Sekilas Info
Tim DVI Polda Kalsel Identifikasi Enam Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Pencarian Masih Terus Dilakukan
Dampingi Wapres Gibran, Kapolda Kalsel Tunjukkan Inovasi Cairan Surfaktan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api Lahan Gambut
Kapolda Kalsel Pimpin Sertijab Dir Binmas, Ka SPN, dan Kapolres Banjar
Polda Kalsel Dampingi Badan Pangan Nasional Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam ke Polda Kalteng dan Gandeng Mahasiswa Tangani Karhutla
Tekan Karhutla, Kapolda Kalsel Pimpin Monitoring dan Terjunkan Inovasi Surfaktan di Banjarbaru
Gelar Rakor Penanganan Karhutla Bersama Wamenko Pangan RI, Polda Kalsel Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku Kebakaran Lahan
Polda Kalsel Gunakan Cairan Khusus Untuk Pemadaman Karhutla
Polda Kalsel Racik Formula Cairan MES, Solusi Padamkan Karhutla di Lahan Gambut
Rakor Karhutla, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut
TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip
Tag:

#divhumaspolri

Dampingi Wapres Gibran, Kapolda Kalsel Tunjukkan Inovasi Cairan Surfaktan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api Lahan Gambut

oleh Humas Polda Kalsel 11/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Polda Kalimantan Selatan terus mematangkan langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di hadapan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menunjukkan terobosan penggunaan formulasi cairan surfaktan ramah lingkungan yang dipadukan dengan pemantauan suhu berbasis drone thermal, Kamis (10/9/2026).

Selain Kapolda Kalsel, peninjauan langsung oleh Wapres Gibran di Provinsi Kalimantan Selatan ini juga turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel, Wakapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanud Syamsuddin Noor, Danlanal Banjarmasin, Kepala BPBD Kalsel, dan Pejabat Utama Polda Kalsel,

Peninjauan oleh Wapres ini dilakukan untuk memastikan perkembangan penanganan di lapangan berjalan optimal, dengan prioritas utama pada keselamatan petugas, kesehatan masyarakat, serta kelestarian satwa dan habitatnya.

Kapolda Kalsel melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. menjelaskan bahwa inovasi cairan surfaktan ini dirancang khusus untuk memadamkan kebakaran pada lahan gambut. Formulasi tersebut bekerja membasahi lapisan gambut lebih cepat, meresap ke dalam tanah, dan membentuk lapisan busa di permukaan. Hasilnya, pemadaman bara api di bawah permukaan tanah menjadi jauh lebih cepat dan efisien dalam penggunaan air.

Keunggulan metode ini terbukti lewat pemantauan drone thermal. Suhu area gambut yang semula berada di kisaran 130°C melonjak turun hingga sekitar 30°C hanya dalam waktu kurang lebih satu menit setelah diaplikasikan.

Wapres Gibran mengapresiasi terobosan ini dan mendorong keberlanjutan inovasi yang memberikan dampak nyata di lapangan. Namun, ia memberi catatan agar setiap metode tetap dibekali indikator keberhasilan yang terukur, digunakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta selalu mengedepankan aspek keselamatan personel pemadam.

Selain penanganan teknis titik api, Wapres menegaskan pentingnya perlindungan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Seluruh kebutuhan dasar warga terdampak mulai dari layanan kesehatan, keberlangsungan pendidikan, pengadaan masker, vitamin, air bersih, hingga logistik harian harus dipastikan terpenuhi selama periode karhutla.

Memasuki fase kewaspadaan yang diproyeksikan berlangsung hingga awal 2027, Wapres menginstruksikan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Peningkatan patroli pencegahan, pemetaan wilayah rawan, serta edukasi publik secara masif diharapkan dapat meminimalkan risiko karhutla demi keselamatan masyarakat luas.

11/09/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Dampingi Badan Pangan Nasional Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan

oleh Humas Polda Kalsel 09/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Guna memastikan ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan (SPHP) tetap terjaga, Personel Unit III Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan pengawalan dan pendampingan lapangan bersama Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.

Kegiatan pengecekan langsung ini bertempat di Pasar Beras Muara Kelayan, Kota Banjarmasin, pada Senin (7/9/2026) sore.

Langkah preventif ini dilakukan untuk memantau secara langsung pergerakan harga serta ketersediaan stok beras, baik komoditas beras lokal maupun beras medium dan premium di pasaran, guna mengantisipasi potensi gejolak harga maupun praktik spekulasi pasar.

Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol. Sigit Haryono, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kasubdit I Indagsi AKBP Yeremias Tony Putrawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat demi menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

“Dari hasil pemantauan bersama Tim Bapanas RI di lokasi, ketersediaan stok beras di tingkat distributor maupun pedagang eceran Pasar Muara Kelayan terpantau relatif aman dan mencukupi. Fluktuasi harga masih berada dalam batas wajar dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Kasubdit I Indagsi.

Selain melakukan inventarisasi stok dan pemantauan harga, jajaran Ditreskrimsus Polda Kalsel turut memberikan imbauan secara tegas kepada para pedagang dan distributor agar tidak melakukan tindakan penimbunan beras maupun menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Ditreskrimsus Polda Kalsel menegaskan akan terus berkoordinasi erat dengan instansi terkait dan melakukan pengawasan rutin secara berkelanjutan guna memastikan rantai distribusi bahan pokok di wilayah Kalsel tetap berjalan lancar dan kondusif.

09/09/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam ke Polda Kalteng dan Gandeng Mahasiswa Tangani Karhutla

oleh Humas Polda Kalsel 09/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengirim 1.000 liter (1 ton) cairan surfaktan hasil pengembangan Bidlabfor Polda Kalsel ke Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (7/9/2026). Cairan tersebut dikirim untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polda Kalteng, dengan penggunaannya disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan pemadaman di lapangan.

Pengiriman cairan tersebut menjadi bagian dari langkah Polda Kalsel dalam memperbanyak penggunaan cairan surfaktan untuk penanganan karhutla. Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan, produksi cairan tersebut terus ditingkatkan agar dapat digunakan untuk mendukung penanganan karhutla.

“Cairan surfaktan ini sudah mulai kita perbanyak. Hari ini juga kita mengirim cairan 1.000 liter atau 1 ton ke Kalimantan Tengah,” kata Kapolda Kalsel saat penanganan karhutla di Posko Pantau A. Yani, Banjarbaru, Senin (7/9/2026) sore.

Kapolda mengatakan, cairan surfaktan dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel untuk membantu penanganan karhutla, terutama pada lahan gambut. Penggunaannya dapat dipadukan dengan metode pipa undercooling untuk menjangkau bagian tanah yang masih menyimpan panas dan bara.

Dalam kegiatan penanganan karhutla, Polda Kalsel juga menggandeng Pusat Studi Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan 76 mahasiswa dan mahasiswi ULM yang juga ikut turun langsung ke lapangan untuk melihat sekaligus membantu proses pemadaman.

Beliau menuturkan, keterlibatan mahasiswa menjadi kesempatan bagi mereka untuk melihat langsung kondisi karhutla dan proses pemadaman di lapangan, khususnya pada lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus.

“Kita berterima kasih kepada Prof. Rahmida yang membawa mahasiswa. Ini bagus untuk pendidikan, supaya mereka bisa melihat langsung bagaimana sulitnya melakukan pemadaman, khususnya di lahan gambut,” ujar Kapolda Kalsel.

Selain mahasiswa, kegiatan tersebut juga diikuti para Kapolres/Ta dan Kabag Ops jajaran Polda Kalsel. Mereka mendapat pengarahan teknis dari Kapolda dan Wakapolda Kalsel sekaligus melihat langsung penggunaan cairan surfaktan serta metode pemadaman di lapangan.

Kehadiran para Kapolres/Ta dan Kabag Ops tersebut menjadi bagian dari penyamaan pemahaman mengenai penggunaan cairan pemadam, sehingga penerapannya dapat disesuaikan dengan kondisi karhutla di wilayah masing-masing.

Kapolda menyampaikan bahwa penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pengerahan personel, tetapi juga dengan mengembangkan metode dan bahan pemadam yang sesuai dengan karakter lahan gambut.

Sementara itu, Prof. Rahmida selaku Kepala Pusat Studi Kepolisian ULM mengatakan, keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman langsung mengenai penanganan karhutla. Mahasiswa dapat melihat bagaimana proses pemadaman dilakukan sekaligus memahami tantangan yang dihadapi petugas di lapangan.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa untuk dibawa kembali ke lingkungan akademik, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan karhutla dan menjaga lingkungan.

09/09/2026 0 komentar-komentar

Gelar Rakor Penanganan Karhutla Bersama Wamenko Pangan RI, Polda Kalsel Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku Kebakaran Lahan

oleh Humas Polda Kalsel 05/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lanjutan dalam rangka Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Auditorium Polda Kalsel, Sabtu (5/9/2026) siang.

Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Wamenko Pangan RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Sekda Provinsi Kalsel, Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kasrem 101/Antasari, Kapolres Banjarbaru, Kepala BPBD Kalsel, Kadisbunnak Kalsel, Kadishut Kalsel, serta Kadinsos Kalsel. Hadir pula secara virtual para Kapolres/Ta jajaran melalui zoom meeting, serta jajaran Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Penyuluh Pertanian se-Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Dalam rakor ini diungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan BMKG, fenomena El Nino diproyeksikan berlangsung hingga akhir tahun. Kondisi suhu Samudera Hindia bagian timur yang dingin mengakibatkan minimnya pembentukan uap air, sehingga Operasi Modifikasi Cuaca (teknologi hujan buatan) hampir tidak memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu dekat.

Ancaman semakin nyata lantaran kebakaran telah melanda Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) seluas kurang lebih 160.000 hektare dengan kedalaman 0,5 hingga 3 meter yang mengalami degradasi serius. Kondisi ini memicu kebakaran subsurface (bawah tanah) yang amat sulit dipadamkan dan menyerap biaya operasional tinggi, mencapai Rp.600 juta per hari untuk helikopter water bombing. Kebakaran yang 99 persen dipicu oleh faktor manusia ini berdampak pada krisis air bersih di Banjarbaru, Banjarmasin, dan Tanah Laut, serta mengancam ketahanan pangan daerah.

Menjawab tantangan tersebut, Polda Kalsel berhasil mengembangkan inovasi cairan pemadam berbasis Methyl Ester Sulfonate (MES) hasil modifikasi Bidlabfor Polda Kalsel. Dikombinasikan dengan pemantauan drone thermal, cairan ini terbukti efektif memutus rantai oksigen, menurunkan suhu tanah gambut secara drastis (undercooling), serta menghemat penggunaan air secara signifikan.

Wamenko Pangan RI bersama Sekda Provinsi Kalsel memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas temuan ini dan mendorong agar inovasi Polda Kalsel tersebut segera didaftarkan Hak Patennya sebagai karya monumental dalam penanganan lahan gambut. Pemprov Kalsel juga menyiapkan langkah pendamping berupa teknik irigasi rewetting dan perendaman lahan secara selektif.

Wamenko Pangan RI turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras TNI, Polri, BPBD, Pemda, dan relawan di garis depan. Sementara itu, Sekda Prov Kalsel menegaskan komitmen penganggaran daerah melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penuh operasional serta sarana relawan di lapangan.

Mengingat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk hujan buatan, Wamenko dan Kapolda Kalsel menginstruksikan penguatan langkah persuasif serta sosialisasi masif hingga ke tingkat tapak (RT/RW, Lurah, Kepala Desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas) guna mengedukasi masyarakat agar tidak ada lagi pembersihan lahan dengan cara dibakar.

Terkait penegakan hukum, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengungkapkan penindakan tegas terus berjalan. Hingga saat ini Polri telah menangani 7 Laporan Polisi (LP) dengan tersangka perorangan yang telah naik ke tahap penyidikan, serta tengah merampungkan berkas untuk menaikkan status 1 kasus korporasi ke tahap penyidikan.

Melalui konsolidasi rakor ini, seluruh unsur Forkopimda Kalsel berkomitmen memperkuat langkah pencegahan dari tingkat desa hingga penindakan hukum tegas demi menghentikan bencana karhutla dan memulihkan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.

05/09/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Gunakan Cairan Khusus Untuk Pemadaman Karhutla

oleh Humas Polda Kalsel 05/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung peninjauan dan monitoring penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pos Pantau Desa Pengayuan, Kota Banjarbaru, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Kapolda Kalsel didampingi oleh Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kasi Ops Korem 101/Antasari, serta jajaran Kepala Dinas dari Pemprov Kalsel, mulai dari Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian, BPBD, Diskominfo, hingga Dinas Sosial.

