Sekilas Info
Tim DVI Polda Kalsel Identifikasi Enam Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Pencarian Masih Terus Dilakukan
Dampingi Wapres Gibran, Kapolda Kalsel Tunjukkan Inovasi Cairan Surfaktan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api Lahan Gambut
Kapolda Kalsel Pimpin Sertijab Dir Binmas, Ka SPN, dan Kapolres Banjar
Polda Kalsel Dampingi Badan Pangan Nasional Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam ke Polda Kalteng dan Gandeng Mahasiswa Tangani Karhutla
Tekan Karhutla, Kapolda Kalsel Pimpin Monitoring dan Terjunkan Inovasi Surfaktan di Banjarbaru
Gelar Rakor Penanganan Karhutla Bersama Wamenko Pangan RI, Polda Kalsel Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku Kebakaran Lahan
Polda Kalsel Gunakan Cairan Khusus Untuk Pemadaman Karhutla
Polda Kalsel Racik Formula Cairan MES, Solusi Padamkan Karhutla di Lahan Gambut
Rakor Karhutla, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut
TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip
Tag:

#divhumaspolri

Dukung Program Presiden, 15 Taruna Akpol dan AAL Rampungkan Kegiatan ‘Taruna Bakti’ di Kalsel

oleh Humas Polda Kalsel 10/08/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Sebanyak 15 taruna gabungan dari Akademi Kepolisian (Akpol) dan Akademi Angkatan Laut (AAL) telah menyelesaikan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Taruna Bakti yang berlangsung selama lima hari, sejak 3 hingga 7 Agustus, di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menerangkan bahwa para Taruna tersebut diterjunkan langsung ke tiga titik Sekolah Rakyat di wilayah Kalsel, meliputi Sekolah Rakyat Menengah Pertama Landasan Ulin, Sekolah Rakyat Terintegrasi Guntung Manggis, serta Sekolah Rakyat Sungai Ulin.

Beliau menyampaikan bahwa kehadiran para Taruna bertujuan untuk membagikan ilmu serta memberikan pembinaan karakter dan mental bagi para siswa Sekolah Rakyat.

“Kegiatan para Taruna ini bertujuan untuk membagi ilmu kepada anak-anak di Sekolah Rakyat guna membentuk karakter, kedisiplinan, keterampilan kepramukaan, wawasan kebangsaan, hingga pendampingan psikologi,” ujar Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Jumat (7/8/2026).

Kapolda menegaskan, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung program strategis Presiden RI Prabowo Subianto di bidang pendidikan, khususnya pada pengembangan Sekolah Rakyat.

Dalam pelaksanaannya, seluruh kegiatan teknis dijalankan langsung oleh para Taruna dengan didampingi perwira dari Akpol dan AAL. Sementara itu, Polda Kalsel berperan aktif menjembatani serta memfasilitasi kebutuhan logistik, transportasi, dan akomodasi selama kegiatan berlangsung.

Di akhir keterangannya, Kapolda Kalsel berharap pengalaman berinteraksi dengan masyarakat Kalimantan Selatan dapat menjadi bekal pembentukan jiwa kepemimpinan para calon perwira tersebut.

“Saya berharap kegiatan Taruna Bakti ini bisa membawa modal cerita dan pengalaman berharga bagi para taruna di akademi nanti. Ke depan, pelaksanaan program ini diharapkan semakin baik dan terus dimanfaatkan untuk mengasah jiwa sosial serta menimba pengalaman langsung di daerah,” pungkasnya.

10/08/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Resmikan Rumah Sakit Bhayangkara dr. Yusuf Wibandoko

oleh Humas Polda Kalsel 10/07/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) secara resmi meresmikan gedung baru Rumah Sakit Bhayangkara dr. Yusuf Wibandoko yang berada di Kota Banjarbaru, Jumat (10/7/2026). Peresmian tersebut dihadiri oleh Kapusdokkes Polri, Kapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Forkopimda Kalsel dan Forkopimda Kota Banjarbaru.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., berharap kehadiran fasilitas kesehatan baru ini dapat mempermudah masyarakat di Kota Banjarbaru dan sekitarnya dalam mengakses layanan medis dengan lebih cepat dan efisien.

Selain itu, dengan diresmikannya RS Bhayangkara Banjarbaru ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat melalui peningkatan pelayanan di berbagai bidang, termasuk kesehatan.

