Sekilas Info
Remaja Rentan Jadi Sasaran, Polda Kalsel Edukasi Siswa SMAN 7 Banjarmasin untuk Bijak Bermedia Sosial
Polda Kalsel Tegaskan Rekrutmen Akpol T.A. 2026 Hanya Lewat Jalur Reguler Nasional, Tanpa Kuota Khusus
Dukung Program ASRI, Polda Kalsel Kerahkan 350 Personel Bersihkan Lingkungan Siring 0 Km Banjarmasin
Gulung Jaringan Narkoba Internasional, Polda Kalsel Sita 12,5 Kilogram Sabu
Dilantik Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar Resmi Jabat Wakapolda Kalsel
Sambut HUT Bhayangkara Ke-80, Polda Kalsel Apel Bakti Sosial dan Kurve Tempat Ibadah
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kapolda Kalsel Serahkan 5 unit Ranmor untuk Brimob
Polda Kalsel Kurban 37 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing di Idul Adha 1447 H
Modernisasi Pendidikan Polri, SPN Polda Kalsel Resmi Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018
Polda Kalsel dan Pemkab Tanah Laut Resmikan Pembangunan Jembatan Merah Putih Desa Tabanio
TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip
Tag:

#divhumaspolri

Gulung Jaringan Narkoba Internasional, Polda Kalsel Sita 12,5 Kilogram Sabu

oleh Humas Polda Kalsel 04/06/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama Polres jajaran sukses menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi “Antik Intan-2026”. Operasi yang berlangsung selama dua pekan, terhitung sejak 12 Mei hingga 25 Mei 2026, berhasil mengungkap ratusan kasus dan mengamankan ratusan tersangka serta barang bukti bernilai miliaran rupiah.

Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers yang berlangsung di Gedung Dit Tahti Polda Kalsel, Banjarmasin, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Karo Ops Polda Kalsel, Dir Resnarkoba Polda Kalsel, Kaur Pensat Bid Humas Polda Kalsel, Kabid Berantas BNNP Kalsel, Wadir Resnarkoba Polda Kalsel, dan para Kasubdit Ditresnarkoba Polda Kalsel.

Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam kesempatan itu Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Eko Irianto, S.I.K. menerangkan Berdasarkan data rekapitulasi hasil operasi, Polda Kalsel berhasil mengungkap sebanyak 284 kasus. Dari total kasus tersebut, terdapat 66 kasus yang merupakan Target Operasi (TO) dan 296 kasus Non-TO.

Dari hasil penindakan tegas di lapangan, petugas mengamankan total 362 tersangka. Mayoritas dari para pelaku didominasi oleh laki-laki, yakni sebanyak 340 orang, sementara 22 tersangka lainnya adalah perempuan.

Adapun total barang bukti yang berhasil disita dari seluruh wilayah hukum Polda Kalsel meliputi: Sabu 12.534,80 Gram (sekitar 12,5 Kilogram), Ekstasi 183 Butir, Carnophen 133 Butir, Psikotropika 368 Butir, dan Daftar G 6.344 Butir

Sementara Dir Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, S.I.K., M.M. menyampaikan, di antara ratusan pengungkapan tersebut, pihaknya berhasil membongkar satu kasus yang sangat menonjol di kawasan Pelabuhan Trisakti, tepatnya di Jalan Barito Hilir, Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.

Berawal dari informasi berharga yang diberikan oleh masyarakat, penyidik melakukan pendalaman, pengolahan data, hingga penindakan langsung di tempat kejadian perkara (TKP). Dalam operasi tersebut, polisi meringkus dua orang tersangka berinisial DD dan HY yang diketahui merupakan warga luar daerah asal Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

Dari tangan kedua pelaku, petugas menyita 10 paket sabu dengan berat bersih mencapai 9.548,55 gram (9,5 Kg). Berdasarkan hasil interogasi dan pengembangan, kedua kurir ini merupakan bagian dari jaringan besar antarprovinsi yang menghubungkan jalur Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Banjarmasin. Luar biasanya, jaringan ini terkonfirmasi terafiliasi dengan gembong narkotika internasional, Fredy Pratama.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) (tertulis Pasal 609 ayat 2 pada rilis), serta Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Keberhasilan penggagalan peredaran gelap narkoba ini membawa dampak masif bagi perlindungan masyarakat Kalimantan Selatan. Total barang bukti yang disita diperkirakan memiliki nilai ekonomis mencapai Rp 22.814.090.000,- (Dua puluh dua miliar delapan ratus empat belas juta sembilan puluh ribu rupiah).

Lebih dari sekadar nilai materi, tindakan nyata Polda Kalsel ini diklaim berhasil menyelamatkan 64.521 orang dari bahaya ketergantungan narkotika. Selain itu, operasi ini juga berhasil menghemat biaya rehabilitasi negara maupun masyarakat hingga sebesar Rp 322.605.000.000,- (Tiga ratus dua puluh dua miliar enam ratus lima juta rupiah).

Melalui momentum keberhasilan Operasi Antik Intan 2026 ini, Ditresnarkoba Polda Kalsel terus menggaungkan komitmen bersama untuk memerangi narkoba demi mewujudkan Indonesia Emas yang bersih dari narkotika.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

04/06/2026 0 komentar-komentar

Dilantik Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar Resmi Jabat Wakapolda Kalsel

oleh Humas Polda Kalsel 03/06/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. secara resmi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalsel. Jabatan strategis tersebut kini resmi diemban oleh Brigjen Pol Noviar, S.I.K.

Prosesi khidmat ini berlangsung di Auditorium Polda Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (3/6/2026) pagi.

Brigjen Pol Noviar, S.I.K. hadir menggantikan pejabat lama, Brigjen Pol Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, S.H., S.I.K., M.H., yang kini beralih tugas untuk mengemban amanah baru sebagai Dosen Kepolisian Utama Tk. I STIK Lemdiklat Polri.

Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam kesempatannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan bahwa mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang wajar dan penting dilakukan. Selain sebagai bentuk penyegaran organisasi, langkah ini juga menjadi bagian dari pembinaan karier personel demi meningkatkan kinerja institusi.

“Pergantian kepemimpinan adalah momentum untuk membawa energi baru, inovasi, dan semangat baru dalam menghadapi tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks,” ujar Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Kapolda juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi besarnya selama mendampingi dirinya memimpin Polda Kalsel.

Sementara itu, kepada Wakapolda yang baru, Brigjen Pol Noviar, Kapolda mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas. Mengingat rekam jejak dan pengalaman yang dimiliki Brigjen Pol Noviar, Kapolda optimistis bahwa program-program kerja Polda Kalsel ke depan akan berjalan semakin solid, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Bumi Lambung Mangkurat.

Upacara Sertijab ditandai dengan pembacaan Keputusan Kapolri, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Kapolda Kalsel yang diikuti dengan khidmat oleh pejabat baru. Sesi kemudian ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Sertijab, Berita Acara Pengambilan Sumpah, serta Pakta Integritas.

Turut hadir dalam acara tersebut para Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Irwasda, Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel, para Kapolres/Ta jajaran, serta jajaran pengurus Bhayangkari Daerah Kalsel. Acara berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

03/06/2026 0 komentar-komentar

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kapolda Kalsel Serahkan 5 unit Ranmor untuk Brimob

oleh Humas Polda Kalsel 01/06/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung khidmat di lapangan Apel Mapolda Kalsel, Banjarbaru, pada Senin (1/6/2026).

Upacara yang diikuti oleh Wakapolda, Irwasda dan seluruh Pejabat Utama (PJU) serta personel Polda Kalsel ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan situasi kamtibmas di wilayah Kalimantan Selatan.

Ada yang berbeda pada momentum peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini. Usai memimpin jalannya upacara, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyerahkan secara simbolis bantuan kendaraan operasional kepada Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Kalsel.

Bantuan yang diserahkan berupa 5 unit sepeda motor trail Yamaha WR155. Penyerahan ranmor dinas ini bertujuan untuk mendukung kelancaran tugas-tugas lapangan Satbrimob yang menuntut mobilitas tinggi dan respons cepat.

“Penyerahan kendaraan operasional ini diharapkan dapat memperkuat performa personel Satbrimob Polda Kalsel di lapangan, terutama dalam menjangkau medan-medan sulit demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kapolda Kalsel melalui Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.

