Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Sahbirin Noor mengajak seluruh masyarakat Provinsi Kalsel untuk terus bersama merawat Kebhinnekaan (keanekaragaman) dan mewujudkan kedamaian, terlebih setelah negeri ini melaksanakan pesta demokrasi, yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 pada 17 April 2019.
Hal tersebut dikemukakannya dalam Silahturahmi Buka Puasa Gubernur Kalsel Bersama Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta Forum RT/RW Provinsi Kalsel, Pasca Penetapan Penghitungan Suara Pemilu Tingkat Nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, yang berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (29/5/2019) pukul 17.00 Wita.
Sahbirin Noor mengungkapkan, pertemuan ini merupakan suatu upaya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat tetap kondusif, pasca penetapan penghitungan suara Pemilu tingkat Nasional pada tanggal 21-22 Mei 2019 kemarin.
“Pemilu 2019 telah kita laksanakan beberapa waktu yang lalu dan KPU Pusat juga telah mengumumkan penghitungan suara Pemilu tingkat nasional, sekarang saatnya bagi kita untuk terus menjaga kondisi agar tetap kondusif, khususnya bagi Provinsi Kalsel. Mari, bersama sama kita tetap merawat Kebhinnekaan yang ada, untuk terus mewujudkan kedamaian di negeri ini,” ujar H. Sahbirin Noor.
Sementara itu Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs. Yazid Fanani, M.Si mengatakan, Provinsi Kalsel merupakan bagian dari Republik Indonesia, jadi sudah sewajarnya untuk peduli dan merespon kejadian yang telah terjadi beberapa waktu lalu di Ibukota negara Indonesia, jangan sampai masyarakat Provinsi Kalsel mudah terprovokasi dengan kejadian tersebut, sehingga mengakibatkan kondisi Kalsel menjadi tidak kondusif.
“Saya sangat mengharapkan kepada masyarakat Kalsel untuk terus menjaga situasi yang kondusif ini, dimana Provinsi Kalsel dikenal sejuk, aman, damai, bermusyawarah, serta senantiasa bergotong royong. Bersama-sama kita buktikan, bahwa situasi dan kondisi Provinsi Kalsel akan tetap kondusif, tanpa ada gesekan-gesekan,” kata Kapolda.
Kapolda menuturkan, perbedaan politik ditengah masyarakat yang berlangsung dari bulan Oktober 2018 sampai dengan pencoblosan tanggal 17 April 2019 sudah berjalan dengan baik, demokrasi di negeri ini juga telah berjalan lancar sampai dengan KPU Pusat mengumumkan penghitungan suara Pemilu tingkat nasional.
Masing-masing pihak juga telah menyatakan untuk menggunakan jalur konstitusional, tentu hal ini sangat menyejukkan bagi masyarakat Indonesia.
“Namun masih ada beberapa kelompok yang menyebarkan provokasi, sehingga terjadi kerusuhan beberapa waktu lalu di beberapa titik yang ada di Jakarta. Saya mengajak kepada semua pihak yang ada di Provinsi Kalsel untuk tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama dalam menjaga Kalsel agar tetap kondusif,” tutur Kapolda.
Penulis : Achmad Wardana
Editor : Drs. Hamsan
Publish : Brigadir Yudha Krisyanto