“Harapannya, dengan keberadaan Rumah Sakit Bhayangkara ini, khususnya di tengah Kota Banjarbaru, bisa membantu masyarakat untuk lebih cepat mengakses layanan-layanan kesehatan,” ujar Kapolda dalam pernyataannya.

Terkait status operasional rumah sakit, Kapolda menjelaskan bahwa operasional yang di Banjarmasin tetap berjalan dan di Banjarbaru juga akan segera berjalan, ppihanya pun kini tengah mengajukan pembentukan satuan kerja (satker) mandiri bagi rumah sakit baru ini. Saat ini, proses tersebut masih dalam tahap koordinasi dengan jajaran Mabes Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyoroti keberadaan bangunan cagar budaya yang terletak di depan area rumah sakit. Pihaknya berkomitmen untuk tetap menjaga dan melestarikan bangunan bersejarah tersebut.

“Bangunan di depan itu cagar budaya, kita pertahankan. Itu peninggalan satu-satunya di Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Ke depan, bangunan cagar budaya tersebut direncanakan akan dikelola sebagai area komersial yang bertujuan untuk mendukung operasional Rumah Sakit Bhayangkara Banjarbaru.

Sementara itu, Kapusdokkes Polri Irjen Pol. Dr. dr. Asep Hendradiana, Sp.An-TI., Subsp.IC(K)., M.Kes. dalam keterangannya menegaskan bahwa kehadiran RS Bhayangkara ini merupakan langkah strategis untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya di sektor kesehatan. Rumah sakit ini didesain dengan fasilitas modern untuk memberikan pelayanan yang optimal.

“Kehadiran RS Bhayangkara di Banjarbaru ini merupakan komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik, mulai dari preventif, promotif, hingga kuratif,” ujar Kapusdokkes Polri.

Selain pelayanan kesehatan umum, RS Bhayangkara Banjarbaru juga dilengkapi dengan berbagai pelayanan spesialis dan berperan dalam mendukung kegiatan operasional kepolisian, seperti pelayanan visum serta kegiatan investigasi yang memerlukan dukungan medis yang dipimpin Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Muhammad El Yandiko, Sp-An-TI, M.M., MARS, QHIA.

Pembangunan rumah sakit ini dilakukan secara bertahap. Saat ini, rumah sakit beroperasi dengan kapasitas awal yang akan terus ditingkatkan seiring dengan pemenuhan tenaga medis dan sarana prasarana penunjang. Langkah ini juga selaras dengan instruksi pimpinan Polri untuk terus meningkatkan kemampuan pelayanan institusi.

Diharapkan keberadaan rumah sakit ini dapat menjadi aset berharga bagi masyarakat sekitar, serta mampu mendukung ekosistem kesehatan dan pendidikan tinggi yang ada di wilayah tersebut.

10/07/2026 0 komentar-komentar

Polda Kalsel Tangkap Lima Tersangka Narkoba Jaringan Internasional, 128 Kg Sabu Senilai Rp.231 Miliar Disita

oleh Humas Polda Kalsel 19/06/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) berhasil menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah fantastis. Sebanyak lebih dari 128.705,17 Gram (128 Kg) sabu-sabu berhasil disita dari hasil operasi yang berlangsung selama lima hari, terhitung sejak 8 Juni hingga 12 Juni 2026.

Selain mengamankan barang bukti senilai ratusan miliar rupiah, polisi juga membekuk lima orang tersangka yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkoba lintas provinsi dan internasional.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kalsel.

“Dari pengungkapan narkoba ini, di depan ini kita saksikan ada 128 kilogram sabu-sabu yang berhasil ditangkap dan disita dari lima orang tersangka,” ujar Kapolda Kalsel dalam Konferensi Pers narkoba di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan hasil pengembangan Dir Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono,, S.I.K., M.M. dan anggota, kelima tersangka yang diamankan berasal dari wilayah yang berbeda. Satu tersangka diketahui berasal dari Palembang, satu orang dari Depok, dan tiga orang lainnya merupakan warga lokal Kalimantan Selatan (Banjarmasin dan Batola).

Jaringan ini peredarannya cukup panjang dan berliku dengan memanfaatkan jalur antar pulau. Para pelaku yang masing-masing berinisial JR, RA, MA, JA, dan SU tersebut bergerak melalui rute Pengandaran – Tasikmalaya – Bandung – Kemudian dibawa menyeberang melalui Surabaya Hingga akhirnya tiba di Banjarmasin.

Polisi melakukan penyergapan di empat Tempat Kejadian Perkara (TKP) terpisah di Kalimantan Selatan, yaitu Kawasan Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin, dua lokasi (TKP) di kawasan Liang Anggang, Banjarbaru, dan Area parkiran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin.

Kapolda Kalsel menjelaskan, jika dikonversikan ke dalam nilai ekonomi, barang bukti sabu seberat 128 kilogram tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp.231 miliar.

Meski nilai nominalnya sangat besar, Kapolda menekankan bahwa keberhasilan ini jauh lebih bermakna dari sekadar angka materi, melainkan tentang masa depan generasi muda.

“Hari ini kita mengungkap 128 kilogram narkotika. Namun yang lebih penting lagi adalah kita menyelamatkan ratusan ribu anak bangsa, ratusan ribu masyarakat Kalimantan Selatan,” tuturnya.

Pengungkapan besar ini menjadi alarm bahwa Kalimantan Selatan masih menjadi target utama jalur distribusi dan pasar peredaran narkoba skala besar. Merespons hal tersebut, Kapolda Kalsel mengimbau seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk bahu-bahu menjadikan narkoba sebagai musuh bersama.

“Kami dari Polda Kalimantan Selatan akan terus mengungkap, menangkap, menindak tegas, dan tidak akan memberikan ruangan sekecil apa pun untuk peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Selatan. Perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti,” pungkas Kapolda.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

19/06/2026 0 komentar-komentar

Menuju Kalsel Zero Over Dimension dan Over Loading 2027: Langkah Bersama Amankan Jalan dan Logistik

oleh Humas Polda Kalsel 19/06/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Pusat Studi Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Formulasi Kebijakan Dan Inovasi Teknologi Akselerasi Transformasi Logistik Zero Over Dimension & Over Loading Kalimantan Selatan Tahun 2027”, pada Rabu (17/6/2026). Langkah ini diambil mengingat posisi strategis Kalimantan Selatan sebagai salah satu pintu gerbang logistik di Pulau Kalimantan.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Universitas Lambung Mangkurat dan Pusat Studi Kepolisian atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, regulasi mengenai batasan dimensi dan muatan kendaraan sebenarnya sudah digodok sejak tahun 2009, namun implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala.

Guna menjawab persoalan lalu lintas dan transformasi logistik yang kian kompleks, Kapolda menekankan pentingnya pendekatan akademis yang komprehensif dan multi disiplin.

“Pendekatan akademis ini sangat penting karena melibatkan seluruh dimensi dan stakeholder—mulai dari pelaku usaha, masyarakat, pengguna jalan, hingga pemerintah. Seminar ini menjadi ruang evaluasi bagi kami, khususnya jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, untuk membangun komitmen bersama dalam menegakkan aturan demi keselamatan dan keberlanjutan pembangunan,” tegas Kapolda.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Kepolisian ULM, Hj. Rahmida Erliyani mengungkapkan bahwa mobilitas pengangkutan barang menuju wilayah Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Timur sebagian besar bertumpu pada jalur Kalsel. Namun, kondisi ini membawa tantangan besar. Berdasarkan laporan dari Polda Kalsel, maraknya armada bermuatan lebih (over loading) maupun yang melanggar dimensi standar (over dimension) memicu tingginya angka kecelakaan dan kerusakan infrastruktur jalan.

“Melalui seminar nasional ini, kami mengingatkan kembali pentingnya memperhatikan keselamatan berkendara dan menjaga keawetan infrastruktur jalan. Diperlukan kebersamaan dari seluruh stakeholder terkait agar target pemerintah secara nasional untuk mencapai ‘Zero Over Dimension dan Over Loading’ dapat terwujud pada tahun 2027 mendatang,” ujar Hj. Rahmida.

Senada dengan hal tersebut, Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si. juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polda Kalsel dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas sinergi yang terus terjalin dalam merumuskan kebijakan serta inovasi teknologi transportasi.

Ia menjelaskan bahwa misi menuju Zero Over Dimension dan Over Loading bukan sekadar pembatasan muatan, melainkan upaya menciptakan efisiensi menyeluruh, baik pada aspek infrastruktur, sarana transportasi, maupun tingkat kepatuhan hukum.

“Jika aturan ini ditegakkan dengan baik, maka akan tercipta iklim usaha yang kondusif. Angka kecelakaan bisa kita tekan seminimal mungkin, umur kendaraan menjadi lebih panjang, dan usia pakai jalan pun lebih awet,” papar Rektor ULM.

Pihak universitas berharap seminar nasional ini dapat menyamakan persepsi dan memberikan edukasi yang kuat bagi seluruh pihak, sehingga transformasi logistik di Kalimantan Selatan dapat berjalan lebih aman, efisien, dan bebas dari pelanggaran Over Dimension dan Over Loading di masa depan.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

19/06/2026 0 komentar-komentar

Gulung Jaringan Narkoba Internasional, Polda Kalsel Sita 12,5 Kilogram Sabu

oleh Humas Polda Kalsel 04/06/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama Polres jajaran sukses menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi “Antik Intan-2026”. Operasi yang berlangsung selama dua pekan, terhitung sejak 12 Mei hingga 25 Mei 2026, berhasil mengungkap ratusan kasus dan mengamankan ratusan tersangka serta barang bukti bernilai miliaran rupiah.

Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers yang berlangsung di Gedung Dit Tahti Polda Kalsel, Banjarmasin, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Karo Ops Polda Kalsel, Dir Resnarkoba Polda Kalsel, Kaur Pensat Bid Humas Polda Kalsel, Kabid Berantas BNNP Kalsel, Wadir Resnarkoba Polda Kalsel, dan para Kasubdit Ditresnarkoba Polda Kalsel.

Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam kesempatan itu Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Eko Irianto, S.I.K. menerangkan Berdasarkan data rekapitulasi hasil operasi, Polda Kalsel berhasil mengungkap sebanyak 284 kasus. Dari total kasus tersebut, terdapat 66 kasus yang merupakan Target Operasi (TO) dan 296 kasus Non-TO.

Dari hasil penindakan tegas di lapangan, petugas mengamankan total 362 tersangka. Mayoritas dari para pelaku didominasi oleh laki-laki, yakni sebanyak 340 orang, sementara 22 tersangka lainnya adalah perempuan.

Adapun total barang bukti yang berhasil disita dari seluruh wilayah hukum Polda Kalsel meliputi: Sabu 12.534,80 Gram (sekitar 12,5 Kilogram), Ekstasi 183 Butir, Carnophen 133 Butir, Psikotropika 368 Butir, dan Daftar G 6.344 Butir

Sementara Dir Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, S.I.K., M.M. menyampaikan, di antara ratusan pengungkapan tersebut, pihaknya berhasil membongkar satu kasus yang sangat menonjol di kawasan Pelabuhan Trisakti, tepatnya di Jalan Barito Hilir, Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.

Berawal dari informasi berharga yang diberikan oleh masyarakat, penyidik melakukan pendalaman, pengolahan data, hingga penindakan langsung di tempat kejadian perkara (TKP). Dalam operasi tersebut, polisi meringkus dua orang tersangka berinisial DD dan HY yang diketahui merupakan warga luar daerah asal Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

Dari tangan kedua pelaku, petugas menyita 10 paket sabu dengan berat bersih mencapai 9.548,55 gram (9,5 Kg). Berdasarkan hasil interogasi dan pengembangan, kedua kurir ini merupakan bagian dari jaringan besar antarprovinsi yang menghubungkan jalur Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Banjarmasin. Luar biasanya, jaringan ini terkonfirmasi terafiliasi dengan gembong narkotika internasional, Fredy Pratama.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) (tertulis Pasal 609 ayat 2 pada rilis), serta Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Keberhasilan penggagalan peredaran gelap narkoba ini membawa dampak masif bagi perlindungan masyarakat Kalimantan Selatan. Total barang bukti yang disita diperkirakan memiliki nilai ekonomis mencapai Rp 22.814.090.000,- (Dua puluh dua miliar delapan ratus empat belas juta sembilan puluh ribu rupiah).

Lebih dari sekadar nilai materi, tindakan nyata Polda Kalsel ini diklaim berhasil menyelamatkan 64.521 orang dari bahaya ketergantungan narkotika. Selain itu, operasi ini juga berhasil menghemat biaya rehabilitasi negara maupun masyarakat hingga sebesar Rp 322.605.000.000,- (Tiga ratus dua puluh dua miliar enam ratus lima juta rupiah).

Melalui momentum keberhasilan Operasi Antik Intan 2026 ini, Ditresnarkoba Polda Kalsel terus menggaungkan komitmen bersama untuk memerangi narkoba demi mewujudkan Indonesia Emas yang bersih dari narkotika.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

04/06/2026 0 komentar-komentar

Dilantik Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar Resmi Jabat Wakapolda Kalsel

oleh Humas Polda Kalsel 03/06/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. secara resmi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalsel. Jabatan strategis tersebut kini resmi diemban oleh Brigjen Pol Noviar, S.I.K.

Prosesi khidmat ini berlangsung di Auditorium Polda Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (3/6/2026) pagi.

Brigjen Pol Noviar, S.I.K. hadir menggantikan pejabat lama, Brigjen Pol Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, S.H., S.I.K., M.H., yang kini beralih tugas untuk mengemban amanah baru sebagai Dosen Kepolisian Utama Tk. I STIK Lemdiklat Polri.

Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam kesempatannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan bahwa mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang wajar dan penting dilakukan. Selain sebagai bentuk penyegaran organisasi, langkah ini juga menjadi bagian dari pembinaan karier personel demi meningkatkan kinerja institusi.

“Pergantian kepemimpinan adalah momentum untuk membawa energi baru, inovasi, dan semangat baru dalam menghadapi tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks,” ujar Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Kapolda juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi besarnya selama mendampingi dirinya memimpin Polda Kalsel.

Sementara itu, kepada Wakapolda yang baru, Brigjen Pol Noviar, Kapolda mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas. Mengingat rekam jejak dan pengalaman yang dimiliki Brigjen Pol Noviar, Kapolda optimistis bahwa program-program kerja Polda Kalsel ke depan akan berjalan semakin solid, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Bumi Lambung Mangkurat.

Upacara Sertijab ditandai dengan pembacaan Keputusan Kapolri, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Kapolda Kalsel yang diikuti dengan khidmat oleh pejabat baru. Sesi kemudian ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Sertijab, Berita Acara Pengambilan Sumpah, serta Pakta Integritas.

Turut hadir dalam acara tersebut para Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Irwasda, Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel, para Kapolres/Ta jajaran, serta jajaran pengurus Bhayangkari Daerah Kalsel. Acara berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

03/06/2026 0 komentar-komentar

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kapolda Kalsel Serahkan 5 unit Ranmor untuk Brimob

oleh Humas Polda Kalsel 01/06/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung khidmat di lapangan Apel Mapolda Kalsel, Banjarbaru, pada Senin (1/6/2026).

Upacara yang diikuti oleh Wakapolda, Irwasda dan seluruh Pejabat Utama (PJU) serta personel Polda Kalsel ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan situasi kamtibmas di wilayah Kalimantan Selatan.

Ada yang berbeda pada momentum peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini. Usai memimpin jalannya upacara, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyerahkan secara simbolis bantuan kendaraan operasional kepada Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Kalsel.

Bantuan yang diserahkan berupa 5 unit sepeda motor trail Yamaha WR155. Penyerahan ranmor dinas ini bertujuan untuk mendukung kelancaran tugas-tugas lapangan Satbrimob yang menuntut mobilitas tinggi dan respons cepat.

“Penyerahan kendaraan operasional ini diharapkan dapat memperkuat performa personel Satbrimob Polda Kalsel di lapangan, terutama dalam menjangkau medan-medan sulit demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kapolda Kalsel melalui Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.

Dengan adanya penambahan armada baru ini, diharapkan Satbrimob Polda Kalsel semakin siap siaga dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kedepan, selaras dengan semangat Pancasila dalam memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

01/06/2026 0 komentar-komentar

Tutup Latihan Kemampuan Pelopor, Kapolda Kalsel: Brimob Harus Siap Berdiri di Garda Terdepan

oleh Humas Polda Kalsel 26/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Upacara Penutupan Latihan Kemampuan Pelopor Personel Satbrimob Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026 resmi digelar di Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Senin (25/5/2026). Upacara sakral ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Komandan Pasukan (Danpas) Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol Gatot Mangkurat Putra P. J.

Acara penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian latihan berat yang telah berlangsung selama 8 hari. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel serta para Kapolres/ta jajaran sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas personel.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas semangat, kekompakan, disiplin, dan daya juang tinggi yang ditunjukkan oleh seluruh peserta selama digembleng di medan latihan.

“Menjadi anggota Brimob adalah sebuah kehormatan besar. Tidak semua orang mampu bertahan menghadapi kerasnya latihan dan tingginya tuntutan pengabdian yang dibebankan di pundak kalian. Jaga kehormatan baret tersebut,” tegas Kapolda Kalsel.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran PJU dan Kapolres yang berhadir, menyebut kehadiran mereka sebagai wujud soliditas dan tanggung jawab bersama keluarga besar Polda Kalsel. Ucapan terima kasih dan penghargaan tinggi juga dialamatkan kepada tim instruktur dari Korbrimob Kelapa Dua atas dedikasi luar biasa dalam membina dan mentransfer ilmu kepada para peserta.

Lebih lanjut, Jenderal Bintang Dua tersebut mengingatkan bahwa tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks seiring dengan cepatnya dinamika kamtibmas, perkembangan teknologi, dan tingginya ekspektasi masyarakat.

Brimob sebagai satuan pamungkas Polri dituntut untuk selalu siap menjadi garda terdepan dalam kondisi genting.

Brimob harus hadir tanpa ragu saat masyarakat membutuhkan rasa aman, mulai dari penanganan konflik sosial, mitigasi bencana alam, hingga tugas-tugas kemanusiaan.

Kekuatan terbesar Brimob tidak hanya terletak pada ketahanan fisik dan keberanian semata, melainkan pada disiplin, loyalitas, soliditas, dan semangat pengabdian kepada negara.

Menutup arahannya, Kapolda Kalsel memberikan beberapa penekanan krusial yang wajib dipedomani oleh seluruh personel Satbrimob Polda Kalsel:

1. Personel diminta untuk tidak pernah merasa cukup dengan kemampuan saat ini. Latihan harus dijadikan sebagai kebutuhan hidup yang berkelanjutan, bukan sekadar kewajiban formalitas.
2. Setiap anggota wajib menjaga mental, fisik, kekompakan, dan yang paling utama adalah menjaga kehormatan institusi.
3. Seragam dan baret yang dikenakan adalah simbol kepercayaan masyarakat. Kapolda menegaskan agar jangan pernah menodai kehormatan tersebut dengan pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, atau tindakan yang menyakiti hati rakyat.
4. Brimob Polda Kalsel harus mampu menampilkan citra pasukan yang profesional dan disiplin, namun tetap humanis serta selalu hadir memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat.

Di akhir amanatnya, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan membakar semangat para personel dengan menggemakan kembali core values dan motto pengabdian Korps Baret Biru Tua tersebut.

“Sekali Melangkah Pantang Menyerah, Sekali Tampil Harus Berhasil, Jiwaraga Kami Demi Kemanusiaan!”

Dengan pekikan motto yang menggelegar di bumi Karang Intan, Latihan Kemampuan Pelopor Personel Satbrimob Polda Kalsel Tahun 2026 secara resmi dinyatakan ditutup. Seluruh personel kini siap diterjunkan kembali ke kesatuan dengan kapasitas dan kesiapan mental yang baru demi menjaga kondusivitas di wilayah hukum Kalimantan Selatan.

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

26/05/2026 0 komentar-komentar

PRESTASI GEMILANG: Personel Karate Polda Kalsel Sabet Juara di Ajang Nasional Piala Rektor Udinus II 2026

oleh Humas Polda Kalsel 25/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Torehan prestasi membanggakan kembali diukir oleh personel Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) di kancah nasional. Perwakilan karateka putri Polda Kalsel sukses memborong dua gelar juara sekaligus dalam ajang bergengsi National Karate Championship Piala Rektor Udinus II 2026 yang digelar di GOR Satria Sport Center, Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kompetisi ketat yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (21–23 Mei 2026), atlet berbakat Polda Kalsel berhasil mengamankan podium tertinggi sebagai Juara 1 Kelas Senior Kumite -68 Kg Putri. Tidak berhenti di situ, dominasi dan ketangguhan personel Polda Kalsel kembali teruji setelah sukses merebut Juara 3 Kelas Bebas Senior Putri.

Turnamen berskala nasional ini bukan momentum yang mudah. Diikuti oleh 31 kontingen terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, tensi pertandingan sejak hari pertama pembukaan terpantau sangat tinggi.