Dengan adanya penambahan armada baru ini, diharapkan Satbrimob Polda Kalsel semakin siap siaga dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kedepan, selaras dengan semangat Pancasila dalam memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

01/06/2026 0 komentar-komentar

Tutup Latihan Kemampuan Pelopor, Kapolda Kalsel: Brimob Harus Siap Berdiri di Garda Terdepan

oleh Humas Polda Kalsel 26/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Upacara Penutupan Latihan Kemampuan Pelopor Personel Satbrimob Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026 resmi digelar di Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Senin (25/5/2026). Upacara sakral ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Komandan Pasukan (Danpas) Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol Gatot Mangkurat Putra P. J.

Acara penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian latihan berat yang telah berlangsung selama 8 hari. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel serta para Kapolres/ta jajaran sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas personel.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas semangat, kekompakan, disiplin, dan daya juang tinggi yang ditunjukkan oleh seluruh peserta selama digembleng di medan latihan.

“Menjadi anggota Brimob adalah sebuah kehormatan besar. Tidak semua orang mampu bertahan menghadapi kerasnya latihan dan tingginya tuntutan pengabdian yang dibebankan di pundak kalian. Jaga kehormatan baret tersebut,” tegas Kapolda Kalsel.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran PJU dan Kapolres yang berhadir, menyebut kehadiran mereka sebagai wujud soliditas dan tanggung jawab bersama keluarga besar Polda Kalsel. Ucapan terima kasih dan penghargaan tinggi juga dialamatkan kepada tim instruktur dari Korbrimob Kelapa Dua atas dedikasi luar biasa dalam membina dan mentransfer ilmu kepada para peserta.

Lebih lanjut, Jenderal Bintang Dua tersebut mengingatkan bahwa tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks seiring dengan cepatnya dinamika kamtibmas, perkembangan teknologi, dan tingginya ekspektasi masyarakat.

Brimob sebagai satuan pamungkas Polri dituntut untuk selalu siap menjadi garda terdepan dalam kondisi genting.

Brimob harus hadir tanpa ragu saat masyarakat membutuhkan rasa aman, mulai dari penanganan konflik sosial, mitigasi bencana alam, hingga tugas-tugas kemanusiaan.

Kekuatan terbesar Brimob tidak hanya terletak pada ketahanan fisik dan keberanian semata, melainkan pada disiplin, loyalitas, soliditas, dan semangat pengabdian kepada negara.

Menutup arahannya, Kapolda Kalsel memberikan beberapa penekanan krusial yang wajib dipedomani oleh seluruh personel Satbrimob Polda Kalsel:

1. Personel diminta untuk tidak pernah merasa cukup dengan kemampuan saat ini. Latihan harus dijadikan sebagai kebutuhan hidup yang berkelanjutan, bukan sekadar kewajiban formalitas.
2. Setiap anggota wajib menjaga mental, fisik, kekompakan, dan yang paling utama adalah menjaga kehormatan institusi.
3. Seragam dan baret yang dikenakan adalah simbol kepercayaan masyarakat. Kapolda menegaskan agar jangan pernah menodai kehormatan tersebut dengan pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, atau tindakan yang menyakiti hati rakyat.
4. Brimob Polda Kalsel harus mampu menampilkan citra pasukan yang profesional dan disiplin, namun tetap humanis serta selalu hadir memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat.

Di akhir amanatnya, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan membakar semangat para personel dengan menggemakan kembali core values dan motto pengabdian Korps Baret Biru Tua tersebut.

“Sekali Melangkah Pantang Menyerah, Sekali Tampil Harus Berhasil, Jiwaraga Kami Demi Kemanusiaan!”

Dengan pekikan motto yang menggelegar di bumi Karang Intan, Latihan Kemampuan Pelopor Personel Satbrimob Polda Kalsel Tahun 2026 secara resmi dinyatakan ditutup. Seluruh personel kini siap diterjunkan kembali ke kesatuan dengan kapasitas dan kesiapan mental yang baru demi menjaga kondusivitas di wilayah hukum Kalimantan Selatan.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

26/05/2026 0 komentar-komentar

PRESTASI GEMILANG: Personel Karate Polda Kalsel Sabet Juara di Ajang Nasional Piala Rektor Udinus II 2026

oleh Humas Polda Kalsel 25/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Torehan prestasi membanggakan kembali diukir oleh personel Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) di kancah nasional. Perwakilan karateka putri Polda Kalsel sukses memborong dua gelar juara sekaligus dalam ajang bergengsi National Karate Championship Piala Rektor Udinus II 2026 yang digelar di GOR Satria Sport Center, Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kompetisi ketat yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (21–23 Mei 2026), atlet berbakat Polda Kalsel berhasil mengamankan podium tertinggi sebagai Juara 1 Kelas Senior Kumite -68 Kg Putri. Tidak berhenti di situ, dominasi dan ketangguhan personel Polda Kalsel kembali teruji setelah sukses merebut Juara 3 Kelas Bebas Senior Putri.

Turnamen berskala nasional ini bukan momentum yang mudah. Diikuti oleh 31 kontingen terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, tensi pertandingan sejak hari pertama pembukaan terpantau sangat tinggi.

Namun, berbekal disiplin latihan yang militan, mental petarung yang kuat, serta dedikasi tinggi sebagai abdi negara sekaligus atlet, personel Polwan Polda Kalsel ini mampu menumbangkan lawan-lawan tangguh di atas matras GOR Satria Sport Center.

Perolehan medali yang berhasil dibawa pulang ke Bumi Lambung Mangkurat yakni Juara 1 (Medali Emas) Kelas Senior Kumite -68 Kg Putri, dan Juara 3 (Medali Perunggu) Kelas Bebas Senior Putri.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. dalam kesempatannya mengatakan, keberhasilan ini mendapat apresiasi luar biasa, baik dari official team maupun keluarga besar Polda Kalsel. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa personel Polri tidak hanya prima dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga mampu berprestasi dan mengharumkan nama institusi di bidang olahraga tingkat nasional.

“Ini adalah buah dari kerja keras, konsistensi, dan doa. Kemenangan ini kami persembahkan untuk institusi Polri, khususnya Polda Kalsel, serta seluruh masyarakat Kalimantan Selatan yang terus memberikan dukungan,” ujar Dir Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol M. Gafur Aditya H. Siregar, S.I.K. selaku Pembina Tim Karate Polda Kalsel, Sabtu (23/5/2026).

Dengan berakhirnya event Piala Rektor Udinus II 2026 ini, raihan medali emas dan perunggu tersebut diharapkan dapat menjadi suntikan motivasi bagi personel Polda Kalsel lainnya untuk terus menggali potensi diri dan mengukir prestasi, baik dalam kedinasan maupun di luar kedinasan. Polda Kalsel, Presisi dan Berprestasi!

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

25/05/2026 0 komentar-komentar

Catatan Kritis Para Akademisi dalam Rakernis Densus 88: Terorisme Kini Tak Lagi Bergerak dengan Cara Lama

oleh Humas Polda Kalsel 22/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Jakarta, 20 Mei 2026 — Ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan terus mengalami perubahan. Jika dahulu ancaman identik dengan organisasi tertutup, doktrin ideologi yang kaku, dan pola rekrutmen konvensional, kini ancaman berkembang lebih cair melalui ruang digital, algoritma, komunitas virtual, hingga kerentanan psikologis generasi muda.

Perubahan wajah ancaman tersebut menjadi perhatian utama dalam Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H.; serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.

Forum tersebut menjadi ruang bertemunya perspektif keamanan, psikologi, hukum, teknologi, dan perlindungan anak untuk membaca ancaman terorisme modern yang dinilai bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan konvensional.

Dalam pemaparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perubahan ancaman harus direspons dengan perubahan cara berpikir dan strategi pencegahan.

“Kita sedang menghadapi ancaman yang tidak lagi selalu tumbuh melalui organisasi besar dengan struktur formal, tetapi bergerak melalui ruang digital, algoritma, dan fragmen ideologi yang sulit dipetakan. Negara tidak boleh hanya hadir saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Menurut Wakapolri, mitigasi embrio terorisme tidak dapat hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus memperkuat literasi digital, perlindungan anak, dan kemampuan masyarakat membaca risiko sejak dini.

Sementara itu, Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa perubahan ancaman ekstremisme menuntut sinergi nasional yang lebih kuat.

“Terorisme dan ekstremisme tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi. Ancaman ini lintas sektor, lintas ruang, dan lintas generasi. Karena itu, pencegahan harus dibangun melalui kolaborasi antara aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, komunitas, hingga platform digital,” ujar Kepala BNPT.

Ia menilai pendekatan preventif menjadi penting agar negara mampu membangun ketahanan masyarakat sebelum ancaman berkembang menjadi tindakan nyata.

Di sisi lain, Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, menekankan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif seiring perubahan pola ancaman.

“Kami melihat langsung bagaimana pola ekstremisme berubah. Ancaman kini lebih cair, lebih personal, dan sering kali berawal dari paparan digital yang tidak terdeteksi. Karena itu, pendekatan penanggulangan harus semakin berbasis pencegahan, asesmen risiko, dan perlindungan kelompok rentan,” kata Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya penguatan deteksi dini terhadap kerentanan anak dan remaja yang menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan ekstremisme digital.

Dalam forum tersebut, para akademisi memberikan apresiasi terhadap substansi buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, sekaligus menyampaikan sejumlah catatan kritis agar strategi pencegahan ekstremisme lebih adaptif, berbasis bukti ilmiah, dan tetap menjunjung prinsip perlindungan masyarakat.

Radikalisasi di Era Digital Tidak Lagi Selalu Bertahap
Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai buku tersebut memperkaya teori counter-terrorism yang selama ini digunakan. Menurutnya, proses radikalisasi di era digital tidak selalu berlangsung bertahap sebagaimana teori klasik, tetapi dapat mengalami lompatan cepat akibat intensitas paparan digital.

Ia menyoroti kerentanan generasi muda yang mengalami alienasi sosial, perasaan tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, yang dapat menjadi pintu masuk narasi ekstrem.

Ekstremisme Modern Kini Dibentuk oleh Algoritma dan Identitas Digital
Guru Besar hukum pidana Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D. menilai kelompok ekstrem modern tidak lagi sekadar membangun propaganda, tetapi juga pengalaman emosional, identitas kelompok, dan keterikatan psikologis yang menarik bagi generasi digital.

Ia mengingatkan agar strategi penanggulangan tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Luka Psikologis Bisa Menjadi Pintu Masuk Radikalisasi
Psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto menyoroti bahwa akar kerentanan terhadap radikalisasi sering kali bukan hanya konten ekstrem, tetapi riwayat perundungan, krisis identitas, hingga keterasingan sosial yang tidak tertangani.

Menurutnya, intervensi perlu mencakup pendekatan klinis dan penguatan kesehatan mental, bukan hanya kontra-radikalisasi.

AI dan Analisis Data Didorong Jadi Instrumen Deteksi Dini
Pakar analisis data Dr. Ismail Fahmi menekankan perlunya kolaborasi antara aparat dan komunitas riset untuk membangun sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan, guna mengenali anomali perilaku digital sebelum berkembang menjadi ancaman.

Meski berasal dari disiplin berbeda, para akademisi menyampaikan satu benang merah yang sama: terorisme modern tidak lagi dapat dipahami dengan pola lama.

Ancaman kini bergerak melalui ruang digital, dipengaruhi algoritma, kondisi psikologis, budaya visual, hingga dinamika sosial yang semakin kompleks. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi psikologi, pendidikan, hukum, teknologi, perlindungan anak, dan masyarakat.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum memperkuat strategi penanggulangan terorisme yang lebih prediktif, preventif, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan arah Transformasi Polri dalam menjaga keamanan nasional menghadapi perubahan ancaman global.

Karena ancaman yang berubah menuntut cara memahami dan mencegahnya ikut berubah.

22/05/2026 0 komentar-komentar

Wakapolri Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, Tawarkan Cara Pandang Baru Membaca Ancaman di Era Digital

oleh Humas Polda Kalsel 22/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Jakarta, 20 Mei 2026 — Ancaman keamanan saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. Ia bisa tumbuh perlahan melalui ruang digital, interaksi sosial, budaya visual, hingga paparan informasi yang terus berulang dan memengaruhi cara berpikir seseorang.

Perubahan pola ancaman tersebut menjadi benang merah dalam buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, karya Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H., dan Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., yang dibedah dalam rangkaian Rakernis Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Buku ini hadir dengan perspektif yang berbeda. Jika pembahasan terorisme selama ini identik dengan jaringan, organisasi, atau aksi yang terlihat, “Gamifikasi Kekerasan” justru mengajak pembaca memahami fase yang sering luput diperhatikan: bagaimana ancaman terbentuk, berkembang, lalu bertransformasi di tengah ekosistem digital yang bergerak cepat.

Melalui pendekatan yang memadukan keamanan, psikologi, hukum, teknologi digital, pendidikan, hingga perlindungan anak, buku ini mencoba menjawab satu pertanyaan penting: bagaimana negara dan masyarakat membaca ancaman sebelum ancaman itu nyata terjadi?

Dalam pemaparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perubahan pola ancaman harus diikuti dengan perubahan cara berpikir dan strategi penanganan.

“Ancaman saat ini bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan lama. Karena itu, kita perlu membangun kemampuan membaca gejala lebih awal, memperkuat pencegahan, dan meningkatkan ketahanan masyarakat,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, ancaman ekstremisme modern semakin bersifat cair, tidak selalu terikat struktur formal, dan sering kali berkembang melalui jejaring digital yang sulit dipetakan dengan pendekatan konvensional.

Karena itu, buku ini menekankan pentingnya deteksi dini, literasi digital, perlindungan anak, penguatan sekolah, keluarga, serta kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari strategi pencegahan jangka panjang.

Yang menarik, buku ini tidak hanya berbicara tentang ancaman, tetapi juga menawarkan cara melihat keamanan sebagai tanggung jawab bersama. Bahwa keamanan masa depan tidak cukup dijaga oleh aparat semata, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, dunia pendidikan, komunitas, platform digital, hingga masyarakat luas.

Lebih dari Kajian Keamanan, Ini Tentang Membaca Perubahan

Membaca Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital seperti diajak memahami wajah baru ancaman yang berkembang diam-diam di tengah perubahan zaman. Buku ini tidak dibangun dengan pendekatan yang kaku, tetapi mencoba menjelaskan keterhubungan antara teknologi, perilaku manusia, ruang sosial, dan keamanan.

Kekuatan buku terletak pada keberaniannya mengangkat isu yang relatif baru dan masih jarang dibahas secara utuh di Indonesia: bagaimana ruang digital dapat membentuk pola pikir, memengaruhi perilaku, dan menciptakan risiko yang membutuhkan pendekatan pencegahan lebih adaptif.

Pembahasan buku turut diperkaya melalui tanggapan para penanggap lintas disiplin, yakni Dr. Zora Arfina Sukabdi, Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D., Dra. Adityana Kasandra Putranto, dan Dr. Ismail Fahmi, yang memperkuat perspektif psikologi, hukum, perlindungan sosial, serta dinamika informasi digital.

Dalam kesempatan tersebut, para penulis juga menerima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi pemikiran dan pengembangan literatur terkait keamanan serta pencegahan ekstremisme di era digital.

Pengakuan HKI ini menandai bahwa buku tersebut bukan hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga bagian dari penguatan pengetahuan dan inovasi pemikiran dalam membaca tantangan keamanan masa depan.

Menutup pemaparannya, Wakapolri menegaskan prinsip yang menjadi benang merah buku tersebut:

“Negara tidak boleh hanya hadir saat ancaman sudah membesar. Pencegahan harus datang lebih awal, sementara penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang dilakukan secara terukur.”

Melalui buku ini, Polri menegaskan bahwa Indonesia yang aman dibangun melalui kemampuan memahami perubahan, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menghadirkan pencegahan sebelum ancaman berkembang.

Sebab di era digital, yang paling berbahaya bukan hanya ancaman yang terlihat, tetapi ancaman yang tumbuh tanpa disadari.

22/05/2026 0 komentar-komentar

Kapolda Kalsel Torehkan Prestasi Gemilang, Terima Penghargaan Kapolda Terbaik dari Kapolri

oleh Humas Polda Kalsel 12/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Beliau resmi menerima penghargaan bergengsi dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. sebagai Kapolda Terbaik dalam kategori “Menambah Aset Polri Dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat.”

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Logistik Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (12/5/2026).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dalam mengelola dan mengembangkan aset kepolisian di wilayah hukum Kalimantan Selatan. Di bawah kepemimpinannya, Polda Kalsel dinilai progresif dalam melakukan pengadaan serta optimalisasi aset yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.

“Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja keras seluruh jajaran Polda Kalsel. Fokus kami adalah bagaimana aset yang ada dapat mendukung tugas kepolisian agar masyarakat merasa lebih aman dan terlayani dengan fasilitas yang memadai,” ujar Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.

Beberapa kriteria yang membuat Polda Kalsel unggul dalam Rakernis Logistik tahun ini antara lain:

– Inovasi Pengelolaan Aset: Transparansi dan akuntabilitas dalam inventarisasi barang milik negara.

– Hibah dan Kerja Sama: Keberhasilan dalam menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder untuk penambahan fasilitas operasional.

– Dampak Pelayanan: Pembangunan dan renovasi pos pelayanan serta kantor polisi yang lebih humanis dan modern di berbagai titik strategis di Kalimantan Selatan.

Langkah yang diambil Kapolda Kalsel dapat menjadi role model bagi pimpinan satuan wilayah lainnya. Penambahan aset yang tepat sasaran dianggap sebagai fondasi utama dalam mendukung transformasi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

Dengan diraihnya penghargaan ini, diharapkan motivasi personel Polda Kalsel semakin meningkat dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Banua.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

12/05/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Ungkap Sindikat Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi, Kerugian Negara Capai Rp.12,4 Miliar

oleh Humas Polda Kalsel 05/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Polres jajaran berhasil membongkar praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi dalam sebuah penegakan hukum selama 29 hari.

Hal itu diungkap dalam konferensi pers Satgas BBM dan LPG Ditreskrimsus Polda Kalsel pencapaian program Asta Cita Presiden RI yang berlangsung di Polda Kalsel, Banjarbaru, pada Senin (4/5/2026).

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H., mengatakan, dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. diungkapkan bahwa penegakan hukum yang dipimpin oleh Dir Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol M. Gafur Aditya H. Siregar, S.I.K. ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri untuk menindak tegas segala bentuk penyimpangan BBM ilegal di masyarakat.

Selain mengamankan 33 tersangka dari 35 laporan polisi, Ditreskrimsus Polda Kalsel turut menyita barang bukti berupa 9.500 liter BBM Pertalite, 2.900 liter BBM Solar, 723 tabung gas 3 kg berisi, 488 tabung gas 3 kg kosong, 2.213 tabung gas portabel, 277 jerigen berbagai ukuran, 1 tandon kapasitas 1.000 liter, 4 unit kendaraan roda enam, 7 unit kendaraan roda empat, 1 unit kendaraan roda tiga, dan 12 unit kendaraan roda dua.

Kapolda menjelaskan modus operandi yang digunakan oleh para pelaku untuk meraup keuntungan pribadi dari barang subsidi pemerintah tersebut seperti memindahkan isi LPG tabung 3 kg (subsidi) ke dalam kaleng gas portabel ukuran 230 gram menggunakan selang regulator khusus.

Sementara dalam penyalahgunaan BBM, modus yang dilakukan Pelaku yakni membeli Pertalite dan Bio Solar di SPBU dengan memodifikasi tangki kendaraan agar dapat menampung kapasitas yang lebih besar, kemudian menjualnya kembali dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET).

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha menerangkan, bahwa berdasarkan perhitungan, total kerugian negara akibat praktik ilegal ini diperkirakan mencapai Rp.12.416.000.000. Nilai barang bukti yang disita sendiri jika dikonversikan ke dalam rupiah berjumlah sekitar Rp.74 juta.

“Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dengan hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp.60 miliar,” pungkas Kapolda.

Beliau juga menegaskan komitmennya untuk menindak anggota Polri jika terbukti terlibat dalam praktik pungutan liar atau pembekingan BBM ilegal. Masyarakat pun diimbau untuk aktif melaporkan temuan penyimpangan melalui hotline pengaduan 110 yang telah disediakan.

Dalam konferensi pers tersebut, hadir Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kepala Dinas Perdagangan Prov Kalsel, Kepala Dinas Perindustrian Prov Kalsel, Kepala PT. Pertamina Persero Cabang Banjarmasin, Kepala PT. Pertamina Patra Niaga Cabang Banjarmasin, Ketua Hiswana Migas Wilayah Kalsel, Wadir Reskrimsus Polda Kalsel, para Kasubdit Reskrimsus Polda Kalsel dan Kasat Reskrim Jajaran Polda Kalsel.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

05/05/2026 0 komentar-komentar

Jelang Peringatan Hari Buruh, Polda Kalsel Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Banjarmasin

oleh Humas Polda Kalsel 30/04/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar rangkaian kegiatan bermanfaat bagi masyarakat dan para pekerja, pada Rabu (29/4/2026). Acara yang dipusatkan di Polresta Banjarmasin ini diisi dengan kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H., mengatakan, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud kesepakatan antara pihak kepolisian dengan para Ketua Serikat Buruh di Kalimantan Selatan untuk merayakan May Day dengan cara yang positif.

“Kita sepakati akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, baik itu untuk buruh maupun masyarakat di Kalimantan Selatan. Salah satunya adalah bakti sosial dan bakti kesehatan yang kita laksanakan hari ini,” ujar Kapolda saat memberikan keterangan kepada awak media.

Menariknya, kegiatan yang diinisiasi oleh Dir Intelkam Polda Kalsel Kombes Pol Priyanto Priyo Hutomo, S.I.K., M.H. ini tidak hanya dihadiri oleh elemen buruh, tetapi juga diikuti oleh komunitas ojek online (ojol) yang turut memeriahkan suasana di Polresta Banjarmasin.

Terkait pengamanan di hari buruh, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap menjalankan prosedur rutin dengan mengedepankan aspek pelayanan kepada rekan-rekan buruh. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan ketua organisasi serikat buruh di seluruh wilayah Kalimantan Selatan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

“Untuk pengamanan 1 Mei, kita tetap bersama-sama dengan rekan-rekan, terutama ketua organisasi serikat buruh. Fokus utama kami adalah memberikan pelayanan kepada rekan-rekan buruh yang merayakan hari internasional ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait untuk terus mendukung tugas pokok Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Menurutnya, situasi Kalimantan Selatan yang kondusif merupakan modal utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para pekerja. Sinergi antara aparat, pemerintah, dan elemen buruh diharapkan terus terjaga demi kemajuan bersama di Bumi Lambung Mangkurat.

Bakti sosial dan Bakti kesehatan yang digelar Polda Kalsel ini dihadiri oleh Gubernur Kalsel, Staf Ahli Bidang Pemerintah Hukum dan Politik, Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Kabinda Kalsel, Kasi Ops Korem 101/Antasari, Wa kapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Pengurus Bhayangkari Daerah Kalsel, Plh. Kapolresta Banjarmasin beserta Pejabat Utama dan Bhayangkari Cabang Polresta Banjarmasin.

Selain itu turut hadir juga Presidium Asosiasi Pekerja Buruh Banua Kalsel, Ketua Serikat FSPMI, Ketua Serikat KSPSI, Ketua Serikat KSBSI, Ketua Gojek Banjarmasin, Ketua Gojek Banjarbaru, Ketua Grab, Ketua Maxim, Ketua Shopee Food, dan Ketua dari DOKB.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

30/04/2026 0 komentar-komentar
  • 1
  • 2
  • 3
  • …
  • 51

Cari

Berita Terkini

  • Remaja Rentan Jadi Sasaran, Polda Kalsel Edukasi Siswa SMAN 7 Banjarmasin untuk Bijak Bermedia Sosial
  • Polda Kalsel Tegaskan Rekrutmen Akpol T.A. 2026 Hanya Lewat Jalur Reguler Nasional, Tanpa Kuota Khusus
  • Dukung Program ASRI, Polda Kalsel Kerahkan 350 Personel Bersihkan Lingkungan Siring 0 Km Banjarmasin
  • Gulung Jaringan Narkoba Internasional, Polda Kalsel Sita 12,5 Kilogram Sabu
  • Dilantik Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar Resmi Jabat Wakapolda Kalsel

Kategori

Arsip

BID HUMAS POLDA KALSEL © 2017 - 2024

TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip