekuasaan kembali. Masyarakatpun perlu cerdas melihat fenomena politik uang yang akan berbuntut korupsi karena akan berusaha mengembalikan modal.

Pada akhirnya seleksi psikologi secara ketat pada aspek kepribadian pada saat penerimaan pegawai/pejabat publik cukup menentukan dan strategis dalam mencegah budaya korupsi subur ditengah tengah kehidupan kita.
Pada akhirnya ulasan sedikit ini semoga menginspirasi kita semua untuk menyadari pentingnya menjaga kepribadian diri sedniri dan individu sekitar kita agar aman dari kecenderungan perilaku korup.

Juga kita semua harus cerdas menyikapi situasi sekitar agar tidak turut serta terlibat dan larut dengan budaya korupsi sekecil apapun. Aapalagi sebagai anggota Polri kita adalah pejabat publik yang memiliki kekuasaaan sekecil apapun peran kita. Marilah bersama sama saling mengingatkan untuk berbuat baik meskipun itu berat dan menyakitkan, jangan mudah goyah karena takut ditinggalkan lingkungan kita hanya karena kita mempertahan kebenaran dan kebaikan tanda kita memiliki kepribadian dan integritas….. selamat berjuang keluarga Bhayangkara…. selamat berjuang memerangi korupsi sekitar kita…percayalah Polri dan Negara melindungi kita. Jaga kondisi psikologis kita untuk fokus dan iklas menjalani hidup sebagai Bhayangkara Negara…..

*) Kabag Psikologi Ro SDM Polda Kalsel

17/11/2016 0 komentar-komentar

Janjian Transaksi, Pembeli Ineks Palsu Ternyata Polisi

oleh Humas Polda Kalsel 17/11/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel
ineks-palsu-terbongkar-pelaku-ditangkap-di-halaman-gramedia

TERBONGKAR – Para tersangka pembuat dan pengedar ineks palsu.

 

Nasib sial dialami oleh M Yahdi Yahya alias Nanang (29) dan Rosehan Anwar alias Sehan (29) serta Hendra Susilo alias Een (39). Mereka diringkus aparat Satresnarkoba Polres Banjarmasin, karena menjual ineks palsu kepada pembeli, Senin (14/11).

Berawal dari penangkapan Nanang,  warga Jalan A Yani KM 1 Kelurahan Sungai Baru Banjarmasin Tengah dan Sehan warga Jalan Seberang Mesjid RT 14 Kelurahan Seberang Mesjid Banjarmasin Tengah, yang diringkus anggota polisi yang menyamar jadi pembeli, Jumat (11/11) sekitar pukul 15.15 Wita.
Yang kedua pelaku itu dihubungi oleh Een,  warga Jalan Kelayan A Gang 12 Rt 22 Kelurahan Kelayan Dalam Banjarmasin Tengah, yang mengatakan kepada kedua pelaku bahwa ada yang mau membeli ineks.

Nanang dan Sehan janjian dengan pembeli di tempat mereka bekerja sebagai juru parkir di Jalan Veteran RT 11, tepatnya di halaman parkir Gramedia Kelurahan Melayu Banjarmasin Tengah.

Tidak lama kemudian datang pembeli yang berpakaian preman, transaksi terjadi, kedua pelaku menerima uang Rp 450 ribu dari pembeli. Namun betapa kaget mereka, karena yang membeli ternyata seorang polisi yang menyamar.
Mereka berdua langsung dibawa ke Mapolres Banjarmasin. Anggota langsung melakukan pengembangan. Setelah kedua pelaku itu ditanyai, mereka mengakui mengambil ineks itu dari Een.

Anggota Satres Narkoba yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Narkoba Kompol Fery R sitorus, menuju ke alamat yang disebutkan oleh kedua pelaku yaitu di Jalan Kelayan A Gang 12.

Setelah sampai di rumah Een dan melakukan penggeledahan aparat menemukan 86 butir pil ekstasi, seperangkat alat cetak ekstasi dari besi, 1 lembar kertas plastik rontgen, 1 buah palu, 1 pak plastik klip dan 1 lembar uang pecahan Rp50.000 ribu.

Kapolres Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana menjelaskan bahwa para pelaku terlibat dalam produksi ekstasi marlong atau palsu. ”Kini kedua pelaku dijerat UU Kesehatan lantaran diduga melakukan tindak pidana telah menjual atau mengedarkan obat yang tidak memiliki izin edar,” ungkap Anjar.

17/11/2016 0 komentar-komentar

IPW Apresiasi Langkah Polri atas Penetapan Status Tersangka Ahok

oleh Humas Polda Kalsel 17/11/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

ahok-tersangka-ipw-apresiasiKetua Presidium Indonesian Police Watch, Neta S. Pane mengapresiasi langkah kepolisian yang telah bekerja maksimal dalam menangani kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“IPW memberi apresiasi yang tinggi pada Polri yang telah meningkatkan kasus Ahok pada tahap penyidikan dan menjadikan Ahok sebagai tersangka,” ujar Neta dalam keterangan resminya, Rabu (16/11)

Menurut Neta, keputusan yang diambil oleh pihak kepolisian menunjukkan para penyidiknya telah bekerja profesional, proporsional, independen, dan berorientasi pada soliditas Indonesia.

“Polri diharapkan bekerja cepat untuk menuntaskan dan melanjutkan kasus Ahok agar bisa dilimpahkan ke kejaksaan untuk diteruskan ke pengadilan,” jelas Neta.

Dengan begitu, tambah Neta, Pengadilan dapat melanjutkan kasus dugaan penistaan agama tersebut sesuai ranah hukumnya. Pasalnya, gelar perkara yang dilakukan Polri hanya sebatas untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kalau BAP nya belum lengkap gelar perkara merekomendasikan segera melengkapi BAP-nya dan bukan menutup sebuah kasus,” tukasnya.

17/11/2016 0 komentar-komentar

Kapolda Kalsel Buka Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra 2016

oleh Humas Polda Kalsel 16/11/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

operasi-zebra zebra1

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto secara resmi membuka Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra 2016, di lapangan Mapolresta Banjarmasin, Rabu (16/11). Menurur Kapolda pada pelaksanaan Operasi Zebra 2016, kali ini ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran. Yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu-lintas yakni, pelanggaran rambu lalu-lintas, pelanggaran batas kecepatan dan melawan arus lalu-lintas khususnya kendaraan bermotor.

16/11/2016 0 komentar-komentar

Polres Banjarbaru Jaga Kebhinekaan Wujudkan Masyarakat Damai

oleh Humas Polda Kalsel 16/11/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

bhineka
Kepolisian Resor Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjaga kebhinekaan untuk mewujudkan masyarakat yang cinta damai sehingga tercipta kerukunan antar suku maupun antaragama.

Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Eko Wahyuniawan di Banjarbaru, Selasa, mengatakan pihaknya berusaha menjaga kebhinekaan melalui apel besar di halaman Mapolres setempat.

“Kami sengaja menggelar apel besar yang dihadiri perwakilan suku, agama dan golongan sehingga bisa menyatukan mereka guna mewujudkan kedamaian di seluruh Banjarbaru,” ujar kapolres.

Ia mengatakan tujuan kegiatan yang dihadiri seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda dan pelajar adalah menyatukan perbedaan.

Dia menjelaskan melalui apel besar itu diharapkan membangkitkan kesadaran masyarakat menjaga kerukunan maupun situasi kondusif di lingkungan masing-masing sehingga tercipta kedamaian.

“Inti dari apel besar membangkitkan semangat rasa persatuan dan kesatuan sebagai refleksi atas keberagaman suku, agama dan golongan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan mengatakan, Banjarbaru dihuni masyarakat yang heterogen baik suku, agama dan golongan tetapi tetap terpelihara kerukunannya.

“Kita semua patut bersyukur karena meski pun masyarakatnya heterogen tetapi kerukunan dan kedamaian selalu tercipta di Banjarbaru,” ucap wawali yang hadir di acara tersebut.

Dia menekankan kerukunan yang tercipta ditengah keberagaman berkat sikap toleransi antarsuku, agama dan golongan sehingga memiliki kebersamaan dalam mewujudkan ketenangan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat agar menjaga sikap toleransi sehingga kedamaian, ketenangan maupun situasi kondusif di tengah masyarakat dapat terus terjaga,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri penandatanganan deklarasi kebhinekaan cinta damai di atas kain putih yang menunjukkan dukungan moral seluruh pihak dalam mewujudkan kedamaian di kota itu.

16/11/2016 0 komentar-komentar

Kapolres Banjar Cek Pasukan

oleh Humas Polda Kalsel 16/11/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel
pelaksanaan-apel_20161116_102409

ak hanya jajaran Polres Banjar yang menjalankan apel, terlihat pula Kepala Kejari Martapura, Kasdim 1006 Martapura, Unsur Muspida Banjar dan lainnya.

 

Lagi, pemandangan pelaksanaan apel di halaman Mapolres Banjar terlihat berbeda, Rabu (16/11/2016) pagi.

Pasalnya, tak hanya jajaran Polres Banjar yang menjalankan apel, terlihat pula Kepala Kejari Martapura, Kasdim 1006 Martapura, Unsur Muspida Banjar dan lainnya.

Adapun hal itu menyusul dilaksanakannya apel gelar pasukan Zebra Intan 2016.

Bertindak sebagai inspektur upacara Kapolres Banjar, AKBP Kukuh Prabowo, pagi itu ia pun langsung melakukan peninjauan dan pengecekan terhadap pasukan.

16/11/2016 0 komentar-komentar
  • 1
  • …
  • 270
  • 271
  • 272
  • 273
  • 274
  • …
  • 377

Cari

Berita Terkini

  • Kapolda Kalsel Torehkan Prestasi Gemilang, Terima Penghargaan Kapolda Terbaik dari Kapolri
  • Polda Kalsel Gelar Penilaian Satkamling, Perkuat Keamanan Lingkungan di Tingkat RT
  • Mutasi Polri: Brigjen Pol Noviar Jabat Wakapolda Kalsel Gantikan Brigjen Pol Golkar Pangarso
  • Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Harga Pokok Di Pasar Ahad Kertak Hanyar, Sejumlah Komoditas Masih Di Atas HET
  • Biro SDM Polda Kalsel Sosialisasikan KUR Himbara Tanpa Agunan Tambahan untuk Petani Jagung

Kategori

Arsip

BID HUMAS POLDA KALSEL © 2017 - 2024

TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip