Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Upaya Melestarikan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Sebagai Bagian Dari Kearifan Lokal di Kalimantan Selatan Dengan Tetap Menjaga Kamseltibcar Lantas di Jalan Raya”.
FGD dibuka oleh Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Aneka Pristafuddin di Ballroom Hotel Aria Barito Banjarmasin, Rabu (21/8/2019) pukul 09.30 Wita, dengan mengundang para relawan BPK dan PMK yang ada di daerah ini untuk menyamakan persepsi terkait ketertiban berlalu lintas.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri FKPD Kalsel, sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel yakni Direktur Reskrimum, Direktur Binmas, Direktur Lantas, Direktur Pam Obvit, Direktur Sabhara, Kabid Hukum, Pakar Psikologis Sosial, Akademisi dan kebudayaan, Kepala Basarnas, Kepala BPBD, Kepala SKPD, Perwakilan Ombudsman Kalsel, Pimpinan redaksi media cetak dan online, para Kasat Lantas Jajaran Polda Kalsel, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Komunitas dan Relawan Damkar.
Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Aneka Pristafuddin yang membuka acara dalam sambutannya mengatakan kesigapan anggota BPK mendatangi lokasi kebakaran terkadang mengabaikan keselamatan diri sendiri dan masyarakat pengguna jalan lainnya. Sehingga kadang ada kecelakaan lalu lintas. ”Disini Ditlantas mempunyai inisiatif diskusi dengan stakeholders, cari solusi jalan terbaiknya gimana sehingga mereka bermanfaat namun jaga keselamatan diri mereka dan anggota masyarakat lainnya,” paparnya.
Apalagi keberadaan BPK swasta selama ini kehadirannya juga didukung masyarakat.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Muji Ediyanto, SIK mengungkapkan targetnya dengan diskusi ini adalah semua pihak terkait ikut memikirkan bahwa BPK ini adalah kearifan lokal dan kekayaan kita dan tidak dimiliki oleh Kabupaten/Kota yang ada di semua Provinsi. Namun tentunya etika berlalu lintas harus dijaga terutama Kamseltibcarlantas di jalan perlu diutamakan, karena di jalan bukan hanya BPK, tapi masyarakat gunakan jalan sebagai sarana transportasi, baik pejalan kaki, sepeda mobil dan semua bisa gunakan akses jalan tanpa ada rasa takut, juga tak memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. ”Kita jangan pernah berpikir korbannya belum banyak Pak, yang meninggal belum banyak, apa menunggu yang meninggal banyak? Kita semua ikut pikirkan, ini potensi, kekayaan , ini kearifan lokal yang ada di Kalsel dan tetap dilestarikan,” paparnya.
Diskusi yang menghadirkan dua pembicara yakni seorang Ulama dan Akademisi IAIN Dr. H. Karyono Ibnu Ahmad dan DR. HM. Uhaib, M.Si selaku Pengamat Politik Sosial dari Uniska Banjarmasin berlangsung hangat dan disambut antusias peserta.
Penulis : Achmad Wardana
Editor : Drs. Hamsan
Publish : Bripka Yudha Krisyanto