Langkah responsif Polda Kalsel dalam menciptakan cairan khusus pemadaman karhutla ini turut menyita perhatian nasional hingga diliput langsung oleh media nasional. Inovasi ini digadang-gadang menjadi jawaban atas sulitnya memadamkan bara api di lapisan dalam tanah gambut yang kerap memicu asap pekat selama musim kemarau.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa di lokasi Pos Pantau Pengayuan, petugas melakukan pengisian kolam bioflok berkapasitas 12.000 liter yang dicampur dengan 120 liter biang larutan karhutla. Cairan tersebut kemudian disalurkan menggunakan sistem pipa undercooling yang dirancang khusus untuk menembus, mendinginkan, dan memadamkan bara api (subsurface fire) di kedalaman lahan gambut.

Cairan surfaktan ini diracik dan dimodifikasi langsung oleh Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel agar presisi dengan karakter tipologi tanah gambut di wilayah Kalimantan Selatan. Sebelum diterapkan di lapangan, uji coba eksperimental telah berjalan selama 3 minggu dengan hasil yang dinilai sangat efektif menghentikan penyebaran api bawah tanah.

Selain efektif memadamkan bara tersembunyi, lanjut Kapolda Kalsel, penggunaan larutan surfaktan ini terbukti mampu menghemat konsumsi air secara signifikan. Efisiensi ini menjadi solusi krusial bagi para petugas di lapangan yang kerap menghadapi krisis pasokan air saat puncak kemarau.

Strategi penempatan kolam-kolam bioflok di area dekat titik api juga memangkas jarak dan mempermudah akses pasokan air bagi tim pemadam. Polda Kalsel memastikan cairan surfaktan yang kini diproduksi secara massal tersebut akan segera didistribusikan ke seluruh jajaran tim pemadam kebakaran di wilayah Kalimantan Selatan.

Melalui penerapan teknologi cairan inovatif ini, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan tuntas. Langkah nyata ini ditargetkan mampu memulihkan kualitas udara serta memastikan masyarakat Kalsel kembali beraktivitas dengan aman dan sehat.

05/09/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Racik Formula Cairan MES, Solusi Padamkan Karhutla di Lahan Gambut

oleh Humas Polda Kalsel 04/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus memaksimalkan berbagai strategi dan inovasi dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan lahan gambut yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi saat pemadaman.

Langkah konkret tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung proses peracikan formula cairan Methyl Ester Sulfonate (MES) oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bertempat di Lapangan Tembak Satbrimob Polda Kalsel, Banjarbaru, Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar, S.I.K., serta jajaran Pejabat Utama Polda Kalsel.

Kapolda Kalsel melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, Inovasi penanganan karhutla ini memanfaatkan sarana mekanis sederhana namun sangat efektif. Beliau menjelaskan, seluruh bahan racikan cairan MES diaduk secara merata menggunakan kombinasi mesin molen cor dan mixer cat. Proses pengadukan intensif ini memakan waktu selama 40 menit untuk menghasilkan satu siklus produksi sebanyak 100 liter cairan MES.

Berdasarkan hasil pengukuran laboratorium di lokasi peninjauan, formula yang dihasilkan berhasil mencapai tingkat keasaman (pH) optimal sebesar 7,36. Angka tersebut menunjukkan kondisi netral yang dipastikan aman bagi ekosistem lingkungan sekitar.

Usai melewati proses pengadukan, cairan konsentrat MES langsung dikemas ke dalam jeriken berukuran 20 liter guna memudahkan mobilitas personel di lapangan. Konsentrat tersebut nantinya dicampurkan ke dalam kolam bioflok berkapasitas 12.000 liter air dan siap digunakan pemadaman ke titik api di wilayah gambut Kalsel.

Pemanfaatan formula MES ini diharapkan mampu mempercepat proses penetrasi air hingga meresap ke dalam lapisan tanah gambut yang dalam. Dengan demikian, kobaran api tidak hanya padam di permukaan, melainkan benar-benar padam total hingga ke bagian dalam struktur gambut.

04/09/2026 0 komentar-komentar

Rakor Karhutla, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut

oleh Humas Polda Kalsel 03/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar rapat koordinasi (Rakor) penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama unsur Forkopimda, TNI, BPBD, instansi terkait, serta perwakilan relawan di Kalimantan Selatan, Kamis (3/8/9/2026). Pertemuan yang berlangsung di Rupatama Polda Kalsel Banjarbaru ini digelar guna merespons kondisi karhutla di wilayah Kalsel yang belum juga mereda setelah berlangsung lebih dari satu bulan dan telah menghasilkan kabut asap yang mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam sambutannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan pentingnya terobosan baru untuk mengatasi hambatan di lapangan. Selama satu bulan penuh, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan telah bekerja keras, namun kendala teknis terutama pada area lahan gambut membuat progres pemadaman berjalan lambat dan menguras tenaga petugas.

