Tempat pembuangan sampah berukuran 15 x 30 meter di Desa Cabi, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil disulap menjadi taman bermain layak anak (TBLA).
Itulah inovasi unik dari Bhabinkamtibmas Polsek Simpang Empat Aipda Zainudin Renngur, S.H.
Inovasi tersebut terlintas di benak Aipda Zainudin dari pantauannya terhadap tempat pembuangan sampah yang justru membuat keadaan bertambah kumuh di Desa Cabi, tahun 2017 silam.
Ia menilai ada permasalahan dengan tumbuh kembang anak-anak di kawasan tersebut lantaran kumuhnya keadaan di sana.
“Mungkin dikarenakan jauhnya jarak Desa ini dari perkotaan. Hal itulah yang membuat saya berinisiatif untuk mengubah yang tadinya tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) menjadi taman bermain layak anak (TBLA) ,” ujarnya, Jumat (20/12/2019).
Pengerjaan atau perubahan yang dilakukan Aipda Zainudin dimulai dengan berbicara dan mendekati pemilik lahan.
Pasalnya, lahan tempat pembuangan sampah tersebut bukanlah milik Desa setempat. Melainkan milik pribadi.
Setelah adanya persetujuan dan pandangan yang sama untuk merubah hidup anak-anak, maka Aipda Zainudin mulai ‘Menyulap’ kawasan tersebut.
Kini kawasan tersebut terlihat asri. Banyak pepohonan rimbun yang membuat sinar terik matahari tak menjadi penghambat ajak-anak bermain di kawasan tersebut.
Beberapa bangku yang terbuat dari potongan bambu tampak diwarnai dengan cat warna-warni.
Anak-anak juga terlihat sibuk bermain di beberapa sarana permainan yang tersedia.
Seperti dua buah ayunan yang terbuat dari ban bekas, hingga permainan panjat memanjat yang terbuat dari besi dan tali.
Tak sekadar taman bermain, Aipda Zainudin juga menyediakan rumah buku yang diisi dengan ratusan buku atau literatur demi memfasilitasi minat baca anak-anak setempat.
Melihat minat dan antusias baca anak-anak, membuat dia menyisihkan uang pribadi untuk memberi literatur-literatur baru.
Meski tak pasti jumlahnya dan tak setiap bulan, namun ia mengaku ikhlas menyisihkan pendapatannya.
Bersama sang istri yang memiliki kemampuan bela diri, Aipda Zainudin juga membangun lembaga karate-do Indonesia (Lemkari).
Anak-anak di Desa Cabi pun tak boleh diremehkan prestasinya.
Bimbingan istri dan anak Aipda Zainudin membuat mereka berhasil menyabet sejumlah penghargaan di beberapa kejuaraan tingkat kabupaten.
“Saya di sini juga dibantu istri dan anak saya mendirikan olahraga Lemkari. Hingga saat ini sudah mendapatkan prestasi dari beberapa kejuaraan di tingkat Kabupaten seperti Gubernur Cup,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo, S.I.K., M.H. mengapresiasi kinerja dan keikhlasan yang ditunjukkan oleh jajarannya.
Kinerja Aipda Zainudin sendiri telah diganjar sejumlah penghargaan dari petinggi Polri dan instansi lain.
“Beberapa penghargaan yang diraih Aipda Zainudin yaitu penghargaan dari Kabaharkam, Kapolda, Kapolres, Bupati Banjar hingga Komnas Perlindungan Anak Indonesia atas dedikasinya di tempat tersebut,” ujar Koko, di Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo, S.I.K., M.H. diruang kerjanya.
Kapolres berharap apa yang telah dilakukan Aipda Zainudin mendapat perhatian dari petinggi di tingkat pusat dan menjadikan karirnya ke depan lebih baik.
“Bukan hanya untuk Aipda Zainudin tapi untuk semua Bhabinkamtibmas agar kiranya dapat melakukan tugas secara ikhlas. Apabila kita melakukan dan menjalankan sesuatu secara ikhlas maka hasilnya akan bagus,” kata Kapolres.
Penulis : Achmad Wardana
Editor : Drs. Hamsan
Publish : Bripka Yudha Krisyanto