Uncategorized
Polda Kalsel Kunjungan Kerja ke Polres di Kota/kabupaten Kalsel

Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Agung Budi M.Si melakukan serangkaian kunjungan ke beberapa polres di wilayah hukum Kalsel. (foto: amidi)
Guna melihat kesiapan Polres Kota/kabuoaten di Kalsel, Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Agung Budi M.Si melakukan serangkaian kunjungan ke beberapa polres di wilayah hukum Kalsel diantaranya, Kotabaru, Balangan, wilayah Banua Lima serta Kota Banjarbaru.
Kegiatan kunjungan Kapoolda Kalsel juga didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Kalsel dimulai tanggal 2 hingga 5 Nopember 2015. Makna kunjungan Kapolda Kalsel guna memotivasi anggota agar tetap melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional menghadapi Pilkada, Natal dan Tahun Baru.
tribratanews
Seleksi Administrasi Online Forced Police Unit (FPU) Polda Kalsel
Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol. Rudi Darmoko SIK MSI, serta Kabag Binkar RO SDM AKBP M Arif Sugiarto S.IK MPP mendampingi Tim FPU Mabes Polri AKBP Rini, di Ruang Rupatama Mapolda Kalsel, Kamis (5/11). Menggelar sosialisasi seleksi administrasi online penugasan khusus FPU Indonesia Tahun 2015 di lingkungan Polda Kalsel.
(foto: yudha krisyanto)
Kabag Srtajemen Rorena Polda Kalsel Kompol Katamsi Sadretna Setiawan A.Md SH memimpin kegiatan bimbingan rohani Kristen di Mapolda Kalsel, Kamis (5/11). Kegiatan yang digelar secara rutin ini selalu dinanti oleh anggota di jajaran Polda Kalsel khususnya yang beragama Kristen. Bimbingan rohani, sebagai wahana perenungan, kontemplasi untuk semakin mendekatkan kepada Tuhan YME. Serta mengucapkan rasa syukur atas semua kenikmatan yang diberikan,
(foto: yudha krisyanto)
Kasubid PID Polda Kalsel Ikuti FGD Potret Kemerdekaan Pers di Kalsel
Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Stanley Yosep Adi Prasetyo dalam seminar di Banjarmasin, Selasa mengharapkan, setiap warga masyarakat hendaknya selalu waspada aksi itu dengan cara mempertanyakan identitas pelaku maupun institusi medianya, kalau meragukan laporkan kepada pihak berwajib.
Pernyataan tersebut disampaikan Stanley menjawab pertanyaan serta komentar sejumlah peserta Seminar “Potret Kemerdekaan Pers” yang dilaksanakan Dewan Pers dalam rangka sosialisasi rencana penyusunan Indeks Kemerdekaan Pers.
Banyaknya kasus-kasus yang berkedok wartawan serta aksi sejumlah oknum yang mengaku sebagai pekerja pers atau biasa disebut sebagai wartawan “abal-abal”, menunjukkan masih begitu rentannya profesi itu oleh oknum memanfaatkan apa yang disebut dengan euforia kemerdekaan pers.
Seperti ada laporan tentang kejadian seorang pengepul botol yang ketika beraktivitas difoto oknum wartawan dan diperas ratusan juta dengan diancam akan diberitakan sebagai penjual minuman keras ilegal.
Menurut dia, penyusunan indeks kemerdekaan pers berdasarkan kepada hak atas informasi adalah sebuah elemen hak azasi yang harus dihormatri, dilindungi dan dipenuhi oleh negara sebagai penanggung jawab implementasi HAM.
Menurut Stanley, indikator yang akan dikembangkan jelas berbeda dengan model indeks kebebasan pers di negara lain seperti yang dilakukan “Committe to Protec Journalist” (CPJ), “Reporter San Frontiers” (RSF) maupun oleh “Freedom House” yang lebih merupakan gambaran situasi kebebasan pers antarnegara.
“Dalam indikator yang digunakan RSF, penyerangan dan pembunuhan wartawan diberi bobot yang besar hingga berkali-kali indeks kebebasan pers yang disusun selalu menempatkan Indonesia jauh di bawah Malaysia dan Singapura,” paparnya Padahal, katanya, semua orang tahu kebebasan pers di Indonesia jauh lebih baik dibanding dua negara tetangga yang tidak memiliki kebebasan pers.
Atasa dasar itu, maka Indeks Kemerdekaan Pers perlu bagi Indonesia bahkan hal itu sudah masuk dalam Rencana Pembangaunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) saat ini.
Sementara itu, mantan Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara mengatakan, dari sejumlah prinsip-prinsip dalam kebebasan pers berstanmdar nasional yang dicatatnya pers Indonesia telah mencapai lima dari 11 prinsip itu.
Kelima pirnsip kebebasan pers yang telah dicapai Indonesia saat ini adalah bebas dari Izin penerbitan pers, bebas dari bredel, bebas dar sensor, bebas dari intervensi pemerintah serta pers bebas mengontrol pemerintah.
Menurut Leo, enam prinsip lain yang harus terus dikembangkan adalah kemerdekaan pers harus berstatus hak konstitusional warga negara, tidak mengkriminalkan pers dalam pekerjaan jurnalistik untuk kepentingan umum, dan pers bebas mendapatkan akses informasi publik.
Kemudian wartawan mendapat perlindungan dalam menjalankan profesi, mengoperasikan wartawan yang kompeten dan profesional serta kemerdekaan pers semestinya memberikan manfaat besar bagi warga dan bangsa, tuturnya.
“Saya melihat saat ini nampak ada tiga golongan pers yakni yang profesional, partisan dan pers ‘kuda’ atau tergantung siapa joki atau penunggannya,” tegas Leo.
Selain Stanley dan Leo, seminar juga menampilkan dua narasumber Kalsel yakni Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel Noorhalis Madjid dan Dekan Fakultas Dakawah dan Komunikasi IAN Antasari Dr Akhmad Sagir yang berharap agar kebebasan pers bermanfaat, berdampak positif dan berpihak kepada warga masyarakat secara umum.
Wakapolda Kalsel Cek Tes Kesehatan Jasmani Calon Sespim
Wakapolda Kalsel Kombes Pol. Drs Fatkhur Rahman SH MM meski masih diperban tangan kanannya, akibat terkilir saat melakukan olahraga sepeda gunung ke daerah di Kalsel beberapa hari kemarin. Tampak masih sigap dan enerjik melihat langsung kegiatan latihan kebugaran anggota yang digelar Biro SDM Polda Kalsel, di halaman Mapolda Kalsel Rabu (4/11).
Aris/tribratanews

Wakapolda Kalsel Kombes Pol. Drs Fatkhur Rahman SH MM melihat kesiapan anggota latihan dan tes kebugaran. (wendy)
(foto/wendy)
Wapolda Kalsel Evaluasi Satgas P2K dan Quick Wins
Wapolda Kalsel Kombes Pol. Fatkhur Rahman membuka rapat evaluasi pelaksanaan P2K, Satgas P2K Tahap II serta hasil pelaporan quick wins 8,09 Polda Kalsel, di Ruang Rupatama Polda Kalsel.
Yudha krisyanto/tribratanews
Intensifkan Latihan Pra Operasi Bina Waspada Intan 2015
Guna menigkatkan kemampuan tehnis dan taktis jajaran personil di Polda Kalsel. Seiring dinamika perubahan di masyarakat terkait isu sentral baik local dan nasional serta global.
Polda Kalsel semakin intensif melakukan pelatihan dan pembekalan dengan pelatihan meningkatkan kemampuan tehnis dan taktis pada pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan Bina Waspada Intan 2015.
Kegiatan di lakukan di Posko OMP Intan 2015 Crisis Center Mapolda Kalsel, Rabu (4/11). Dibuka oleh Wadir Binmas AKBP Bharata dan AKBP Sawitri.
( yudha krisyanto/anang tribratanews)
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir Hingga Akhir Nopember

Drs Hamsan Kasubbid PID Polda Kalel menerima kunjungan Asisten Manager PLN Kalselteng Sigit dan Manager Rayon Suyanto. (ist)
Karena ada perbaikan PLN Wilayah Kalselteng memberlakukan pemadaman listrik secara bergiliran mulai tanggal 1 Nopember hingga 24 Nopember 2015.
Hal ini dikatakan Asisten Manager Pelayanan PT PLN Sigit, pemadaman listrik di wilayah Kalselteng diberlakukan bergiliran hingga akhir November 2015.
“Pemadaman listrik bergiliran berlangsung hingga akhir November karena kami masih memperbaiki satu unit PLTU Asam-Asam yang rusak,” ujarnya, Selasa (3/11) ketika mengunjungi Humas Polda Kalsel bersama Manager Rayon Lambung Mangkurat, Sigit Humas PLN.
Dalam pertemuan di ruang Kabid Humas Polda Kalsel tersebut Sigit ditemui Drs Hamsan itu mengatakan, kerusakan satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap Asam-Asam membuat sistem Kelistrikan Barito kekurangan daya listrik sebesar 65 Mega Watt (MW).
Dijelaskan, daya mampu sistem Kelistrikan Barito yang berasal dari empat unit PLTU Asam-Asam ditambah PLTD, dan PLTA serta excess power sebesar 527 MW.
“Namun, daya listrik keseluruhan yang dihasilkan sejumlah pembangkit itu tidak maksimal karena hanya bisa menghasilkan daya listrik sebesar 410 MW,” ucap pejabat baru PLN itu.
Menurut dia, daya listrik sebesar 410 MW itu tidak sebanding dengan beban puncak pemakaian listrik yang berlangsung sejak pukul 18.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita.
“Beban puncak bisa mencapai 500 MW sehingga sistem Kelistrikan Barito kekurangan daya listrik mencapai 90 MW yang menyebabkan diberlakukan pemadaman bergiliran,” ungkap Purnomo.
Dikatakan, pemadaman listrik yang meliputi dua provinsi yakni Kalsel dan Kalteng berlangsung cukup lama karena banyaknya pemakaian listrik selama beban puncak.
“Pemadaman bergiliran dialami pelanggan di Kalsel maupun Kalteng dengan lama pemadaman lebih dari satu jam seiring terlewatinya beban puncak,” ujarnya.
Dikatakan, pihaknya masih terus fokus memperbaiki kerusakan satu unit PLTU Asam-Asam sehingga daya listrik bisa maksimal menghasilkan listrik bagi sistem Kelistrikan Barito.
“Kami juga berharap musim hujan segera tiba sehingga PLTA Ir PM Noor bisa beroperasi maksimal dan mampu memasok listrik secara penuh masuk ke sistem,” katanya.
an/tribratanews
Ditlantas Polda Kalsel Targetkan Tekan Kecelakaan Lalu-lintas Hingga 50 Persen

Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Kalsel AKBP Dra Nina Rahmi M.M bersama Duta Lalu-lintas tampil di Duta TV

Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Kalsel AKBP Dra Nina Rahmi M.M tampil di TVRI Banjarmasin lewat program Baturai Pantun. (Ist)
Guna menekan angka kecelakaan lalu-lintas di Kalsel Ditlantas Polda Kalsel melakukan berbagai cara dan pola untuk mengajak masyarakat khususnya anak muda agar tertib berlalu-lintas dijalan raya.
“Ditlantas Polda Kalsel aktif melakukan sosialisasi di media cetak dan elektronika, diantaranya talk show interaktif di Duta TV lewat program Duta Lantas, Baturai Pantun di TVRI Kalsel. Yang membahas persoalan tertib berlalu-lintas dan menjaga keselamatan di jalan raya,” kata Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Kalsel AKBP Dra Nina Rahmi M.M, Selasa (3/11).
Menurut perwira murah senyum dan enerjik ini, tanggal 9-11 Nopember Ditlantas Polda Kalsel kerjasama dengan Korlantas Polri yang didukung Metro TV menggelar diskusi dan talk show lewat acara liputan potret jalanan yang akan ditayangkan di Metro TV. “Dalam rangka upaya peningkatan budaya tertib berlalu lintas di kalsel dan penanganan kecelakaan lalu lintas, bersama stake holders yakni, Ketua DPRD Kalsel, Dirlantas Polda Kalsel, Dinas PU Kalsel, Bappeda Kalsel, Jasa Raharja, RSUD Ulin, termasuk pakar transporasi dari Unlam Banjarmasin,” paparnya.
Nina menekankan, masyarakat harus sadar dan tertib berlalu lintas. Karena masalah lalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata.
“Ditlantas Polda Kalsel tahun 2016 menargetkan penurunan kasus kecelakaan lalu-lintas sebesar 50 persen. Hal ini juga merespon Keppres No 4/2013 dekade aksi keselamatan lalu-lintas yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” paparnya.
Nina bersyukur dengan upaya yang tak mengenal lelah dan didukung semua pihak, angka kecelakaan lalu-lintas di Kalsel turun secara signifikan. Seperti diketahui, Terhitung mulai tanggal 22 Oktober hingga 4 Nopember 2015, Ditlantas Polda Kalsel menggelar operasi zebra Intan 2015. Guna mewujudkan situasi aman, tertib dan lancar. Meningkatkan kepatuhan dan disipplin serta menurunkan angka kecelakaan lalu lintas serta terurainya potensi kemacatan lalu lintas di wilayah hukum Kalsel.
Sekedar catatan, kecelakaan lalu lintas adalah salah satu permasalahan sosial terbesar di dunia. Berdasarkan Laporan World Health Organization (WHO) tahun 2009, tentang Global Status Report On Road Safety, kecelakaan lalu lintas telah merenggut nyawa 1,3 juta penduduk setiap tahunnya. Dan 20 hingga 50 juta jiwa mengalami luka-luka, lebih dari 90% korban kecelakaan yang tewas dan luka-luka terjadi di negara dengan pendapatan per kapita rendah dan menengah seperti Indonesia. Jika hal ini dibiarkan, diperkirakan jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal akan mencapai 1,9 juta jiwa di tahun 2020.
lah/tribratanews





































