Hujan yang melanda Banjarbaru dan sekitarnya pada Selasa (6/3/2018) menyebabkan Jalan Ahmad Yani Km 23,9 Landasan Ulin, Kota Banjarbaru tergenang air.
Ruas jalan protokol di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tepatnya pada ruas sepanjang tiga kilometer Jalan Jenderal Ahmad Yani kebanjiran setelah diguyur hujan lebat sejak Selasa sore hingga malam.
Berdasarkan pantauan, ketinggian genangan sekitar 25 – 30 centimeter.
Akibat tingginya genangan air, beberapa kendaraan bermotor mogok pengemudi mobil harus pelan dan berhati-hati melintas karena tingginya volume air yang memenuhi badan jalan selebar 30 meter itu.
Sejumlah penumpang mobil maupun warga banyak yang mengambil video genangan air di ruas Jalan Ahmad Yani itu sehingga menjadi viral di media sosial dan menimbulkan banyak komentar.
Terpantau kemacetan juga terjadi di kawasan Bandara Syamsuddin Noor, depan Pasar Ulin Raya, depan Novotel Banjarbaru.
Setelah berlangsung hampir lima jam, sejak pukul 16.00 Wita, ketinggian air berangsur-angsur surut pukul 20.00 Wita sehingga arus lalu lintas di sepanjang ruas jalan itu kembali normal.
Menanggapi peristiwa yang terjadi itu Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan, Rabu (7/3/2018) turun langsung melakukan pengecekan dan meninjau lokasi jalan serta penyebab banjir yang terjadi pada hari Selasa kemarin.
Dalam pengecekan ini dipimpin Dir Lantas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol E.Zulpan S.I.K., M.Si diwakili Kasubdit Dikyasa AKBP Dra. Nina Rahmi didampingi Kasi Amdal Subdit Kamsel Kompol Jumina dan Kanit 1 Sigar Subdit Bin Gakkum AKP Abdul Fatah, S.Pd.
Pengecekan lokasi banjir oleh Dit Lantas Polda Kalsel meliputi Drainase dan Bantaran sungai yang dapat membuat air tidak dapat mengalir dengan normal, selain itu penyebab banjir dilihat dari hasil survey dilapangan disebabkan adanya pohon yang tumbuh dipinggir sungai dan tumbang sehingga menghambat arus air.
Penulis : Achmad Wardana
Editor : Drs. Hamsan
Publish : Brigadir Yudha Krisyanto