Sejumlah anak-anak dan orang tua korban gempa bumi dan tsunami di Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mengikuti sejumlah kegiatan pembinaan psikologi.
“Pak Kapolri menugaskan para psikolog dan konselor untuk melakukan program trauma healing,” kata Ketua Tim Trauma Healing kerja sama Polda Sulawesi Tengah dan Polda Kalimantan Selatan AKBP Novian Susilo, S.Psi., MM, Sabtu (13/10/2018).
Pemberian program trauma healing ini dilakukan AKBP Novian Susilo, S.Psi., MM yang juga selaku Kabag Psikologi Ro SDM Polda Kalsel dan Mayang Sari beserta anggota AKBP Elvi Yunita Welong, SS, AKBP Ipur Handayani, SH, AKP Sri Mining, Ipda Rosmalina, Ipda Tri Lestari, SE (Bhayangkari), Kompol Tri Menti, SAP., MAP, AKP Amalia Afifi, SH, AKP Irmina Indaryanti, Ipda Yara Ulfa Riyani, S.Tr.K, Brigadir Halimatus Saniah, SH, Bripda Okky Rosmalinda, Bripda Nitinoor, Bripda Diah Sekar Ayu Meiristia Putri (Polwan), Brigadir Yudha Krisyanto, Brigadir I Putu Gede Artawan, Bripda Mega Karmila (Bid Humas), Aipda Didi Hartono, Bharada Hayatullah, dan Bharada Alfin Apriyanto (Sat Brimob).
Pembinaan psikologi terhadap anak-anak dan orang tua korban gempa bumi dan tsunami ini dilakukan oleh Polwan Satgas RI dan Bhayangkari Indonesia bertempat SDN Inti Loru Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.
Para warga diajak tim trauma healing bernyanyi, bermain, menggambar, serta penanaman kemandirian jiwa untuk penguatan mental.
“Selama sepekan ke depan kami akan tetap di tenda-tenda pengungsian, untuk wilayah Petobo, Kawatuna dan Biromaru,” kata AKBP Novian Susilo, S.Psi., MM.
Polwan dan Bhayangkari serta Psikolog dan Konselor yang tergabung dalam tim trauma healing akan terus melakukan pembinaan kepada warga korban gempa disertai lumpur, likuifaksi dan tsunami.
Penulis : Achmad Wardana
Editor : Drs. Hamsan
Publish : Brigadir Yudha Krisyanto