Namun, berbekal disiplin latihan yang militan, mental petarung yang kuat, serta dedikasi tinggi sebagai abdi negara sekaligus atlet, personel Polwan Polda Kalsel ini mampu menumbangkan lawan-lawan tangguh di atas matras GOR Satria Sport Center.

Perolehan medali yang berhasil dibawa pulang ke Bumi Lambung Mangkurat yakni Juara 1 (Medali Emas) Kelas Senior Kumite -68 Kg Putri, dan Juara 3 (Medali Perunggu) Kelas Bebas Senior Putri.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. dalam kesempatannya mengatakan, keberhasilan ini mendapat apresiasi luar biasa, baik dari official team maupun keluarga besar Polda Kalsel. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa personel Polri tidak hanya prima dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga mampu berprestasi dan mengharumkan nama institusi di bidang olahraga tingkat nasional.

“Ini adalah buah dari kerja keras, konsistensi, dan doa. Kemenangan ini kami persembahkan untuk institusi Polri, khususnya Polda Kalsel, serta seluruh masyarakat Kalimantan Selatan yang terus memberikan dukungan,” ujar Dir Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol M. Gafur Aditya H. Siregar, S.I.K. selaku Pembina Tim Karate Polda Kalsel, Sabtu (23/5/2026).

Dengan berakhirnya event Piala Rektor Udinus II 2026 ini, raihan medali emas dan perunggu tersebut diharapkan dapat menjadi suntikan motivasi bagi personel Polda Kalsel lainnya untuk terus menggali potensi diri dan mengukir prestasi, baik dalam kedinasan maupun di luar kedinasan. Polda Kalsel, Presisi dan Berprestasi!

Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.
Publish : Aipda Yudha Krisyanto, S.Kom.

25/05/2026 0 komentar-komentar

Catatan Kritis Para Akademisi dalam Rakernis Densus 88: Terorisme Kini Tak Lagi Bergerak dengan Cara Lama

oleh Humas Polda Kalsel 22/05/2026
ditulis oleh Humas Polda Kalsel

Jakarta, 20 Mei 2026 — Ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan terus mengalami perubahan. Jika dahulu ancaman identik dengan organisasi tertutup, doktrin ideologi yang kaku, dan pola rekrutmen konvensional, kini ancaman berkembang lebih cair melalui ruang digital, algoritma, komunitas virtual, hingga kerentanan psikologis generasi muda.

Perubahan wajah ancaman tersebut menjadi perhatian utama dalam Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H.; serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.

Forum tersebut menjadi ruang bertemunya perspektif keamanan, psikologi, hukum, teknologi, dan perlindungan anak untuk membaca ancaman terorisme modern yang dinilai bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan konvensional.

Dalam pemaparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perubahan ancaman harus direspons dengan perubahan cara berpikir dan strategi pencegahan.

“Kita sedang menghadapi ancaman yang tidak lagi selalu tumbuh melalui organisasi besar dengan struktur formal, tetapi bergerak melalui ruang digital, algoritma, dan fragmen ideologi yang sulit dipetakan. Negara tidak boleh hanya hadir saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Menurut Wakapolri, mitigasi embrio terorisme tidak dapat hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus memperkuat literasi digital, perlindungan anak, dan kemampuan masyarakat membaca risiko sejak dini.

Sementara itu, Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa perubahan ancaman ekstremisme menuntut sinergi nasional yang lebih kuat.

“Terorisme dan ekstremisme tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi. Ancaman ini lintas sektor, lintas ruang, dan lintas generasi. Karena itu, pencegahan harus dibangun melalui kolaborasi antara aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, komunitas, hingga platform digital,” ujar Kepala BNPT.

Ia menilai pendekatan preventif menjadi penting agar negara mampu membangun ketahanan masyarakat sebelum ancaman berkembang menjadi tindakan nyata.

Di sisi lain, Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, menekankan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif seiring perubahan pola ancaman.

“Kami melihat langsung bagaimana pola ekstremisme berubah. Ancaman kini lebih cair, lebih personal, dan sering kali berawal dari paparan digital yang tidak terdeteksi. Karena itu, pendekatan penanggulangan harus semakin berbasis pencegahan, asesmen risiko, dan perlindungan kelompok rentan,” kata Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya penguatan deteksi dini terhadap kerentanan anak dan remaja yang menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan ekstremisme digital.

Dalam forum tersebut, para akademisi memberikan apresiasi terhadap substansi buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, sekaligus menyampaikan sejumlah catatan kritis agar strategi pencegahan ekstremisme lebih adaptif, berbasis bukti ilmiah, dan tetap menjunjung prinsip perlindungan masyarakat.

Radikalisasi di Era Digital Tidak Lagi Selalu Bertahap
Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai buku tersebut memperkaya teori counter-terrorism yang selama ini digunakan. Menurutnya, proses radikalisasi di era digital tidak selalu berlangsung bertahap sebagaimana teori klasik, tetapi dapat mengalami lompatan cepat akibat intensitas paparan digital.

Ia menyoroti kerentanan generasi muda yang mengalami alienasi sosial, perasaan tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, yang dapat menjadi pintu masuk narasi ekstrem.

Ekstremisme Modern Kini Dibentuk oleh Algoritma dan Identitas Digital
Guru Besar hukum pidana Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D. menilai kelompok ekstrem modern tidak lagi sekadar membangun propaganda, tetapi juga pengalaman emosional, identitas kelompok, dan keterikatan psikologis yang menarik bagi generasi digital.

Ia mengingatkan agar strategi penanggulangan tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Luka Psikologis Bisa Menjadi Pintu Masuk Radikalisasi
Psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto menyoroti bahwa akar kerentanan terhadap radikalisasi sering kali bukan hanya konten ekstrem, tetapi riwayat perundungan, krisis identitas, hingga keterasingan sosial yang tidak tertangani.

Menurutnya, intervensi perlu mencakup pendekatan klinis dan penguatan kesehatan mental, bukan hanya kontra-radikalisasi.

AI dan Analisis Data Didorong Jadi Instrumen Deteksi Dini
Pakar analisis data Dr. Ismail Fahmi menekankan perlunya kolaborasi antara aparat dan komunitas riset untuk membangun sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan, guna mengenali anomali perilaku digital sebelum berkembang menjadi ancaman.

Meski berasal dari disiplin berbeda, para akademisi menyampaikan satu benang merah yang sama: terorisme modern tidak lagi dapat dipahami dengan pola lama.

Ancaman kini bergerak melalui ruang digital, dipengaruhi algoritma, kondisi psikologis, budaya visual, hingga dinamika sosial yang semakin kompleks. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi psikologi, pendidikan, hukum, teknologi, perlindungan anak, dan masyarakat.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum memperkuat strategi penanggulangan terorisme yang lebih prediktif, preventif, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan arah Transformasi Polri dalam menjaga keamanan nasional menghadapi perubahan ancaman global.

Karena ancaman yang berubah menuntut cara memahami dan mencegahnya ikut berubah.

22/05/2026 0 komentar-komentar
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • …
  • 53

Cari

Berita Terkini

  • Tim DVI Polda Kalsel Identifikasi Enam Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Pencarian Masih Terus Dilakukan
  • Dampingi Wapres Gibran, Kapolda Kalsel Tunjukkan Inovasi Cairan Surfaktan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api Lahan Gambut
  • Kapolda Kalsel Pimpin Sertijab Dir Binmas, Ka SPN, dan Kapolres Banjar
  • Polda Kalsel Dampingi Badan Pangan Nasional Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
  • Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam ke Polda Kalteng dan Gandeng Mahasiswa Tangani Karhutla

Kategori

Arsip

BID HUMAS POLDA KALSEL © 2017 - 2024

TribrataNews Polda Kalsel
  • Beranda
  • Lalu Lintas
  • Reskrim
  • Binkam
  • Binmas
  • Giat Ops
  • Mitra Polisi
  • Opini
  • Peristiwa
  • Satker
    • Biddokkes
    • Bidhumas
    • Bidkum
    • Bidkeu
    • Bidpropam
    • Bidti
    • Ditbinmas
    • Ditintel
    • Ditlantas
    • Ditpamobvit
    • Ditpolair
    • Ditreskrimsus
    • Ditresnarkoba
    • Ditshabara
    • Dittahti
    • Itwasda
    • Roops
    • Rorena
    • Rosarpras
    • Rosdm
    • Satbrimob
    • Setum
    • Spkt
    • Spnbanjarbaru
    • Spripim
    • Yanma
  • Arsip