Selama 14 hari dilewati, Operasi Patuh Intan 2017 di wilayah hukum Polres Balangan, telah memberikan kontribusi positif di masyarakat terkait ketertiban dalam berlalulintas.
Kasat Lantas AKP R. Sudarto, S.H mengatakan, selama pelaksanaan Operasi, anggota berusaha semaksimal mungkin memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam tertib berlalu lintas.
Menurutnya berbagai upaya yang telah dilakukan Polres Balangan selain penertiban pengendara adalah Giat Preemtif dengan memberikan himbauan melalui media cetak maupun elektronik serta pemasangan spanduk maupun berbagi stiker yang hampir mencapai 300 kegiatan selama 14 hari.
“Kegiatan preemtif senantiasa ditonjolkan setiap hari seperti halnya, pengaturan arus lalulintas, pengawalan dan patroli juga memberikan dampak yang efektif ciptakan kedisiplinan berkendara masyarakat Balangan,” ujarnya.
Masih dikatakannya, terlebih dalam penegakan hukum dibidang lalulintas, selama 14 hari operasi Patuh Intan 2017, Polres Balangan berhasil menjaring pelanggar sebanyak 761 perkara, hasil tersebut terbagi atas sanksi tilang Sebanyak 626 perkara dan teguran sebanyak 135 perkara.
“Dengan jumlah akhir sebanyak 761 pelanggar yang berhasil terjaring selama Operasi Patuh Intan 2017, diharap operasi kepolisian ini dapat meningkatkan kesadaran warga dalam tertib berlalu lintas,” pungkasnya.
Uncategorized
Diintai Polisi Sejak Lama, Tukang Parkir Miliki Ribuan Butir Pil Teler
Pekerjaan sehari-harinya adalah tukang parkir, namun siapa sangka Chandra (26) adalah pengedar obat daftar G kelas ‘kakap’. Pasalnya, warga Jalan Jahri Saleh Perumahan Kenanga Indah Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara ini menyimpan ribuan butir pil ‘teler’.
Chandra dibekuk anggota Sat Resnarkoba Polresta Banjarmasin, yang dipimpin Kasatresnarkoba Polresta Banjarmasin, Kompol Hadi Supriyanto SH, Selasa (16/5) malam.
Barang bukti pil koplo yang disita petugas dari Chandra. (banjarmasinpost.co.id/fadly setiarahman)
Chandra disergap di kediamannya dan didapati ribuan butir pil Carnophen atau Zenith, Dextro dan tablet Double L.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana mengatakan penangkapan terhadap Chandra ini adalah hasil penyelidikan mendalam yang dilakukan jajarannya di lapangan.
“Pengungkapan oleh Satresnarkoba, hasil penyelidikan selama seminggu di lapangan. Barang bukti yang diamankan cukup banyak, ada ribuan butir,” kata Kapolresta Banjarmasin, Sabtu (20/5).
Orang nomor satu di jajaran Polresta Banjarmasin ini merincikan jumlah barang bukti yang diamankan dari Chandra, yang dibekuk tanpa perlawanan di kawasan Banjarmasin Utara ini.
“Barang bukti yang kami amankan dari tersangka yakni 5.848 butir Carnophen atau Zenith, 2.610 butir Dextro dan 565 butir tablet Double L,” ujar Anjar.
Warga Pengambangan Dibekuk Sembunyikan Sabu Siap Edar di Atas Tiang
Sikat habis peredaran narkoba dilakukan jajaran Subdit 3 Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Selatan. Kali ini, Kamis (18/5) malam, giliran dua pengedar sabu dicokok di dua tempat terpisah, yakni Mahyani alias Jombe (43) dan M Fauzi alias Uzi (29).
Yang pertama ditangkap polisi adalah Jombe. Warga Jalan Veteran Km 5,5 Gang 2 Agustus RT2 RW1 Pangambangan, Banjarmasin Timur ini dibekuk sekitar pukul 18.30 Wita. Kemudian, sekitar pukul 21.30 Wita, polisi menciduk Uzi, warga Jalan Sutoyo S Kompleks Pondok Indah Blok 1, Banjarmasin Tengah.
Dari tangan kedua pengedar spesialis paket hemat ini polisi menemukan masing-masing satu paket sabu siap edar. Dengan barang bukti itu keduanya langsung digelandang dan dimasukkan ke rutan Polda Kalsel.
Informasi diperoleh, polisi mendapat informasi Jombe sering melakukan transaksi narkoba. Untuk membuktinya, sekitar pukul 18.30 Wita polisi bergerak ke rumah Jombe Jalan Veteran Km 5,5 Gang 2 Agustus RT2 RW1 Pangambangan.
Saat melakukan penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu di dalam kotak Pagoda warna hitam di atas tiang di dapur rumahnya.
Tak berselang lama, sekitar pukul 21.30 Wita, petugas unit lainnya yang dapat informasi adanya pengedar lainnya di Jalan Sutoyo S Kompleks Pondok Indah Blok 1 Banjarmasin Tengah. Polisi pun menuju ke tempat yang dimaksud. Di lokasi petugas mendapati Uzi. Saat digeledah petugas menemukan satu paket sabu.
Direktur Narkoba Kombes Jimy A Anes melalui Kasubdit 3 AKBP Matsari HS, membenarkan pihaknya menciduk dua pengedar sabu di dua lokasi terpisah,
“Dari Jombe kami menemukan satu paket sabu seberat 0,60 gram, satu buah kotak Pagoda warna hitam, dan satu buah sendok sabu dari sedotan warna putih. Sedangkan dari Uzi kami menemukan barang bukti satu paket sabu seberat 0,28 gram,” ujarnya.
Tiga Pria Kaget Digerebek Ditnarkoba Polda Kalsel Saat Asik Nyedot Sabu
Betapa terkejutnya Bambang (29), Juju (27) dan Johansyah (34). Saat asyik menyabu, tiba-tiba anggota Sub Dit 1 Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Selatan datang dan membekuk mereka.
Bambang warga Jalan Manarap Gang Masjid, Juju warga Jalan A Yani Km7 Gang Muhibbah, dan Johansyah warga Jalan Tembus Mantuil Gang Perintis ditangkap di rumah Johansyah, Rabu (17/5) sekitar pukul 19.30 Wita. Saat penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu dan peralatan untuk menyabu.
Ketiga pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh, tukang tambal dan tukang ini langsung digelendang polisi ke Mapolda Kalsel untuk menjalani pemeriksaan intensif berkenaan dengan asal muasal sabu itu.
Informasi diperoleh, penggerebakan ini bermula dari masuknya informasi bahwa ada aktivitas mencurigakan terkait obat-obatan di sebuah rumah di Jalan Tembus Mantuil Gang Perintis RT24 Banjarmasin Selatan, yang belakangan diketahui rumah itu milik Johansyah.
Polisi langsung di TKP. Saat melakukan penggerebekan polisi menemukan ketiga orang sedang nyabu, yakni Bambang, Juju dan Johansyah. Selain itu polisi juga menemukan satu paket sabu dan peralatan menyabu seperti bong dan pipet serta sedotan.
Direktur Narkoba Kombes Jimy A Anes didampingi Panit 1 Sat 1 AKP Sumardi membenarkan pihaknya menangkap ketiga orang yang tengah pesta sabu, Rabu (17/5) malam. “Di lokasi petugas menemukan satu paket sabu dengan berat bersih 0.05 gram, satu buah pipet yang masih ada sisa sabu, satu bong,” ujarnya.
Polda Kalsel Menjerat Tinghui dengan Kasus Pencucian Uang Rp 15 Miliar
Masih ingat kasus jutaan zenith yang melibatkan H Supian Sauri alias Tinghui? Ternyata, kasusnya tak begitu saja berhenti. Pihak Subdit II Fiskal dan Moneter (Fismondev) Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan ternyata juga melidiknya.
Kali ini Tinghui yang sempat disebut sebagai raja zenith itu dijerat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tindak Pidana Pokok Undang-undang Kesehatan.

Kapolda Brigjen Rachmat Mulyana didampingi Irwasda Kombes Djoko Purbo dan Dirkrimusus Kombes Rizal Irawan saat press release, Kamis (18/5/2017) mengungkapkan, Tinghui dijerat dengan TPPU sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 Undang-undang RI No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Menurut Rachmat, dari penyidikan ini, pihaknya juga menyita barang bukti Rp 15.034.521.925. Pihaknya sendiri mengenakan pasal kepada tersangka dengan pasal pasal 3 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman 20 tahun penjara.
Dit Narkoba Polda Kalsel Gencarkan Razia THM
Razia di sejumlah tempat hiburan malam (THM) sepertinya terus dilakukan oleh aparat kepolisian menjelang Ramadan ini.
Seperti pada Sabtu (20/5/2017) malam hingga Minggu (21/5/2017) dinihari, razia berlangsung dengan tiba-tiba ini dipimpin langsung oleh Direktur Narkoba Polda Kalsel, Kombes Jimy A Anes, Kabagbinops AKBP Sugito , dan Kasubdit 3 AKBP Matsari. Sejumlah pengunjung pub, karaoke dan diskotik digeledah.

Antara lain di Grand Diskotik, Hoky club 89 di Jalan Lambung Mangkurat. Di Hoky Club 89 ini petugas Polwan dan lain-lain terlihat menggeledah tas para cewek-cewek cantik yang sedang berada disana menikmati musik.
Karena petugas memperkenalkan diri dengan sopan, para cewek-cewek cantik ini pun dengan ‘sukarela’ memperlihat isi tas mereka. Setelah beberapa saat petugas pun berlalu karena tak menemukan narkoba.
Pada razia kali ini, Direktur Narkoba Kombes Jimy A Anes tak hanya ikut memantau saja, namun dia pun ikut menasehati beberapa pengunjung agar jangan coba-coba memakai narkoba.
“Jangan pakai narkoba ya,” paparnya kepada para anak muda.
Sementara itu setelah razia , Kombes Jimy A Anes yang didampingi AKBP Matsari menuturkan razia ini akan terus mereka lakukan menjelang Ramadan.
“Dalam rangka cipta kondisi menjelang Ramadan, ada beberapa urinenya kita periksa dan ditemukan pil di parkiran,” ucap Jimy, Minggu (21/5/2017).
Sementara, Matsari menambahkan mengatakan pada razia tadi malam mengungkapkan di parkiran Grand Mitra Plaza pihaknya menangkap tangan Sarkawi dengan barang buktii 1/4 butir ineks.
“Di parkiran Hotel Royal Jelita kita juga menangkap tangan Leny dengan barang bukti 10 butir ineks, pada tes urine di tiga tempat THM sebanyak 7 orang dengan hasil 4 negatif dan 3 positif Ampethamine,” p
Kisah Personel Polres Tabalong di Sudan, Melawan Dingin dan Ditembaki Saat Mau Beli Sapi Kurban
Rutinitas menjalankan tugas sebagai personel Polres Tabalong, sudah sekitar tiga pekan ini, kembali dilakukan Bripka Sardi Abdul Karim.
Sebelumnya, Bhabinkamtibmas Polres Tabalong ini menjadi bagian pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atau Formed Police Unit (FPU) di Afrika.
Dari 140 personel FPU asal Indonesia, ada satu lagi yang berdomisili di Tabalong. Dia adalah Brigadir Sukartono, yang juga anggota Polres Tabalong.
Bripka Sardi Abdul Karim saat bersama penduduk asli di Sudan
Bripka Sardi Abdul Karim saat bersama penduduk asli di Sudan (Istimewa)
Menjadi bagian dari pasukan PBB yang kemudian ditempatkan di El Fasher, Darfur, Sudan Utara, sangat membanggakan Sardi. Apalagi dia harus melalui seleksi yang ketat. Dari 1.375 pendaftar dari seluruh Indonesia, hanya 140 orang yang diterima untuk angkatan 20 tersebut.
“Saya ikut seleksi Februari 2015. Posisi yang ingin saya ambil penerjemah bahasa Arab,” ujar Sardi.
Namun setelah seleksi dilalui, ternyata dari delapan orang yang lulus cuma satu yang diambil.
Meski gagal, kesempatan masih didapat ayah dua anak ini. Dia ditawari mengurusi makanan.
Akhirnya Sadri ditunjuk sebagai kepala bagian makanan. Itu dijalankannya mulai 27 Desember 2015 hingga 7 Maret 2017.
“Sebelum diberangkatkan saya diberi pelatihan memasak dulu sekitar satu bulan, ditambah kelas bahasa, fisik, dan kemudian pembekalan selama enam bulan,” katanya.

Bripka Sardi Abdul Karim saat bersama penduduk asli di Sudan
Bripka Sardi Abdul Karim saat bersama penduduk asli di Sudan (Istimewa)
Pengalaman menarik justru dirasakannya akibat perbedaan iklim antara Sudan dan Indonesia.
Mereka tiba di Sudan bertepatan dengan musim dingin. Siang suhu di sana malah bisa mencapai minus 2 derajat. “Pas keluar pesawat langsung kaget karena cuacanya sangat dingin padahal matahari bersinar sangat terang,” kata pria asli Manado ini.
Malam pertama di camp pun tak bisa dilalui dengan mudah. Suhu yang sangat dingin membuat Sardi tak bisa tidur.
“Apalagi waktu salat subuh. Pas berwudu jari-jemari seperti mati rasa dan tubuh bergetar saat salat,” ujarnya.
Perjuangan melawan musim dingin mereka lalui selama sekitar empat bulan. Musim kemudian berganti menjadi kemarau.
Lagi-lagi suhu ekstrem harus dirasakan. Panasnya bisa mencapai 59 derajat.
“Kalau musim kemarau siang jadi lama, sekitar 15 jam. Tapi kalau musim dingin malam yang jadi panjang,” kisahnya.

Saat kemarau bulan puasa tiba. Puasa pun dijalani lebih lama dibandingkan di kampung halaman.
Pengalaman lainnya terkait cuaca adalah Sardi menemui badai habub atau badai pasir dan badai petir. “Badai pasir datang menjelang musim hujan. Kalau badai petir ada pas musim hujan,” katanya.
Oleh karena tak pernah menemui badai pasir, ketika badai muncul, Sardi sangat kaget dan langsung lari menyelamatkan diri. Ini karena suasana yang terang tiba-tiba berubah menjadi gelap seperti malam dan pasir beterbangan bersama angin yang cukup kencang.
Selain merasakan perbedaan cuaca yang sangat mencolok, Sardi pernah bertemu pasukan militer Sudan yang hampir menembakinya. Ketika itu, dia bersama 11 rekan dalam perjalanan membeli hewan kurban karena akan memasuki Iduladha. Sekitar 20 kilometer dari camp, mobil yang mereka naiki berhenti karena dari arah depan terdengar suara tembakan ke udara beberapa kali.
“Setelah tembakan ke atas, tiba-tiba senjata diarahkan ke kami. Untung penerjemah yang ikut langsung bisa berkomunikasi dan ternyata kami mau memasuki zona terlarang,” jelasnya.
Setelah berkomunikasi merekapun kembali bisa melanjutkan perjalanan. “Hewan kurban yang kami beli tiga unta, 24 sapi, 52 kambing dan delapan kambing kacang. Dagingnya kami sebar ke pusat air, ponpes, panti asuhan dan daerah pengungsian,” ujarnya.
Dalam tugas tersebut, banyak pelajaran berharga yang didapat Sardi. “Terutama bagaimana mensyukuri hidup,” ungkapnya.
Rasa syukur karena hidup di Indonesia. Ini karena keadaan masyarakat di Sudan sangat susah akibat konflik.
4 Juta Pil Carnophen Disisipkan Didalam Truk Berisi Sayuran dan Mainan Anak-anak Dari Ekpedisi Digagalkan Polda Kalsel
Jajaran Polda Kalsel dan BNNP Kalsel menggagalkan peredaran 200 dus pil jenis carnophen atau sebanyak 4 juta pil dan 800 pil carnophen yang termasuk dilarang peradarannya itu dari dua tersangka atas nama Rayhan dan Megi di dua tempat berbeda yang diangkut menggunakan truk milik perusahaan salah satu perusahaan ekspedisi di Kalsel dari Kota Surabaya di Pelabuhan Trisakti dan Jalan Kampung Melayu Kota Banjarmasin.

Pada keterangan pers yang dilakukan di Mapolda Kalsel yang juga dihadiri oleh petugas dari Bea Cukai Banjarmasin dan BNNP Kalsel, Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs Rachmat Mulyana mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan kasus peredaran narkoba termasuk pil carnophen, zenith yang berhasil diamankan oleh aparat BNNP Kalsel dan anggota Polda Kalsel.
Kronoligis penanagkapan barang yakni, dilakukan hari Minggu (21/5) petugas BNNP Kalsel dan Polda Kalsel mencurigai truk yang bermuatan sayuran dan mainan anak-anak di Pelabuhan Trisakti jam 11.00 wita. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata di dalam truk dimasukkan dalam mainan anak-anak dan sayuran. Dua tersangka selanjutnya digelandang ke Mapolda Kalsel untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai pemilik barang dalam truk tersebut.
Tim Gabungan Polda Kalsel Gelar Razia Operasi Patuh INtan 2017 di Lingkar Basirih

Untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan raya dan menekan angka pelanggaran lalu lintas, Polri khususnya Polda Kalsel menggelar Operasi Patuh Intan 2017 yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia.
Dipimpin Kasatgas Gakkum AKBP Afri Darmawan, SIK, MH didampingi Kasatlantas Polresta Banjarmasin Kompol Wibowo beserta anggota dan melibatkan intansi lain seperti Dinas Perhubungan melaksanakan razia Operasi Patuh Intan 2017 di Lingkar Basirih, Jumat (19/5/2017) pukul 09.00 wita.

Pada razia Operasi Patuh Intan 2017 kali ini sebanyak 12 pelanggaran terjadi, diantaranya pelangaran SIM sebanyak 5, STNK 6, ranmor r4 1 buah, dan sedangkan Satgas Resta Banjarmasin ada 5 pelanggaran diantaranya pelanggaran r6 1 buah, SIM 2 dan STNK 2.
Sebagaimana diketahui Operasi Patuh Intan 2017 adalah aksi simpatik yang dilalukan oleh jajaran Polri khusunya Polda Kalsel untuk memperlancar arus lalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan.
Dimana tujuan utama dari Operasi Patuh Intan 2017 ini untuk keselamatan pengendara kendaraan bermotor itu sendiri. Jika pelanggaran berkurang, maka keselamatan berkendara akan meningkat. Demi menurunkan pelanggaran lalu lintas, dan melalukan tindakan preventif sedini mungkin, persuasif dan penegakan hukum pengendara kendaraan bermotor agar disiplin, tertib dan safety. Operasi Patuh Intan digelar selama 14 hari mulai Selasa 9 Mei sampai 22 Mei.

Sasaran dari Operasi Patuh kali ini adalah pengendara Sepeda Motor Roda dua yang melawan arus, Plat nomor tidak sesuai spectec/aslinya, Pembonceng tidak memakai helm atau dua-duanya, Motor Harus Lajur kiri apabila ada kanalisasi, Melanggar lampu merah, Melanggar marka jalan dan garis stop, Naik Motor lebih dari dua orang, Menyalakan lampu disiang hari dan kelengkapan lainnya.
Sedangkan untuk pengendara mobil diantaranya adalah Plat Nomor harus sesuai, Tempel Logo atau simbol pada plat nomor, Pakai Rotator, Sirine pada mobil, Tidak pakai sabuk pengaman, Melanggar lampu merah, Melanggar marka dan garis stop.
Penulis : Achmad Wardana
Editor : Brigadir Yudha Krisyanto
Publish : Drs. Hamsan
Kapolda Kalsel Shalat Jumat Bersama MUI dan Masyarakat

Menjalin silaturahmi dan mendekatkan diri bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat dilakukan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan dengan melakukan Shalat Jumat bersama.
Dipimpin langsung Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana, para Pejabat Utama Polda Kalsel, Ketua MUI Kalsel KH Husni Nafarin, MA, H Gusti Pangeran Rusdi Effendi, dan pengurus MUI Kalsel melangsungkan Shalat Jumat bersama di Masjid Sabilal Muhtadhin Banjarmasin, Jumat (19/5/2017) pukul 12.00 wita.

Kegiatan pelaksanaan Shalat Jumat Bersama tersebut berlangsung khidmat.
Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana usai melaksanakan Shalat Jumat mengatakan pelaksanaan Shalat Jumat Bersama MUI dan Masyarakat adalah merupakan silaturahmi Polri khususnya Polda Kalsel dalam mendekatkan diri kepada publik.

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana juga mengatakan selain itu kepolisian khususnya Polda Kalsel beserta jajaran mengucapkan syukur atas situasi Kalimantan Selatan yang aman dan kondusif, terlebih dalam hal kerukunan agama.
Penulis : Achmad Wardana
Editor : Brigadir Yudha Krisyanto
Publish : Drs. Hamsan