Guna mempercepat penanganan, Polda Kalsel memperkenalkan beberapa inovasi strategi pemadaman yang telah diuji coba di lapangan:

– Kolam Portable dan Sistem Estapet Air: Untuk mengatasi krisis sumber air di lokasi kebakaran yang jauh dari akses utama, petugas membuat kolam-kolam penampungan air bioflok berkapasitas 12.000 liter. Kolam ini dibuat secara berantai setiap 200 hingga 250 meter menuju titik api di tengah lahan.
– Penyuntikan Lahan Gambut: Petugas memperbanyak pipa khusus untuk menyuntikkan air dan cairan pemadam langsung ke dalam lapisan tanah gambut. Metode ini efektif menembus titik api bawah tanah (ground fire) yang suhunya dapat mencapai 150°C hingga 160°C.
– Penggunaan Cairan Surfaktan Khusus: Mengembangkan cairan pemadam berbasis Surfaktan ramah lingkungan hasil formulasi Bidlabfor Polda Kalsel. Cairan ini dicampur dengan air (rasio 1:100) untuk menghasilkan busa yang bertahan lama guna memotong suplai oksigen ke dalam tanah gambut dan menahan penguapan air hingga 50%.
– Pemantauan Drone Thermal: Mengoptimalkan penggunaan teknologi drone thermal untuk memetakan sebaran suhu panas secara akurat serta memverifikasi hasil pemadaman di lapangan.

Uji coba penggunaan cairan pemadam dan teknik penyuntikan tanah telah dilakukan di beberapa titik rawan, seperti kawasan Pengayuan dan Guntung Damar. Hasil pemantauan drone thermal menunjukkan penurunan suhu tanah secara signifikan serta hilangnya titik asap di lokasi tersebut.

Secara ekonomis, cairan pemadam ini memiliki Harga Pokok Production (HPP) berkisar antara Rp.14.800 hingga Rp.18.000 per liter. Penggunaan cairan ini diklaim mampu menghemat penggunaan air hingga 50% dibandingkan metode pemadaman konvensional.

Saat ini, Polda Kalsel tengah mendatangkan bahan baku tambahan sebanyak beberapa ton dari Surabaya dan Jakarta. Setelah seluruh bahan baku tiba dan siap diproses oleh Bidlabfor, Polda Kalsel merencanakan aksi pemadaman berskala lebih luas yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Wilayah prioritas penanganan mencakup Muara Layuh, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Batola.

Kapolda Kalsel juga dijadwalkan menyampaikan laporan terkait hasil uji coba dan formulasi penanganan karhutla ini kepada Kapolri dan Wakapolri, serta menghadiri rapat koordinasi bersama Kemenko Polkam untuk mendukung penanganan karhutla di tingkat nasional.

03/09/2026 0 komentar-komentar

Tangani Karhutla, Polda Kalsel Terapkan Inovasi Pemadaman di Lahan Gambut

oleh Humas Polda Kalsel 02/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area lahan gambut Desa Pengayuan, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Rabu (2/9/2026) sore. Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalsel, peninjauan lapangan ini berfokus pada evaluasi dan kelanjutan pemadaman intensif menggunakan taktik penyuntikan pipa undercooling yang dikombinasikan dengan cairan inovasi berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES).

Penerapan metode baru tersebut menunjukkan performa yang memuaskan. Area terdampak yang semula memicu kepulannya asap tebal berhasil dikendalikan dalam waktu singkat. Api di permukaan padam total, sementara suhu bara di kedalaman tanah gambut turun secara drastis.

Keberhasilan metode ini terbukti secara saintifik melalui pemantauan drone thermal di lokasi. Pada titik awal penancapan pipa, terdeteksi suhu tanah gambut ekstrem mencapai 120°C. Setelah dilakukan penyemprotan pembasahan permukaan dan penginjeksian cairan surfaktan nabati buatan Bidlabfor Polda Kalsel tersebut selama 1 menit, suhu di dalam tanah anjlok ke kisaran 30°C-an. Penurunan suhu yang cepat ini menjadi indikator kuat tingginya efektivitas inovasi tersebut dalam memadamkan bara api bawah tanah.

Di lokasi aksi, Kapolda Kalsel bersama Gubernur Kalsel dan unsur Forkopimda turun langsung mengoperasikan perlengkapan pemadaman melalui dua skema taktis:

– Penyuntikan/Injeksi Gambut (Subsurface Fire): Pemadaman titik api bawah permukaan dilakukan melalui pengeboran tanah dan penancapan pipa undercooling berlubang hingga menembus lapisan dalam tanah gambut, dilanjutkan penginjeksian cairan surfaktan MES secara langsung ke pusat titik bara api tersembunyi.
– Penyemprotan Permukaan (Surface Fire): Penyemprotan cairan pemadam secara merata di permukaan lahan gambut yang terbakar guna memutus suplai oksigen dan meminimalkan kontak bahan vegetasi kering yang mudah terbakar.

Cairan surfaktan MES berbahan dasar minyak nabati ramah lingkungan (eco-friendly) ini terbukti memiliki daya penetrasi yang jauh lebih cepat dan mendalam dibanding air biasa atau detergen. Inovasi ini bekerja mempercepat efek pendinginan (cooling effect), mematikan sisa bara tersembunyi penyebab asap berkelanjutan (smoldering fire), mencegah potensi kebakaran ulang (re-ignition), serta lebih hemat biaya.

Melihat efektivitas signifikan di Desa Pengayuan, Kapolda Kalsel menginstruksikan Bidlabfor Polda Kalsel untuk segera memproduksi massal formula cairan pemadam ini. Selain itu, penyiapan standarisasi sistem pipa undercooling juga diperintahkan agar dapat diimplementasikan secara masif oleh seluruh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Langkah taktis ini menegaskan komitmen penuh Polda Kalsel bersama Pemprov dan Forkopimda Kalsel dalam mempercepat penanggulangan bencana karhutla secara berkelanjutan.

02/09/2026 0 komentar-komentar

Kapolda Kalsel Ajak Mahasiswa Turun Bersama Tangani Karhutla

oleh Humas Polda Kalsel 02/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus menguatkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara terpadu. Pada Selasa (1/9/2026), Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. memimpin aksi patroli dan pemadaman karhutla bersama perwakilan mahasiswa dari Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Kalsel di Pos Pantau Karhutla Desa Pengayuan, Kota Banjarbaru.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, serta Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalsel. Presence para pemangku kepentingan ini mempertegas komitmen kolaborasi antara aparatur negara, dunia usaha, dan elemen masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Kalsel bersama jajaran, instansi terkait, dan para mahasiswa turun langsung memadamkan api yang membakar lahan gambut seluas sekitar 50 hingga 100 hektare.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam pernyataanya Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa Penanganan karhutla dilakukan secara masif oleh personel gabungan Polda Kalsel yang menerjunkan Satuan Sabhara dan Brimob. Keterlibatan mahasiswa dalam aksi ini bertujuan memberikan gambaran riil di lapangan mengenai efektivitas serta inovasi penanggulangan karhutla yang diterapkan.

Untuk mengimbangi tantangan geografis lahan gambut, Polda Kalsel memaksimalkan sumber air dari danau di sekitar lokasi kejadian. Petugas mencampurkan cairan pemadam khusus (wetting agent) langsung ke dalam mobil tangki guna mempercepat pemadaman. Selain itu, kolam bioflok turut ditempatkan pada posisi strategis dekat titik api sebagai penyedia pasokan air siap pakai.

Di hadapan perwakilan Mahasiswa Cipayung Plus, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memaparkan sejumlah terobosan teknologis yang dirancang khusus untuk tanah gambut. Beberapa di antaranya meliputi penyemprotan cairan wetting agent hasil formulasi Bidlabfor, penyiapan kolam bioflok portabel, hingga penerapan sistem pipa undercooling yang berfungsi mendinginkan bagian dalam gambut guna memutus potensi timbulnya api kembali (re-ignition).

“Strategi penanganan ke depan difokuskan pada pemadaman total serta pendinginan dan pembasahan (rewettin) lahan secara menyeluruh. Kita harus memastikan api di bawah permukaan benar-benar padam,” tegas Kapolda Kalsel.

Guna mengoptimalkan penuntasan pemadaman di area yang sulit dijangkau melalui jalur darat, Polda Kalsel mengajukan permohonan dukungan tambahan ke Mabes Polri. Kebutuhan tersebut meliputi armada high pressure pump, selang pemadam jangkauan panjang, pasokan wetting agent skala besar, serta bantuan helikopter water bombing.

Seluruh rangkaian penanganan ini ditujukan untuk mempercepat pemadaman, memperluas cakupan area penanggulangan, dan mengeliminasi risiko timbulnya titik api susulan. Polda Kalsel memastikan koordinasi terpadu bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, sektor perkebunan, relawan, dan elemen mahasiswa akan terus diperkuat dengan mengedepankan pola respons cepat serta pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan karakter lahan gambut Kalimantan Selatan.

02/09/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Terobos Kebakaran Gambut lewat Inovasi Sistem Pipa Undercooling dan Cairan Bidlabfor

oleh Humas Polda Kalsel 01/09/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) di bawah kepemimpinan Kapolda Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., terus menorehkan terobosan nyata dalam mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kali ini, Polda Kalsel memperkenalkan inovasi Sistem Pipa Undercooling yang dikombinasikan dengan cairan pemadam khusus racikan Bidlabfor Polda Kalsel di Posko Pantau Guntung Damar, Kota Banjarbaru, Senin (31/8/2026).

Uji coba metode baru ini disaksikan langsung oleh Gubernur Kalsel, jajaran Formasi Komando Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalsel, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, serta elemen akademisi dan mahasiswa se-Kalimantan Selatan.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam kesempatannya Kapolda Kalsel menjelaskan, dalam peragaan di lapangan, penanganan api bawah permukaan (subsurface fire) difokuskan pada dua metode utama:

  • Injeksi Gambut (Undercooling System): Petugas melakukan pengeboran dan penancapan pipa khusus berlubang hingga menembus lapisan dalam tanah gambut. Cairan pemadam inovasi Bidlabfor kemudian diinjeksikan secara langsung tepat ke titik bara api yang berada di bawah permukaan.
  • Penyemprotan Permukaan: Penyemprotan cairan pemadam secara merata di area permukaan lahan gambut yang terbakar untuk menghentikan lidah api atas.

Gubernur Kalsel beserta jajaran Forkopimda yang hadir di lokasi turut turun tangan memegang pipa penyuntik dan selang pemadam untuk menjajal langsung keandalan sistem pipa undercooling serta memadamkan titik api di areal gambut Guntung Damar.

Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan bahwa inovasi ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan karakter lahan gambut Kalimantan Selatan yang rentan menyimpan api diam-diam di bawah tanah. Sistem pipa undercooling berfungsi mempercepat pendinginan struktur tanah gambut, mematikan bara api tersembunyi, sekaligus memutus potensi penyalaan kembali (re-ignition). Cairan pemadam racikan Bidlabfor ini juga terbukti lebih efektif meresap ke pori-pori gambut, lebih ekonomis, dan aman bagi lingkungan.

Langkah taktis ini turut melibatkan kolaborasi lintas sektor. Polda Kalsel menggandeng para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalsel untuk terlibat aktif dalam pengoperasian dan penerapan sistem pipa undercooling di lapangan sebagai bentuk pengabdian serta edukasi kebencanaan.

Ke depan, Polda Kalsel menargetkan formulasi cairan pemadam ini dapat diproduksi secara massal oleh Bidlabfor. Selain itu, spesifikasi sistem pipa undercooling diharapkan segera distandarisasi agar dapat diimplementasikan secara masif oleh seluruh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Langkah bertahap dan terukur ini menjadi bukti komitmen kuat kepemimpinan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan dalam menghadirkan solusi konkret dan permanen atas ancaman Karhutla di Banua.

01/09/2026 0 komentar-komentar
  • 1
  • 2
  • 3
  • …
  • 53

Cari

Berita Terkini

  • Tim DVI Polda Kalsel Identifikasi Enam Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Pencarian Masih Terus Dilakukan
  • Dampingi Wapres Gibran, Kapolda Kalsel Tunjukkan Inovasi Cairan Surfaktan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api Lahan Gambut
  • Kapolda Kalsel Pimpin Sertijab Dir Binmas, Ka SPN, dan Kapolres Banjar
  • Polda Kalsel Dampingi Badan Pangan Nasional Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
  • Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam ke Polda Kalteng dan Gandeng Mahasiswa Tangani Karhutla

Kategori

Arsip

BID HUMAS POLDA KALSEL © 2017 - 2024

TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip