Sekilas Info
Kapolda Kalsel Torehkan Prestasi Gemilang, Terima Penghargaan Kapolda Terbaik dari Kapolri
Polda Kalsel Gelar Penilaian Satkamling, Perkuat Keamanan Lingkungan di Tingkat RT
Mutasi Polri: Brigjen Pol Noviar Jabat Wakapolda Kalsel Gantikan Brigjen Pol Golkar Pangarso
Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Harga Pokok Di Pasar Ahad Kertak Hanyar, Sejumlah Komoditas Masih Di Atas HET
Biro SDM Polda Kalsel Sosialisasikan KUR Himbara Tanpa Agunan Tambahan untuk Petani Jagung
Bid Propam Polda Kalsel Gelar Razia Gaktibplin Bagi Anggota Polri
Polda Kalsel Ungkap Sindikat Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi, Kerugian Negara Capai Rp.12,4 Miliar
Jelang Peringatan Hari Buruh, Polda Kalsel Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Banjarmasin
Pantau Fluktuasi Harga, Satgas Pangan Polda Kalsel Lakukan Pengecekan di Pasar Kalindo Banjarmasin
Jaga Stabilitas Harga, Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Stok Bapokting Di Pasar Antasari
TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip
Tag:

Uncategorized

Kapolda Kalsel: Petugas tak Boleh Sendirian di Lapangan

oleh Humas Polda Kalsel 21/10/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Penyerangan terhadap anggota Polisi di Tangerang sepertinya menjadi perhatian para anggota kepolisian. Meski masih dalam penyidikan apa motifnya, para anggota kepolian pun tampaknya meski hati-hati.

Kapolda Brigjen Erwin Triwanto ketika dikonfirmasi mengungkapkan belum ada intruksi peningkatan keamanan dari pusat (Mabes, Red) berkenaan dengan kejadian penyerangan anggota polisi di Tangerang.

“Belum ada intruksi hingga kini. Tapi tentunya sebagai aggota polisi harus hati-hati,” tutur Erwin yang tengah berada di Amuntai Huu Sungai Utara dalam rangka apel kesiapan Pilkda.

Meski belum ada intruksi peningkatan keamanan, Erwin mengaku memang untuk aggota bertugas di lapangan minimal harus dua orang.

“Anggota bertugas di lapangan minimal dua orang tidak boleh sendri,” paparnya anggota operasional dilengkapi dengan senjata.

Meski begitu Erwin kembali menegaskan untuk anggota operasional tak semuanya membawa atau dilengkapi senjata api. Mereka yang lulus tes psikologil dan tes lainnya itulah yang berhak membawa senjata.

Menurut info didapat dengan minimal bertugas dua orang di lapangan setidaknya para anggota ini akan saling bisa melindungi jika terjadi apa-apa dan ini mulai dilaksanakan sejak kejadian bom di Jakarta yang mana adanya anggota teroris yang menyerang pos polisi.

21/10/2016 0 komentar-komentar

Propam Polda Kalsel Tangkap Oknum Polisi Diduga Pungli Pembuatan SIM B2

oleh Humas Polda Kalsel 20/10/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

tarif-sim
Oknum yang diamankan jajaran Propam Polda Kalsel pada Rabu (19/10) sekitar pukul 10;00 Wita ternyata adalah oknum bertugas dari tahanan dan barang bukti (tahti) Polresta Banjarmasin.

Kapolda Brigjen Erwin Triwanto mengungkapkan mereka menangkap oknum yang diduga coba melakukan pungutan liar.

Dimana oknum tersebut bertugas di Tahanan dan Titipan (Tahti) Polresta. Modusnya sendiri sang oknum itu menjanjikan kepada masyarakat untuk menguruskan SIM B2 tanpa prosedur dan biaya diluar penerimaan negara bukan pajak (PNBP) .

“Ia oknum yang bertugas menjaga tanahan dan barang bukti. Kenapa bisa bermain ? Kita masih selidiki dan kita saat serahkan uang,” jelas Erwin.

Menurut Erwin, awalnya masyarakat yang ingin membuat SIM tersebut dijanjikan si oknum itu bisa menguruskan SIM tanpa tes. Namun saat mau bikin sim masyarakat itu bingung karena meski disuruh tes juga.

Kapolda mengungkapkan oknum tersebut adalah Bripka P dan satu oknum lainnya mash didalami apakah terlibat atau tidak.

20/10/2016 0 komentar-komentar

Seleksi Alih Golongan Dari Bintara ke Perwira Diperketat

oleh Humas Polda Kalsel 20/10/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

alih2

alih-2

 

Sebanyak 200 personel Polda Kalsel dengan jabatan bintara mengikuti tes psikologi Selekasi Alih Golongan (SAG) menjadi perwira. Kegiatan tes dilangsungkan di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Kamis (20/10) dibuka oleh Kabag Psikologi Biro SDM Polda Kalsel AKBP Ngesti M.Psi. Seleksi Alih Golongan (SAG).

Polisi itu dibagi dua bagian. Bagian pertama adalah pelaksana utama, dan bagian kedua adalah manajerial. Pelaksana dalam Polri disebut golongan BINTARA, sedangkan manajer disebut golongan PERWIRA. Pernah menonton film luar negeri tentang polisi kan? Seperti “Good Cop Bad Coop“, Hunter dsb. Pasti ingat tokoh utamanya sering dimarahi atasannya, bahkan sambil gebrak-gebrak meja. Nah, pemain utamanya itu golongan BINTARA, sedangkan yang duduk di belakang meja, mengatur, mengendalikan, dan kadang ngomel-ngomel itu adalah golongan PERWIRA. Okeh?

Pangkat PERWIRA itu warnanya kuning keemasan, sedangkan golongan BINTARA itu warnanya silver/perak.

Dalam organisasi kepolisian digunakan sistem hierarki yang bertujuan untuk menjaga agar perintah dari atas dapat dilaksanakan dengan baik dan juga sebagai sistem pengendalian. Hierarki berbanding lurus dengan karier, ditandai dengan pangkat.

Berikut saya gambarkan perjalanan karier dari BINTARA:

–          Brigadir Polisi Dua (BRIPDA), setelah 4 tahun menjadi

–          Brigadir Polisi Satu (BRIPTU), setelah 4 tahun menjadi

–          BRIGADIR, setelah 4 tahun menjadi

–          Brigadir Polisi Kepala (BRIPKA), setelah 5 tahun menjadi

–          Ajun Inspektur Dua (AIPDA), setelah 2 tahun menjadi

–          Ajun Inspektur Satu (AIPTU). Ini adalah pangkat tertinggi di golongan BINTARA.

Kalau perwira pangkatnya dibagi tiga golongan, yaitu PAMA (Perwira Pertama), PAMEN (Perwira Menengah), dan PATI (Perwira Tinggi).

PAMA terdiri dari:

–          Inspektur Polisi Dua (IPDA), setelah 3 tahun menjadi

–          Inspektur Polisi Satu (IPTU), setelah 6 tahun menjadi

–          AKP, setelah 2 tahun menjadi

PAMEN terdiri dari:

–          Komisaris Polisi (KOMPOL)

–          Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)

–          Komisaris Besar Polisi (KOMBES)

PATI terdiri dari:

–          Brigadir Jenderal Polisi (BRIGJEN)

–          Inspektur Jenderal Polisi (IRJEN)

–          Komisaris Jenderal Polisi (KOMJEN)

–          Jenderal Polisi

Yang patut diperhatikan adalah, di atas pangkat KOMPOL hingga JENDERAL, lamanya kenaikan pangkat tersebut menyesuaikan pendidikan, prestasi, jabatan, dan hasil assessment.

Untuk melihat-lihat gambar pangkat polisi, silahkan mampir ke : http://pelayanmasyarakat.blogspot.com/2011/06/pangkat-polisi.html

Masa dinas yang disebutkan di atas tadi tidak pakem. Bisa dipengaruhi prestasi atau pelanggaran. Misalnya anggota saya yang melakukan pemukulan terhadap tersangka, ditunda kenaikan pangkatnya 2 rotasi, yang artinya dia ditunda satu tahun. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan/penundaan pangkat.

Kalau mau menjadi polisi, bisa memilih apakah mau menjadi BINTARA, atau mau menjadi PERWIRA.

A.   Untuk menjadi BINTARA, jalurnya hanya satu yaitu lewat SPN (Sekolah Polisi Negara), pendidikan kurang lebih 7 bulan. Sistem penempatan BINTARA secara umum menggunakan prinsip, “Local boy for local job,” yang artinya orang lokal untuk tugas lokal. Implementasinya jika mendaftar di Jawa, penempatan tidak akan jauh dari Jawa (kecuali mendadak dibutuhkan di luar daerah).

B.    Untuk menjadi PERWIRA, ada dua jalur. Jalur dari UMUM langsung jadi PERWIRA, atau dari BINTARA jadi PERWIRA.

I.            Dari UMUM langsung jadi PERWIRA hanya satu, yaitu melalui Akademi Kepolisian (AKPOL) di Semarang Jawa Tengah dengan masa pendidikan kurang lebih 3,5 tahun, dengan gelar setara D3. Jalan masuk menjadi AKPOL dari SMA, dari BINTARA junior, atau dari SARJANA. Lulus AKPOL akan mendapat pangkat IPDA, siap ditempatkan tugas di bidang Operasional maupun Administrasi.

II.            Kalau dari BINTARA menjadi PERWIRA ada tiga jalur, yaitu AKPOL, SIP dan SAG.

a)       AKPOL juga menerima dari Bintara, namun Bintara Muda berpangkat BRIPTU. Mengingat lulusan AKPOL dipersiapkan untuk memegang jabatan tertinggi dalam Kepolisian.

b)       Jalur kedua melalui SIP (Sekolah Inspektur Polisi), yang diikuti hanya oleh BINTARA senior berpangkat AIPDA atau AIPTU dengan masa pendidikan sekitar 6 bulan. Lulus SIP akan mendapat pangkat IPDA, siap ditempatkan di bidang Operasional maupun Administrasi.

c)       Jalur ketiga melalui SAG (Sekolah Alih Golongan), yang hanya diikuti oleh BINTARA senior dengan masa pendidikan sekitar 1 bulan. Lulus SIP akan mendapat pangkat IPDA, siap ditempatkan di bidang Administrasi.

Untuk SIP maupun SAG karena bersumber dari BINTARA senior, umumnya penempatan tidak jauh dari pendaftaran asal. Sangat berbeda dengan AKPOL, pendidikan keras dan cukup lama bertujuan untuk mempersiapkan seorang manajer yang siap hidup dimana saja. Jadi penempatan lulusan AKPOL benar-benar acak di seluruh NKRI.

Jika ingin masuk Polisi, pertimbangkan apakah ingin mengejar karier yang tinggi (PERWIRA AKPOL) dengan risiko/beban tugas jauh dari rumah. Sedangkan jika ingin menjadi pelaksana (BINTARA), besar kemungkinan ditempatkan tidak jauh dari lokasi pendaftaran.

Sekarang saya mau jawab masalah sarjana hukum. Sarjana hukum bukan menjadi prioritas saat pendaftaran Polri, sebab semua Polri adalah praktisi hukum, dan banyak kesempatan/peluang setelah menjadi anggota Polri mendapat beasiswa untuk menempuh pendidikan hukum.

Cara masuk ke kepolisian harus masuk yang namanya DIKTUK (Pendidikan Pembentukan).

DIKTUK ini dibagi dua, yaitu AKPOL dan SPN.

DIKTUK ini membentuk karakter sipil menjadi semi militer. Hal ini sangat dibutuhkan sebab anggota Polri harus terbiasa menaati peraturan sebelum bisa menjadi penegak aturan, serta memahami sistem hierarki kepangkatan untuk kelak digunakan dalam menjalankan organisasi Polri.

Tidak semua orang mampu bekerja di bawah banyak aturan-aturan yang mengikat. Oleh karena itu perlu diseleksi, mana calon anggota Polri yang diperkirakan mampu melewati DIKTUK yang kemudian dilantik menjadi anggota Polri.

Oleh karena itu, seleksi masuk Polri terdiri dari beberapa tes, seperti:

–          Tes administrasi, (misalnya KTP, peserta yang tidak memiliki KTP mengindikasikan peserta tersebut tidak bisa mematuhi peraturan sederhana dalam masyarakat sipil yaitu administrasi kependudukan)

–          Tes kesehatan, (misalnya mengecek mata minus, minus yang berlebih berbahaya apabila diberikan senjata api)

–          Tes kesamaptaan (misalnya tes lari, peserta yang memiliki gangguan jantung akan mengalami kesulitan dalam berlari, yang kemungkinan besar akan kerepotan mengejar maling misalnya)

–          Tes psikologi (misalnya tes paulie, peserta yang memiliki emosi tidak stabil berpotensi tidak mampu mematuhi perintah atasan, dan mudah menggunakan kekuatan/senpi saat emosinya meningkat)

–          Tes Potensi Akademik (misalnya tes pengetahuan umum, peserta yang kecerdasannya terlalu rendah tidak akan mampu menyesuaikan diri dengan beban tugas, kelak akan kewalahan menjadi pembimbing masyarakat)

Setelah lulus, lama masa DIKTUK tergantung dimana dia mendaftar. Jika AKPOL 3,5 tahun, sedangkan SPN 7 bulan.

Saya tambah sedikit masalah karier, pergerakan karier dalam organisasi Kepolisian ada tiga, yaitu:

–          Promosi : dipindah ke jabatan yang lebih tinggi karena prestasi

–          Demosi : dipindah ke jabatan yang lebih rendah karena kasus/masalah

–          Tour of duty / Tour of area : dipindah dengan tingkatan jabatan sama namun beda fungsi, atau dipindah dengan jabatan sama tapi beda wilayah; mutasi ini bertujuan untuk penyegaran petugas pada jabatan/tempat yang baru.

Semoga penjelasan singkat di atas mampu memberi sedikit pencerahan. Kalau ada kekeliruan, saya mohon maaf sebab saya belum pernah berdinas di bidang Sumda (Sumber Daya).

Saya tidak bicara masalah gaji, sebab masuk polisi itu PENGABDIAN.  Saran saya, jika mau masuk polisi hanya berorientasi GAJI, lebih baik batalkan niat rekan-rekan. Bahasa kasarnya begini, risiko mati ditembak teroris setiap jaga di perempatan jalan; buat prestasi tidak ada yang memuji; salahnya oknum tapi kitanya yang dicaci maki masyarakat; jatah cuti 7 hari/setahun; dapet gaji 3-4jt sebulan. Kalau fokusnya ke gaji, sepertinya lebih nyaman berwiraswasta.

 

20/10/2016 0 komentar-komentar

Anggota Bhayangkari Manfaatkan Tehnologi Informasi Secara Profesional

oleh Humas Polda Kalsel 19/10/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

aula1 aula2 aula3 aula4 aula5

Bhayangkari Polda Kalsel siap mendukung Polri dalam melaksanakan Revolusi Mental, melalui pemanfaatan tehnologi informasi yang bijaksana serta bertanggung jawab merupakan tema Hari Jadi Bhayangkari ke 46 yang digelar di Aula Bhayangkara sekaligus syukuran.

Acara syukuran yang dirangkai dengan peresmian nama aula Bhayangkara menjadi Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri ini dihadiri Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto serta pejabat utama dan jajaran ini berjalan khidmat dan semarak.

Pada kata sambutannya, Ketua Bhayangkari Polda Kalsel Arie Erwin Triwanto berharap, anggota Bhayangkari harus terus belajar, kreatif dan mampu menjadi pendamping yang baik bagi anggota Polri. Karena itu diharapkan mampu mendukung tugas suami. Dalam hal pemanfaatan tehnologi yang memang tak bisa dielakkan di era digital hendaknya bisa dilakukan dengan bijaksana danbertanggung jawab.

Acara syukuran juga dirangkai pemberian hadiah lomba serta pemberian bantuan beasiswa bagi anak anggota yang berprestasi.

19/10/2016 0 komentar-komentar

Kapolda Kalsel Silahturahmi ke Danlanal dan Korem 101/Antasari

oleh Humas Polda Kalsel 18/10/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

danrem

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs Erwin Triwanto SH melakukan kegiatan silahturahmi ke markas Lanal Kota Banjarmasin serta Makorem 101/Antasari, kegiatan ini bertujuan saling meningaktkan sinergisitas yang selama ini terjalin dengan baik.

lanal

 

18/10/2016 0 komentar-komentar

Japan International Coorporation Agency (JICA) Kunjungi Rukan Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Banjarmasin

oleh Humas Polda Kalsel 18/10/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

jica-ok

Japan International Coorporation Agency (JICA) yang dimpin Komjen Kato Akihisa dan Takeuchi Hideki didampingi Tim Mabes Polri disemengunjunla acara pelatihan juga berkesempatan menhunjungi rumah dan kantor Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Lulut Bripka Ferry Santosa. Tim JICA didampingi Dir Binmas Polda Kalsel Kombes Pol Tata dan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar.

Tim JICA mengunjungi Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, Selasa (18/10). Ini merupakan agenda Supervisi kerjasama antara kepolisian Indonesia dan Jepang.

Tim JICA yang dipimpin langsung oleh Senior super intendent (setara Brigjen, red) Anzai ini, melakukan pelatihan selama 3 hari  di Hotel Amaris Kertak Hanyar Jalan A Yani Pal 7 guna melakukan pertemuan dengan beserta terdiri dari para Kasat Binmas, Gadik Polmas SPN se jajaran Polda Kalsel.Kerjasama supervisi antara Polisi Jepang dan Indonesia ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan bermasyarakat, serta kerjasama strategi kepolisian dalam mengayomi masyarakat, agar lebih baik kedepan nya.

“Di Jepang kita sudah menerapkan budaya kedekatan antara polisi dan masyarakat, jadi kita coba untuk menerapkannya di Indonesia, khususnya Kalsel,” ungkapnya.

Kepolisian Indonesia dan Jepang ini sudah lama bermarkas di Indonesia, tepat nya di Mabes Polri dan sudah 12 tahun. Selama itu pula pelatihan tentang pembinaan masyarakat dilakukan dan disosialisasikan.

Ditempat yang sama, Direktur Binmas Polda Kalsel Kombes Pol Tata Suwarna menyampaikan, dipilihnya Jepang sebagai proyeksi karena kepolisian di negara tersebut sangat dikenal dengan kemampuan sosialisasi kepada masyarakat. Untuk di Kalsel sendiri, ada beberapa kawasan yang akan dikunjungi oleh JICA,

“Di sini kita akan door to door kepada masyarakat, untuk mensosialisasikan berbagai program dari Kepolisian. Selanjutnya kita evaluasi bersama. Ini merupakan program hasil adopsi yang sebelumnya telah dilaksanakan di Negara Jepang. Dengan harapan agar antara masyarakat dan penegak hukum, dapat saling bekerjasama dan bahu-membahu guna menciptakan pertahanan dan keamanan, serta mewujudkan daerah yang kondusif dan terkoordinir dengan baik,” paparnya.
18/10/2016 0 komentar-komentar

Japan International Coorporation Agency (JICA) Gelar In House Training dengan Polda Kalsel

oleh Humas Polda Kalsel 18/10/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

jica-1 jica2

Japan International Coorporation Agency (JICA) yang dimpin Komjen Kato Akihisa dan Takeuchi Hideki didampingi Tim Mabes Polri mengunjungi Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, Selasa (18/10). Ini merupakan agenda Supervisi kerjasama antara kepolisian Indonesia dan Jepang.

Tim JICA yang dipimpin langsung oleh Senior super intendent (setara Brigjen, red) Anzai ini, melakukan pelatihan selama 3 hari  di Hotel Amaris Kertak Hanyar Jalan A Yani Pal 7 guna melakukan pertemuan dengan beserta terdiri dari para Kasat Binmas, Gadik Polmas SPN se jajaran Polda Kalsel.Kerjasama supervisi antara Polisi Jepang dan Indonesia ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan bermasyarakat, serta kerjasama strategi kepolisian dalam mengayomi masyarakat, agar lebih baik kedepan nya.

“Di Jepang kita sudah menerapkan budaya kedekatan antara polisi dan masyarakat, jadi kita coba untuk menerapkannya di Indonesia, khususnya Kalsel,” ungkapnya.

Kepolisian Indonesia dan Jepang ini sudah lama bermarkas di Indonesia, tepat nya di Mabes Polri dan sudah 12 tahun. Selama itu pula pelatihan tentang pembinaan masyarakat dilakukan dan disosialisasikan.

Ditempat yang sama, Direktur Binmas Polda Kalsel Kombes Pol Tata Suwarna menyampaikan, dipilihnya Jepang sebagai proyeksi karena kepolisian di negara tersebut sangat dikenal dengan kemampuan sosialisasi kepada masyarakat. Untuk di Kalsel sendiri, ada beberapa kawasan yang akan dikunjungi oleh JICA,

“Di sini kita akan door to door kepada masyarakat, untuk mensosialisasikan berbagai program dari Kepolisian. Selanjutnya kita evaluasi bersama. Ini merupakan program hasil adopsi yang sebelumnya telah dilaksanakan di Negara Jepang. Dengan harapan agar antara masyarakat dan penegak hukum, dapat saling bekerjasama dan bahu-membahu guna menciptakan pertahanan dan keamanan, serta mewujudkan daerah yang kondusif dan terkoordinir dengan baik,” paparnya.
18/10/2016 0 komentar-komentar

Bhayangkari Brimob Kalsel tak Terkalahkan, Juara 1 Volly Piala Ketua Bhayangkari Polda Kalsel

oleh Humas Polda Kalsel 14/10/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

voli1

voli2voli3

Team volly Bhayangkari Brimob Polda Kalsel menjadi team yang tak terkalahkan, bahkan mampu mempertahankan menjadi juara bertahan volly piala bergilir Bhayangkari Polda Kalsel.Setelah dalam final menundukkan team dari Polres Kota Banjarbaru dalam partai final lomba voly dengan menang tiga set langsung.

Pertandingan dilangsungkan di lapangan voly Makosat Brimob Kamis (14/10) petang ini juga disaksikan oleh Ketua Bhayangkari Polda Kalsel Arie Erwin Triwanto juga beberapa pejabat utama Polda Kalsel.

Pada kesempatan tersebut ibu Kapolda Kalsel ini juga menyerahkan piala kepada juara pertama Brimob Polda Kalsel, Juara 2 Polres Kota Banjarbaru, Juara 3 Polres Kota Banjarmasin, dan Juara 4 Polres Kotabaru. Selain piala, juga diberikan uang pembinaan kepada ke empat tim dari 16 tim yang ikut berlaga pada even tahunan ini.

yudha

14/10/2016 0 komentar-komentar

Cegah Pungli, Tim Polda Kalsel Mulai Gerak Awasi Pelayanan Publik

oleh Humas Polda Kalsel 14/10/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

kapolda kalsel erwin ok

Operasi Pemberantasan Pungutan Liar (OPP) yang digaungkan oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian sepertinya juga ‘menjalar’ ke daerah. Polda Kalimantan Selatan pun telah membentuk tim untuk meminilisir adanya pungli.

Bahkan ada tim yang telah dibentuk beranggotakan Propam, Reserse Kriminal, dan Intel yang mengawasi jika ada kegiatan pungli tersebut.

Kapolda Brigjen Erwin Triwanto usai acara pemusnahan barang bukti di Mapolda Kalsel, Kamis (13/10) pagi.

“Kita sudah ada membentuk tim terdiri dari Propam, Reserse dan Kriminal,serta Intel, ini sudah lama kita bentuk sebelum ada perintah Kapolri,” tutur Erwin.

Ditanya tim OPP ini bergerak kemana yang paling dekat? Erwin mengatakan kesemua pelayan publik menjadi proritas seperti pelayanan SIM, Samsat, termasuk pembuatan SKCK mereka pantau sejak lama. Apakah hingga saat ini ada hasil , Erwin mengatakan belum mereka temukan.

 

14/10/2016 0 komentar-komentar

Jika Dipungli Aparat Bisa Hubungi Kapolda Kalsel ke Nomor 0813 1220 1986

oleh Humas Polda Kalsel 14/10/2016
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

kapolda-kalsel-brigjen-pol-erwin-triwanto-bersepeda_20161002_152147

Operasi Pembrantasan Pungutan Liar (OPP) yang digaungkan oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian sepertinya juga ‘menjalar’ ke daerah. Polda Kalimantan Selatan pun telah membentuk tim untuk meminilisir adanya pungli.

Masyarakat Kalimantan Selatan yang merasa di pungli oleh oknum bisa melaporkan langsung ke Kapolda Kalsel Brigjen Erwin Triwanto.

Erwin mengungkapkan masyarakat jika ada info tentang oknum anggota melalukan pungli bisa laporlkan ke dirinya namum , sebutkan dimana, kapan, dan nama oknum yang mempungli.

Berapa nomor Hotline yang bisa dihubungi oleh masyarakat yang ingin melaporkan pungli. Erwin mengatakan ke 0813- 1220 -1986. Bagaimana dengan keamanan pelapor pungli tersebut,? Kapolda yang hobi gowes ini mengatakan keamanan dijamin.
“Keamanan dijamin tapi dengan nama jelas itu guna menghindari fitnah.,” ucap Erwin.

Sebelumnya, Operasi Pembrantasan Pungutan Liar (OPP) yang digaungkan oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian sepertinya juga ‘menjalar’ ke daerah. Polda Kalimantan Selatan pun telah membentuk tim untuk meminilisir adanya pungli.

Bahkan ada tim yang telah dibentuk beranggotakan Propam, Reserse Kriminal, dan Intel yang mengawasi jika ada kegiatan pungli tersebut.
Kapolda Brigjen Erwin Triwanto usai acara pemusnahan barang bukti di Mapolda Kalsel, Kamis (13/10) pagi.

“Kita sudah ada membentuk tim terdiri dari Propam, Reserse dan Kriminal,serta Intel, ini sudah lama kita bentuk sebelum ada perintah Kapolri,” tutur Erwin.

Ditanya tim OPP ini bergerak kemana yang paling dekat? Erwin mengatakan kesemua pelayan publik menjadi proritas seperti pelayanan SIM, Samsat, termasuk pembuatan SKCK mereka pantau sejak lama. Apakah hingga saat ini ada hasil , Erwin mengatakan belum mereka temukan.

14/10/2016 0 komentar-komentar
  • 1
  • …
  • 276
  • 277
  • 278
  • 279
  • 280
  • …
  • 377

Cari

Berita Terkini

  • Kapolda Kalsel Torehkan Prestasi Gemilang, Terima Penghargaan Kapolda Terbaik dari Kapolri
  • Polda Kalsel Gelar Penilaian Satkamling, Perkuat Keamanan Lingkungan di Tingkat RT
  • Mutasi Polri: Brigjen Pol Noviar Jabat Wakapolda Kalsel Gantikan Brigjen Pol Golkar Pangarso
  • Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Harga Pokok Di Pasar Ahad Kertak Hanyar, Sejumlah Komoditas Masih Di Atas HET
  • Biro SDM Polda Kalsel Sosialisasikan KUR Himbara Tanpa Agunan Tambahan untuk Petani Jagung

Kategori

Arsip

BID HUMAS POLDA KALSEL © 2017 - 2024

TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip